Dear D

Dear D
Episode 136



Mata wanita itu nampak memerah akibat menangis cukup banyak mengeluarkan air mata membuat mata wanita itu merah. "Kakak benar benar menyayangi ku, Aku pikir tidak, Hiksss" Nana menangis dan langsung berjongkok saat selesai membaca surah dari kakak nya tersebut.


"Tidak ada kakak yang membenci adik nya, Biarpun kakak mu sangatlah garang dan selalu menyuruh mu belajar bukan berarti dia membenci mu. Dia melakukan semua itu juga untuk mu menginginkan kau agar tidak sama seperti nya yang susah hidup di dunia, Menginginkan kau bahagia dengan cara nya tapi cara nya sedikit salah hingga dia mengetahui apa yang kau suka dan di sanalah dia menemukan bakat mu dan dia yakin akan kau yang bisa berhasil tanpa harus pintar" jelas Ryhan saat melihat istri nya yang menangis.


Ryhan masih berdiri tegak di hadapan istri nya dan belum ikut berjongkok dan mengusap punggung istri nya berniat untuk membujuk tidak ada di diri nya saat ini. "Membiarkan nya menangis dengan puas seperti akan membuka pikiran nya untuk memulai apa yang dia inginkan" guman Ryhan dan membersihkan debu yang melekat di mesin jahit yang ada di dalam gudang itu.


Nana masih saja menangis sedangkan Ryhan menarik kursi yang tidak jauh dari sana dan mencoba mesin jahit yang sudah di pasang seluruh alat nya dan hanya tinggal di gunakan saja.


"Siapa ibu?" tanya Nana saat Ryhan tengah asik memainkan mesin jahit. Ryhan langsung menghentikan kaki yang tengah menggoyangkan mesin jahit tadi, Dia langsung terdiam saat mendengar pertanyaan istri nya.


Nana menoleh ke arah suami nya saat tidak mendengar jawaban dari suami nya tersebut. "Kau tau siapa ibuku?" tanya Nana dengan menatap lekat wajah suami nya yang masih saja diam tanpa menjawab pertanyaan sedikit pun.


"Ibu mu akan kembali saat kau menjadi sukses nanti, Percayalah" ucap Ryhan tanpa menjawab pertanyaan istri nya dan kembali menggoyangkan kaki nya memainkan mesin jahit.


Nana menatap mesin jahit yang tersedia di hadapan nya. "Aku tidak bisa menjahit bagaimana cara nya aku akan menjahit?" tanya Nana dan menatap mesin jahit itu dengan teliti.


"Kau harus belajar, Tanpa belajar kapan kau bisa" jawab Ryhan dan berdiri dari duduk nya.


"Bagaimana jika kita jadikan rumah ayah sebagai tempat mu menjahit?" usul Ryhan kepada istri nya. Nana langsung menatap suami nya.


Nana menatap sekeliling tanpa menjawab pertanyaan suami nya tersebut. Mata kembali terhenti saat melihat dua pintu lemari belum terbuka. Tangan nya mendekat ke arah pintu lemari itu dan membuka nya. "Inikan gaun yang di tunjukkan kak Rendi kepada ku" ucap Nana saat melihat gaun yang pernah di tunjukkan kakak nya kepada nya waktu itu.


"Em iya, Itu adalah desain ibu mu dan ibu mu kau memakainya saat kau menikah" jawab Ryhan dan mendekat ke arah istri nya.


"Kau seperti nya tau banyak tentang peninggalan keluarga ku" ucap Nana dan menatap suami nya dengan tatapan bingung.


"Aku dan kak Rendi berteman, Kami selalu meluangkan waktu untuk bercerita bersama" jawaab Ryhan.


"Makanya kau meminta kak Rendi menjodohkan ku dengan kau?" tanya Nana dengan menatap tajam ke arah suami nya tersebut.


"Bukan. Masalah itu aku tidak ikut campur" jawab Ryhan dan membuang pandang nya dari istri nya. Nana tidak menjawab nya dan terus saja menatap tajam suami nya yang nampak diam sedari tadi dan tidak mengeluarkan suara apapun.


"Sudahlah kau ini menatap ku seperti ingin membunuhku saja, Kita pulang saja ayo nanti saat aku mendapatkan bodyguard dan juga pembantu kita kembali ke sini dan tinggal di rumah nenek" ajak Ryhan dengan menarik tangan istri nya tersebut.


"Tapi di sini masih banyak barang barang berharga" ucap Nana.


"Iya aku tau, Makanya nanti saat kita ke sini kembali kita akan membersihkan nya dan memilih mana yang sangat berharga" jawab Ryhan dengan senyum nya menatap istri nya tersebut.


"Ada banyak juga kain untuk membuat baju dan yang lainnya di sini" ucap Nana saat melihat banyak bahan untuk membuat baju ataupun hal hal lainnya yang bisa di buat dari kain.


"Iya aku juga tau itu, Makanya sebelum menemukan bodyguard dan juga pembantu kau kursus menjahit dahulu jadi saat ke sini kau sudah bisa menjahit, Bagaimana? Apa kita sudah bisa pulang?" tanya Ryhan dengan menatap istri nya.


"Yasudah mari kita pulang" terima Nana saat mendengar sedari tadi ajakan suami nya.


"Bentar, Hapus dulu air mata nya" ucap Ryhan dan mendekat ke arah istri nya. Tangan nya mengusap wajah istri nya yang basah akibat menangis tadi hingga wajah itu kembali kering.


"Nah udah, Jika beginikan cantik" ucap Ryhan dengan senyum nya dan mencium wajah wanita nya.


"Bahan bahan makanan di rumah sudah tinggal sedikit" ucap Nana.


"Kita ke minimarket saja" ucap Ryhan dan mulai melajukan mobil nya menuju ke minimarket di dekat apartemen yang ia tempati bersama istri nya.


"Gofood" teriak kurir dari luar.


Ting,Tong.


"Gofood" teriak kurir kembali saat tidak mendengarkan jawaban dari dalam.


"Tidak ada orang" ucap kurir dan langsung berlalu dari sana. Kurir kembali memberikan paket yang seharus nya di antarkan nya tadi ke tempat Nana dan Ryhan kembali ke pemilik yakni rumah Ryhan.


"Mencari siapa?" tanya satpam saat melihat kurir di depan.


"Saya ingin mengembalikan ini pak, Tidak ada orang di rumah" jawab kurir dengan menyodorkan kembali paperbag berisikan makanan kepada satpam.


"Baik" jawab satpam.


"Saya permisi" pamit kurir dan langsung berlalu dari sana. Satpam kembali menutup gerbang rumah dan langsung berlari masuk ke dalam rumah.


"Ada apa?" tanya Merri yang tengah bersantai di ruang utama bersama Andra suami nya.


"Ini bu kata Gofood tadi tidak ada orang di rumah tuan Ryhan" jawab satpam dengan menyodorkan kembali paoerbag kepada Merri.


"Mereka menolak?" tanya Merri yang namoak kecewa saat makanan yang ia siapkan untuk anak dan menantu nya di kembalikan.


"Tidak nyonya, Tapi memang tuan dan nona yang tidak ada di rumah kata Gofood tadi" jawab satpam.


"Mama sudah susah payah memasak, Mereka malah tidak ada di rumah" ucap Merri dengan menatap makanan yang ia siapkan untuk anak dan menantu nya itu.


"Yasudah kau kembalilah bekerja" ucap Andra saat melihat istri nya tidak menyuruh satpam untuk kembali bekerja.


"Baik tuan, Saya permisi" pamit satpam dan langsung berlalu dari sana untuk kembali ke pos dan menunggu gerbang kembali.


"Mungkin mereka emang gak ada di rumah sekarang sayang" ucap Andra saat melihat wajah kecewa dari istri nya.


.


.


.


.


.