
"Tuan, Nona sekali lagi maafkan kami" ucap salah satu pekerja.
"Kal....."
"Tidak apa apa, Tidak ada yang salah di sini tidak usah meminta maaf" potong Nana akan suami nya yang hendak menjawab dengan melototkan mata nya menatap suami nya tersebut.
"Cepat" ketus Nana yang kembali melototkan mata nya kepada suami nya dan membawa nya pergi dari rumah tersebut.
"Sayang kau jangan berjalan seperti ini nanti kau...."
"Ryhan ku tercinta kenapa kau memarahi mereka? Mereka hanya bekerja dan itu adalah suruhan mu dan keinginan mu, Tapi kau kenapa malah memarahi mereka hem?" tanya Nana dengan nada rendah dan amarah yang sudah tidak membara.
"Eh?" Ryhan nampak bingung akan istri nya yang tidak marah lagi kepada nya tapi rasa bingung nya itu segera ia hilangkan dengan menjawab pertanyaan yang di tanyakan istri nya tadi.
"Mereka ribut hingga membuat kita terbangun, Jika tetangga yang bangun akan lebih gawat dan akan memarahi mereka habis habisan, Aku hanya menegur tadi" jawab Ryhan dengan senyum nya.
"Em, Baiklah aku mengerti niat baik mu tapi ini sudah hampir jam delapan dan tidak apa apa mereka ribut seperti tadi karna memang sudah waktu nya bekerja, Lain kali kau jangan asal memarahi orang, Nanti mereka akan dendam kepada mu" jelas Nana dengan tangan yang mengusap kepala suami nya dengan senyum yang mengembang.
"Hah? Tumben sekali nada bicara nya berbeda, Apa karna dia sudah tau papa kaya hingga dia lembut seperti ini kepada ku?" guman Ryhan yang cukup bingung.
"Ah tidak mungkin, Istri ku ini orang yang tulus dan tidak pernah menilai orang dari harta dan tahta nya" guman nya kembali yang menyingkirkan pikiran buruk dari pikiran nya.
"Jangan berpikir karna aku sudah tau kau kaya aku berbuat lembut seperti ini, Perut ku tadi sedikit sakit makanya aku tidak marah marah lagi" ucap Nana saat melihat jelas wajah kebingungan suami nya.
"Perut mu sakit?" tanya Ryhan dengan suara yang meninggi.
"Iya karna belum sarapan" jawab Nana dengan nada rendah dan menurunkan tangan nya dari kepala suami nya.
"Pantas saja tidak marah marah" guman Ryhan.
"Ayo kita kembali ke rumah dan sarapan, Kau dan dede memerlukan makan" ucap Ryhan dengan memegang pinggang istri nya dan membawa nya kembali ke rumah.
"Em" Nana mengiyakan nya dan mengikuti suami nya tersebut kembali menuju ke rumah.
"Permisi apa ini rumah Ryhan alexander dan juga Delina narselia?" tanya Gofood yang datang pagi pagi.
"Iya kami" jawab Nana dengan membalikkan tubuh nya begitupun dengan Ryhan.
"Ini ada kiriman makanan dari ibu Merri untuk kalian" ucap kurir dengan menyodorkan makanan yang di bawa nya kepada Nana.
"Ah dari mama" ucap Nana kepada suami nya.
"Terima kasih" ucap Nana dengan senyum.
"Saya permisi nona" pamit Gofood tadi.
"Pagi pagi sekali" guman Ryhan yang tidak biasa nya di kirikan makanan sepagi ini oleh ibu nya.
"Ayo masuk, Kita harus makan makanan yang di kirimkan mama" ucap Nana dengan senyum nya dan menarik tangan suami nya. Ryhan tidak menjawab nya dan berjalan masuk ke dalam rumah bersamaan dengan Nana yang membawakan makanan kiriman ibu nya.
Merri nampak tersenyum lebar melihat ponsel nya hingga membuat Andra yang melihat nya sedikit kebingungan. "Kenapa ma tersenyum melihat ponsel?" tanya Andra dengan menatap istri nya yang tengah berada di depan meja rias itu.
"Tidak apa apa pa" jawab Merri dengan senyum nya dan meletakkan kembali ponsel nya dan kembali melanjutkan tangan nya yang tengah merias wajah nya.
"Mencurigakan" guman Andra dan dengan segera mengenakan baju nya untuk turun ke bawah.
"Ah sudah beberapa hari ini aku berulang ke kantor Ryhan tapi Ryhan tidak ada di sana" ucap Dara yang nampak prustasi tidak menemukan Ryhan di kantor.
"Boleh juga aku langsung berkunjung ke rumah nya, Toh tante Merri seperti nya tidak masalah dengan aku dekat dengan anak nya kan?" ucap nya dengan senyum yang mengembang.
"Tapi om Andra?" guman nya yang ingat akan Andra.
"Ah tidak peduli, Jika tante Merri menyukaiku tidak masalah dengan si tua bangka itu" ucap nya lagi dan langsung berlalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.
"Bau nya enak" ucap Nana dengan senyum nya saat mencium bau yang sangat enak dari makanan itu. Ryhan ikut mencium vau makanan tersebut dan memang makanan itu bau nya cukup enak.
"Coba kau cicipi, Apa enak atau tidak" ucap Ryhan.
Nana menganggukkan kepala nya dan mencicipi makanan tersebut. Wajah nya langsung tersenyum senang saat setelah mencicipi makanan tersebut. "Enak?" tanya Ryhan dengan wajah bingung nya.
"Em, Cobalah" ucap Nana dengan senyum nya dan menyuapi suami nya memakan makanan tersebut. Ryhan mengunyah nya dan makanan itu sama sekali tidak enak dan sama seperti waktu itu.
"Sama sekali tidak enak" ucap Ryhan dan mengeluarkan kembali makanan tersebut. Nana tidak menjawab nya dan terus saja melahap makanan tersebut dengan sangat lahap dan wajah yang gembira.
"Aneh sekali makanan mu selama hamil ini, Makanan yang buruk rasa kau bilang enak sedangkan makanan enak kau bilang tidak enak" ucap Ryhan yang kebingungan akan jenis lidah istri nya semenjak hamil ini.
"Apa memang normal orang hamil seperti ini?" tanya Ryhan.
"Tuan memang biasa nya orang hamil agar aneh dengan lidah, Penciuman dan juga pandang nya" jawab bibi akan pertanyaan Ryhan yang tidak di jawab oleh Nana.
"Benarkah begitu? Tapi kenapa dia sangat aneh? Makanan ini sangat buruk, Coba bibi rasakan" ucap Ryhan dengan menyodorkan makanan yang di makan istri nya kepada bibi.
"Tidak usah tuan, Itu bukan nona biasa nya yang menginginkan nya tapi bayi nya" jawab pelayan dengan senyum nya.
"Kandungan nya saja baru beberapa minggu bagaimana bisa bayiku yang menginginkan nya?" tanya Ryhan dengan memasang wajah bingung nya menatap pelayan yang saat ini tengah berada di dekat nya.
"Saya tidak tau pasti tuan, Yang jelas nona akan semakin aneh untuk makanan, penciuman dan juga penglihatan nya tapi seperti nya kehamilan nona tidak terlalu susah karna saya tidak pernah melihat nona muntah pagi ini" jawab bibi dengan senyum nya akibat tidak tau secara pasti karna dia bukan dokter.
"Saya permisi kembali ke belakang tuan" pamit bibi.
"Apakah benar kau yang menginginkan nya sayang?" tanya Ryhan dengan mengusap perut datar istri nya tersebut.
"Shit jangan menganggu ku" ketus Nana dengan memukul tangan yang menganggu perut nya itu.
"Bi" teriak Andra yang saat ini sudah berada di dapur.
"Iya tuan" jawab bibi.
"Merri mengirimkan makanan untuk Ryhan dan juga Nana?" tanya Andra.
"Iya tuan" jawab bibi.
"Kau menukarkan makanan tersebut sebelum di kirim?" tanya anda kembali dengan tatapan tajam dan sedikit hawatir jika jawaban nya tidak.
.
.
.
.