Dear D

Dear D
Episode 109



Dia berdiri dari duduk nya dan memilih ke kamar mandi terlebih dahulu untuk mencuci muka dan menggosok gigi nya setelah selesai dia kembali keluar. Pemandangan yang sama saat dia ke kamar mandi yakni istri nya masih tertidur. Ryhan tidak mau mengganggu nya dan mengambil jaket nya di dalam ruang ganti dan mengenakan nya, Setelah itu dia mendekat ke arah istri nya. "Aku pergi sebentar" bisik Ryhan tepat di telinga istri nya dan mencium dahi wanita itu.


Ryhan kembali berdiri seperti semula dan melangkah kan kaki nya keluar dari kamar tersebut. "Selamat pagi tuan" sapa pelayan yang melintas saat Ryhan keluar.


"Kau jaga istri ku di sini, Aku akan keluar sebentar" ucap Ryhan.


"Baik tuan" jawab pelayan tersebut. Ryhan tidak menjawab nya dan langsung berlalu dari sana. Saat sudah berada di luar vila dia berjalan menjauh dari vila dan menuju ke penyewaan kapal yang juga milik keluarga nya.


"Tuan, Selamat datang" ucap penjaga saat Ryhan tiba.


"Aku ingin membawa salah satu kapal hari ini dan bermalam di dalam nya" ucap Ryhan.


"Ah, Mari ikut tuan" ajak penjaga kepada Ryhan.Ryhan tidak menjawab nya dan mengikuti langkah kaki penjaga tersebut.


"Pak tuan Ryhan ingin mengatakan sesuatu kepada anda" ucap penjaga tadi.


"Ryhan putra pak Andra?" tanya bos.


"Iya" jawab penjaga.


"Suruh dia masuk" ucap bos. Penjaga mengiyakan nya dan memanggil Ryhan untuk masuk.


"Selamat pagi tuan" sapa bos saat melihat Ryhan.


"Selamat pagi" balas Ryhan dengan sopan nya.


"Saya ingin menyenwa kapal untuk satu hari apakah bisa?" tanya Ryhan.


"Ah tentu saja dan itu tidak usah di sewakan karna kapal milik keluarga anda" jawab bos.


"Baiklah nanti aku dan istri ku akan langsung ke pulau nya" ucap Ryhan.


"Anda sendiri yang akan membawa nya tuan?" tanya bos.


"Jika saya yang membawa bagaimana cara nya saya menghabiskan waktu bersama istri saya? Biarkan orang saja yang membawa nya, Cari yang handal, Saya permisi" pamit Ryhan yang terus saja teringat istri nya.


"Baik tuan" jawab bos.


"Delina sudah bangun?" guman Ryhan dan langsung berlari cepat menuju ke vila.


"Ryhan di mana? Kenapa dia meninggalkan ku?" tanya Nana yang saat ini sedang berjongkok dengan kedua tangan yang melingkar di kaki nya.


"Lelaki itu awas saja dia kembali, Berani nya dia meninggalkan ku, Hikssss" Nana menangis karna ketakutan akan suami nya yang meninggalkan nya, Takut di tinggal sendiri di tempat orang.


"Nona tuan tadi keluar sebentar" ucap pelayan dari luar yang mencoba membujuk Nana yang menangis.


"Apa terjadi sesuatu?" tanya Ryhan dengan nafas ngos ngosan kepada pelayan.


"Ah tuan syukurlah anda kembali, Nona menangis saat mengetahui anda meninggalkan nya" ucap pelayan.


"Dia sudah bangun?" tanya Ryhan.


"Sudah tuan, Saat bangun dia langsung mencari anda dan bertanya kepada saya jadi saya jawab jika anda keluar sebentar" jawab pelayan.


Ckleek


Ryhan membuka pintu dan pintu sedikit susah untuk di buka. Kepala lelaki itu masuk ke dalam untuk melihat apa yang menjanggal pintu itu. "Del jangan berada di belakang pintu" ucap Ryhan. Nana langsung mendongakkan kepala nya saat mendengar suara yang di cari nya sedari tadi.


"Hikss, Kau kenapa meninggalkan ku sendiri?" ketus Nana dengan kesal nya dan terus bergelayut di leher suami nya.


"Aku keluar sebentar tadi, Jangan menangis" ucap Ryhan dan langsung menggendong wanita nya. Nana melingkarkan kaki nya di pinggang suami nya.


"Terima kasih sudah menjaga nya" ucap Ryhan kepada pelayan.


"Sama sama tuan" jawab pelayan. Ryhan langsung masuk ke dalam kamar dan menutup pintu kamar dengan istri nya berada di pelukan nya.


"Hey sudahlah jangan menangis" ucap Ryhan yang menenangkan istri nya seperti membujuk anak kecil. Ryhan mendudukkan tubuh nya di atas ranjang dengan istri nya sekarang duduk di atas paha nya.


"Kau tadi meninggalkan ku pergi kemana? Bertemu kekasih mu yang ada di sini?" tanya Nana dengan menatap lekat wajah suami nya. Ryhan menatap lekat wajah istri nya dan setelah itu langsung tersenyum menatap nya. Tangan nya mengusap wajah yang di penuhi air mata itu dan sangat terlihat di mata nya jika mata istri nya sedikit membengkak akibat menangis.


"Memang nya aku memiliki kekasih?" tanya Ryhan.


"Mana aku tau, Mungkin saja kau memiliki nya dan menyembunyikan nya dari ku" jawab Nana dan langsung membuang pandang nya dari suami nya.


"Tidak, Aku tidak memiliki kekasih kecuali....."


"Kecuali siapa?" potong Nana dengan wajah kesal nya menatap suami nya.


"Jangan di biasakan memotong ucapan orang" ucap Ryhan.


"Kecuali istri yaitu kau" sambung Ryhan dengan memeluk erat tubuh kecil itu.


"Aku tadi ke tempat penyewaan kapal, Aku menyewa kapal di pulau yang cukup jauh dari sini untuk kita" ucap Ryhan yang masih berada di pelukan wanita nya.


"Untuk apa menyewa kapal? Kitakan mempunyai vila untuk tidur ataupun istirahat" ucap Nana.


"Untuk menikmati pulau yang paling indah di sini dan kita menghabiskan seharian ini di sana dan menginap satu malam di sana, Bukankah indah di bayangkan?" tanya Ryhan dengan tersenyum menatap istri nya.


"Hanya bayangan belum mencoba nya" jawab Nana dan membuang pandang nya.


"Yasudah jika mau mencoba nya cepat mandi dan ganti baju mu" ucap Ryhan.


"Bagaimana aku ingin pergi jika kau masih memelukku" ucap Nana.


"Sebentar" ucap Ryhan dan mencium dada yang terbuka istri nya.


"Ryhan" teriak Nana dan memukul kepala lelaki itu.


"Shit kau ini berani memukul kepala ku?" ucap Ryhan dengan wajah kesal nya menatap istri nya.


"Itu karna kau yang terlalu lancang" ketus Nana.


"Kita mandi bersama sebagai hukuman mu yang sudah berani memukul kepala ku" ucap Ryhan dan berdiri dari duduk nya dan menuju ke kamar mandi dengan istri nya yang masih berada di dalam gendongan nya.


"Tidak, Aku tidak mau mandi bersama mu" teriak Nana yang memberontak agar terlepas dari lelaki itu.


Bagaimana mungkin lelaki yang junior nya sudah terbangun akibat sentuhan yang tidak di sengaja melepaskan wanita yang menyentuh begitu saja apa lagi itu adalah istri nya sendiri hingga akhirnya kedua nya melakukan hubungan di kamar mandi tersebut dengan Nana yang nampak tidak rela. "Kau ini selalu saja menyiksa ku di tempat keras, Kau tidak tau jika ini bisa menyakiti ku?" teriak Nana dengan wajah kesal nya.


"Nanti malam aku akan memanjakan mu di tempat yang enak, Jika kita melanjutkan nya di ranjang akan lebih lama" ucap Ryhan.


"Ah tuhan aku mohon kembalikan Ryhan yang dulu, Kembalikan Ryhan yang tidak mesum seperti ini tuhan" guman Nana dan menyenderkan kepala nya di bath up.