
Brak
"Ah" ucap Ryhan karna kepala nya terbentur ke ranjang yang ada di sana.
"Dia meninggalkan ku? dan kembali ke rumah nya?" guman Nana saat melihat jendela kamar yang selalu tertutup saat kepergian Rendi kembali terbuka.
"Na" teriak Anggi lagi dengan mengetuk pintu kamar itu.
"Iya" jawab Nana dan langsung beranjak berdiri dari baring nya dan membuka pintu kamar itu.
Nana membuka pintu kamar itu dan langsung melihat Anggi di depan kamar nya. "Kakak tidak pulang tadi malam?'' tanya Nana kepada Anggi dengan menatap heran lelaki itu. Ryhan mengintip apa Nana masih menatap ke arah nya atau tidak dan untung saja Nana tidak lagi menatap ke arah nya, Ryhan mendudukkan tubuh nya di atas kursi yang ada di dalam kamar nya itu dan memperhatikan wanita itu.
"Kakak akan tinggal di sini menemani mu" jawab Anggi dengan mengusap kepala adik nya itu. Dahi Nana mengerut saat mendengar jawaban itu karna dia memang tidak ingin tinggal bersama orang lain kecuali keluarga nya.
"Kakak akan tinggal di atas, Bukan di sini" jawab Anggi dengan tersenyum menatap wanita itu karna dia tau akan kebingungan dari raut wajah adik nya itu.
"Tapi di ataskan kotor" jawab Nana yang tidak pernah membersihkan rumah atas bukan rumah tapi semacam hanya kamar saja di atas.
"Kakak akan membersihkan nya, Kau bersiaplah sekolah" ucap Anggi yang merasa Nana sekolah hari ini.
"Hari ini hari minggu" jawab Nana akan ucapan itu.
"Benarkah?" tanya Anggi yang tidak melihat dan memperhatikan hari ini hari apa.
"Em" jawab Nana mengangguk mengiyakan nya dan membuat Anggi melihat kelender yang ada di sana dan benar saja hari ini hari minggu.
"Ah iya, Ini hari minggu" ucap Anggi dengan menggaruk kepala nya tidak gatal.
"Aku akan memasakkan sarapan" ucap Nana dan langsung melangkahkan kaki nya menuju ke dapur, Saat dia sampai di dapur dia melihat sudah banyak sekali makanan di atas meja.
"Kakak yang memasak?" tanya Nana kepada Anggi, Anggi langsung menganggukkan kepala nya mengiyakan pertanyaan adik nya itu. Nana mendudukkan tubuh nya di atas salah satu kursi di sana dan membalikkan piring dan memasukkan makanan untuk nya ke dalam itu dan melahap nya begitupun dengan Anggi yang juga melahap makanan bersamaan dengan adik nya itu.
Satu hingga dua jam mereka berdua makan dan membersihkan bagian rumah bawah akhrinya selesai. "Ayo kak kita ke atas" ajak Nana kepada Anggi. Anggi mengangguk mengiyakan nya dan mereka pun berlalu ke atas, Saat naik ke bagian atas rumah Nana melihat Ryhan yang sedang berolahraga di halaman rumah nya dan Ryhan itu juga melihat nya, Nana langsung mengalihkan pandang nya dari Ryhan dan kembali melanjutkan langkah kaki nya menuju ke atas untuk melakukan niat awal nya.
"Ayo kak" ajak Nana dengan tersenyum menatap Anggi sedangkan Ryhan juga ikut tersenyum melihat senyuman itu.
Di tempat Dira
"Tante" sapa Dira yang baru saja bangkit dari tidur nya kepada Hariny ibu Anggi yang berada di dapur.
"Sudah bangun sayang?" tanya Hariny kepada Dira. Dira mengangguk mengiyakan nya dan langsung mendudukkan tubuh nya di atas kursi di sana.
"Makanlah sayang" ucap Faziz ayah Anggi kepada Dira dan Faziz itu adalah om nya Dira. Dira mengangguk mengiyakan nya dan mengambil makanan yang ingin dia makan. Dira yang sudah selesai mengambil makanan untuk diri nya sendiri pun langsung melahap nya.
"Tante, Om" ucap Dira yang membuka percakapan dan panggilan itu membuat Hariny dan juga Faziz menatap nya.
"Kenapa?" tanya Faziz kepada keponakan nya itu.
"Siapa wanita itu? berani nya dia merebut Ryhan dari mu" potong Hariny akan ucapan keponakan nya itu.
"Aku belum tau nama nya dan siapa dia tapi kemarin saat aku ke rumah nya ada kak Anggi di sana" jawab Dira akan ucapan itu.
"Hah? Anggi?" tanya Faziz dengan tatapan bingung nya menatap keponakan nya itu.
"Iya, Kak Anggi nampak nya juga akrab dengan wanita itu" jawab Dira.
"Siapa memang nya wanita itu? apa kau mengenali nya?" tanya Hariny kepada Dira.
"Aku tidak mengenali nya Tante" jawab Dira.
"Nanti biar om yang menanyakan nya kepada Anggi" ucap Faziz kepada keponakan nya itu. Dira mengangguk mengiyakan nya dan melanjutkan makanan nya.
Di tempat Merri.
"Lihatlah Ryhan tidak kembali ke rumah karna mu" bentak Merri kepada suami nya itu. Andra hanya diam dan tifak menjawab ucapan istri nya itu dan memilih menonton televisi yang ada di dalam kamar nya itu.
''Kau dengar tidak?" bentak Merri kepada suami nya itu. Andra masih tidak menjawab nya dan hanya diam di tempat nya.
"Kau membiarkan anak kita bersama dengan anak tidak jelas itu, Apa mau mu?'' bentak Merri kepada suami nya itu.
"Jangan berbicara seperti itu, Dia memiliki ayah kau tidak ingat itu?" jawab Andra akan ucapan istri nya itu.
"Tapi dia tidak memiliki ibu dan aku tidak merestui hubungan mereka" ucap Merri dengan nada meninggi.
"Terserah kau, Jangan menyakiti nya, Aku merestui hubungan anakku dan dia" jawab Andra dan langsung berlalu keluar dari kamar itu.
"Papa" teriak Merri kepada suami nya itu. Andra sama sekali tidak menjawab nya ataupun menoleh ke arah istri nya itu, Dia langsung keluar dari kamar itu.
Di tempat Nana dan Ryhan.
"Kotor sekali" ucap Nana saat membuka pintu rumah bagian atas yang memang hanya ada satu ruangan dan satu kamar mandi.
"Ke tepilah kau, Biar kakak yang masuk terlebih dahulu" ucap Anggi kepada adik nya itu. Nana mengangguk mengiyakan nya dan meminggirkan tubuh nya dari sana, Anggi pun masuk ke dalam ruangan itu dan mencoba melihat apa aman atau tidak dan untung nya tidak ada apa apa di dalam rumah itu.
"Aman kak?" teriak Nana yang awal nya memperhatikan Ryhan dan langsung mengalihkan pandang nya dari Ryhan dan menatap kakak nya itu.
"Aman" jawab Anggi, Nana kembali menatap Ryhan sebentar dan setelah itu langsung masuk ke dalam ruangan itu menemui Anggi. Ryhan menoleh ke atas dan tidak lagi melihat wanita nya, Ryhan masuk ke dalam rumah dan kembali ke kamar nya dengan membawa sarapan. Ryhan mendudukkan tubuh nya di atas kursi belajar yang ada di dalam kamar nya itu dan melahap makanan nya dengan mata yang sedari tadi memperhatikan rumah atas istri nya itu.
"Uhukk, Uhukk" Nana terbatuk akibat banyak nya debu. Anggi mengambil kain yang ia bawa dan mengenakan nya di mulut dan hidung adik nya itu. Ryhan hanya memperhatikan nya tanpa ada yang tau mau itu Anggi ataupun Nana mereka berdua tidak tau akan itu.
"Kenakan ini, Nanti kau akan terkena debu jika tidak mengenakan ini" ucap Anggi saat sudah mengenakan kain itu ke mulut adik nya itu. Nana mengangguk mengiyakan nya dan menoleh sebentar ke arah rumah Ryhan tapi dia tidak menemukan Ryhan lagi, Nana tidak terlalu mencari lelaki itu dan kembali melanjutkan pekerjaan nya dengan sudah mengenakan sarung tangan dan sepatu but supaya aman.