
Ryhan yang mendengar jawaban tersebut langsung melepaskan sepatu nya dan berdiri di depan mencari cari istri nya tanpa memperdulikan siapapun yang memperhatikan nya sedangkan Nana dia nampak tidak terlalu berharap akan kehadiran suami nya dia tidak memperdulikan apapun ucapan orang yang memuji orang tadi dan menatap ke perut nya.
"Anda mencari apa?" tanya pembimbing kelas itu.
"Ah maaf saya mencari istri saya" jawab Ryhan dengan sopan nya dan langsung berlalu dari sana menghampiri wanita nya yang saat ini tengah menundukkan kepala nya hingga membuat seluruh mata mengikuti nya.
"Sayang kenapa kau masuk kelas sendiri tanpa menunggu ku?" tanya Ryhan dan duduk di belakang istri nya.
Nana langsung mengangkat kepala nya dan terlihat suami nya berada di belakang nya saat ini. "Bukan nya kau ada meating hari ini? Kenapa kau ke sini?" tanya Nan dengan tatapan bingung menatap suami nya.
"Sudah selesai, Jony mengatur waktu dan mempercepat nya makanya setelah selesai meating tadi aku langsung ke sini" jawab Ryhan dengan senyum nya dan mengusap dahi wanita nya.
"Baiklah kita mulai kelas hari ini" teriak pembimbing saat lihat seluruh mata menatap ke Ryhan dan juga Nana.
Seluruh orang yang ada di dalam kelas itu langsung mengikuti gerakan yang di peragakan oleh pembimbing dengan para suami yang menahan tubuh istri istri mereka agar tidak terjatuh.
Hingga sudah melewati tiga puluh menit mereka berada di sana dan kelas di akhiri. Seluruh nya masuk ke ruang ganti untuk mengganti baju mereka tapi tidak dengan Nana yang di tarik tangan nya oleh Ryhan. "Kau tadi kenapa? Apa yang terjadi dengan mu?" tanya Ryhan dengan wajah datar nya menatap wanita nya tersebut.
"Nanti aku ceritakan lepaskan dulu tangan ku, Aku ingin mengganti baju" jawab Nana dengan melepaskan tangan suami nya dan berlalu masuk ke dalam ruang ganti.
"Kita sudah salah mengatai nya tadi, Apa tidak ada niat untuk meminta maaf?"
"Untuk apa, Kitakan tidak tau"
Nana dengan segera membereskan barang barang nya dan langsung keluar dari ruang ganti itu saat mendengar kembali ucapan ibu ibu yang tidak enak di telinga nya. "Sudah selesai?" tanya Ryhan yang langsung berdiri saat istri nya keluar.
Nana menganggukkan kepala nya dengan senyum yang mengembang. "Yasudah ayo kita pulang, Kau berhutang cerita kepada ku" ucap Ryhan dengan melingkarkan tangan nya di pinggang wanita nya.
"Pak Beny" ucap Nana yang ingat akan bodyguard Beny yang mengikuti nya tadi.
"Kau mau pulang bersama?" tanya Ryhan dengan wajah datar nya hingga membuat seluruh bapak bapak yang menemani istri mereka menoleh ke arah nya.
"Shit kau ini kenapa malah berbicara seperti itu?" ketus Nana dengan mencubit pinggang suami nya.
"Maaf, Ayo ikut pulang" ajak Ryhan yang kembali melangkahkan kaki nya keluar dari sana.
"Ternyata dia adalah suami wanita itu"
"Aku pikir dia hamil di luar nikah dan anak nya tidak memiliki ayah"
"Makanya jangan menilai orang dari tampang saja"
"Kau tau dia siapa?"
"Tidak"
Ryhan membukakan pintu mobil untuk istri nya dan setelah itu dia pula masuk ke dalam mobil. "Cepat ceritakan apa yang terjadi tadi" ucap Ryhan yang menunggu cerita dari wanita nya.
Beny langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju ke kediaman bos nya.
"Tadi saat kau menelpon aku dan pak Beny sedang berada di tepi jalan, Dan berselang beberapa detik kita mengobrol ada mobil yang melaju dengan kencang dan hampir saja menabrakku tapi untung saja pak Beny menarikku tadi ke tepi....."
"Tidak apa apa, Tidak terjadi benturan atau hentakan tadi terhadap ku" jawab Nana dengan senyum nya.
"Itu karna kau yang tidak mendengar ucapan ku, Sudah aku bilang jangan sendiri ke kelas yoga" ucap Ryhan.
"Shit kenapa kau malah marah?" ketus Nana.
"Aku tidak marah hanya saja aku benar benar menghawatirkan kalian" jawab Ryhan dengan wajah datar nya dan langsung memeluk wanita nya.
"Ekspresi dan hati tuan benar benar berbeda" guman Beny saat melihat wajah kesal dari tuan nya tapi tangan tuan nya mengusap punggung nona nya.
"Sudah lepaskan" ucap Nana dan melepaskan tubuh nya dari pelukan suami nya dan menatap ke luar jendela. Ryhan tidak menjawab nya dan ikut menatap ke luar jendela yang di tatap wanita nya.
"Wahh...."
"Tidak ada berhenti, Teruskan laju mobil nya" potong Ryhan akan Nana yang nampak tidak bisa mengontrol mata.
"Shit" umpat wanita itu dan menyandarkan tubuh nya di sandaran kursi mobil.
"Mama dari mana?" tanya Andra yang duduk santai di atas kursi di ruang utama.
"Mama dari arisan bersma teman teman pa" jawab Merri dan melangkahkan kaki nya melewati Andra yang tengah duduk di ruang tersebut.
"Benarkah? Tapi tadi aku menelpon Dewita menanyakan apakah mama ada bersama nya atau tidak tapi dia bilang mama tidak ke sana sama sekali" ucap Andra dengan menatap tajam istri nya tersebut.
"Teman arisan mama bukan cuma Dewita saja pa, Ada banyak teman arisan lain nya, Sudahlah mama akan masuk ke kamar untuk istirahat" jawab Merri dan langsung masuk ke dalam kamar dan langsung merebahkan tubuh nya.
"Tidak usah berbohong Merri dengan ku" teriak Andra hingga membuat Merri yang baru saja hendak masuk ke dalam kamar menghentikan niat nya dan banyak nya pelayan yang mendengarkan teriakan Andra langsung mematung.
"Jawab pertanyaan ku dengan jujur, Dari mana kau hari ini?" tanya Andra lagi yang masih bisa menahan emosi nya dan menatap tajam istri nya tersebut.
Merri masih belum menjawab dan menatap bingung ke arah suami nya tersebut. "Aku arisan bersama teman teman ku" jawab Merri yang mencoba meyakinkan suami nya.
"Aku bilang jawab jujur pertanyaan ku" teriak Andra kembali yang sudah tidak bisa menahan emosi nya akibat istri nya yang tidak menjawab jujur pertanyaan nya.
"Papa apa yang terjadi?" suara perempuan sangat jelas terdengar di telinga Andra dan juga Merri hingga membuat kedua orang itu menoleh ke bawah.
"Ferisa?" ucap Merri dengan nada rendah saat melihat anak perempuan nya berada di rumah.
Ferisa meninggalkan koper nya di bawah dan langsung berlari ke atas. "Papa kenapa papa memarahi mama?" tanya Ferisa dengan dahi yang mengerut akibat tidak tau apa apa karna baru kembali ke rumah setelah sekian lama nya dan baru baru pulang sudah melihat kedua orang tua nya bertengkar.
"Sekali lagi aku dengar kau melakukan rencana bodoh mu itu aku sendiri yang akan menyeretmu ke kantor polisi ingat itu" ucap Andra dengan nada ancaman dan langsung masuk ke dalam kamar dengan pintu kamar yang di banting dan di kunci oleh nya.
Ferisa menatap kamar tersebut dan sedikit terkejut begitupun dengan Merri. "Mama, Mama melakukan rencana apa lagi? Apa mencoba memisahkan Nana dan juga Ryhan lagi?" tanya Ferisa yang mengetahui tentang ibu nya yang sudah di terima kembali oleh Ryhan.
.
.
.