
"Tidak ada pilihan lain" Ryhan langsung mendobrak pintu rumah itu sekuat tenaga. Untuk percobaan pertama dia gagal, Pintu belum terbuka, Hal kecil itu tidak membuat nya putus asa dan terus berusaha untuk membuka pintu.
Percobaan kedua tetap sama, Pintu belum juga terbuka, Dia belum menyerah dan beberapa kali mencoba mendobrak hingga percobaan kelima pintu terbuka. "Semua orang membenci ku" Nana langsung mengambil serpihan gelas yang ada di lantai.
"Del apa yang kau lakukan?" tanya Ryhan yang sangat takut jika wanita itu menyakiti diri nya sendiri. Nana menatap ke depan dan melihat Ryhan suami nya sudah berada di hadapan nya. Tangan nya menggepal mengingat apa saja yang sudah menyakiti hati nya, Darah bercucuran begitupun dengan air mata, Dia sudah tidak merasakan sakit tangan nya yang mengeluarkan darah itu.
"Ah, Aku membencimu, Hikss tidak ada yang menyayangiku, Hanya kak Rendi yang menyayangiku dan juga ayah, Aku membenci semua orang di dunia ini termasuk kau, Kau tidak menyayangiku, Hiksss" Nana langsung terduduk, Nampak baju nya penuh dengan darah.
"Hikss, Kak Rendi" Nana menangis histeris memanggil kakak nya. Ryhan langsung mendekat saat melihat wanita itu sudah duduk.
Tangan nya langsung mengambil tangan yang berdarah itu, Tangan yang menggepal dan licin susah untuk tangan nya mengambil serpihan kaca yang ada di genggaman tangan nya. "Del lepaskan, Ini akan melukaimu" ucap Ryhan.
"Untuk apa aku melepaskan nya? Bukankah seharus nya aku membunuh diri seperti ini?" bentak nya dengan meletakkan serpihan kaca itu di leher. Tangan kekar yang sigap itu langsung menepis tangan yang berlumur darah hingga serpihan kaca tadi terpelanting dari tangan wanita itu.
"Jangan melakukan hal bodoh" teriak Ryhan yang nampak kesal.
"Kenapa kau peduli? Bukankah aku bukan siapa siapa di hidupmu? Bukankah kau lebih memperdulikan kekasih mu itu? Jadi untuk apa aku hidup di dunia ini jika tidak ada orang yang menyayangi ku hah?" bentak nya.
"Lepaskan aku" bentak Nana kembali saat tangan Ryhan menggenggam tangan nya.
"Tidak akan aku lepaskan" jawab Ryhan dengan wajah datar nya.
"Hah? Kau ingin melihat ku mati secara langsung di hadapan mu? Baiklah akan aku lakukan" Nana kembali mengambil gelas yang ada di atas meja. Ryhan tidak bisa melihat wanita nya menangis terisak di hadapan nya apa lagi terluka.
Dia langsung memeluk wanita itu, Dia tau dia salah sudah membuat wanita nya sakit hati meskipun dia tidak mengetahui perasaan wanita nya tapi dia harus tetap menjaga perasaan wanita nya. "Lepaskan aku" bentak Nana yang memberontak untuk di lepaskan tubuh nya.
"Maafkan aku, Jangan melakukan hal bodoh itu, Jangan tinggalkan aku" Ryhan hanya bisa berbicara di dalam hati, Mulut nya sangat berat untuk mengatakan secara langsung kepada wanita nya.
"Hikss lepaskan aku Ryhan" ucap Nana. Ryhan sama sekali tidak memperdulikan nya dan terus saja memeluk tubuh wanita nya.
"Kau menyayangi kekasih mu bukan aku, JADI AKU MOHON LEPASKAN AKU" Nana berbicara tegas kepada lelaki itu meskipun di iringi dengan isakan.
"Aku ingin bersama kak Rendi, Kau jangan menghalangiku, Aku ingin berkumpul dengan ayah dan kak Rendi, Aku sudah tidak memiliki siapa siapa lagi di dunia ini" Nana kembali menangis di dalam pelukan lelaki itu. Tangisan nya semakin kencang hingga itu membuat Ryhan memejamkan mata nya mendengar tangisan itu. Tangan nya mengusap kepala wanita nya dengan lembut hingga isakan itu mulai mereda dan sudah tidak terdengar lagi.
Ryhan yang tidak mendengar isakan melonggarkan pelukan nya dan melihat mata wanita nya sudah tertutup. "Wanita ku hanya kau, Bukan yang lain" bisik nya dan mencium dahi wanita nya.
Dia membiarkan beberapa puluh menit istri nya tertidur di dekapan nya untuk memastikan wanita itu benar benar tidak sadar saat dia bergerak nanti. Saat sudah beberapa puluh menit dia langsung menggendong wanita nya dengan hati yang sakit melihat air mata yang keluar dan tangan wanita nya yang berdarah, Dia membawa wanita nya tersebut masuk ke dalam kamar. Di baringkan nya tubuh mungil itu di atas ranjang dan setelah itu kembali keluar. Dia mengambil obat untuk mengobati tangan wanita nya dan setelah itu kembali ke dalam kamar nya.
Tangan mungil yang di penuhi darah itu di letakkan nya di atas paha nya. Dia membersihkan darah terlebih dahulu hingga bersih, Di lihatnya luka di tangan itu cukup besar seperti robekan. "Seharus nya kau tidak menyakiti diri mu, Jika kau kesal terhadap ku kau lukai saja aku jangan melukai diri mu" guman nya saat melihat luka yang cukup besar di tangan wanita nya.
Di letakkan nya obat ke tangan luka itu dan itu membuat tangan itu sedikit bergerak dan itu menandakan Nana bisa merasakan perih obat yang menyentuh luka nya. "Huh" Ryhan meniup luka itu supaya tidak terlalu terasa perih nya. Setelah merasa sudah di obati dia mengenakan perban di tangan kecil itu hingga menutup seluruh telapak tangan nya.
Setelah mengenakan perban di tangan wanita nya dia membereskan bekas obat itu. Di tatap nya lekat wajah yang membengkak akibat menangis. "Hati mu terlalu lembut hingga kau mudah sakit hati, Bukan hanya karna cinta pasti kau merasa tidak ada yang menyayangimu bukan selain kak Rendi dan ayah mu?"
"Tapi percayalah aku tidak mau kehilangan mu, Kau cinta pertama dan terakhirku, Aku hanya mencintaimu, Aku tidak memiliki perasaan apapun dengan Dira" ucap nya dengan menatap lekat wajah wanita yang sembab itu.
Tangan kecil yang sudah di baluti oleh perban bergerak dan memeluk pinggang lelaki nya, Tubuh nya melengkung menjadi kecil dan memeluk erat tubuh Ryhan yang berada di samping nya. "Hiksss" terdengar kembali tangisan dari mulut wanita nya membuat Ryhan meletakkan sembarang kotak obat dan mengusap kepala wanita itu.
"Jangan menangis lagi, Aku bersama mu" ucap Ryhan dengan mengusap kepala wanita itu. Nana tidak menjawab nya air mata nya kembali menetes sedikit demi sedikit membuat Ryhan mengusap wajah wanita itu.
"Sudah jangan menangis" Ryhan sedikit membungkuk menghapus air mata itu. Air mata itu tidak henti menetes dan sedikit terdengar isakan juga.
"Hikss" Nana terus saja menangis, Dalam tidur nya pun dia menangis. Hati nya begitu lembut hingga masih menangis saat tertidur, Dia bukanlah wanita kuat yang bisa menahan tangis dan emosi tapi dia bisa menyembunyikan tangis nya dari banyak nya orang kecuali Ryhan.
Dia sama sekali tidak bisa menahan tangis dan emosi nya saat berada di dekat Ryhan begitupun dengan perasaan nya dan juga detak jantung nya yang juga tidak bisa di tahan.