Dear D

Dear D
Episode 67



Nana menaiki ojek untuk sampai ke rumah nya saat sampai dia sedikit kebingungan akan rumah nya yang gelap dan tidak ada tanda tanda orang di sana. "Kenapa gelap? Ryhan benar benar pergi?" guman Nana dan berjalan mendekat ke arah rumah nya. Dia membuka gerbang dan berjalan masuk ke dalam pekarangan rumah nya.


Nana melekatkan tangan nya di pembuka pintu tapi tidak bisa di buka. "Loh kenapa tidak bisa di buka?" ucap wanita itu dan terus mencoba membuka pintu rumah nya.


"Ryhan buka pintu nya" teriak Nana dengan menggedor pintu rumah nya sendiri tapi tidak ada jawaban dari dalam hingga membuat nya kembali menggedor pintu rumah nya.


"Shit, Hey Ryhan buka pintu, Aku ingin masuk" teriak wanita itu lagi dengan kesal nya tapi masih saja tidak ada jawaban dari dalam.


"Cih"


Brak


Nana menendang pintu itu dengan kaki nya. "Ah sakit" ketus nya dengan kesal dan mendudukkan tubuh nya di depan rumah nya.


"Shit mana sudah malam, Di depan gelap" ucap Nana dan langsung mengambil ponsel nya dan menghidupkan senter ponsel nya. Di lipatkan nya kedua tangan nya hingga melingkar di lutut nya dan di letakkan nya dagu nya di atas lutut nya itu.


"Shit jalanan ramai bisa bisa jika Nana pulang jam sekarang tidak akan bisa masuk" umpat lelaki itu kesal saat tidak bisa menerobos jalan akibat macet.


"Huh, Ryhan bodoh kau di mana? Ini sangat dingin gelap aku takut" ucap wanita itu yang mengigil kedinginan. Nana yang sangat kedinginan dan ketakutan menggumpalkan tangan nya dan di tiup nya tangan nya dan sedikit terasa hangat dj telapak tangan nya.


"Akhirnya kembali lancar" ucap Ryhan dan langsung melajukan mobil dengan kecepatan tinggi menuju ke rumah istri nya.


"Apa Ryhan benar benar pergi karna mendengar ucapan ku tadi?" ucap Nana yang hawatir jika Ryhan benar benar meninggalkan nya sendiri.


"Ah tidak dia akan kembali sebentar lagi" ucap Nana dan mendongakkan kepala nya melihat sekitar, Hanya beberapa detik dia melihat dia kembaki menundukkan kepala nya dan menutupkan kepala nya menggunakan hoodie nya.


"Aku benar benar takut" ucap Nana.


"Ah akhirnya sampai" ucap Ryhan dan langsung mematikan mobil dan langsung turun dari mobil. Nana.yang ketakutan tidak mendengar apa apa.


Mata lelaki itu menyipit saat hendak membuka pagar rumah saat melihat ada cahaya di dekat pintu rumah dan seperti orang. "Ryhan brengsek, Awas saja jika kau pulang nanti akan aku hajar kau" teriak Nana tanpa mengangkat kepala nha dan masih menunduk dan membungkuk akibat ketakutan.


"Delina?" guman Ryhan saat mendengar teriakan itu.


"Ah dia memang tidak memikirkan ku sendiri di dalam kegelapan ini? Dia benar benar meninggalkan ku?" ucap Nana lagi dengan nada sedikit meninggi.


"Ah tidak, Dia tidak mungkin meninggalkan ku, Ryhan aku mohon kembali lah, Hiksss" wanita yang ketakutan itu langsung menangis, Dia menngis karna ketakutan akan gelap dan juga ketakutan akan di tinggal oleh Ryhan.


"Eh kok malah nangis?" Ryhan langsung menghampiri wanita nya. Dia langsung ikut berjongkok dan membuka hoodie wanita nya.


"Hey kenapa malah menangis?" tanya Ryhan yang berusaha melihat wajah yang tidak nampak akibat gelap. Nana langsung mendongakkan kepala nya dan mensenterkan wajah Ryhan untuk memastikan jika ktu adalah Ryhan.


Hikss


Nana masih menangis dan belum menghentikan tangis nya di pelukan Ryhan. "Shut, Shut sudahlah jangan menangis" ucap Ryhan dengan mengusap kepala itu.


Nana tidak menjawab nya dan terus memeluk erat tubuh lelaki itu. "Ayolah jangan menangis lagi" ucap Ryhan dengan nada datar nya.


"Rumah sangat gelap dan kunci nya tidak ada" ucap Nana dengan masih memeluk lelaki itu.


"Aku membawa kunci, Aku lupa" ucap Ryhan dan mengambil kunci di saku baju nya dan langsung membuka pintu rumah tanpa berdiri dan masih berjongkok meskipun kesusahan dia tidak meminta wanita nya untuk melepaskan nya.


"Ayo kita masuk" ajak Ryhan saat pintu rumah sudah terbuka. Nana membuka mata nya dan menatap sekitar yang masih gelap.


"Ini masih gelap" ucap Nana dan kembali menutup wajah nya menggunakan dada lelaki nya.


"Lampu nya belum di nyalakan Del makanya masih gelap, Ayo masuk" ajak nya dan berdiri dari jongkok nya. Nana ikut berdiri saat Ryhan berdiri dan kembali menggenggam tangan lelaki itu.


"Tuhan aku takut sekali" ucap Nana dengan nada rendah dan itu terdengar oleh Ryhan. Ryhan membuang nafas panjang dan menundukkan tubuh nya dan mengambil ponsel wanita nya yang masih menyala.


Ryhan menempelkan tubuh wanita nya ke tubuh nya dan berjalan perlahan masuk. Nana tidak menolak dan ikut masuk toh dia juga ketakutan, Ryhan menyinari rumah menggunakan senter ponsel milik Nana dan mencari aliran listrik di sana dengan Nana yang masih melekat dengan nya dan tidak mau lepas. Ryhan menemukan nya dan berjalan ke arah sana dan langsung menghidupkan lampu. Nana tidak bergerak saat lampu menyala dan itu membuat Ryhan menatap ke bawah dan nampak wanita itu memejamkan mata.


"Lampu sudah hidup" ucap Ryhan dengan nada datar nya. Nana yang memejamkan mata langsung membuka mata nya dan melihat sekeliling rumah nya dan benar saja rumah nya sudah terang.


"Ah benar" ucap nya dan berdiri seperti semula seperti tidak terjadi apapun tanpa melepaskan tangan Ryhan.


"Sudah berapa lama kau menunggu ku di luar?" tanya Ryhan dengan menatap lekat wajah wanita itu yang sedang menatap ke sembarang.


"Siapa yang menunggu mu? Aku hanya tidak bisa masuk makanya berada di luar" jawab Nana dengan wajah kesal nya dan sangat jelas terlihat wajah wanita itu kesal dan genggaman tangan nya semakin erat.


"Benarkah?" tanya Ryhan dengan wajah meledek nya dan juga nada meledek menatap wanita nya. Nana langsung menoleh ke arah lelaki itu dengan tatapan masih kesal.


"Jelas saja benar, Kau pikir aku menunggu mu?" tanya wanita itu dengan melototkan mata nya dan setelah itu langsung membuang pandang nya dari lelaki itu.


"Tapi aku tadi mendengar kau mengatakan, Ehem 'Ryhan aku mohon kembalilah'" sangat terdengar jelas ledekan itu dari suara lelaki itu, Nada bicara yang meniru Nana saat hendak menangis akan takut di tinggal oleh Ryhan di tiru oleh Ryhan. Dengan senyum yang mengembang dia meledek wanita nya sedangkan Nana bukannya tertawa dia malah semakin kesal akan hal itu.


.


.


.