Dear D

Dear D
Episode 104



"Ryhan sangat tampan, Tidak pantas berjalan bersama ku" guman Nana yang cukup tidak nyaman di tambah sekitar nya menatap nya.


"Kau kenapa?" tanya Ryhan dan mengangkat pandangan istri nya. Nana mengangkat kepala nya dan kembali menatap sekeliling dan masih sangat jelas di mata nya jika seluruh orang menatap nya sedangkan Ryhan nampak bingung akan istri nya.


"Kau tidak malu membawa ku ke tempat mewah dan besar ini?" tanya Nana dengan menatap sayu ke arah suami nya.


"Malu? Kau datang bulan dan tembus? Kau tidak mengenakan alas ataupun baju?" tanya Ryhan dan memeriksa belakang rok dan menyingkap rok istri nya melihat apakah istri nya mengenakan alas kaki atau tidak.


"Tidak ada yang salah" ucap Ryhan.


"Bukan itu" jawab Nana dan menurunkan tangan Ryhan.


"Jadi?" tanya Ryhan dengan wajah kebingungan nya.


"Lihatlah sekeliling mu, Semua wanita menarik perhatian dan nampak sangat cantik dan seksi sedangkan aku seperti ini" ucap Nana dengan menatap dari bawah ke atas.


"Hah? Aku pikir apa" ucap Ryhan saat mendengar ucapan istri nya.


"Kau benar tidak apa apa membawa ku ke sini?" tanya Nana kembali memastikan apa suami nya baik baik saja jika bersama nya di keramaian seperti ini atau tidak.


Ryhan memegang kedua bahu istri nya dan sedikit membungkukkan tubuh nya, Di tatap nya mata istri nya dengan tatapan lekat, Mata yang nampak hawatir akibat suasana seperti ini sangatlah nampak hingga membuat Ryhan tersenyum lebar menatap istri nya. "Mereka menarik perhatian dengan mengenakan pakaian yang seharus nya tidak di kenakan dan kau memang tidak menarik perhatian sedikit pun" ucap Ryhan.


"Sudah ku duga" jawab Nana dan menundukkan kepala nya. Kecewa akan ucapan suami nya. Ryhan mengangkat kembali wajah istri nya hingga kembali menatap ke arah nya.


"Aku belum bicara" ucap Ryhan.


"Mereka mungkin bisa membuat orang lain tertarik kepada nya tapi itu bukan aku, Dengan cara kau bisa menutup tubuh seperti ini bukan berarti tidak ada yang menginginkan mu, Jika tentang wajah mu aku pikir kau tidak buruk begitupun dengan hati mu, Percaya atau tidak nya kau kecantikan hanya bumbu penyedap dalam sebuah perasaan tapi jika sudah menyangkut hati dan etika kecantikan tidaklah penting, Kau cantik di mataku" sambung nya dengan tersenyum lebar berharap istri nya tidak akan lagi seperti ini.


Nana terdiam saat mendengar penjelasan tersebut dan menatap suami nya. Senyum dan tatapan yang nampak sangat tulus terpancar jelas di wajah suami nya tersebut. "Kau akan terlihat cantik di mata mereka yang tulus, Tapi bukan hanya karna itu kau memang cantik hati mu" ucap Ryhan saat menatap wajah istri nya yang benar benar cantik.


"Kakak artis ya?" tanya salah satu orang yang melintas kepada Nana. Nana langsung menatap nya begitupun dengan Ryhan.


"Kenapa kau mengira dia artis?" tanya Ryhan.


"Kakak ini sangat cantik, Jika orang cantik tidak mungkin orang biasa bukan?" tanya orang itu lagi saat melihat Nana.


"Dia bukan artis, Dia istri ku" jawab Ryhan dengan wajah datar nya.


"T-tapi..."


"Ayo, Kau ini mentang mentang melihat orang cantik kau bilang artis" ucap teman nya dan menarik tangan nya dan berlalu dari sana.


"Bagaimana? Apa kau masih merasa jelek saat mendapatkan pujian dari orang yang tak kau kenali?" tanya Ryhan dengan menatap datar ke arah istri nya yang malah insecure.


"Iya, Pujian bukan berarti bagus...."


"Itu kau tau, Ketidak adaan nya orang memuji mu bukan berarti kau buruk hanya saja mereka merasa kau terlalu berharga untuk pujian rendahan seperti itu" ucap Ryhan.


"Sudahlah jangan di bahas lagi ayo makan, Hari juga sudah mulai siang" ajak Ryhan yang hanya menjeda beberapa detik ucapan nya dan menarik tangan istri nya. Kedua nya masuk ke dalam salah satu tempat makan yang ada di mall tersebut.


"Carikan meja kosong untuk saya" ucap Ryhan.


"Baik tuam, Mari ikut" ajak pelayan tersebut. Kedua nya mengikuti pelayan dari belakang dan masuk ke dalam ruangan VIP.


"Silahkan tuan akan kami sediakan makanan untuk anda" ucap pelayan yang mempersilahkan Ryhan duduk.


"Baik terima kasih" ucap Ryhan dan mendudukkan tubuh nya di atas kursi tersebut begitupun dengan Nana yang juga di ajak nya duduk di samping nya.


Nana masih memasang wajah bingung dengan dagu yang di pangku oleh satu tangan nya dan menatap heran ke arah suami nya hingga tatapan nya membuat Ryhan sadar dan menatap ke arah nya tapi raut wajah penasaran nya masih saja belum berubah. "Kenapa kau menatap ku seperti itu?" tanya Ryhan dan mengikuti bentuk duduk istri nya.


"Tidak, Hanya sedikit heran dengan banyak nya pelayan memanggil mu tuan, Iyapun kau pelanggan ataupun tamu tidak mungkin bukan mereka memanggil mu tuan? Pasti akan memanggil mu pak kecuali jika kau pemilik seluruh tempat yang pernah kita kunjungi selama di bali ini" jelas Nana yang mengeluarkan seluruh kebingungan hati nya kepada suami nya.


"Bali memang seperti itu, Seluruh pengunjung di panggil tuan akibat sopan santun mereka makanya aku merasa seperti bos jika berada di bali" jawab Ryhan dengan santai nya. Kebohongan yang di tutupi nya dengan berbagai cara dan alasan membuat Nana yang tidak pernah di tipu sejak kecil langsung percaya.


"Kau benar benar jujur? Kau tidak berbohong?" tanya Nana dengan menatap tajam dan mendekatkan wajah nya ke wajah suami nya.


Ryhan langsung terdiam dan memundurkan kepala nya dari kepala istri nya. "I-iya jelas saja aku jujur, Memang nya sebelum nya aku pernah berbohong kepada mu?" tanya Ryhan dengan melototkan mata nya menatap istri nya.


"Hem" Nana memundurkan kembali kepala nya dan duduk seperti semula.


"Tidak pernah kan? Aku selalu jujur" ucap Ryhan.


"Aku percaya, Jika kau membohongi ku akan kecewa" jawab Nana dengan tersenyum menatap suami nya.


"Ini tuan nona, Silahkan di nikmati" ucap pelayan dengan menyodorkan banyak nya makanan kepada Ryhan dan juga Nana.


"Wah banyak sekali" ucap Nana saat melihat meja yang memiliki panjang tiga meter penuh dengan makanan.


"Untuk mu semua" jawab Ryhan dengan tersenyum.


"Saya permisi nona tuan" pamit pelayan.


"Terima kasih" ucap Nana dan Ryhan secara bersamaan. Pelayan hanya membalasnya dengan senyuman dan langsung berlalu dari sana.


"Pantas saja tuan Andra meminta untuk memberikan apapun ke tuan jika ke sini bersama kekasih nya, Ternyata kekasih nya sangat baik dan ramah" ucap pelayan dengan menganggukkan kepala cukup simpati dengan ramah nya Nana menyapa dan tersenyum seperti tadi.


.


.


.


.


.