
"Aneh sekali biasa nya dia tidak pernah tersenyum setulus ini kepada ku, Dia juga pasti selalu mengiyakan perkataan ku tanpa basa basi seperti ini, Kemana Ryhan yang dingin seperti dulu? Apa kepribadian dingin nya sudah hilang di telan bumi?" guman Nana saat melihat senyum tulus dan tanpa yang terpancar di wajah suami nya.
"Kenapa hanya diam? Kau menginginkan nya lagi?" tanya Ryhan dengan tersenyum lebar menatap istri nya.
Cinta yang mulai tumbuh perlahan di hati lelaki itu membuat sifat nya berubah drastis dari Ryhan yang dulu nya dingin dan tidak pernah tersenyum terhadap Nana sekarang menjadi Ryhan yang selalu tersenyum kepada Nana, Selalu menampakkan senyum tulus nya kepada istri nya, Ryhan yang sama sekali tidak mengenali apa itu bermanja manajaan sekarang berubah menjadi sngat manja kepada istri tercinta nya.
Wanita yang pertama kali menghiasi hati nya dengan banyak nya tawa, Wanita yang menemani masa kecil nya, Wanita yang tidak pernah menuntut meminta apapun dari nya, Wanita yang sangat sangat di cintai oleh nya sekarang sudah menjadi milik nya seutuh nya. Menjadi istri nya dan akan menemani nya sampai kapan pun. "Baiklah kau nampak memang sangat lapar, Aku akan mengganti bajuku dahulu" ucap Ryhan yang tidak mendapatkan respon dari istri nya saat dia menggoda nya dan istri nya malah sedari tadi makan dan makan.
Ryhan berdiri dari duduk nya. "Seharus nya dari tadi kau mengambil keputusan itu" ketus Nana.
Ryhan membungkukkan tubuh nya dan menatap tajam istri nya. "K-kenapa kau menatap ku seperti itu?" tanya Nana yang kembali takut akan tatapan suami nya.
Cup
Satu ciuman mendarat tepat di wajah istri nya membuat Nana kaget, Mata nya membulat saat mendapatkan ciuman itu. "Tunggu aku sebentar" ucap Ryhan dengan tersenyum lebar dan langsung berlalu dari sana.
"Berani nya kau" teriak Nana yang kesal akan Ryhan yang akhir akhir ini cukup lancang menyentuh nya.
"Kebahagiaan kecil yang tidak bisa aku dapatkan dari siapapun membuat hati ku senang, Hanya menunggu dede bayi hadir di hidup ku dan dia hidup akan jauh lebih sempurna, Aku tidak sabar akan menjadi ayah" ucap Ryhan dengan wajah girang nya saat memikirkan akan hadir nya anak di antara dia dan juga istri nya nanti nya.
"Tidak nyaman sekali jika menggunakan celana pendek" ucap Nana dan memilih masuk ke dalam ruang ganti.
"Apa kau melihatku?" ketus Nana saat suami nya menatap nya.
"Kau kenapa masuk?" ketus nya pula.
"Mengganti celana" jawab Nana dan mencari rok milik nya.
"Kenapa kau mengganti nya?" tanya Ryhan.
"Kau mau tubuh ku di lihat orang banyak hah jika keluar menggunakan celana pendek seperti ini?" tanya balik Nana dengan melototkan mata nya kepada suami nya.
"Benar juga, Yang hanya boleh melihat seluruh tubuhmu kan hanya aku" jawab Ryhan. Nana menghentikan aktifitas nya dan menggelengkan kepala nya dan mengambil rok milik nya.
"Ini saja" ucap Ryhan dengan mengambil salah satu rok milik istri nya.
"Terima kasih, Cepatlah keluar" ketus Nana dengan menerima rok tersebut.
"Cepat keluar" ketus nya kembali saat suami nya masih berada di ruang ganti dengan memukul suami nya menggunakan rok yang ada di tangan nya.
"Sudah selesai?" tanya Ryhan.
"Sudah, Kau sedari tadi hanya berdiri?" tanya Nana.
"Hem" Ryhan menganggukkan kepala nya mengiyakan pertanyaan suami nya.
"Ayo kita cari makan" ajak Ryhan dengan menggandeng tangan istri nya. Nana tidak menolak hal tersebut dan hanya mengikuti kemana kaki suami nya melangkah.
"Kita berjalan kaki saja, Tidak usah naik taxi" ucap Nana saat melihat suami nya hendak menghentikan taxi.
"Kau yakin? Kau tidak lelah?" tanya Ryhan.
"Kita hanya mencari makan bukan berkeliling bali, Ayo" ajak Nana yang beralih memimpin jalan.
"Kita makan di mall depan sana sekalian berbelanja apa yang kau mau, Selama kau menjadi istri ku kau tidak pernah menuntut meminta apapun dari ku" ucap Ryhan dengan menggenggam erat tangan istri nya.
"Memang nya aku harus menuntut apa? Meminta baju? Bajuku sudah banyak, Meminta makanan? Bukankah kau selalu memberikan ku makan? Lalu apa yang harus aku tuntut kepada mu?" tanya Nana dengan wajah bingung nya menatap suami nya.
"Menuntut meminta rumah? Meminta mobil? Meminta ladang usaha? Meminta tanah atau hal semacam nya" ucap Ryhan.
"Aku sudah memiliki rumah, Aku juga memiliki sepeda untuk bepergian, Jika pun memang memerlukan mobil bukan nya mobil kantor mu itu cukup?" tanya Nana dengan menatap lekat suami nya.
"Hem, Untunglah jika kau tidak banyak menuntut karna aku tidak mampu jika kau menuntut banyak dari ku" jawab Ryhan.
"Aku tidak akan menuntut apapun kepada mu, Kecuali menginginkan mu bersama ku selama nya" Nana memelankan suara nya saat mengatakan kecuali menginginkan mu bersama ku selama nya agar suami nya tidak mendengarkan nya.
"Hah?" tanya Ryhan saat tidak mendengar kelanjutan ucapan suami nya.
"Tidak, Kita sudah sampai" ucap Nana saat kedua nya sudah berada tepat di hadapan salah satu mall terbesar di bali.
"Yasudah ayo masuk" ajak Ryhan yang kembali memimpin jalan. Seperti tadi Nana menerima dan mengikuti nya dari belakang.
"Berjalanlah sejajar dengan ku" ucap Ryhan dan menarik tangan istri nya agar berjalan sejajar dengan nya. Nana tidak menjawab nya dan menatap sekeliling yang nampak berlewatan wanita cantik dengan body seksi dan wajah yang di polesi make up membuat nya mendongakkan kepala nya menatap suami nya dan setelah itu langsung menundukkan kepala, Merasa tidak percaya diri dengan diri nya sendiri.
"Ryhan sangat tampan, Tidak pantas berjalan bersama ku" guman Nana yang cukup tidak nyaman di tambah sekitar nya menatap nya.
"Kau kenapa?" tanya Ryhan dan mengangkat pandangan istri nya. Nana mengangkat kepala nya dan kembali menatap sekeliling dan masih sangat jelas di mata nya jika seluruh orang menatap nya sedangkan Ryhan nampak bingung akan istri nya.