
"Hey jangan menangis" ucap Anggi dan mengusap air mata yang tumpah itu. Nana menangis dengan suara yang lumayan kencang dan membuat Anggi langsung menarik adik nya itu ke dalam pelukan nya dan mengusap kepala dan punggung nya supaya tenang.
"Aku merindukan kak Rendi" ucap Nana dengan isakan nya di dada Anggi sang sahabat kakak nya yang sudah ia anggap sebagai kakak nya sendiri.
"Kakak juga merindukan kak Rendi mu, Tapi dia melarang kita untuk menangisi nya" jawab Anggi akan ucapan adik nya itu. Nana masih belum mendongakkan kepala nya menatap Anggi dan masih terisak di pelukan lelaki itu, Anggi membiarkan nya dan mengusap punggung wanita itu supaya dia tenang dan bisa tertidur dan tidak memikirkan masalah yang terjadi kepada nya.
"Kau teman nya?" tanya Febri kepada Qori yang hanya diam itu. Qori menoleh ke arah Febri.
"Kenapa?" tanya Qori dengan wajah datar nya.
"Kau yang lebih sering bersama nya, Jaga dia dengan baik" ucap Febri.
"Tanpa kau suruh aku juga akan menjaga nya" jawab Qori dan beranjak dari sana dan menuju ke kamar Nana untuk melihat keadaan Nana. Nana terlihat masih berada di pelukan Anggi dan seperti nya tidak mau lepas dari Anggi. Anggi mencoba menatap wajah adik nya itu untuk memastikan apa adik nya itu tidur atau tidak dan ternyata adik nya itu sudah tertidur nyenyak di pelukan nya. Anggi membaringkan pelan tubuh adik nya itu supaya tidak membangun nya dan sangat nampak wajah sembab akibat menangis itu di mata Ryhan.
"Kakak akan menjaga mu" ucap Anggi dengan mengusap kepala adik nya itu dan setelah itu beranjak berdiri dari duduk nya.
"Aku harap kau bisa menjauhi Nana" ucap Anggi kepada Ryhan.
"Kenapa aku harus menjauhi nya? dia istri ku" jawab Ryhan akan ucapan Anggi dan tidak terima akan itu.
"Kau lihatlah bagaimana perlakuan ibu mu kepada Nana, Lebih baik kau membuat ibu mu menyukai Nana terlebih dahulu jika memang kau mencintai dan menyayangi nya jika kau Memang ingin melihat nya menderita akibat ulah ibu mu dekati saja dia, Tapi aku tidak akan membiarkan itu, Dia adikku tidak akan aku biarkan siapapun menyakiti nya termasuk keluarga mu" jelas Anggi panjang lebar kepada Ryhan yang hannya mematung dan mendengarkan ucapan nya itu. Anggi kembali melangkah kan kaki nya ingin berlalu tapi dia teringat akan sesuatu.
"Kau kembali ke tempat asal mu, Aku akan tinggal di sini bersama dengan Nana dan kau tidak usah hawatir aku akan tinggal di atas" ucap Anggi lagi dan langsung berlalu dari sana dan menuju ke ruang tengah.
"Aku tidak ingin meninggalkan nya" guman Ryhan saat menatap lekat wajah istri nya yang tengah tertidur itu.
"Tapi jika aku tidak menjauh dia akan sakit hati mendengar ucapan mama dan mungkin mama akan berbuat lebih dari itu karna dia bisa melakukan apapun yang dia mau" guman Ryhan yang juga memikirkan Nana yang bagaimana nasib nya jika dia selalu dekat dengan nya.
"Aku tidak ingin meninggalkan nya tuhan" guman Ryhan kembali dan mengusap kepala wanita nya itu.
"Tapi aku tidak boleh egois" guman Ryhan kembali yang sadar akan apa yang ia pikirkan itu.
"Aku akan kembali tinggal di sebelah, Aku akan selalu mengawasi mu'' ucap Ryhan dan mencium pucuk kepala wanita nya itu dan setelah itu langsung berlalu dari sana. Ryhan berlalu melewati Anggi dan yang lainnya yang masih Duduk di ruang tengah itu dan keluar dari rumah itu. Ryhan keluar dari pekarangan rumah itu dan menuju ke rumah nenek nya yang terletak di samping rumah istri nya itu.
"Kau pulanglah ke rumah mu" ucap Anggi kepada Febri yang masih ada di sana.
"Baiklah aku akan pulang, Aku juga akan sering sering berkunjung ke sini" jawab Febri dan beranjak berdiri dari duduk nya itu.
"Aku akan tinggal di sini" ucap Anggi kepada Febri. Febri mengangguk mengiyakan nya dan langsung berlalu dari sana karna dia juga mendengar ucapan Anggi yang mengatakan ingin tinggal di rumah itu.
"Iya" jawab Qori dengan wajah datar nya.
"Aku ingin meminta kau menjaga Nana jika di sekolah dan jangan biarkan Ryhan mendekati nya" ucap Anggi lagi kepada Qori.
"Tanpa kau suruh aku juga akan menjaga nya" jawab Qori dan beranjak berdiri dari duduk nya.
"Aku akan pulang" pamit Qori dan langsung berlalu dari sana. Anggi juga ikut keluar dari rumah itu dan menaiki anak tangga untuk menuju ke atas.
"Kotor sekali" guman Anggi saat melihat temat di atas sngat lah kotor dan berantakan.
"Aku tidur di bawah saja malam ini, Besok baru akan membersihkan tempat ini" ucap Anggi lagi dan kembali menuju ke bawah dan tidur di tempat biasa nya Ryhan tidur.
Keesokan pagi nya.
Ryhan terbangun dari tidur nya dan langsung membuka jendela kamar nya itu untuk melihat keadaan wanita nya dan terlihat wanita itu belum bangun tapi jendela masih terbuka sejak tadi malam dan memang sangat jarang di kunci. "Dia belum bangun" guman Ryhan dengan senyum nya saat melihat Nana yang tidur nyenyak di atas ranjang tidak seperti dahulu yang tidur di atas kursi saat diri nya bangun dan memperhatikan wanita itu.
"Em" ucap Nana menggeliat karna merasa terganggu akan sinar matahari yang masuk menerobos jendela nya itu. Nana segera menutup tubuh nya menggunakan selimut tebal yang ia kenakan dan membuat Ryhan tersenyum akan itu.
Tok...tok..tok
Ketukan pintu membuat Nana yang ingin melanjutkan tidur tertunda dan mendengar siapa yang memanggil itu. "Na, Kau tidak sekolah hari ini?" tanya Anggi yang mengetuk Pintu kamar itu. Nana langsung membuka selimut nya itu dan memperhatikan sudut ruangan kamar nya itu mencari sesuatu tapi hal yang ia cari tidak ia temukan dan membuat nya menoleh ke arah luar dan menatap ke kamar Ryhan yang nampak dari kamar nya itu. Ryhan langsung menundukkan tubuh nya supaya tidak terlihat oleh Nana.
Brak
"Ah" ucap Ryhan karna kepala nya terbentur ke ranjang yang ada di sana.
"Dia meninggalkan ku? dan kembali ke rumah nya?" guman Nana saat melihat jendela kamar yang selalu tertutup saat kepergian Rendi kembali terbuka.
"Na" teriak Anggi lagi dengan mengetuk pintu kamar itu.
"Iya" jawab Nana dan langsung beranjak berdiri dari baring nya dan membuka pintu kamar itu.
Mampir ke karya teman ku