Dear D

Dear D
Episode 204



Sudah beberapa menit dia menangis di hadapan wanita nya hingga dia menghentikan tangis nya dan kembali menatap lekat wajah wanita nya selama istri nya belum bangun.


Tuga jam sudah Ryhan duduk menunggu wanita nya bangun namun wanita nya tidak kunjung bangun juga. Hingga dia menguap menandakan sedikit mengantuk dan setelah itu menoleh ke arah jam yang sudah menunjuk pukul 00:00. "Sayang sudah cukup lama kau tidur, Apa kau tidak mau bangun?" tanya Ryhan dengan mengusap kepala itu kembali.


Memiliki harapan yang sangat besar agar istri nya bangun dalam keadaan baik baik saja dan menunggu dengan sabar kapan pun wanita nya akan bangun. Ryhan menundukkan kepala nya dengan tangan kecil itu di letakkan nya di atas dahi nya.


Tangan tersebut bergerak membuat Ryhan sontak langsung mengangkat kepala nya menatap wanita nya. "Sayang kau sudah bangun?" tanya Ryhan dengan memegang kepala wanita nya.


Mata itu perlahan terbuka, Mulut sedikit menganga ingin berbicara. "Anak kita di mana?" tanya Nana dengan mata sayup begitupun dengan suara nya.


Ryhan memencet bel yang ada di atas kepala istri nya tersebut untuk memanggil dokter tanpa dia tau apa pertanyaan dari istri nya tersebut. "Anak kita di mana? Kenapa kau malah memanggil dokter?" tanya Nana yang sedikit meninggikan suara nya namun masih saja lemah suara itu.


"Nanti bicara setelah dokter memeriksa mu" ucap Ryhan dengan tersenyum dan mengusap kepala itu.


Dokter masuk dan langsung memeriksa Nana. "Apa ada yang sakit nona?" tanya dokter kepada Nana.


Nana langsung menggelengkan kepala nya menandakan tidak ada yang sakit. "Nona hanya memerlukan sedikit istirahat untuk pulih tuan" ucap dokter itu dengan senyum nya akibat Nana dengan cepat dia bisa sembuh.


"Terima kasih banyak" ucap Ryhan dengan sedikit menundukkan kepala nya dan kembali mendudukkan tubuh nya di samping istri nya tersebut.


"Kau yakin tidak ada yang sakit?" tanya Ryhan.


"Tidak, Anak kita di mana?" tanya Nana kembali yang sedari tadi tidak mendapatkan jawaban dari suami nya.


"Dia sedang istirahat, Kau juga istirahat ya" ucap Ryhan dengan memegang bahu istri nya yang hendak duduk itu.


"Aku ingin bertemu" ucap Nana dan melepaskan selang oksigen yang melekat di hidung nya.


"Sayang ini sangat larut, Dede juga pasti sedang tidur, Kau istirahat ya" ucap Ryhan kembali dan mencoba mengenakan kembali selang oksigen ke hidung istri nya. Nana membiarkan nya dan menoleh ke arah jam dan terlihat jam sudah menunjuk pukul dua belas lewat.


"Kau tidak tidur dari tadi?" tanya Nana akan Ryhan yang saat ini berdiri merapikan selang oksigen tersebut.


"Em" Ryhan menggelengkan kepala nya.


"Kenapa?" tanya Nana kembali.


"Menunggu kau bangun, Jika nanti kau bangun aku tertidur tidak ada yang tau" jawab Ryhan dengan senyum nya dan kembali mendudukkan tubuh nya di atas kursi tersebut.


"Jadi kenapa kau menyuruhku kembali istirahat saat aku sudah bangun?" tanya Nana kembali.


"Kau tidak dengar kata dokter tadi? Kau ini baru selesai operasi dan kehilangan beberapa kantong darah dan harus banyak istirahat" jawab Ryhan.


"Kenapa menunggu hingga bangun jika....."


"Sudah, Kau ini banyak sekali bertanya kembalilah istirahat" potong Ryhan saat istri nya yang baru saja sadar sudah mengoceh saja.


"Kau juga" ucap Nana.


"Iya" jawab Ryhan dan berdiri dari duduk nya hingga membuat Nana sedikit menggeserkan tubuh nya mengira Ryhan akan tidur bersama di atas ranjang itu bersama.


"Kenapa malah bergeser? Nanti kau jatuh ke bawah" ucap Ryhan.


"Kaukan juga harus istirahat, Sini berbaringlah" ucap Nana dengan senyum nya dan tangan yang memukul ranjang agar suami nya naik ke atas ranjang tersebut dan ikut istirahat bersama nya.


"Yasudah aku tidak mau istirahat" ucap Nana pula dengan membuang pandang nya saat suami nya menolak keinginan nya.


"Jangan seperti itu, Keanak anakan sekali kau" ucap Ryhan.


"Yasudah jika kau tidak mau aku seperti ini cepatlah naik, Aku tidak apa apa dan tidak akan kekurangan ruang di samping mu" ucap Nana dengan senyum.


"Dari mana kau belajar berbicara seperti itu?" tanya Ryhan dengan menatap wanita nya itu.


"Sudah cepatlah naik atau tidak ada satupun di antara kita yang akan istirahat" ucap Nana kembali tanpa menjawab pertanyaan tersebut.


"Baiklah jika kau memaksa" jawab Ryhan dan naik ke atas ranjang yang muat dan berlebih sedikit di isi oleh mereka berdua.


Ryhan yang sudah masuk ke dalan selimut langsung di peluk oleh istri nya tersebut dengan kepala yang di sandarkan di dada bidang lelaki nya tersebut. Ryhan membuang nafas panjang dan membalas pelukan tersebut dengan tangan yang mengusap kepala wanita nya tersebut. "Cara kau menyembunyikan kesedihan mu cukup bagus" guman nya dan mencium pucuk kepala tersebut.


"Aku harap ini semua akan berlalu hingga kehidupan kita kembali seperti semula, Namun masalah gaun pertama yang akau gambar....."


"Ah sudahlah aku mengikhlaskan nya yang penting keluarga kecil ini akan baik baik saja" guman Nana dan memejamkan mata nya untuk istirahat.


Nana yang belum tertidur mendongakkan kepala nya menatap suami nya tersebut. "Selamat tidur lelakiku" ucap nya dan mencium dahi suami nya menandakan cinta dan kasih sayang yang tidak akan tergantikan.


Keesokan pagi nya.


Ckleekk


Pintu terbuka menandakan ada yang datang namun hal tersebut tidaklah membuat Ryhan ataupun Nana terbangun dari tidur mereka akibat baru tidur beberapa jam lalu. "Astaga bukan nya tidak boleh satu ranjang berdua dok jika di rumah sakit?" tanya suster saat melihat Ryhan tidur di atas ranjang bersama pasien.


"Makanya sudah di siapkan ranjang yang muat menampung dua orang dan ini alasan nya, Jika tidak tuan yang memaksa pasti nona, Ayo kita keluar dahulu mereka masih istirahat" ucap dokter yang kembali keluar dari ruangan tersebut bersamaan dengan suster yang mengikuti nya.


Mata Nana yang perlahan terbuka akibat tadi mendengar suara orang hingga akhir nya mata tersebut terbuka sempurna dan mata itu pertama kali melihat suami nya. "Sykurlah kau masih bersama ku" ucap Nana dan mencium pucuk kepala tersebut.


Ryhan ikut membuka mata nya saat merasakan ada sesuatu yang menyentuh dahi nya dan ternyata itu adalah istri nya. "Sayang kau sudah bangun?" tanya Ryhan dengan suara serak nya.


"Tidak masih tidur" jawab Nana.


"Jadi kenapa....."


"Jelas saja sudah bangun, Masih saja bertanya" potong Nana akibat pertanyaan bodoh yang bisa di lihat itu.


Aoooo


Terdengar tangisan bayi membuat Nana langsung mengangkat kepala nya. "Tuan, Nona Maaf menganggu, Tuan kecil langsung menangis saat bangun tadi" ucap bodyguard dengan membawa bayi Ryhan ke ruangan Nana.


.


.


.


.