
"Terima kasih" ucap Nana dan Ryhan secara bersamaan. Pelayan hanya membalasnya dengan senyuman dan langsung berlalu dari sana.
"Pantas saja tuan Andra meminta untuk memberikan apapun ke tuan jika ke sini bersama kekasih nya, Ternyata kekasih nya sangat baik dan ramah" ucap pelayan dengan menganggukkan kepala cukup simpati dengan ramah nya Nana menyapa dan tersenyum seperti tadi.
"Iya, Tidak biasa nya ada orang besar yang berterima kasih kepada kita pelayan" jawab pelayan lainnya yang ikut mengantar makanan tadi.
"Tuan Ryhan memang tidak salah pilih" balas pelayan lain pula.
"Makanlah" ucap Ryhan dan menarik salah satu piring yang berisi makanan di sana. Ryhan mulai melahap makanan milik nya tapi tidak dengan Nana yang hanya memegang sendok dan garpu dan melihat makanan yang ada di hadapan nya.
Ryhan menatap ke arah istri nya saat tidak mendengar suara garpu ataupun sendok yang bersentuhan ke piring. "Kenapa kau tidak makan? Tidak ada yang kau suka? Mau aku pesan kan yang lain?" tanya Ryhan.
"Tidak, Aku hanya bingung memilih mana makanan yang akan aku makan bukan tidak ada yang aku suka" jawab Nana.
"Aku juga tau jika tidak ada makanan yang tidak kau suka, Makanya makan jika tidak akan aku pesankan makanan lain" ucap Ryhan kembali.
"Iya" jawab Nana dan mengambil salah satu makanan yang ada di sana.
Setelah selesai makan kedua nya keluar dari tempat makan tersebut. "Kita bermain di sana" ucap Nana yang memasang wajah berharap agar di setujui dengan menunjuk ke banyak nya mainan di sana.
Ryhan menoleh ke sana dan melihat itu semua mainan anak kecil menurut nya. "Tidak, Sudah besar masih saja ingin memainkan mainan itu" jawab Ryhan dan mengalihkan pandang nya.
"Ayolah sesekali kita ke mall dan berdua bukankah lebih bagus bermain?" tanya Nana dengan tersenyum lebar menatap suami nya.
"Sudah aku bilang tidak" tegas Ryhan.
"Yasudah jika kau tidak mau, Biar aku hubungi Yura dan Weny menyuruhnya ke sini agar bisa bermain bersama" jawab Nana dan mengambil ponsel nya. Ryhan menatap datar ke arah wanita nya dan wanita itu sudah menghubungi Yura.
"Jika kedua teman nya itu datang kemungkinan besar Qori juga akan ikut bukan? Qori itukan menyukai Delina, Bagaimana nanti jika mereka bersama tanpa aku?" guman Ryhan yang langsung menggelengkan kepala memikirkan hal tersebut.
"Ayo aku akan ikut, Tidak usah menghubungi mereka, Ini liburan kita berdua bukan bersama mereka" ucap Ryhan dengan menurunkan tangan istri nya yang memegang ponsel.
"Halo Na" ucap Yura yang telpon sudah di angkat.
"Shit" umpat Yura kesal.
"Kenapa kau memasang wajah kesal?" tanya Weny yang sekarang duduk santai bersama Qori, Terie dan juga Yura di salah satu tempat wisata di bali.
"Nana menelpon tapi setelah itu di matikan" jawab Yura.
"Dia pasti hanya mengancam, Biarkan saja dia bersama dengan Ryhan, Biarkan mereka menghabiskan wktu berdua" balas Weny.
"Memang nya mereka memiliki hubungan apa sehingga kalian membiarkan Nana bersama Ryhan?" tanya Qori yang nampak penasaran.
"Iya, Aku lihat mereka berdua juga sangat dekat, Apa mereka memiliki hubungan spesial?" sambung Terie hingga Qori menatap tajam ke arah nya.
"Jelas saja, Nana dan Ryhan sudah menikah makanya kami percaya membiarkan mereka berdua" jawab Yura.
"Yura" ketus Weny dengan melototkan mata nya.
"Apa?" teriak Qori yang nampak kaget mendengar hal tersebut.
Nana tersenyum akan Ryhan yang menyetujui keinginan nya dan langsung memencet tombol off hingga telpon terputus dan meletakkan ponsel nya kembali ke dalam saku baju nya. "Ayo" ajak Nana dengan girang nya dan menarik tangan suami nya.
Ryhan yang malas nampak pasrah dan hanya mengikuti langkah kaki istri nya. "Ini seperti nya bagus" ucap Nana.
"Aku mau mencoba nya" ucap Nana yang ingin mencoba permainan menggunakan seperti motor tersebut.
"Kau menggunakan rok, Tidak boleh cari permainan lain saja" jawab Ryhan yang menatap sekitar.
"Itu saja, Ayo" ajak Ryhan dan mengajak istri nya ke tempat lain.
"Akrab sekali kakak adik ini"
"Kedua nya sangat cocok"
"Lelaki nya sangat tampan begitupun dengan wanita nya yang juga cantik"
"Kakak itu tampan sekali"
"Kakak itu juga cantik"
"Kedua nya nmpak serasi"
"Apa mereka sepasang kekasih?"
"Tapi mereka nampak bukan seperti kekasih melainkan seperti kakak adik"
"Aku pikir juga seperti itu, Kedua nya lebih seperti kakak adik bukan sepasang kekasih"
Kedua nya nampak bermain bersama mencoba seluruh mainan dan permainan yang ada di sana. Tawa lepas sangat nampak di wajah Nana dan tawa itu menular hingga Ryhan ikut tertawa bersama. Banyak yang menyaksikan kedua nya bermain, Banyak yang kagum akan hubungan kedua nya dan banyak pula yang mengira kedua adalah kakak adik, Ada juga yang mengira kedua nya sepasang kekasih tapi kenyataan nya kedua nya adalah sepasang suami istri yang saling mencintai tapi tidak menunjukkan bentuk cinta mereka ke sesama.
"Itu kekasih tuan Ryhan?" tanya pelayan satu ke pelayan lainnya yang memperhatikan Ryhan dan juga Nana.
"Bukankah istri nya kata tuan Andra?" tanya pelayan dua.
"Entahlah tapi kedua nya masih terlalu kecil bukan untuk menikah?" tanya pelayan kembali.
"Menikah bukan tentang umur tapi kemauan" jawab pelayan lain.
"Iya kau benar, Tapi mereka lebih cocok menjadi kakak adik dari sepasang suami istri" balas pelayan itu kembali.
"Itu di matamu bukan di mata mereka, Mereka saja nampak bahagia dengan pernikahan itu kenapa kau malah sewot?" ketus pelayan lain.
"Kau ini susah sekali mengajak mu membicarakan orang, Kau selalu saja ngegas" jawab pelayan tadi dengan wajah kesal nya.
"Sudah sudah, Tapi jika tuan Ryhan menikah bukankah akan di adakan pesta besar besaran? Secara tuan Ryhan adalah anak terakhir dan pewaris seluruh kekayaan Andra alexander" ucap pelayan lain pula.
"Iya juga ya, Pernikahan tuan Kevin saja di adakan secara besar besaran hingga seluruh pekerja dari manapun di undang bukan?" tanya pelayan lain.
"Iya, Cukup aneh" jawb pelayan lain.
"Del sudah ya, Aku lelah" ucap Ryhan dan turun dari area bermain.
"Sebentar lagi, Aku belum selesai" jawab Nana dan terus saja meloncat untuk memenangkan permainan tersebut. Ryhan membiarkan nya dan menatap sekeliling yang terlihat seluruh orang memperhatikan istri nya.
"Kenapa kalian memperhatikan nya? Apa yang kalian lihat? Pergi" ketus Ryhan dengan mengusir banyak nya pengunjung yang memperhatikan istri nya.