Dear D

Dear D
Episode 107



"Tapi ini sangat mubazir" jawab Nana dengan kesal. Akibat perasaan yang tidak baik baik saja membuat nya tidak terlalu memperdulikan ucapan Ryhan yang menyatakan perasaan nya.


"Tidak ada yang mubazir untuk mu" balas Ryhan yang masih menatap lekat wajah istri nya yang nampak kesal.


Dritttt


"Ponsel mu?" tanya Ryhan. Nana langsung mengambil ponsel nya dan ternyata itu bukan ponsel nya yang berbunyi.


"Tidak" jawab Nana dengan memberikan Ryhan melihat layar ponsel nya.


"Berarti ponsel ku" ucap Ryhan dan mengambil ponsel nya yang ada di dalam saku celana nya.


"Mama?" guman nya saat melihat nama mama tertera di layar ponsel nya.


"Siapa?" tanya Nana.


"Mama" jawab Ryhan yang hendak meletakkan ponsel di atas meja.


"Kenapa tidak di angkat?" tanya Nana.


"Tidak penting" jawab Ryhan dengan wajah datar nya dan meletakkan ponsel nya tersebut di atas meja dan langsung menyenderkan tubuh nya di kursi. Nana menatap ponsel tersebut yang nampak sudah mati dan setelah itu menatap ke Ryhan.


"T....."


Drittt


Ponsel Ryhan kembali berbunyi hingga hal tersebut mengurungkan niat Nana untuk berbicara dan mengambil ponsel suami nya. "Angkatlah mana tau mama ingin mengatakan hal penting" ucap Nana dengan menyodorkan ponsel tersebut kepada sang pemilik.


"Tidak mungkin dia ingin berbicara penting kepadaku, Letakkan saja ponsel nya di sana, Dia akan berhenti sendiri nanti menelpon" jawab Ryhan dengan wajah datar nya akan ucapan istri nya.


"Kau belum tau apa yang ingin di katakan nya jika kau belum mengangkat, Angkatlah" ucap Nana yang kembali menyodorkan ponsel tersebut kepada Ryhan dengan tersenyum berharap suami nya ingin mengangkat panggilan tersebut.


Ryhan menatap tajam ke arah istri nya sedangkan Nana hanya tersenyum dan menganggukkan kepala nya agar Ryhan mau mengangkat telpon itu. "Hah, Baiklah" jawab Ryhan dan mengambil ponsel tersebut. Dia langsung mengangkat telpon yang berulang kali dari ibu nya tersebut.


"Ada apa menelpon ku?" tanya Ryhan dengan wajah datar nya. Berbicara langsung lebih baik dari pada basa basi terlalu banyak itu prinsip nya.


"Ah akhir nya kau mengangkat nya juga" ucap Merri dengan nada suara nampak senang saat anak nya mengangkat telpon nya sedangkan Nana hanya memperhatikan suami nya.


"Ada apa? Masih ingin mengusik kebahagiaan ku? Masih ingin mengganggu kebahagiaan yang tidak aku dapatkan dari kalian?" tanya Ryhan dengan nada datar begitupun dengan wajah nya.


"Tidak boleh berbicara seperti itu" ucap Nana dengan nada pelan tapi itu terdengar oleh Merri.


"Ah bukan sayang, Mama mau kau pulang tinggal bersama dengan mama" jawab Merri yang tersenyum lebar.


"Tidak akan pernah jika kalian masih saja mengganggu Delina dan menjodohkan ku dengan wanita murahan itu" balas Ryhan dengan wajah datar nya hingga membuat Nana nampak bingung.


"Perjodohan?" guman Nana.


"Tidak sayang, Mama bukan ingin menjodohkan mu dengan Dira ataupun mengganggu Nana istri mu itu" jawab Merri.


"Papa yang mengatakan nya, Mama juga tidak akan menjodohkan mu dengan Dira, Maafkaan mama ya sayang mama benar benar merasa bersalah sudah memaksamu untuk dekat dengan Dira padahal kau sendiri mencintai Nana dan kalian sudah menikah" jelas Merri hingga hal tersebut membuat Andra yang berada di samping nya ikut tersenyum. Perubahan pesat yang di alami istri nya dan kesadaran yang di sadari oleh istri nya sebelum terlambat membuat nya senang dan mendukung penuh keinginan dari istri nya yang menginginkan Nana tinggal bersama dengan mereka begitupun dengan Ryhan.


"Biarpun mama sudah tau aku tidak akan pulang ke rumah" tegas Ryhan dan langsung mematikan telpon tersebut. Ryhan langsung membuang ponsel nya dan untung saja terletak tepat di atas meja dan tidak pecah.


"Mama mu sudah tau jika kita berdua sudah menikah?" tanya Nana.


"Em, Papa yang memberitahu nya" jawab Ryhan dengan wajah datar nya.


"Di matikan nya pa" ucap Merri dengan menatap sedih ke arah suami nya.


"Dia masih membutuhkan waktu untuk percaya kepada mama jadi mama jangan menyerah untuk mendapat hati nya kembali" jawab Andra dan langsung memeluk istri nya tersebut.


"Papa mu tau dari mana jika kita sudah menikah?" tanya Nana dengan wajah bingung nya.


"Saat kau di rumah sakit akibat kau naik ke atas gedung sekolah dan saat itu papa ada di sana jadi dia bertanya kenapa kita tinggal satu rumah dan aku jawab jujur" jelas Ryhan.


"Papa mu tau dari mana jika kita tinggal bersama?" tanya Nana lagi.


"Entahlah kemungkinan besar ada yang mengikuti dan mengawasi kita selalu, Aku cukup kelelahan, Aku ingin istirahat" ucap Ryhan dan berjalan ke arah ranjang, Dia langsung menghempaskan tubuh nya di atas ranjang.


"Mandi dahulu setelah itu baru tidur" ucap Nana yang ikut berdiri dan mendekat ke arah suami nya.


"Ah aku lupa, Malas sekali untuk beranjak jika sudah berbaring seperti ini" jawab Ryhan yang merasa malas.


"Ryhan yang aku kenal tidak pernah malas, Sudah sana mandi" ketus Nana dan menarik tangan suami nya yang berat itu hingga akhirnya Ryhan mengalah dan berdiri.


"Iya baik baik aku akan mandi tapi kau harus ikut kita mandi bersama" jawab Ryhan dengan tersenyum menggoda istri nya.


"Tidak, Aku akan berendam lebih lama jika mandi bersama mu, Pergi mandi dahulu" ketus Nana dengan melototkan mata nya menatap suami nya.


"Ayolah" ajak Ryhan.


"Tidk Ryhan" jawab Nana. Ryhan tidak mengeluarkan suara nya lagi dan langsung menggendong wanita nya.


"Harus banyak menghabiskan waktu bersama dengan ku" bisik Ryhan dan membawa wanita masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi bersama.


Setelah selesai mandi kedua nya keluar bersamaan. "Menyenangkan bukan jika mandi bersama?" tanya Ryhan dengan tersenyum lebar merasa menang beberapa hari ini dapat menghabiskan waktu bersama dengan wanita nya.


"Menyenangkan kepala mu" ketus Nana dengan melototkan mata nya dan langsung berlalu dari sana.


"Eh mau kemana kau?" tanya Ryhan dengan menarik baju handuk yang di kenakan istri nya dan hal tersebut menghentikan langkah kaki wanita itu.


"Kau ini lepaskan nanti terlepas handukku" ketus Nana dengan memberontak meminta di lepaskan.


"Tidak apa, Itu keinginan ku" jawab Ryhan dan menarik tangan wanita itu hingga mendekat dan menempel di tubuh nya.


"Ryhan" teriak Nana yang cukup kesal akan suami nya yang sedari tadi menganggu nya.