
"Huaa, Aku mengantuk sekali" ucap Nana dengan menguap dan menjongkokkan tubuh nya akibat dia sangat mengantuk.
"Kenapa berhenti?" tanya Ryhan kepada istri nya yang malah berjongkok tidak melanjutkan perjalanan lagi.
Nana tersenyum sat mendengar itu, Kaki nya cukup kelelahan untuk berjalan dan juga malas. Dia langsung memasang wajah menyedihkan nya dan mendongakkan kepala nya menatap suami nya. "Aku lelah, Kau tidak ada niat ingin menggendong ku?" tanya Nana dengan wajah masih saja memelas berharap suami nya ingin menggendong nya.
Ryhan menatap tajam wanita nya tersebut tapi dia tidak melihat kelelahan di wajah istri nya itu. "Seharus nya kau yang menggendong ku, Kau yang mengajakku jalan jalan dan itu membuat kaki ku lelah hingga kau seharus nya yang menggendong ku" jawab Ryhan dan membuang pandang nya dari istri nya yang masih saja berjongkok.
"Yasudah jika tidak mau" ucap Nana dan berdiri dari duduk nya.
"Ah aku tidak kuat berjalan" rengek Nana saat baru melangkahkan satu kaki nya ke depan.
"Nona apa memerlukan bantuan?" tanya pria tampan yang melintas di dekat Nana dan juga Ryhan. Nana menatap pria tersebut dan setelah itu menatap suami nya yang menatap tajam pria yang menawarkan bantuan.
"Bo..."
"Naik" ucap Ryhan dan menundukkan sedikit tubuh nya di hadapan istri nya.
"Tidak memerlukan bantuan apapun, Saya istri nya" jawab Ryhan akan pertanyaan pria tadi.
"Oh baiklah, Saya permisi" pamit pria tadi dengan sopan dan langsung berlalu dari sana.
"Cepat naik Del" ucap Ryhan yang menggesa istri nya agar naik ke punggung nya. Nana yang pendek berusaha menaiki punggung Ryhan yang masih saja tinggi.
Plak
"Hey bungkukkan sedikit tubuh mu ini, Kau tidak sadar jika kau itu tinggi?" ketus Nana dengan memukul punggung suami nya yang masih saja tidak bisa dia naiki.
"Kau saja yang pendek, Cepat naik" ketus Ryhan pula yang menundukkan lebih menunduk dari sebelum nya.
"Kau yang terlalu tinggi seperti tiang bendera malah mengatakan aku yang pendek, Cih" Nana naik ke atas punggung suami nya dengan mulut yang terus saja mengomel kesal akibat di katakan pendek oleh suami nya.
"Mengomel saja, Sudah meminta tolong bukan nya terima kasih malah terus saja mengomel" ucap Ryhan dan memulai melangkah kan kaki nya kembali ke apartemen yang tidak terlalu jauh dari tempat mereka tadi.
"Kau ini tidak iklas membantu ku Ryhan?" tanya Nana dengan nada sedikit meninggi.
"Jika tidak iklas tidak akan aku bantu, Pertanyaan bodoh yang selalu saja di lontarkan kepada orang yang iklas membantu" ketus Ryhan.
"Kenapa kau sedari tadi berbicara ketus kepada ku? Kau memiliki masalah dengan ku hah?" bentak Nana yang sedari tadi tidak mendengar ucapan yang enak di dengar keluar dari mulut suami nya.
Ryhan tidak menjawab nya dan masuk ke dalam lift hingga saat lift keluar Ryhan masih saja tidak mengeliarkan suara nya sedikit pun. "Aku yang salah marah marah dari tadi atau memang dia yang berniat membentakku?" guman Nana yang nampak bingung dan menatap tajam suami nya yang sedari tadi hanya diam.
"Turun" ketus Ryhan saat sudah sampai di dalam apartemen.
"Hey sudah sampai, Turun kau" ketus Ryhan saat tidak mendengarkan suara istri nya ataupun istri nya yang turun. Ryhan menatap wanita nya dan terdengar nafas istri nya tepat di leher nya.
"Hey Delina, Kau sudah tidur?" tanya Ryhan saat tidak bisa memastikan apa istri nya tidur atau tidak.
"Mungkin benar benar tidur" guman Ryhan saat tidak mendapatkan sedikitpun jawaban ataupun gerakan tubuh istri nya yang berada di punggung nya tersebut.
Ryhan melepaskan perlahan tubuh istri nya dari tubuh nya dan merebahkan tubuh wanita nya tersebut di atas ranjang. Dengan membuang nafas panjang saat selesai membaringkan istri nya, Ryhan melepaskan hoodie yang di kenakan istri nya tadi dan juga sepatu yang melekat di kaki nya. "Baju nya perlu di lepaskan juga atau tidak?" tanya Ryhan dengan menatap sress semata kaki yang di kenakan istri nya.
"Ah biarkan saja dia mengenakan baju ini, Tidak masalah" ucap nya membali dengan menjawab pertanyaan sendiri. Dia meletakkan nya di tempat seharus nya hingga membuat Nana yang mendengar langkah kaki suami nya membuka sedikit mata nya.
"Enak saja mau mengganti baju ku sembarangan, Kau pikir..." guman Nana yang langsung terhenti.
"Ah iya dia suami ku seharus nya tidak apa apa" guman Nana yang langsung memotong ucapan nya sendiri.
Ryhan kembali mendekat ke arah ranjang dan hal tersebut membuat Nana kembali memejamkan mata nya. Ryhan mendudukkan tubuh nya di samping istri nya. "Delina, Delina sudah besar masih saja seperti anak kecil" ucap Ryhan dengan menggelengkan kepala nya dan tangan yang menyelimuti tubuh istri kecil nya.
Ryhan menatap tajam wajah istri nya yang sedang tertidur itu. "Kau lupa ya jika umur ku tiga tahun lebih tua dari mu? Jika memang kau lupa pantas saja kau seenak nya dengan ku, Jika tidak mungkin kau sudah terbiasa dari kecil memperlakukan ku seperti sekarang" ucap Ryhan dengan mengusap tangan istri nya yang saat ini di genggam oleh nya.
"Tua saja bangga" umpat Nana dalam hati nya saat mendengar ucapan suami nya.
"That not promblem, Aku tetap suami mu dan yang pasti kau mencintai ku ya begitupun dengan aku" ucap Ryhan dan membaringkan tubuh nya di samping suami nya.
"Kau itu orang indonesia, Tidak usah sok sokan menggunakan bahasa inggris di hadapan ku" guman Nana yang masih saja kesal kepada suami nya.
Ryhan langsung membalikkan tubuh suami nya menghadap ke arah nya dan langsung memeluk tubuh kecil itu. "Aku menyayangi mu" bisik Ryhan dan mencium pucuk kepala istri nya yang sudah tertidur itu bagi nya.
"Aku juga menyayangi mu" balas Nana dan memeluk kembali tubuh suami nya.
"Hah? Del?" ucap Ryhan saat mendengar suara istri nya yang di kira nya tidur.
"Apa? Kau mau memarahi ku karna aku tidur dan kau mengurus ku? Nanti nanti saja, Momen damai seperti ini cukup langka saat mengetahui perasaan masing masing, Jadi kau tidak usah banyak bicara, Diam dan tidur" ucap Nana dengan nada rendah nan lembut yang kembali mengeratkan pelukan nya kepada suami nya.
"Itu karna kau yang selalu mencari masalah" jawab Ryhan.
"Sayang aku sudah mengatakan nya tadi, Tidak usah menjawab kita nikmati saja malam yang damai ini dengan tidur ya, Pejamkan mata mu" ucap Nana dan mengusap punggung suami nya.
.
.
.