Dear D

Dear D
Episode 158



"Tapi bau nya enak sekali, Apakah benar dia memasak?" guman Nana yang nampak bingung mencium bau makanan tersebut.


"Ah iya aku lupa diakan memang mengetahui segala nya jadi tidak heran untuk nya bisa memasak makanan dengan bau wangi dan enak mungkin" ucap Nana dan mengeringkan tubuh nya dan langsung keluar dengan menggunakan baju handuk.


Nana melihat ke ruang utama dan tidak ada suami nya dan hal tersebut membuatnya kembali melangkahkan kaki nya keluar dari kamar dan masuk ke dapur. "Kau masak?" tanya Nana.


"Tidak, Aku berjoget" jawab Ryhan dengan melepaskan celemek yang ia kenakan tadi.


"Mana? Kenapa aku tidak melihat nya?" tanya Nana dengan tatapan menantang suami nya tersebut.


"Ini" jawab Ryhan dengan wajah datar nya dan menggoyangkan sedikit pinggul nya saat mendengar pertanyaan dari istri nya. Nana tertawa kecil saat melihat suami nya yang nampak bergoyang.


"Ryhan sedari dahulu tidak pernah berjoget, Kau belajar dari mana?" tanya Nana dengan masih sedikit tertawa.


"Dari goyangan mu" jawab Ryhan dengan senyum menggoda istri nya. Nana yang isi otak nya dua puluh satu plus pun langsung mengerti dengan jawaban dan senyum centil suami nya tersebut hingga hal tersebut membuat nya kembali berpura pura tidak mengerti dan mengalihkan perhatian dari isi otak nya saat ini.


"Kau masak apa?" tanya Nana yang mencoba mengalihkan pembicaraan dari suami nya tersebut dengan mendudukkan tubuh nya di atas kursi dengan tubuh yang masih berbalut baju handuk.


"Makanan sehat dan enak, Cobalah" jawab Ryhan dengan senyum nya dan ikut mendudukkan tubuh nya di samping istri nya dengan kedua tangan yang di lipat di atas meja.


"Em" Nana menganggukkan kepala nya dan mengambil makanan tersebut sedikit dahulu.


"Bau nya sangat menggoda" ucap Nana dengan tangan yang menuangkan makanan itu ke dalam piring yang ada di hadapan nya.


"Rasa nya juga pasti akan enak, Cepat cobalah" jawab Ryhan. Nana menganggukkan kepala nya dan menyendokkan makanan tersebut dan memasukkan nya ke dalam mulut nya.


Nana nampak mengunyah perlahan makanan yang saat ini berada di dalam mulut nya. Rasa yang tidak buruk melainkan sangat enak itu membuat nya yang awal nye mengunyah perlahan langsung mengunyah cepat hingga membuat Ryhan senang akan makanan yang ia masak di sukai istri nya hanya dari mulut nya yang mengunyah.


"Enak bukan?" tanya Ryhan dengan menuangkan air minum untuk istri nya.


Nana langsung menatap ke arah nya dan kembali makan seperti normal. "Biasa saja" jawab Nana.


"Cih pandai sekali kau berbohong" ucap Ryhan saat mengetahui istri nya itu berbohong. Nana tidak menjawab nya dan terus saja memakan makanan buatan suami nya dengan lahap.


"Kau tidak mau ikut makan?" tanya Nana kepada suami nya.


"Tidak makan saja kau, Setelah kau selesai baru aku yang makan" jawab Ryhan dengan senyum nya.


"Tidak boleh, Ayo makan bersama" ucap Nana dan menyiapkan makanan untuk suami nya ke dalam piring yang berbeda dengan nya.


"Tidak usah nanti kau kekurangan, Bahan makanan sudah habis" ucap Ryhan yang menolak.


"Tidak kau harus makan juga, Jika kau tidak makan aku juga tidak akan makan" jawab Nana dan meletakkan makanan yang sudah di siapkan nya di dalam piring ke hadapan suami nya.


"Baik aku akan menuruti kemauan mu" jawab Ryhan dan ikut melahap makan toh dia juga cukup kelaparan.


"Kau itu tidak sehat bagaimana bisa aku membiarkan mu membereskan dapur? Kau saja yang pergi dan istirahat kembali di kamar tapi jangan tidur tunggu setelah minum vitamin baru kau tidur" jelas Ryhan yang mengambil alih pekerjaan istri nya dengan makanan nya yang sudah habis.


"Kau mandi saja dahulu, Aku tidak akan kenapa kenapa dengan membereskan ini saja, Sudah sana" balas Nana dan mendorong suami nya tersebut agar masuk ke dalam kar dan membersihkan tubuh nya.


Ryhan yang tidak terima akan hal tersebut langsung menggendong wanita nya yang tengah membersihkan piring itu. "Ryhan apa yang kau lakukan?" teriak Nana saat tubuh nya yang sudah melayang akibat gendongan Ryhan.


Ryhan tidak menjawab nya dan membawa istri nya itu masuk ke dalam kamar. Dia meletakkan perlahan tubuh istri nya yang sedang tidak vit itu dan menatap tajam ke arah nya. "Kau jangan berani membantahku" ucap Ryhan dengan wajah datar dan tatapan tajam nya menatap istri nya.


"Tapi kau....."


"Aku bilang kau jangan berani membantah, Kau itu masih lemah jadi kau harus banyak istirahat jangan berani kau membantah ku mengerti?" ucap Ryhan yang mengulang ulang ucapan nya.


Nana tidak menjawab nya dan memasang wajah kesal nya. Ryhan yang tidak mendengarkan jawaban dari istri nya pun langsung berlalu untuk membereskan dapur. "Shit" umpat Nana kesal dan menyandarkan perlahan tubuh nya ke sandaran ranjang akibat ingat dengan diri nya yang saat ini sedang mengandung.


"Sudah di perhatikan dari kecil sekarang perhatian nya menambah, Ah aku sangat mencintai mu" guman Nana dengan senyum menatap pintu kamar.


Ryhan dengan cepat membersihkan piring tersebut hingga setelah selesai dia membawkan air di dalam gelas ke dalam kamar. Dia mendudukkan tubuh nya di samping istri nya yang nampak menatap nya sedari tadi. Ryhan mengambil obat yang ada di samping nya dan membukakan nya. "Minum ini vitamin nya" ucap Ryhan dengan menyodorkan vitamin tadi ke istri nya dan juga air minum.


Nana tidak menjawab nya dan menerima air dan juga vitamin yang di berikan suami nya dan langsung menelan nya. "Sudah, Kau mandi lah" ucap Nana dengan meletakkan gelas di samping ranjang.


"Baik" jawab Ryhan dengan senyum nya dan langsung berlalu dari sana untuk membersihkan tubuh nya.


"Tante Merri dan juga om Andra belum tau masalah ini, Apa aku harus memberitahu mereka sekarang?" guman Nana yang sudah mulai dekat dengan Merri dan ketakutan nya juga sedikit menghilang akibat selalu melangsungkan vidio call dengan mertua nya tersebut.


"Ah nanti saja jika sudah pasti baru aku beritahu mereka sekalian poto cabang bayi nya" ucap nya dan memilih menghidupkan televisi akibat tidak ada kerjaan.


"Lama sekali Ryhan mandi" ucap Nana yang sedari tadi menunggu suami nya keluar dari kamar mandi tapi tidak keluar keluar.


"Ryhan cepat sedikit tidak bisa kau mandi?" teriak Nana dengan kesal dan memeluk guling yang ada di atas ranjang hingga dia kelelahan sendiri menunggu suami nya dan tertidur di ranjang tersebut.


"Iya ini aku...."


.


.


.


.


.