
"Kenakan ini, Nanti kau akan terkena debu jika tidak mengenakan ini" ucap Anggi saat sudah mengenakan kain itu ke mulut adik nya itu. Nana mengangguk mengiyakan nya dan menoleh sebentar ke arah rumah Ryhan tapi dia tidak menemukan Ryhan lagi, Nana tidak terlalu mencari lelaki itu dan kembali melanjutkan pekerjaan nya dengan sudah mengenakan sarung tangan dan sepatu but supaya aman.
"Aman sekali hidup nya" guman Ryhan dengan tersenyum menatap Nana yang nampak senang bersih bersih itu dan setelah itu dia langssung mengalihkan pandang nya dari sana. Nana yang berada di luar dengan membawa salah satu barang di dalam kamar itupun menoleh ke kamar suami nya dan benar saja suami nya ada di rumah nya dan berada di dalam kamar.
"Apa yang dia lakukan?" guman Nana saat melihat Ryhan yang kepala nya menunduk itu.
"Kau sedang apa?" tanya Anggi kepada Nana yang termenung itu. Nana langsung mengalihkan pandang nya dari Ryhan dan memukul kasur yang cukup berdebu itu.
"Aku sedang membersihkan ini" jawab Nana yang mencoba supaya tidak terkena debu.
"Baiklah kakak akan melanjutkan pekerjaan di dalam" ucap Anggi dan kembali masuk ke dalam, Nana tidak menanggapi ucapan kakak nya itu dan memilih diam dan setelah itu kembali menoleh ke arah kamar Ryhan yang terbuka tapi sudah tidak ada lagi orang nya.
Nana memilih beranjak dari sana dan masuk ke dalam rumah itu dan membantu Anggi di dalam. "Anggi" teriak seseorang dari bawah tapi tidak terdengar oleh Nana dan Anggi yang sedang berada di atas.
Tok..tok..tok
"Anggi" teriak orang itu lagi yang tak lain dan tak bukan adalah Hariny ibu nya. Nana yang bisa mendengar teriakan itupun langsung keluar dari rumah atas dan menatap siapa yang memanggil dan menggedor gedor pintu bawah itu.
Nana langsung turun dari rumah nya itu dan menuju ke bawah. "Mencari siapa pak, Bu?" tanya Nana dengan sopan nya.
"Aku bukan ibu mu, Mana anakku" ketus Hariny. Ryhan bisa melihat betul wanita itu yang kena marah dan dia langsung menuruni anak tangga dan menuju ke lantai satu.
"Anak anda? siapa?" tanya Nana dengan menatap bingung ke arah Hariny.
"Anggi anakku, Di mana dia?" bentak wanita itu dan menerobos ke atas rumah dengan menyenggol Nana.
"Ah" ucap Nana yang terjatuh akibat di senggol oleh Hariny. Ryhan yang sudah berada di halaman rumah istri nya itupun langsung berlari menyusul Wanita nya itu.
"Kau tidak apa apa?" tanya Ryhan dengan membantu wanita itu untuk berdiri. Nana tidak menjawab nya dan langsung melepaskan tangan nya yang di pegang oleh Ryhan dan langsung berlari menaiki anak tangga. Ryhan ikut menaiki anak tangga takut terjadi apa apa dengan istri nya itu.
"Anggi" panggil Hariny lagi dengan Dira yang berlindung di belakang nya. Anggi yang sudah bersih bersih pun langsung menghentikan aktifitas nya dan menoleh ke belakang.
"Mama?" guman nya dengan mata membulat saat melihat ibu nya berada di dekat nya. Hariny masuk ke dalam ruang itu dan langsung menarik tangan anak nya itu keluar.
"Apa yang kau lakukan di sini?" bentak Hariny kepada anak nya itu. Anggi menoleh ke arah Dira yang nampak bersembunyi di belakang ibu nya itu.
"Mama sendiri Kenapa ke sini?" tanya balik Anggi kepada ibu nya itu. Nana langsung menghampiri Anggi.
"Kak jangan berbicara seperti itu kepada ibu mu" bisik Nana dengan nada sangat pelan kepada kakak nya itu. Anggi menoleh ke arah wanita itu dan nampak sekali dia ketakutan.
"Kau melawan mama?" bentak Hariny.
"Aku tidak mau pulang, Aku ingin menemani Nana di sini" jawab Anggi.
"Tidak, Ayo kita pulang" bentak Hariny lagi dan kembali menyeret anak nya itu. Mereka turun ke bawah sedangkan Nana nampak ketakutan dan mata nya terpejam akibat ketakutan.
"Kau tidak apa apa?" tanya Ryhan saat melihat wajah wanita nya itu ketakutan. Nana tidak menjawab ucapan itu dan langsung berjongkok dan membuat Ryhan keheranan.
"Apa yang terjadi? kau baik baik saja?" tanya Ryhan dengan memegang bahu wanita nya itu.
"Mama aku tidak mau pulang" jawab Anggi.
"Kau akan tetap di sini atau wanita itu aku bunuh sekarang?" ancam Hariny akan anak nya itu dengan melototkan mata nya kepada Anggi. Anggi terdiam akan itu akibat mengetahui bagaimana mama nya yang sebenar nya itu yang akan melakukan apapun demi keinginan nya.
"Ayo" ajak Hariny lagi dan kembali menyeret anak nya itu dan masuk ke dalam mobil.
Nana mendongakkan kepala nya saat mendengar bunyi mobil di halaman rumah nya dan terlihat Anggi melihat nya dari jendela mobil itu. "Masukkan kepala mu" ketus Hariny, Anggi tidak bisa melawan dan hanya mengikuti perintah ibu nya itu dan memasukkan kepala nya ke dalam mobil dan menutup jendela mobil itu.
Ryhan ikut menoleh ke depan saat mata istri nya itu menatap ke depan. Nana kembali menundukkan kepala nya, Dia sedih akan Anggi yang ikut pergi meninggalkan nya. "Berdirilah" ucap Ryhan dengan membimbing wanita nya itu untuk berdiri, Nana tidak menjawab nya dan hanya mengikuti ucapan lelaki itu. Tirtan berjongkok di hadapan istri nya itu dan membersihkan kotoran yang ada di kaki wanita nya itu sedangkan Nana menatap ke sembarang arah dengan tatapan kosong.
Ryhan mendongakkan kepala nya dan untung saja Wanita nya itu menggunakan celana pendek bukan rok. Ryhan bisa melihat betul kesedihan di wajah itu dan dia pun memilih untuk kembali berdiri dari jongkok nya tadi. "Kita turun saja" ajak Ryhan dan kembali membimbing wanita nya itu untuk turun ke bawah. Nana sama sekali tidak menjawab nya dan hanya diam di tempat nya dan menatap dengan tatapan kosong.
Ryhan membuka pintu rumah itu dan kembali membimbing wanita nya itu masuk ke dalam rumah, Ryhan menutup pintu itu kembali dan mengunci nya dan setelah itu kembali membimbing wanita itu masuk ke dalam kamar. Ryhan mendudukkan tubuh istri nya itu di atas ranjang sedangkan Nana sama sekali tidak mengeluarkan sedikitpun suara. "Jangan terlalu banyak memikirkan masalah" ucap Ryhan dengan mengusap dahi yang berkeringat itu.
Nana langsung menoleh ke arah suami nya itu saat Ryhan mengusap dahi nya. "Kau juga ingin meninggalkan ku?" tanya Nana dengan menatap sedih kepada Ryhan.
Ryhan tersenyum mendengar pertanyaan itu dan kembali mengusap kepala wanita nya itu. "Aku tidak akan meninggalkan mu, Aku akan menjaga mu" jawab Ryhan dengan senyum yang mengembang menatap istri nya itu. Nana tidak menjawab nya lagi dan langsung memeluk tubuh kekar itu.
"Aku harap memang seperti itu" bisik nya dengan memeluk erat tubuh lelaki nya itu. Ryhan tersenyum saat mendapatkan pelukan itu dan membalas nya dan mengusap punggung itu.
"Em" jawab Ryhan. Nana mengeratkan pelukan nya kepada suami nya itu. Ryhan terus saja mengusap kepala wanita nya itu dan tidak berhenti.
"Kau sudah sarapan?" tanya Ryhan. Nana langsung menganggukkan kepala nya menandakan dia sudah selesai sarapan pagi.
"Bersama kak Anggi tadi?" tanya Ryhan lagi.
"Em" dia kembali menganggukkan kepala nya mengiyakan pertanyaan kedua.