Dear D

Dear D
Episode 51



"Aku seperti nya pernah melihat gaun ini" guman nya dengan mengingat dimana dia melihat gaun itu.


"Ah iya, Kak Rendi menunjukkan gambarnya kepadaku dan Del" ucap nya yang ingat gaun itu ia lihat dari Rendi.


"Tapi kenapa ini?" guman nya dan menatap sekeliling nya dengan tatapan bingung.


"Ah ini semua alat jahit bukan?" tanya nya kepada diri sendiri saat perhatikan dengan Jelas ruang itu. Ryhan berjalan ke arah mesin jahit yang di tutupi oleh kain putih itu dan membuka nya dengan pelan.


"Benar dugaan ku, Ini memang mesin jahit" ucap nya kembali dan mendudukkan tubuh nya di atas kursi mesin jahit itu. Ryhan menatap sekeliling mesin jahit itu dan menemukan kotak, Dia membuka kotak laci itu dan terlihat ada buku di dalam nya. Ryhan mengambil buku yang ada di dalam sana dan membuka nya satu persatu.


"*Jika kalian sudah menemukan ini, Siapapun kalian berarti kalian sudah merindukan aku Rendi.


Sedikit bingung ya melihat mesin jahit dan juga banyak kain di sini?


Ini adalah mesin jahit milik papa tapi aku tidak bisa menggunakan nya dan berharap adikku Delina Narselia bisa menggunakan mesin ini supaya dia sukses seperti ayah dahulu sebelum dia ada.


Aku juga ingin menceritakan di dalam buku ini dimana ibu ku dan juga Nana.


Ibuku dan Nana pergi meninggalkan aku, Ayah dan juga Nana semenjak Nana lahir ke dunia, Tepat beberapa hari dia lahir ibu langsung pergi entah kemana dan ibu pergi di kerjakan ayah yang bangkrut dan dia menikah dengan lelaki lain yang tidak tau aku siapa lelaki itu. Aku saja sudah tidak pernah bertemu dengan ibu dan aku harap Nana akan bertemu dengan ibu.


Dan aku mohon untuk mu adikku tercinta kau jangan membenci ibu yang sudah meninggalkan kita Karna ayah tidak boleh kita membenci nya karna mau bagaimanapun dia tetaplah ibu kita, Dia yang melahirkan aku dan kau sayang, Carilah ibu dan buat dia kembali dengan kesuksesan mu agar dia tidak meninggalkan mu lagi.


Itu sebabnya kakak menyuruhmu belajar keras agar kau sukses sedangkan kakak, Kakak tidak bisa karna terkendala biaya dan kau kakak yakin kau akan bisa karna kau adalah wanita cerdas dan memiliki banyak bakat.


Kau bisa menggambar Bukan?


iya kakak tau jika kau bisa menggambar, Ini semua gambar mu kakak simpan.


(Poto gambar gambaran Nana)


kau akan bisa menjadi desainer hebat seperti ayah, Jika tidak memiliki modal lihatlah ruangan ini penuh dengan kain dan ada tabungan ayah yang memang untuk mengembangkan bisnis ini di dalam lemari.


Bukalah saat kau sudah yakin ingin memulai hal ini, Dan jika pun tidak kau harus menggunakan nya untuk kuliah mu nanti.


Ryhan membaca seluruh isi buku itu hingga dia mengantuk dan melihat jam yang melingkar di tangan nya. "Ah pantas saja aku mengantuk, Sudah jam sembilan" guman nya dan membereskan buku itu dan meletakkan nya kembali ke tempat nya.


"Ryhan" teriak Nana dari luar rumah yang terdengar oleh Ryhan yang berada di dalam gudang. Ryhan membulatkan mata nya dan dengan cepat dia berlari keluar dari gudang itu dan berlalu ke pintu yang terbuka dan terlihat Nana sedang berdiri di depan.


"Kau mencariku?" tanya Ryhan yang membuat Nana menoleh ke belakang.


Nana berlari ke arah lelaki itu dan langsung memeluk nya. "Kau dari mana? kenapa meninggalkan ku sendiri? kau kan sudah berjanji tidak akan meninggalkan ku" ketus nya dengan memukul punggung Ryhan akibat dia ketakutan di tinggal sendiri di dalam rumah gelap itu di tambah lagi saat dia sadar dia langsung melihat kegelapan. Ryhan tersenyum saat mendengar itu, Rasa kantuk nya seketika menghilang saat mendengar wanita nya yang merengek di pelukan nya.


Tangan nya mengusap kepala wanita nya. "Maaf, Aku tertidur di belakang" jawab Ryhan dengan mengusap kepala yang berada di perut nya akibat Nana terlalu pendek. Nana langsung mendongakkan kepala nya dan menatap ke arah lelaki yang malah tersenyum melihat nya.


Nana langsung memundurkan tubuh nya. "Bodoh sekali, Kenapa kau malah tertidur di belakang? bukankah ada kamar dan juga ruang tamu untuk tidur?" tanya Nana dengan wajah kesal nya dan berjalan menghentakkan kaki nya masuk ke dalam rumah. Belum dia masuk ke dalam nya kaki nya terhenti dan kembali membalikkan tubuh nya.


Ryhan membalikkan tubuh nya dan melihat istri nya berjalan ke arah nya. "Ada apa?" tanya Ryhan.


"Aku tidak berani" jawab Nana dan berdiri di belakang Nana. Ryhan menggelengkan kepala nha saat mendengar jawaban itu.


"Ayo" ajak nya dengan memegang tangan wanita nya. Nana tidak menjawab nya dan berjalan masuk ke dalam rumah, Ryhan menghidupkan lampu rumah itu dan langsung terang.


"Tuan Ryhan dan Nona Nana sangat romantis" guman Opia saat melihat Ryhan dan juga Nana yang memegang satu sama lain di dalam ponsel nya. Dia langsung mengirimkan poto itu kepada tuan besar nya.


Andra yang melihat poto itu tersenyum lebar dan membuat Merri yang berada di samping nya keheranan. "Apa yang kau lihat?" tanya Merri dengan wajah datar nya dan mencoba melihat apa isi ponsel suami nya.


"Tidak apa" jawab nya dan langsung menyimpankan ponsel nya di samping nya dan langsung membaringkan tubuh nya.


Nana yang melihat lampu sudah menyala pun langsung melepaskan tangan nya dari tangan Ryhan dan wajah wanita itu nampak memerah malu. "Kau lapar?" tanya Ryhan.


"Em, Aku akan memasak" jawab Nana dan berjalan ke dapur. Ryhan mengunci pintu rumah itu dan mengikuti wanita nya ke belakang. Nana nampak menyiapkan alat masak dan memulai masak nya tanpa menggunakan celemek.


Ryhan menjangkau celemek yang ada di dekat sana dan terlebih dahulu mengenakan celemek itu di tubuh nya dan setelah itu baru mengenakan nya di tubuh wanita nya. Mata Nana membulat saat Ryhan memegang pinggang nya, Dia kaget sekaligus bahagia mendapatkan perlakukan seperti itu."Baju mu akan kotor jika tidak menggunakan celemek" ucap nya dengan berdiri di samping Nana. Nana tidak menjawab nya dan terdiam membisu di samping nya.


Ryhan yang melihat Nana yang termenung pun langsung mengambil alih masakan yang di kendalikan oleh Nana dan membuat Nana tersadar dan sedikit bergeser. Nana menatap lekat wajah suami nya yang sangat tampan berdiri di samping nya itu dan senyuman nya langsung mengembang saat melihat ketampanan lelaki nya.