
"Jadi sekarang?" tanya Ryhan.
"I-iya tidak jadi masalah dengan umur semuda ini menikah" jawab Nana. Ryhan tersenyum mendengar jawaban dari istri nya, Hati nya senang saat mendapatkan jawaban tersebut meskipun dahulu istri nya pernah membenci nya tapi itu tidak masalah bagi nya.
"Kau memang tidak pernah pacaran sejak dahulu?" tanya Ryhan.
"Sudah aku bilang tadi jika lelaki itu bukan kau tidak akan aku terima" jawab Nana dengan wajah kesal dan membuang pandang nya dari suami nya.
"Memang nya berapa banyak orang yang pernah menyatakan perasaan nya kepada mu?" tanya Ryhan lagi.
"E-entahlah aku tidak ingat dan itu tidak pantas untuk di ingat" jawab Nana.
"Astaga cara nona dan tuan menyatakan cinta satu sama lain cukup unik" ucap pelayan yang sedari tadi memperhatikan kedua nya.
"Iya, Dengan cara berbicara dengan nada tinggi kedua nya bisa mendapatkan jawaban dari perasan masing masing, Sungguh sangat legend hal seperti ini" jawab pengemudi kapal yang juga bisa mendengar dan memperhatikan Nana dan Ryhan.
"Jika mendengar secara langsung seperti inikan aku jadi lebih tenang untuk menyukaimu" ucap Ryhan.
"Mereka yang selalu diam dan selalu memperhatikan wanita nya itu tanda nya dia mencintai wanita itu, Mau dia berlaku kasar atau semacam nya dia tetap mencintai wanita itu, Karna mereka yang pendiam tidak tau cara mengungkapkan perasaan mereka dan mereka tidak tau apa itu cinta, Mereka juga pasti akan berusaha untuk membuat orang yang di cintai nya senang dan selalu terlindungi mungkin itu terjadi kepada ku" jelas Ryhan.
"Tapi seperti nya aku tidak pernah merasakan bahagia bersama mu" ucap Nana.
"Berarti usaha ku belum mendapatkan hasil, Aku akan berusaha semampuku untuk membuat kau bahagia dan akan selalu bahagia" jawab Ryhan.
"Selama ini, Selama aku berteman dan hidup bersama mu aku tidak pernah melihat kau sedih kecuali kehilangan nenek, Bukankah hidup mu itu sulit? Apa kau tidak pernah lelah menghadapi dunia dan sekarang kau malah mencoba membahagiakan ku" ucap Nana dengan mata menatap tajam wajah yang tidak pernah bersedih itu.
"Jikapun aku lelah kau tidak perlu tau, Lelah ku hanya untukku tapi jika kebahagiaan ku baru untuk mu, Masalahku adalah masalah ku tidak ada hubungan nya dengan kau, Kau tidak patut susah bersama ku ataupun bersedih bersama ku, Kau harus selalu bahagia dan senang bersama ku, Aku memiliki mu bukan untuk di ajak susah" jawab Ryhan dengan tersenyum menatap istri nya.
Nana terdiam saat mendengar ucapan suami nya, Hati yang cukup tersentuh dan terharu mendengar pernyataan suami nya tersebut. "Kau sendiri juga tidak pernah nampak sedih, Kau tidak pernah mengeluh seperti nya" sambung Ryhan.
"Sama seperti mu, Kesedihan ku untukku bukan untukmu tidak ada sangkut paut nya kesedihan ku dengan mu, Jika kebahagiaan ku baru kebahagiaan mu" jawab Nana yang langsung tersenyum meniru prinsip suami nya.
"Tapi kau tidak boleh menyembunyikan kesedihan mu dari ku, Kau harus selalu berbagi cerita kepada ku, Jika kau diam diam menangis itu akan menyakiti hati mu karna tidak ada yang menemani mu jadi jika kau sedang sedih atau marah temui aku, Lampiaskan semua nya di hadapan ku tidak masalah asalkan dengan ku" jelas Ryhan.
"Entah bisa atau tidak aku mengikuti aku belum tau juga, Tapi saat ini suasana hatiku baik baik saja, Bersama mu menikmati indahnya pulau sore ini, Kebahagaian yang sudah lama terpendam akhir nya muncul sendiri, Aku sangat bahagia saat ini" jawab Nana dengan tersenyum lebar.
"Benarkah?" tanya Ryhan dengan menelentangkan tangan nya berharap istri nya memeluk nya.
Nana tersenyum melihat lentangan tangan tersebut dan langsung memeluk suami nya tersebut. "Jelas saja benar, Jika tidak, Tidak akan mau aku berlibur dan menjalani rumah tangga selama ini dengan mu" jawab Nana dengan memeluk erat tubuh kekar suami nya.
"Ah so sweet nya nona dan tuan" ucap pelayan saat melihat Ryhan dan Nana yang saling mengerti satu sama lain. Ada untuk satu sama lain membuat pelayan dan pengemudi kapal terharu melihat nya.
Kedua nya menikmati sore hari dengan menatap matahari terbenam yang nampak mereka lihat tapi tidak seindah di pantai.
"Ryhan cepatlah nanti tertinggal pesawat" teriak Nana yang sudah siap sejak subuh tadi untuk kembali ke jakarta.
"Sebentar" teriak balik Ryhan dan menyeret koper yang berisi pakaian nya dan juga pakaian istri nya keluar.
"Ayo" ajak Nana dengan mengambil alih koper tapi dengan segera Ryhan menahan dan menatap tajam ke arah istri nya tersebut. Kedua nya keluar dari vila dan menaiki taxi menuju ke bandara, Kedua masuk ke dalam bandara dan langsung menuju ke pesawat.
"Kita kembali ke rumah?" tanya Nana kepada suami nya.
"Tidak, Kita masih harus tinggal di apartemen" jawab Ryhan dan mengambil bahu istri nya, Dia menyandarkan tubuh istri nya ke tubuh nya, Seakan akan tidak mau lepas dari wanita yang sangat di cintai oleh nya.
"Kenapa masih harus berada di apartemen?" tanya Nana.
"Karna keadaan masih belum baik baik saja jadi kita masih harus berada di apartemen" jawab Ryhan.
"Baiklah tidak masalah" balas Nana dan memeluk erat tubuh lelaki tersebut.
Berjam jam berada di dalam pesawat akhirnya pesawat mendarat tepat di bandara. Ryhan, Nana dan juga penumpang lainnya turun dari pesawat akibat menaiki pesawat umum membuat mereka berdua harus mengantri untuk keluar.
Saat sudah turun dan koper berada di tangan mereka, Mereka langsung berjalan keluar dari bandara, Taxi yang di pesan sedari tadi menunggu di depan bandara untuk menjemput kedua nya. Mereka masuk dan sopir langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju ke denah apartemen mereka.
"Perlahan" ucap Ryhan dengan memegang dahi istri nya agar tidak terbentur ke sudut mobil. Kedua nya berjalan masuk ke dalam apartemen dan menuju ke kamar mereka.
"Ah duduk cukup lama membuat pinggang sakit juga" ucap Nana dengan tubuh yang sudah di rebahkan di atas ranjang.
"Kau masih menginginkan liburan?" tanya Ryhan kepada istri nya dengan mendudukkan tubuh nya di samping istri nya yang sedang berbaring.
.
.
.
.
.