Dear D

Dear D
Episode 225



"Berbohong? m-maksud mu?" tanya Febri.


"Kau tidak mengatakan kepada ku yang lupa ingatan tentang Ryhan yang meninggalkan ku dan kau malah mengambil kesempatan di kondisi seperti ini" bentak nya dengan air mata yang terus saja menetes.


"K-kau sudah ingat?" tanya Febri.


"Brengsek" teriak nya dan langsung berlari kembali menuju ke pemakaman yang memakamkan suami nya, Kakak dan ayah nya.


"Nana" teriak Febri kembali dan langsung menyusul kembali wanita itu.


"Tidak akan aku biarkan orang merebut kebahagiaan mu" guman Nana dengan mata yang berair dan kaki yang terus saja berlari.


"Nana" teriak Febri yang hawatir akan wanita yang sangat di cintai oleh nya saat ini. Nana tidak menjawab nya dan masuk ke area pemakaman, Dia menghentikan langkah kaki nya tepat di pintu masuk dan menghapus air mata nya.


"Ryhan tidak ada di dalam" ucap nya yang yakin dan melangkahkan kaki nya perlahan masuk ke dalam pemakaman tersebut.


"Aku hanya ingin menemui kakak dan ayah untuk mengatakan jika Ryhan baik baik saja" ucap Nana dengan dada yang sesak menahan tangis nya dan menatap ke makam kakak nya.


"Ryhan alexander kusuma" tulisan yang tertera jelas di makam yang di tatap nya saat ini. Mata yang tidak mengedip mengeluarkan air mata dengan sendiri nya, Dada yang sesak hingga membuat wanita itu langsung terduduk di atas tanah di hadapan makam lelaki yang selalu menerangi kehidupan nya setelah melewati kegelapan dengan kehidupan nya.


"Ah berani nya orang meletakkan nama suami ku di sini" ketus Nana dengan wajah yang sudah basah namun nada bicara marah marah.


"Ryhan kau pasti ada di sini, Aku mohon jangan sembunyi, Temui aku, Apapun kesalahan mu dan kebohongan mu akan aku maafkan tapi aku mohon jangan bergurau terlalu berlebihan seperti ini" ucap Nana dengan menatap sekeliling berharap sangat besar akan kehadiran suami nya namun harapan tidaklah sesuai dengan kenyataan. Suami nya benar benar telah tiada di dunia ini, Suami nya sudah meninggalkan nya untuk selama lama nya.


"Tuhan aku mohon bangunkan aku dari mimpi buruk ini" ucap Nana dengan memejamkan mata nya dan mencubit wajah nya berharap hal yang terjadi saat ini adalah mimpi.


"Ah sakit sekali" ucap nya dengan mengusap wajah nya yang sakit akibat di cubit cukup garang.


"Kau...."


"Berani nya kau meninggalkan ku" bentak Nana di hadapan makam suami nya dengan air mata yang langsung kekuar dan mata yang sama sekali tidak berkedip dari tadi.


"Kau berjanji kepada ku untuk mengadakan pernikahan mewah dengan ku dan melihat ku mengenakan gaun ini, Tapi kenapa kau malah meninggalkan ku? Kau mengingkari janji mu?" teriak Nana kembali dengan air mata yang terus saja menetes.


Nana menarik panjang nafas nya dengan mata yang terpejam membuat seluruh air mata yang tertahan di kelopak mata nya langsung turun membasahi wajah nya. "Kau tau, Banyak nya orang di sekitar ku berani membohongi ku dan membodohi ku, Mereka mengatakan jika kak Febri adalah suami ku dan aku tadi hampir saja menghianatimu, Aku tidak ingin menikah dengan siapapun kecuali kau, Aku hanya mencintai mu, Aku mohon kembali Hikssss"


Nana kembali menatap ke makam suami nya tersebut dan menatap datar dan tajam ke arah makam tersebut. "Hey, Kau pernah bilang tidak akan membuatku menangis lagi, Dan jikapun aku menangis kau yang akan menghapus air mataku, Tapi kau mengingkari ucapan nu sendiri dan meninggalkan ku dan malah kau yang membuatku menangis, Kau tidak ingin menghapus air mata ku? Kau tidak ingin kembali dan melihat dede kecil kita yang sudah tumbuh besar? Kau tidak ingin mendengar panggilan papa dari dede? Kau.... Kau.... hikssss" amarah yang ingin di lontarkan nya di hadapan makam itu terhenti saat dada yang sesak itu tidak kuat lagi menahan air di dalam nya.


Ia menumpahkan seluruh air mata di hadapan makam tersebut. Menangis histeris di makam itu dengan kepala yang menunduk seakan akan memeluk suami nya yang tidak dapat ia lihat. Suara tangis yang semakin mengencang hingga membuat orang orang terdekat nya yang mengikuti nya mengurungkan niat mereka untuk mendekat ataupun mengganggu.


"Mama" panggil Devano yang berjalan mendekat ke arah ibu nya tersebut.


Suara tangisan wanita itu langsung terhenti saat mendengar suara buah hati nya. Tangan yang dengan segera mengusap wajah yang basah dan setelah itu langsung menoleh ke arah anak nya. "Iya sayang ada apa?" tanya Nana dengan suara serak dan dada yang sangat sakit akibat menahan tangis nya saat ini.


"Whay you cry?" tanya Devano dengan mata yang berbinar saat melihat ibu nya yang menangis.


"I'm not cry baby, Kita pulang ya" ucap Nana dengan senyum nya berusaha baik baik saja.


"Sayang" panggil Merri.


"Kita pulang ya sayang, Ayo" Nana berdiri dari duduk nya tanpa menjawab ataupun memperdulikan Merri yang memanggil nya dan langsung berjalan berlalu dari sana.


Nana berjalan melewati seluruh orang yang ada di makam tersebut, Mata nya sama sekali tidak melihat ke arah mereka, Rasa kecewa yang amat mendalam ia rasakan saat ini saat seluruh orang yang menutupi kebenaran dan kenyataan dari nya dan malah menjadikan ksempatan hilang nya ingatan nya sebagai bahan untuk mereka membodohi nya.


Nana menghentikan taxi yang melintas di hadapan nya dan langsung masuk ke dalam nya. "Mama kau benar benar menangis, Apa yang terjadi?" tanya Devano dengan mengusap wajah ibu nya yang terus saja basah.


"Mama tidak menangis, Ini adalah peluh" jawab Nana dengan senyum nya. Mencoba baik baik saja di hadapan anak nya yang seharus nya tidak merasakan kesedihan nya.


"Ke jalan xxxxx" ucap Nana.


"Baik" jawab sopir dan langsung melajukan mobil ke tempat tujuan.


Hanya beberapa menit akhir nya sampai. Nana langsung turun dengan dia yang sudah membayar taxi tersebut. "Kenapa kita ke sini? Ini bukan rumah kita" ucap Devano.


"Di sini adalah rumah papa" jawab Nana dengan senyum nya dan melangkahkan kaki nya masuk ke dalam apartemen tersebut akibat dia langsung ingat dengan kunci rumah yang ada di apartemen suami nya.


Mereka masuk ke dalam kamar apartemen mereka. "Sayang mandi abis itu ganti baju ya" ucap Nana dengan senyum nya dan melepaskan baju anak nya agar dia membersihkan tubuh nya.