Dear D

Dear D
Episode 106



"Sebentar lagi, Aku belum selesai" jawab Nana dan terus saja meloncat untuk memenangkan permainan tersebut. Ryhan membiarkan nya dan menatap sekeliling yang terlihat seluruh orang memperhatikan istri nya.


"Kenapa kalian memperhatikan nya? Apa yang kalian lihat? Pergi" ketus Ryhan dengan mengusir banyak nya pengunjung yang memperhatikan istri nya.


"Apa apaan tidak sopan sekali"


"Mungkin dia marah kita memperhatikan kekasih nya, Ayo pergi"


"Kenapa kau marah marah?" tanya Nana dan turun dari arena bermain.


"Mereka menatap mu sedari tadi" jawab Ryhan dan berdiri dari duduk nya.


"Ayo pulang, Aku kelelahan" ajak Ryhan dan menarik tangan istri nya. Nana tidak memperdulikan nya dan hanya mengikuti langkah kaki lelaki itu.


Kedua nya menghentikan kaki tepat di depan toko baju yang ada di mall tersebut. "Kenapa malah berhenti?" tanya Nana.


"Pesanan kita" jawab Ryhan dan masuk ke dalam nya. Nana ikut masuk dan terlihat banyak baju di dalam nya, Tangan yang sudah terlepas dari Ryhan membuat nya mudah untuk melihat lihat baju yang ada di sana, Dia melihat baju demi baju dan melihat harga demi harga yang tertera di sana.


"Wah mahal sekali" ucap Nana saat melihat harga baju kaos yang di pegang nya.


"Pesanan atas nama Ryhan alexander" ucap Ryhan dengan wajah datar nya.


"Oh tuan Ryhan, Ini barang barang yang anda minta tuan, Semua nya sudah siap dan lengkap" ucap pelayan dan memberikan beberapa paper bag kepada Ryhan. Ryhan menerima nya dan berjalan mendekat ke arah istri nya karna sudah membayar sebelum nya makanya dia langsung pergi begitu saja.


"Ada yang mau kau belikan?" tanya Ryhan kepada istri nya. Nana yang mendengar suara suami nya langsung menoleh ke arah nya dan mata nya langsung tertuju kepada banyak nya paper bag yang ada di tangan suami nya.


"Banyak sekali kau belanja, Kau belanja untuk baju seumur hidup?" tanya Nana dan menundukkan sedikit tubuh nya melihat isi dalam paper bag tersebut.


"Aku bertanya apakah ada yang ingin kau beli?" tanya Ryhan kembali tanpa menjawab ucapan istri nya, Nana mendongakkan kepala nya dengan tangan yang masih berada di paper bag.


Wajah serius suami nya keluar membuat nya kembali menciut dan kembali berdiri seperti semula. "Tidak ada" jawab Nana yang ikut memasang wajah datar nya.


"Jika tidak mari kita pulang" ajak Ryhan kembali dengan tersenyum lebar melihat wajah datar istri nya.


"Em" Nana menganggukkan kepala nya dan kedua nya keluar dari toko tersebut dan menjauh, Mereka menaiki eskalator untuk turun hingga di sepanjang penurunan banyak yang memperhatikan kedua nya.


Sesampai nya mereka di bawah mereka kembali melangkahkan kaki keluar dari mall besar itu. "Tidak ada lagi yang kau mau?" tanya Ryhan yang kembali memastikan apa ada atau tidak kehendak hati istri nya yang belum di wujudkan oleh nya.


"Untuk apa kau mengambil nya?" tanya Ryhan.


"Kau nampak kelelahan biarkan aku yang membawa nya" jawab Nana yang kembali mencoba mengambil paper bag tersebut tapi Ryhan masih saja tidak mau memberikan nya.


"Aku saja kelelahan sudah pasti kau juga, Aku tidak memerlukan bantuan mu, Langkahkan saja kaki mu dan mulai berjalan kembali ke vila" ucap Ryhan dengan wajah datar nya akan istri nya yang bersi keras hendak membawa paper bag yang banyak itu.


"B-baiklah" jawab Nana dan mulai melangkah kan kaki nya menuju ke vila.


Hanya memerlukan waktu dua puluh menit untuk kedua nya sampai ke vila yang tidak terlalu jauh dari mall tadi. Kedua nya masuk dan menaiki lift, Lift membawa kedua nya ke lantai yang di tuju, Saat lift terbuka kedua nya langsung keluar dan menuju ke kamar mereka. Nana membuka pintu kamar dengan mengambilkan kunci di saku celana suami nya dan mereka masuk ke dalam nya. "Kunci pintu nya" ucap Ryhan.


Nana tidak menjawab nya tapi dia mengikuti nya, Di kunci nya pintu kamar mereka dan berjalan mendekat ke suami nya. Ryhan meletakkan barang barang bawaan nya di atas meja dan mendudukkan tubuh nya di atas ranjang. "Buka dan cobalah, Itu semua untuk mu" ucap Ryhan dengan tersenyum menatap istri nya.


Nana menatap ke arah nya dengan tatapan bingung nya. "Hah? Untukku?" tanya Nana yang masih saja memasang wajah kebingungan.


"Iya, Jika terlalu sedikit akan aku belikan lagi" jawab Ryhan yang terus saja tersenyum.


Nana mendudukkan tubuh nya di atas kursi yang ada di sana dan membuka satu paper bag. "Kau yang benar saja memberikan barang mahal ini kepada ku" ucap Nana.


"Istri ku memang pantas mendapatkan nya" jawab Ryhan dengan tersenyum senang. Nana menoleh ke arah nya dengan tatapan masih sedikit bingung.


"Tapi ini terlalu mahal, Jika di jadikan uang semua baju ini mungkin akan dapat membeli tanah untuk menanam padi" ucap Nana saat melihat nota yang ada di dalam salah satu paper bag yang di buka oleh nya tadi.


"Hah? Tiga ratus enam puluh sembilan juta (369.000.000)?" teriak Nana yang kaget saat melihat harga yang ada di sana.


"Kau ini bodoh ya Ryhan mau saja di tipu oleh penjual itu, Mengeluarkan uang sebanyak ini untuk membeli pakaian pakaian ini?" teriak Nana kembali dengan wajah kaget dan tidak percayaan nya dengan suami nya yang membeli pakaian dengan harga yang fantasi.


Ryhan hanya mendengarkan nya tanpa menjawab dan hanya tersenyum melihat apa saja yang di teriaki istri nya. "Ini bisa menjadi modal untuk membuka usaha sendiri tanpa harus bekerja dengan orang lain" ucap Nana kembali yang merasa sangat sayang dengan uang sebanyak itu yang di gunakan untuk membeli pakaian branded saja.


"Sayang itu semua tidak ada harga nya untuk mu, Aku akan membeli nya lebih banyak lagi jika kau memang menyukai nya, Harga kecil seperti itu tidak ada arti nya untukku asalkan kau bahagia" ucap Ryhan dengan nada sangat rendah dengan kaki yang melangkah ke arah istri nya dan langsung duduk.


Ryhan menyibak rambut istri nya yang menutupi mata nya menatap lebih intens wajah cantik itu. "Aku akan menuruti semua kemauan mu, Karna aku sangat mencintai mu" bisik lelaki itu tepat di telinga wanita nya.


"Tapi ini sangat mubazir" jawab Nana dengan kesal. Akibat perasaan yang tidak baik baik saja membuat nya tidak terlalu memperdulikan ucapan Ryhan yang menyatakan perasaan nya.


"Tidak ada yang mubazir untuk mu" balas Ryhan yang masih menatap lekat wajah istri nya yang nampak kesal.