
Nana yang merasa tidak ada lagi yang memperhatikan nya pun langsung mengalihkan tubuh nya dan menatap ke arah Ryhan. Nana tidak menemukan suami nya tersebut dan sedikit menggeserkan tubuh nya ke depan dan menatap lekat wajah Ryhan. Senyum mengembang di bawah cantik tersebut dan dia ikut memejamkan mata nya.
Keesokan pagi nya.
Brukk
"Ah" Nana terjatuh ke bawah dan itu membuat Ryhan ikut terbangun dari tidur nya.
"Apa yang terjadi?" Ryhan belum membuka mata nya dan mengeluarkan suara serak nya.
"M-maaf" Nana berusaha berdiri dari baring nya tersebut tapi itu membuat Ryhan membuka mata nya pelan.
"Kenapa kau bisa berada di bawah?" tanya Ryhan dengan menatap lekat wajah wanita yang berada di hadapan nya itu.
"Aku terjatuh" jawab nya dan kembali berusaha berdiri dari duduk nya tersebut.
"Apa ada yang sakit?" tanya Ryhan dengan wajah hawatir nya.
"Tidak ada" jawab Nana yang sudah berdiri tegak. Ryhan ikut berdiri dari baring nya dan menatap lekat wajah Nana yang nampak memerah.
"Kau yakin tidak apa apa?" tanya Ryhan yang nampak hawatir.
"Iya aku tidak apa jangan hawatir, Aku baik baik saja" jawab Nana dan menarik handuk milik nya dan langsung berlalu dari sana.
"Bahu ku sedikit sakit" guman Ryhan dengan menggerak gerakkan bahu nya yang sedikit sakit itu.
Nana masuk ke dalam kamar mandi dan berdiri di hadapan cermin yang ada di dalam sana. "Pinggang ku agak sakit" ucap nya dengan memegang pinggang nya tersebut. Nana melanjutkan niat awal nya yakni mandi.
Ryhan memilih keluar dari kamar dan memasak makanan untuk sarapan pagi nya dan juga istri nya.
Beberapa menit Nana membersihkan tubuh nya akhirnya dia selesai. "Huaa" Nana menguap akibat masih sedikit mengantuk saat keluar dari kamar mandi.
"Kau sudah selesai?" tanya Ryhan dan itu membuat Nana langsung menoleh ke arah nya yang berada di belakang nya.
"Em" Nana mengangguk mengiyakan pertanyaan lelaki tersebut.
"Ganti baju mu setelah itu sarapan dan berangkat bersama" ucap Ryhan dengan berjalan mendekat untuk masuk ke dalam kamar mandi. Nana mengiyakan nya dan langsung masuk ke dalam kamar nya, Dia mengganti pakaian nya dengan cepat dan setelah selesai langsung keluar dari ruang kamar nya.
Saat keluar dia belum menemukan Ryhan dan memilih untuk sarapan terlebih dahulu.
Ckleek
Pintu kamar mandi terbuka dan membuat Nana langsung menoleh ke arah kamar mandi. Dia termenung saat melihat tubuh Ryhan entah untuk pertama kali atau tidak, Mulut yang penuh dengan makanan pun sedikit terbuka melihat hal tersebut sungguh tubuh itu sangat indah pikir nya.
Ryhan masih berdiri di tempat dan menatap lekat wajah Nana, Hal tersebut membuat Nana yang sedang makan tidak nyaman akan hal tersebut. "A-aku akan berangkat terlebih dahulu" Nana yang sedikit gugup pun menyudahi makan nya dan berdiri dari duduk nya tersebut.
"Tunggu aku" ucap Ryhan yang menghentikan langkah kaki Nana.
"Makanan mu juga belum habis" sambung lelaki itu. Nana langsung membalikkan tubuh nya dan mengambil roti nya tersebut.
"Aku akan berangkat terlebih dahulu, Akan lama jika menunggu mu selesai" ucap Nana dan langsung melangkah kan kaki nya berlari keluar rumah.
Ryhan memperhatikan wanita itu yang berlari dengan kecepatan tinggi, Dia membuang nafas panjang dan memilih untuk segera bersiap untuk berangkat sekolah.
"Ah tuhan tubuh nya bagus sekali" Nana kembali membayangkan tubuh bagus milik lelaki yang sudah menjadi suami nya tersebut hingga dia sampai di rumah sekolah.
"Jam berapa sekarang?" Nana langsung melihat jam yang melingkar di tangan nya akibat melihat banyak murid yang berkerumun.
"Masih jam tujuh kurang" ucap nya dengan menatap bingung akan kerumunan lelaki di dekat gerbang lebih tepat nya lagi di parkiran.
Nana mendekat ke arah banyak nya kerumunan lelaki di sana. "Apa yang kalian lihat?" tanya nya kepada salah satu lelaki di sana.
"Itu anak baru, Cantik lebih dari mu" jawab lelaki tersebut dan berlari mengejar anak baru yang sudah berjalan masuk ke dalam kelas.
Nana tidak memperdulikan ucapan lelaki tadi dan memilih untuk kembali melangkahkan kaki nya menuju ke kelas nya. "Kenapa malah ke kelasku? Bukannya anak baru itu wanita?" ucap nya saat melihat kembali kerumunan lelaki di depan kelas nya.
Nana berusaha menerobos kerumunan tersebut, Beberapa kali dia mencoba menerobos tapi tetap saja tidak bisa dan hal tersebut membuat nya kesal. "Kalian semua bisa tidak minggir?" teriak nya dengan kesal dan itu membuat wajah nya memerah.
Seluruh pria yang ada di sana langsung membalikkan tubuh dan menatap Nana yang nampak marah. "Kenapa kau berteriak?" teriak salah satu lelaki kepada Nana.
"Kau iri kepada murid baru yang lebih cantik dari mu?"
"Nana iri"
"Kau iri na?"
"Kalian berbicara dengan siapa?" terdengar suara wanita dari dalam yang berusaha keluar. Nana menatap siapa wanita itu dan wajah nya sangatlah tidak asing bagi nya. Mata nya menyipit dan pikiran nya mencoba mengingat siapa wanita yang berada di hadapan nya.
"Mana mungkin aku iri" ketus nya dan kembali menerobos masuk hingga diri nya berada di dalam. Nana berjalan menuju meja nya dan terlihat tas wanita ada di meja nya.
"Milik siapa ini?" teriak nya dengan wajah kesal nya. Semua orang kembali membalikkan tubuh dan menatap ke arah Nana.
"Milikku, Kenapa?" tanya wanita tadi dengan wajah melawan nya.