Dear D

Dear D
Episode 27



"Kak Rendi juga pernah bilang jika hujan itu tenang dan saat hujan kita juga bisa melakukan dan mengeluarkan apa isi hati kita karna tidak ada yang tau dan tidak ada yang mendengarkan nya" sambung nya lagi dengan tawa kecil setiap ucapan nya tadi. Ryhan hanya bisa diam dan mendengarkan ucapan wanita itu karna menurut nya ucapan yang keluar dari mulut wanita itu adalah isi hati yang sudah lama ia pendam makanya dia membiarkan nya.


"Ucapan kak Rendi memang benar, Hujan memang sangat menenangkan dan menyenangkan" sambung Nana lagi dan tersenyum menatap Ryhan.


"Kehidupan masa kecil kita juga indah bukan? memiliki banyak teman, Ada Leo, Erda, Aku, Kau, Di tambah ayah, Nenek dan kak Rendi yang selalu ada di samping kita, Tapi itu dulu, Sekarang mereka sudah meninggalkan kita, Mulai dari Leo, Erda, ayah, nenek, kak Rendi" jelas nya lagi yang kembali tersenyum mengingat indahnya masa kecil nya. Sedangkan Ryhan belum menjawab dan masih mendengar ucapan wanita itu.


"Dan sekarang hanya tersisa kau, Aku harap kau juga tidak meninggalkan ku sama seperti mereka" guman Nana yang tidak ingin mengatakan hal itu secara langsung kepada Ryhan.


"Huh" Nana mendengus kasar dan kembali menatap ke depan menatap rintihan hujan.


"Tidak perlu bersedih akan mereka yang meninggalkan mu karna itu mungkin yang terbaik untuk mu bagi tuhan" jawab Ryhan akan ucapan Nana yang panjang sedari tadi.


"Hem, Aku tidak sedih" jawab Nana akan jawaban lelaki itu.


"Tidak sedih apa nya? jelas jelas wajah mu itu murung" ucap Ryhan dengan menatap wanita itu.


"Aku hanya kedinginan tidak sedih" jawab Nana dan membungkukkan tubuh nya karna kedinginan. Ryhan tidak menjawab nya dan langsung berjalan ke arah wanita itu dengan membawa selimut. Ryhan menyelimuti tubuh wanita itu dan itu membuat Nana menatap ke arah nya.


"Masih dingin?" tanya Ryhan dengan menatap lekat wajah wanita itu. Nana langsung menganggukkan kepala nya karna dia memang kedinginan. Ryhan menutup jendela kamar itu supaya hawa dingin tidak terlalu terasa.


"Istirahat saja, Lapar nanti keluarlah" ucap Ryhan dan langsung berlalu keluar dari kamar itu. Nana menatap jelas kepergian lelaki itu.


"Entahlah aku tidak tau harus bahagia atau tidak, Satu sisi aku bahagia karna Ryhan menjadi milikku tapi satu sisi aku sedih karna kakak meninggalkan ku" guman Nana dan langsung menyenderkan tubuh nya di sandaran kursi nya itu dengan rambut yang terburai panjang di kursi.


"Huh" Nana memejamkan mata nya dengan posisi kaki yang masih sama.


"Entah apa yang di maksud ucapan nya tadi, Tapi ucapan nya sungguh seperti orang yang tidak ingin kehilangan ku dan aku juga baru merasa bagaimana rasa nya ada orang yang tidak ingin kehilangan ku" guman Ryhan dengan senyuman nya karna selama ini tidak ada satupun yang mengatakan tidak ingin kehilangan diri nya.


Di rumah Ryhan.


"Bagaimana keadaan Ryhan ya?" guman Merri ibu Ryhan saat dia memasuki kamar anak nya itu.


"Sedang memikirkan apa?" tanya Andra saat masuk ke dalam kamar nya itu dan melihat istri nya tengah termenung.


"Aku merindukan Ryhan pa" jawab Merri akan pertanyaan itu.


"Kenapa tidak ke sana saja, Kita kan juga sudah lama tidak kesana setelah mama meninggal" ucap Andra kepada istri nya itu.


"Iya juga ya pa, Kita memang sudah lama tidak ke sana, Hari ini ke sana saja ayo pa, Sekalian ajak Dira ke sana untuk mendekatkan mereka" ajak Merri dengan wajah sumringah nya menatap suami nya itu. Dira adalah anak teman Merri yang memang berasal dari keluarga kaya raya makanya dia ingin mengenalkan Ryhan kepada Dira. Dahi Andra mengerut karna dia tidak suka akan Dira karna menurutnya Dira bukanlah orang baik hanya saja dia orang kaya yang bisa membuat apapun menjadi baik.


"Kenapa harus mengajak Dira?'' tanya Andra yang tidak menyukai Dira dan malah dia lebih menyukai Nana.


"Mereka kan akan di jodohkan pa, Ayo" ajak Merri yang sudah siap ingin berangkat. Andra terpaksa mengiyakan nya dan keluar dari kamar itu bersama dengan Merri.


"Halo Dira" ucap Merri saat telpon sudah terhubung.


"Halo tante" jawab Dira dengan ramah.


"Bisa ke rumah tante sekarang? tante dan om Andra ingin mengunjungi Ryhan, Bukan kah kau ingin ikut?" tanya Merri kepada Dira.


"Ah iya tante, Aku akan menunggu di depan gang rumah nenek Ryhan" jawab Dira mengiyakan nya.


"Ah baiklah, Kami akan berangkat sekarang" jawab Merri dan langsung mematikan telpon dan langsung keluar bersama dengan suami nya itu. Mereka berdua masuk ke dalam mobil bagian belakang dan sopir pun langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang keluar dari pekarangan rumah itu dan menuju ke rumah nenek Ryhan.


Ckleek


Pintu kamar Nana terbuka dan keluarlah wanita itu karna hujan juga sudah reda. "Lapar?" tanya Ryhan kepada istri nya Itu. Nana langsung mengangguk mengiyakan nya karna memang dia kelaparan.


"Aku akan masak" ucap Ryhan kepada istri.


"Aku saja yang masak" jawab Nana dengan wajah datar nya dan langsung menuju ke dapur rumah nya itu. Ryhan mengikuti nya karna dia tidak yakin akan Nana yang bisa masak.


"Kau yakin ingin masak? apa kau bisa masak?" tanya Ryhan kepada istri nya itu. Nana langsung menganggukkan kepala nya menjawab dua pertanyaan itu dan setelah itu dia langsung mengenakan celemek.


"Bagaimana ini? aku kan tidak bisa masak" guman Nana saat melihat alat masak yang sama sekali tidak ia ketahui fungsi nya itu. Ryhan bisa melihat kebingungan di wajah istri nya itu.


"Aku bisa masak" jawab Nana dan langsung memulai memasak makanan dan lebih tepat nya lagi mulai memotong makanan. Ryhan menatap lekat istri nya yang dia rasa tidak bisa memasak itu.


"Kau tunggu lah di luar, Akan aku panggilkan kau nanti jika makanan sudah matang" ucap Nana karna tidak nyaman akan tatapan Ryhan.


"Baiklah" jawab Ryhan dan langsung berlalu keluar dan lebih tepat nya lagi ke ruang tengah.


"Kak Rendi pernah mengajarkan ku memasak, Aku pasti bisa" guman Nana dengan senyuman nya dan langsung memulai masak nya itu.


Titt


Suara klakson mobil sangatlah kencang dan terdengar jelas di telinga Nana dan juga Ryhan tapi Nana tidak memperdulikan itu. "Siapa yang bertamu?" guman Ryhan dan beranjak keluar dari rumah. Mata lelaki itu membulat saat melihat mobil yang terparkir tepat di depan rumah nenek nya.


"Astaga itukan mobil mama?" guman Ryhan saat melihat mobil orang tua nya.


"Bagaimana ini?" guman Ryhan. Pintu mobil itu terbuka dan membuat Ryhan memerhatikan siapa yang keluar dari mobil itu dan ternyata Dira.


"Dira?" guman Ryhan saat melihat Dira keluar bersama ibu nya.


"Aku harus ke sana, Jangan sampai mereka ke sini" guman Ryhan dan langsung keluar dengan cepat dari pekarangan rumah itu dan untung nya tidak ada yang melihat nya.


"Mama, Papa" sapa Ryhan dengan wajah datar nya kepada kedua orang tua nya itu. Semua orang menoleh ke belakang dan terlihat Ryhan sedang berada di belakang mereka.


"Anak mama" ucap Merri dan langsung memeluk anak nya itu. Ryhan tidak menjawab ataupun membalas pelukan itu dan itu membuat Merri langsung melepaskan pelukan nya dan langsung menatap anak nya itu.


"Kenapa mama membawa wanita ini ke sini?" tanya Ryhan dengan wajah datar nya sungguh dia sangat tidak menyukai Dira.


"Hey jangan berbicara seperti itu, Dia ini akan menjadi istri mu Nanti" bisik Merri kepada Ryhan.


"Maksud mama?" tanya Ryhan dengan menatap bingung ibu nya itu dan setelah itu menatap ayah nya yang hanya mengangkat kedua bahu dengan wajah yang juga datar.


"Kau akan mama jodohkan dengan Dira, Bukankah kalian sudah saling mengenal dan saling mencintai?'' tanya Merri dengan menatap lekat anak nya itu.


"Siapa yang mencintai nya? aku tidak mencintai nya'' jawab Ryhan yang tidak terima akan diri nya yang di katakan mencintai Dira.


"Ah sudahlah kalian ini, Kau sudah makan malam nak?'' tanya Andra kepada Ryhan karna dia juga tidak suka membahas masalah tadi. Ryhan menoleh ke arah rumah dan dia belum menemukan istri nya di luar.


"Belum" jawab Ryhan dengan wajah datar nya.


"Nah bagaimana jika kita makan bersama di luar? kitakan juga sudah lama tidak makan bersama" ajak Merri kepada Ryhan.


"Aku..." ucap Ryhan yang terpotong oleh Merri.


"Mama tidak menerima penolakan" potong Merri dengan berbisik kepada anak nya itu.


"Baik" jawab Ryhan yang terpaksa menerima ajakan itu.


''Yasudah ganti baju mu" ucap Merri kepada Ryhan. Ryhan tidak menjawab nya dan masuk ke dalam rumah dan mengganti baju nya dengan baju stylis nya.


"Ryhan, Masakan sudah selesai" ucap Nana dengan meletakkan masakan nya ke atas meja makan.


"Kenapa tidak ada jawaban?" guman Nana yang merasa aneh dan dia pun langsung berjalan keluar menuju ke ruang tengah.


"Ryhan" panggil Nana saat sampai di ruang tengah tapi dia tidak menemukan siapapun di tengah.


"Di mana dia?'' guman Nana lagi. Nana melihat pintu rumah nya terbuka dan dia pun langsung berjalan ke arah pintu rumah itu dan berniat ingin mencari Ryhan tapi mata nya teralih saat melihat mobil mewah yang terparkir rapi di halaman rumah Ryhan.


"Sudah siap?" tanya Merri kepada anak nya itu. Nana langsung menoleh ke dekat pagar dan melihat wanita yang belum ia ketahui siapa itu memeluk lelaki nya.


"Lepaskan aku" ucap Ryhan dengan wajah datar nya.


"Itu kekasih nya?" guman Nana saat melihat wanita cantik yang tengah merangkul tangan suami nya.