
"Diamlah sayang" balas Ryhan dengan wajah datar nya. Nana yang kesal tidak memperdulikan nya dan mengikuti suami nya saja.
Tempat yang indah di hiasi dengan lilin yang ada di setiap sudut jalan. Tempat yang terbuka tanpa atap dan tidak ada yang menghalangi mata kedua nya memandang keluar akibat kaca yang membatasi. "Wah" Nana nampak kagum dengan tempat tersebut.
"Kau menyukai nya?" tanya Ryhan.
"Pertanyaan bodoh apa lagi itu?" tanya balik Nana dengan kaki yang melangkah ke depan menatap suasana malam hari di pantai.
Ryhan ikut melangkahkan kaki nya mendekat ke arah istri nya. "Kenapa? Pertanyaan ku salah?" tanya Ryhan.
"Hem, Jelas saja salah, Siapa yang tidak menyukai tempat dan pemandangan sebagus ini?" ucap nya dengan kembali menatap ke depan.
"Aku pikir kau tidak suka makanya aku bertanya seperti itu" jawab Ryhan.
"Siapa bilang? Kau menebak sendiri?" tanya Nana dengan menatap suami nya.
"Tuan nona makanan sudah di siapkan" ucap pelayan yang mengantarkan makanan membuat kedua nya menatap ke belakang.
"Letakkan saja di sana" jawab Ryhan akan ucapan pelayan.
"Jelas saja ku menebak, Aku tidak terlalu tau selera pemandangan mu seperti apa karna memang kita tidak pernah berlibur berdua bukan?" tanya Ryhan dengan menatap istri nya.
"Hem" jawab Nana dan membalikkan tubuh nya melihat apa saja makanan yang ada di atas meja.
"Kau ingin makan segera?" tanya Ryhan kepada istri nya.
"Makanan apa itu di dalam nya?" tanya Nana dengan menatap suami nya.
"Duduklah di sana dan lihat" jawab Ryhan dan mendudukkan tubuh nya di tempat nya. Nana mengangguk mengiyakan nya dan mendudukkan tubuh nya di atas kursi di hadapan suami nya.
"Cerita nya.kau mengajakku dinner?" tanya Nana saat melihat banyak makanan di atas meja tersebut.
"Kurang lebih seperti itu" jawab Ryhan dengan tersenyum.
"Bukalah" sambung nya kembali.
"Dengan senang hati" jawab Nana dan memilih membuka yang tengah terlebih dahulu.
"Loh kok?" ucap Nana saat melihat kotak di dalam tempat yang di buka nya sedangkan Ryhan sedari tadi menatap istri nya.
"Kue kali ya" ucap Nana dan memegang kotak tersebut. Ryhan nampak bingung akan hal tersebut, Nana yang penasaran langsung menjilat nya dan ternyata itu bukan kue.
"Heh bodoh kenapa kau menjilatnya?" tanya Ryhan dan mengambil kotak yang ada di tangan istri nya.
"Tidak enak, Aku pikir itu kue" jawab Nana yang kembali membuka penutup makanan yang ada di hadapan nya.
"Jelas saja bukan, Ini kotak cincin" ucap Ryhan dan membuka kotak tersebut dan untung saja masih aman isi di dalam nya.
"Cincin? Untuk siapa?" tanya Nana dengan wajah polos nya dan tangan yang memotong steak yang ada di hadapan nya.
"Tangan ku? Untuk apa?" tanya Nana.
"Kesinikan saja, Kau akhir akhir ini suka sekali bertanya" jawab Ryhan dengan wajah datar nya dan mengambil tangan istri nya. Ryhan mengenakan cincin berlian di tangan istri nya sedangkan Nana hanya memperhatikan nya tanpa mengeluarkan raut wajah apapun dan hanya memasang wajah datar nya.
"Kenapa cincin ini kau kenakan ke jariku?" tanya Nana dengan nada sedikit meninggi saat cincin sudah terpasang tepat di jari manis nya.
"Itu tanda jika kau sudah memiliki suami, Begitupun dengan ku" jawab Ryhan dengan tersenyum dengan menunjukkan cincin yang sama yang melekat di jari manis nya.
"Memiliki suami?" tanya Nana.
"Kau ini ya Del, Semakin di ladeni semakin bodoh" ucap Ryhan yang nampak kesal.
"Akukan hanya bertanya" ketus Nana.
"Pertanyaan mu itu terlalu tidak masuk akal, Tidak mungkin bukan jika kau adalah suamiku? Jelas saja kau istriku" jawab Ryhan dengan melototkan mata nya dan mengambil sendok dan pisau dan mulai memotong steak milik nya.
"Kau ini orang berniat ingin bergurau saja tidak bisa, Selalu saja serius tidak ada apa sedikit bercanda dalam hidupmu?" ketus Nana dengan melototkan mata nya pula dan melahap makanan nya dengan kasar.
"Makanya aku langsung mengajakmu menikah bukan memacari mu" jawab Ryhan.
Uhukkk
Nana terbatuk dan tersedak saat mendengar jawaban suami nya hingga daging yang ada di mulut nya meloncat keluar mengenai wajah suami nya. Mulut Ryhan menganga saat istri nya menyemburkan makanan ke wajah nya sedangkan Nana kaget akan hal tersebut. "M-maaf" ucap Nana dan mengambil tisyu dan menghapus bekas yang ada di wajah suami nya sedangkan daging tadi sudah turun dengan sendiri nya.
Ryhan menatap tajam istri nya yang menunduk menatap nya hingga menampakkan belahan dada nya. Nana yang tidak sampai untuk membersihkan wajah suami nya langsung berjalan dan mendekat ke arah suami nya sayangnya kaki nya malah tidak bekerja sama hingga membuat nya hampir saja terjatuh tapi Ryhan dengan segera menarik wanita nya hingga jatuh ke pelukan nya dan Nana juga mendapatkan bekas kotoran yang ada di wajah nya.
"Shit" umpat Ryhan saat lutut istri nya melekat tepat di milik nya di tambah lagi bagian dada istri nya yang menempel tepat di wajah nya.
"Ehem" salah satu pelayan berdehem membuat Nana langsung bangkit sedangkan Ryhan membenarkan duduk nya dan menatap tajam ke pelayan.
"Ini apa lagi, Sudah di bilang jangan mengganggu" guman Ryhan dengan wajah kesal nya membuat pelayan langsung meletakkan makanan yang tersisa di atas meja.
"Maaf menggau tuan nona, Kami hanya mengantarkan makanan ini" ucap pelayan dan langsung berlalu dengan memasang wajah takut.
"Ih kotor" ucap Nana dan mengambil tisyu dan membersihkan dada nya yang terkena sisa makanan di wajah suami nya.
"Kau tidak ada niat ingin membersihkan wajahku?" tanya Ryhan dengan wajah datar nya menatap istri nya.
"Astaga aku lupa" ucap Nana dan kembali mendekat ke arah suami nya. Tangan nya menarik beberapa tisyu dan membersihkan wajah suami nya hingga bersih tapi masih berminyak.
Nafsu lelaki yang selalu datang saat melihat bagian tubuh wanita yang terbuka membuat Ryhan menelan siliva nya saat menatap dengan jelas bagian dada istri nya yang masih berminyak. Hal yang tidak bisa di tahan oleh nya membuat nya langsung menjilat bagian dada istri nya yang kotor. "R-Ryhan" ucap Nana yang kaget akan suami nya yang menjilat dada nya.
Ryhan langsung tersadar akan apa yang dilakukan oleh nya. "Maaf itu tadi berminyak" jawab Ryhan dan mengambil tisyu dan membersihkan bagian tubuh istri nya yang sudah di jilat oleh nya tadi.
"Aku bisa membersihkan nya sendiri" ucap Nana dan mengambil alih tisyu yang ada di tangan suami nya. Naan memundurkan tubuh nya akibat takut suami nya berbuat macam macam seperti tadi malam.