Dear D

Dear D
Episode 129



"Kenapa lagi senyum nya hilang?" guman Ryhan kembali yang masih penasaran apa yang membuat senyum istri nya hilang timbul.


"Shit kenapa kau malah memikirkan wanita tidak pinya hati seperti nya itu? Kau saja tidak tau bentuk nya tapi kau memikirkan nya" umpat Nana dengan memukul kepala nya yang memikirkan ibu nya yang entah bagaimana bentuk nya itu.


"Hah?" ucap Ryhan saat melihat istri nya memukul kepala pula.


"Sudah Na jangan memikirkan wanita itu, Kau tidak memiliki ibu, Ingat itu" ucap Nana dengan memegang kepala nya menggunakan kedua tangan nya dan nampak prustasi akan gumanan nya sendiri.


"Apa yang di pikirkan nya? Apa dia memiliki masalah?" guman Ryhan yang nampak hawatir akan istri nya. Ryhan mencoba kembali terlihat seperti biasa saja dan berdiri dari duduk nya.


Ryhan melangkahkan kaki nya keluar dari ruangan nya dengan jam yang sudah menunjuk pukul empat sore dan tas yang bergelayut di tangan nya. "Sekarang kalian boleh pulang semua, Jangan lupa nanti jam tujuh ke restoran A untuk makan bersama" teriak Ryhan kepada seluruh karyawan dan membubarkan karyawan yang bekerja sama di bidang nya.


"Membawa istri tidak apa apa pak?" tanya salah satu karyawan pria.


"Tidak apa apa, Tapi bayar sendiri" jawab Ryhan.


"Pak kenapa tidak sekarang saja langsung? Nanti takut nya hanya sedikit yang datang" teriak karyawan wanita.


"Iya pak, Saya jika sudah berada di rumah tidak bisa keluar lagi" teriak yang lain pula.


"Baiklah mari sekarang kita pergi" jawab Ryhan.


"Terima kasih pak" teriak seluruh nya dan langsung berlalu dari sana tapi tidak dengan Nana yang masih membereskan barang barang nya.


"Na kau mau bersama dengan ku ke retoran A?" tanya Ten menawarkan diri nya kepada Nana.


"Hey Ten lebih baik kau mengajakku" ucap Fany.


"Shit" umpat Ten.


"Bagaimana na?" tanya Ten kembali kepada Nana sedangkan Ryhan hanya memasang wajah datar nya dan memperhatikan istri nya yang nampak tidak bersemangat.


"Tidak, Nana bersama dengan ku saja ya kan na?" tawar Fany dengan senyum nya menatap Nana. Nana menatap ke arah Fany dan setelah itu menatap ke suami nya yang berada di hadapan nya.


"Kita menaiki bus saja bersama dan pasti seluruh karyawan juga menaiki bus" ucap Fany.


Nana melebarkan senyuman nya menatap Fany. "Baiklah, Ayo" Nana menerima ajakan dari Fany dan langsung mengambil tas nya dan berlalu dari sana bersama dengan Fany.


"Dia sama sekali tidak memperhatikan ku?" guman Ryhan yang nampak kesal akan istri nya yang sama sekali tidak melihat nya. Ryhan langsung menyusul wanita nya dan juga Fany yang sudah hendak masuk ke dalam lift dengan di ikuti oleh Ten dan juga Jony di belakang nya.


Ryhan berdiri tepat di samping istri nya tapi Nana sama sekali tidak melihat nya. Ryhan mengambil ponsel nya dan langsung menuliskan pesan untuk istri nya.


"Sayang kau kenapa? Kau nampak tidak bersemangat, Apa yang terjadi?" isi pesan yang di kirimkan oleh Ryhan kepada istri nya.


Tingg


Ponsel Nana berbunyi menandakan ada yang mengirimkan pesan kepada nya dan terlihat itu pesan dari suami nya. Nana menoleh ke arah suami nya dan terlihat suami nya nampak bingung menatap nya.


"Kau nampak tidak memiliki semangat dari tadi, Kau menyembunyikan sesuatu dari ku?" Ryhan.


"Tidak" Nana.


"Sayang berbicara jujurlah atau akan aku katakan kepada seluruh pekerja kantor jika kau istri ku dan kau di pecat, Mau?" Ryhan.


Ting


Lift terbuka dan seluruh orang yang berada di dalam nya langsung keluar dari lift tersebut. Fany menggandeng tangan Nana dan berjalan ke arah halte yang tidak terlalu jauh dari sana tapi saat hendak melangkahkan kaki menjauh Ryhan menarik tangan nya. "Kita pergi bersama saja, Terlalu jauh menuju halte" ucap Ryhan dengan wajah datar nya dan tangan yang memegang tangan istri nya.


Nana menatap tajam ke arah lelaki nya tersebut dan langsung menepis tangan nya. "Tidak usah pak, Kami akan menaiki bus bersama" jawab Nana dengan senyum nya menatap suami nya.


Ryhan tidak menjawab nya dan membiarkan istri nya itu pergi. "Kau bawa mobil, Aku akan menaiki bus juga bersama nya" ucap Ryhan dan memberikan kunci mobil milik nya dan langsung menyusul istri nya dengan sedikit berlari.


Ryhan langsung masuk ke dalam bus saat bus sudah sampai dan melihat istri nya masih belum mendapatkan tempat duduk. Ryhan dengan segera mendekat dan mendudukkan tubuh nya di samping Nana saat Fany hendak duduk di samping Nana. "Pak ini tempat saya" ucap Fany dan membuat Nana menoleh ke samping.


"Tapi saya sudah duduk" jawab Ryhan dengan wajah malas nya.


"Shit" umpat Nana saat melihat suami nya yang ada di samping nya.


"Kau duduk di belakang tidak apa apa kan?" tanya Ryhan dengan menatap tajam ke arah Fany.


Fany cukup takut saat melihat tatapan tajam dari Ryhan dan membuang nafas panjang nya. "Baik pak" jawab Fany dan mendudukkan tubuh nya di belakang di mana bus hanya di isi oleh karyawan kantor Ryhan saja.


Nana menggeserkan tubuh nya sedikit menjauh dari suami nya tapi Ryhan malah mendekatkan tambah dekat tubuh nya dengan tubuh istri nya. Nana menatap kesal ke arah suami nya tersebut sedangkan Ryhan tersenyum menatap nya.


Hanya beberapa menit menempuh jalan akhirnya bis berhenti, Seluruh karyawan turun tapi tidak dengan Ryhan yang masih menunggu seluruh nya benar benar keluar sedangkan Nana tidak bisa keluar. "Jika kau tidak mau seluruh orang tau kau istriku maka menurut lah dan jangan mengacuhkan ku" bisik Ryhan di telinga istri nya.


"Shit selalu saja mengancam" ketus Nana. Ryhan mencium wajah istri nya tersebut dan berdiri dan mulai melangkahkan kaki perlahan dengan tangan yang memegang tangan istri nya.


Ryhan membiarkan istri nya turun terlebih dahulu untuk memastikan jika wanita nya itu tidak terjatuh atau apapun dan setelah itu dia pula keluar. Kedua nya langsung berjalan kembali menuju ke restoran yang sudah di janjikan dengan seluruh karyawan yang sudah terlebih dahulu ke sana. "Ini kunci mobil milik bapak" ucap Jony dengan menyodorkan kunci mobil kepada Ryhan.


Nana langsung melepaskan tangan nya dari tangan suami nya dan berjalan masuk ke dalam restoran tanpa menunggu Ryhan. "Sayang tunggu" teriak Ryhan dan langsung menyusul nya.


Nana menghentikan langkah kaki nya saat mendengar teriakan suami nya. "Seenak nya saja kau memanggil ku seperti itu, Kau tidak lihat jika ada pak Jony di dekat kita?" tanya Nana dengan melototkan mata nya menatap suami nya.


.


.


.


.