Dear D

Dear D
Episode 58



"Kau percaya wanita tadi adalah kekasih Ryhan?" tanya Yura dengan wajah penasaran nya kepada Nana dan juga Weny.


"Entahlah, Ryhan kan juga anak baru, Percaya tidak percaya aku jika mereka berpacaran" jawab Weny.


"Iya juga, Aku sendiri percaya jika itu adalah kekasih nya, Dia bersikap dingin kepada siapapun karna dia anak baru juga kan? Jika sudah kenal lebih lama pasti sikap asli nya akan keluar" Yura menambah ucapan Weny, Dia percaya akan Dira yang memang kekasih dari Ryhan.


"Hem, Awal nya aku menyukai nya tapi akhirnya saat mengetahui jika dia memiliki kekasih aku dengan segera menghapus rasa suka ku pada nya" Weny berbicara jujur tentang perasaan nya saat hanya mereka bertiga yang tertinggal di dalam ruang ganti sedangkan Nana hanya diam mematung dan mendengar ocehan sahabat nya.


"Jika di lihat dari penampilan Ryhan memang memiliki sikap dingin bukan?" Weny kembali menyambung ucapan nya.


"Tidak mungkin, Dia saja memiliki kekasih mana mungkin dia memiliki sikap dingin" jawab Yura.


"Memang nya harus memiliki kekasih itu sikap harus ceria?" tanya Weny.


"Jelas saja, Jikapun masih datar saat melihat kita dia pasti akan tersenyum dan selalu memperhatikan kekasih nya" jawab Yura yang lebih mengetahui tentang lelaki dari pada Weny.


"Nanti jika sudah lama dia akan menunjukkan sikap asli nya, Mungkin saja dia buaya darat seperti lelaki lain" sambung Yura.


"Mungkin saja, Mungkin dia pindah ke sekolah ini untuk mencari wanita untuk di jadikan nya bahan mainan nya" Weny.


"Mungkin saja, Akibat wanita di sekolah nya dahulu sudah tahu sifat buruk nya dia pindah sekolah dan mencari wanita lain yang ingin di mainkan nya" Yura.


"Sifat asli Ryhan memang seperti itu sejak dahulu, Dia tidak pernah memainkan wanita seperti yang kalian ucapkan, Ryhan memang selalu datar kepada siapapun" Nana yang kesal saat mendengar kedua teman nya menjelek jelekkan suami nya mengeluarkan suara membuat Yura dan Weny menatap ke arah nya.


Dahi kedua teman nya mengerut saat mendengar ucapan yang keluar dari mulut Nana nampak sangat nyata dan jujur. Nana yang tidak lagi mendengar suara kedua teman nya menoleh ke arah mereka berdua, Nampak raut wajah kebingungan menatap tajam ke arah nya. "Astaga, Apa yang aku katakan?" guman nya saat sadar apa yang baru saja keluar dari mulut nya.


"Cepatlah kalian, Aku akan menunggu di luar" Nana berdiri dari duduk nya dan berjalan menjauh dan keluar dari ruang ganti dengan masih menggunakan seragam sekolah biasa.


Saat keluar, Dia berpapasan dengan Ryhan yang juga baru saja keluar dari ruang ganti dengan masih menggunakan seragam sekolah. "Kenapa tidak mengganti baju?" tanya Ryhan dengan wajah datar nya tapi tatapan yang tajam menatap wanita nya.


Nana sama sekali tidak menatap nya dan memilih menatap ke sembarang arah. "Kau sendiri kenapa belum ganti baju?" tanya balik Nana dengan wajah kesal nya.


"Tidak ada baju, Bajuku tadi di ambil Dira dan aku mencari di dalam tidak ada juga baju" jawab Ryhan dengan wajah yang masih datar.


"Begitupun dengan ku, Bajuku tertinggal makanya tidak mengganti baju" jawab nya dengan wajah kesal dan langsung berlalu dari sana dengan kaki yang menghentak.


Ryhan menatap bingung akan wanita itu yang tiba tiba menjadi datar dan marah marah menurut nya. "Apa aku melakukan kesalahan?" guman nya.


Ckleek


Ruang ganti wanita terbuka dan keluarlah Weny dan juga Yura. "Loh Nana dimana?" tanya Yura. Ryhan tidak memperdulikan nya dan langsung melangkahkan kaki menuju ke ruang praktek.


Ryhan masuk ke dalam ruang praktek begitupun dengan Nana yang sudah berada di sana tepat di hadapan komputer. "Sayang" Dira langsung merengkuh lengan kekar lelaki itu hingga itu membuat Nana dan yang lainnya menoleh ke arah Ryhan dan juga Dira tapi tidak dengan Qori yang menatap Nana terlebih dahulu setelah itu baru menatap ke arah Ryhan akibat tatapan Nana yang menatap Ryhan.


"Kelompokku sudah penuh, Cari kelompok lain saja" jawab Ryhan dengan melepaskan tangan Dira dari lengan nya dan berjalan mendekat ke arah istri nya.


"Sudah selesai kau?" tanya Ryhan kepada wanita yang nampak pokus akan komputer.


"Punya mata bukan?" Nana yang kesal tidak bisa mengeluarkan nada lembut dan selalu saja berbicara ketus, Jika pun tidak ketus datar, Dia memerlukan penjelasan dari lelaki yang sudah resmi menjadi milik nya dan kepala keluarga nya kelak dan sekarang.


"Ini letakkan di sini" ucap Ryhan yang mengambil tangan yang berada di atas mouse dengan mata yang pokus kepada komputer. Seluruh orang yang sedari tadi memperhatikan Ryhan nampak kaget akan lelaki itu yang malah bermesraan dengan Nana di hadapan Dira kekasih nya sendiri.


Dira nampak sangat kesal akan itu, Tangan nya menggepal, Rahang nya mengeras begitupun dengan Qori yang percaya akan Dira adalah kekasih Ryhan. Nana yang merasa seluruh mata tertuju kepada nya sedikit tidak nyaman, Dia memilih untuk tidak memperdulikan nya dan menatap ke komputer toh di dada Ryhan dia memang merasa nyaman.


Dira berjalan mendekat ke arah Ryhan dan langsung menarik tangan lelaki itu. "Sayang" Ryhan langsung menoleh ke arah wanita itu tanpa melepaskan tangan nya dari tangan Nana.


"Sayang lepaskan tangan wanita ini, Kau adalah kekasihku" ucap Dira.


"Siapa kekasihmu?" tanya Ryhan dengan wajah datar nya.


"Aku, Kau jangan berpura pura lupa dengan hubungan kita saat bersama banyak orang" ucap Dira.


"Apa yang terjadi? Kenapa malah berkerumun?" tanya paj wali kelas yang masuk ke dalam ruang praktek. Nana langsung beranjak berdiri dari duduk nya, Tangan yang melekat di atas punggung tangan nya langsung terlepas dan membuat sang pemilik tangan menatap ke arah nya dan setelah itu menatap ke arah pak wali kelas.


"Kembali ke tempat masing masing" ucap pak wali. Seluruh murid kembali ke tempat mereka masing masing.


"Nana, Ryhan, Kalian kenapa tidak menggunakan pakaian praktek?" tanya pak wali dengan wajah datar nya.


Nana tau itu akan terjadi, Kepala nya langsung menunduk tidak ingin di hukum berjemur di lapangan lagi seperti pengalaman lalu. "Baju saya tinggal pak" jawab nya dengan nada rendah dengan kepala yang menunduk.


Pak wali membuang nafas panjang dan setelah itu menatap ke arah Ryhan. "Kau Ryhan?" tanya pak wali dengan wajah datar nya.


"Baju Ryhan....." tangan Ryhan langsung menggapai tangan Dira yang hendak mendekat ke arah pak wali kelas hingga pegangan tangan itu membuat Dira menoleh ke arah Ryhan.


Nana bisa melihat tangan suami nya memegang tangan wanita lain, Hati nya sakit saat melihat itu hendak dia melepaskan tangan itu secepat mungkin. Kepala nya kembali tegak seperti semula dan menatap lekat wajah suami nya. Ryhan menggelengkan kepala nya kepada Dira dan membuat hati wanita yang menjadi istri sah nya bertambah sakit.


"Baju saya juga tertinggal di rumah pak" jawab Ryhan dengan santai nya.


"Demi wanita nya tidak di hukum dia rela membela" guman Nana dengan raut wajah yang sedikit kecewa akan Ryhan yang membela Dira.


.


.


.