Dear D

Dear D
Episode 120



Ryhan mengeluarkan uang lembaran lima puluh ribu dan memberikan nya kepada sopir taxi yang di hentikan istri nya. "Sekali lagi maafkan istri saya" ucap Ryhan dengan memebrikan uang tersebut.


"Nah begini dong" ucap sopir dan langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang untuk kembali bekerja.


"Ayo kembali ke mobil" ajak Ryhan dan menarik tangan istri nya.


"Tidak mau" jawab Nana dan menepis tangan suami nya tersebut.


"Masuk jangan membuat keributan di jalan raya" ucap Ryhan dan membuka pintu mobil untuk istri nya. Ryhan langsung memaksa istri nya masuk ke dalam mobil dengan tangan yang memegang kepala istri nya agar tidak terbentur, Setelah istri nya masuk dia langsung berlari ke kemudi dan langsung masuk ke dalam nya.


Ryhan langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju ke apartemen mereka. Saat sampai Nana langsung turun tanpa menunggu suami nya dan langsung masuk ke dalam lift. "Delina" teriak Ryhan saat istri nya sudah berlalu tanpa menunggu nya.


Nana tidak menjawab nya dan masuk ke dalam lift, Ryhan yang sigap langsung menghentikan lift saat hendak tertutup dan langsung masuk ke dalam nya. "Berani kau meninggalkan ku?" tanya Ryhan.


Nana tidak menjawab nya dan membuang pandang dari suami nya. Ryhan yang sedikit geram akan wanita nya tersebut langsung mendekat, Dia mendekat dan terus mendekat hingga istri nya ikut mundur dan menempel di sudut lift saat ini. Nana hendak berpindah tegak dari sana tapi dengan segera Ryhan meletakkan salah satu tangan nya di dinding lift tersebut.


"Mau kemana kau hem?" tanya Ryhan dengan menatap tajam wajah istri nya yang kesal itu. Nana tidak menjawab nya dan masih saja memasang wajah datar nya dan membuang pandang dari suami nya tersebut.


"Kenapa kau yang jadi marah kepada ku?" tanya Ryhan dengan mengikuti bentuk wajah istri nya menggunakan tangan nya.


Nana langsung membuang pandang nya hingga hal tersebut membuat Ryhan tersenyum. "Sayang..."


Tingg


"Minggir" ketus Nana dan mendorong suami nya tersebut hingga tidak menghalangi nya lagi. Nana langsung berlalu dari lift tersebut melewati beberapa orang yang menunggu di depan lift tersebut.


"Sayang tunggu" teriak Ryhan dan langsung menyusul istri nya tersebut. Seluruh orang yang menunggu di depan lift tidak memperdulikan nya dan langsung masuk ke dalam lift.


Nana masuk terlebih dahulu ke dalam apartemen dan menutup pintu tapi pintu itu di tahan oleh Ryhan dan Ryhan langsung menangkap tangan istri nya tersebut. "Sayang kenapa kau yang malah marah? Seharus nya aku yang marah kepada mu" ucap Ryhan dengan wajah yang nampak sedikit kesal akan istri nya yang sedari tadi mengacuhkan nya.


Nana masih saja memasang wajah datar nya dan menepis tangan suami nya dan masuk ke dalam kamar. Nana langsung mengunci kamar tersebut. "Enak sekali kau memarahi ku dari tadi" umpat Nana saat sudah tidak lagi mendapatkan wajah suami nya di hadapan nya.


"Loh kenapa tidak bisa di buka?" tanya Ryhan saat tidak dapat membuka pintu kamar akibat istri nya yang mengunci dari dalam.


"Sayang bukalah" ucap Ryhan dengan menggedor pintu tersebut agar istri nya membukakan pintu untuk nya.


"Tidak akan" teriak Nana dari dalam dan langsung berlalu dari sana dan membersihkan tubuh nya.


"Sayang bukalah, Aku tidak akan memarahi mu lagi" ucap Ryhan yang merengek meminta di bukakan pintu oleh istri nya tersebut. Nana tidak menjawab nya akibat tidak mendengarkan nya karna dia sekarang sedang berada di dalam kamar mandi.


"Delina ayo buka" rengek Ryhan kembali yang masih saja tidak mendapatkan jawaban dari dalam.


"Ah iya aku ingat kamar sebelah yang jendela nya terhubung dengan kamar ini" ucap Ryhan yang ingat akan hal tersebut. Dia langsung masuk ke dalam kamar sebelah kamar yang di tempati nya dan juga istri nya.


Dia langsung menuju ke jendela dan membuka nya. Saat jendela yang di kunci dari dalam itu terbuka Ryhan langsung keluar menuju ke balkon sebelah. Dia langsung mendekat ke arah jendela dan berusaha membuka jendela kamar nya dan juga istri nya tapi hasil nya tidak ada akibat jendela kamar yang di tempati nya terkunci. "Shit di kunci" umpat Ryhan yang cukup kesal akan istri nya yang juga mengunci jendela tapi dia tidak menutup gorden nya.


Shirrrr


Terdengar suara air dari kamar mandi. "Pantas saja suara nya hilang seketika, Sedang mandi" ucap nya kembali dan memilih menarik kursi yang tidak jauh dari nya dan meletakkan nya tepat di depan jendela agar bisa melihat istri nya keluar nanti nya.


Ryhan nampak menunggu istri nya keluar dari kamar mandi hingga setengah jam dia menunggu di sana membuat nya sedikit mengantuk, Mata yang perlahan terpejam kembali terbuka saat mendengar mesin air mati.


Ckleek


Nana keluar dari kamar mandi dengan menggunakan baju handuk dan handuk biasa yang melilit di kepala nya menandakan wanita itu baru saja selesai keramas.


"Delina buka, Aku ingin masuk" rengek Ryhan yang berharap istri nya membuka. Nana menghentikan langkah kaki nya saat mendengar suara suami nya tersebut tapi suara tersebut dari balkon.


Mata wanita itu langsung menoleh ke arah balkon dan terlihat wajah suami nya menempel di jendela. Wanita yang humor nya rendah pun langsung di buat tertawa tapi tawa nya langsung di sembunyikan saat melihat wajah tersebut.


"Apa yang kau lakukan di sana?" tanya Nana yang masih bisa menahan tawa nya saat melihat wajah suami nya yang menempel di kaca jendela yang tranparan tersebut.


Ryhan langsung duduk seperti semula dan memanyunkan bibir nya layak nya anak kecil yang meminta sesuatu. "Aku ingin masuk" jawab Ryhan yang masih dengan wajah yang sama. Nana langsung mengalihkan pandang nya dari suami nya dan langsung tertawa tanpa suara hingga membuat mata nya mengeluarkan air.


Tok..tok..tok


"Sayang kau mendengarkan ucapan ku?" tanya Ryhan saat melihat istri nya malah membuang pandang dari nya.


"Ehem" Nana kembali memasang wajah datar dan kesal nya dan menghapus sedikit air di sudut mata nya dan setelah itu kembali menatap ke arah suami nya.


"Apa?" tanya Nana dengan wajah datar nya menatap suami nya tersebut.


"Aku ingin masuk, Bukakan pintu untukku" ucap Ryhan yang kembali memelaskan wajah nya berharap agar wanita nya membukakan pintu untuk nya.


"Tidak, Tidur saja kau di luar malam ini" ketus Nana dengan wajah kesal nya dan langsung berlalu dari sana dan masuk ke dalam ruang ganti.


Nana langsung berlari cepat masuk ke dalam ruang ganti dan berhenti tepat di hadapan meja rias di dalam ruang ganti. "Hahaha menggemaskan sekali wajah nya tadi" ucap Nana dengan tawa nya yang cukup lepas dan untung nya Ryhan tidak mendengar akibat apartemen tersebut kedap suara.


.


.


.


.


.