Dear D

Dear D
Episode 28



"Sudah siap?" tanya Merri kepada anak nya itu. Nana langsung menoleh ke dekat pagar dan melihat wanita yang belum ia ketahui siapa itu memeluk lelaki nya.


"Lepaskan aku" ucap Ryhan dengan wajah datar nya.


"Itu kekasih nya?" guman Nana saat melihat wanita cantik yang tengah merangkul tangan suami nya.


"Ayo" ajak Dira kepada Ryhan. Ryhan tidak menjawab nya dan langsung masuk ke dalam mobil begitupun dengan Dira dan kedua orang tua Ryhan yang juga ikut masuk ke dalam mobil. Pak sopir langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang dan Nana memeperhatikan kepergian mobil itu. Ryhan menoleh ke samping untuk melihat apa istri nya keluar atau tidak dan terlihat jelas istri nya tengah berdiri di ambang pintu rumah nya. Ryhan menatap wanita itu hingga dia tak nampak lagi melihat nya.


"Kau melihat apa?" tanya Dira dengan nada lembut kepada Ryhan. Ryhan tidak menjawab nya dan langsung menagmbil ponsel yang ada di dalam saku celana nya dan langsung mengirimkan pesan kepada istri nya.


"Kau makanlah terlebih dahulu, Aku mungkin akan pulang terlambat" isi pesan yang di kirimkan oleh Ryhan kepada istri nya.


"Dia pasti ingin berkencan dengan pacar nya" guman Nana yang tidak ingat akan wajah kedua orang tua Ryhan karna dia memang sangat jarang bertemu dengan kedua orang tua lelaki itu. Nana langsung masuk ke dalam rumah nya dan menutup pintu rumah itu dan mendudukkan tubuh nya di atas kursi yang ada di ruang tengah.


"Hem, Tidak ada yang bertahan lama dengan anak manja seperti ku" guman Nana dan langsung menyenderkan tubuh nya di sandaran kursi itu.


"Huh" Nana mendengus kasar Sedangkan ponsel nya ia letakkan di dalam kamar nya dan sangat jarang ia menyentuh ponsel itu.


Jam sudah menunjuk pukul sembilan malam. "Iru bukannya Ryhan?" guman Qori saat melihat Ryhan di restoran yang sama dengan nya.


"Ah iya, itu memang Ryhan" guman Qori lagi yang langsung kepikiran Nana.


"Tapi kenapa dia bersma wanita lain? di mana Nana?" guman Qori yang sedari tadi mencari Nana tapi dia tidak menemukan wanita itu.


"Apa itu kedua orang tua nya dan wanita itu saudara nya?" guman Qori dengan menatap lekat Ryhan dan keluarga nya.


"Ah tapi jika memang keluarga nya kenapa wanita itu nampak mesra dengan nya?" guman Qori lagi.


"Ah aku harus ke rumah Nana" guman Qori lagi dan langsung membayar makanan nya dan setelah itu langsung keluar dan masuk ke dalam mobil nya. Dia langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang menuju ke rumah Nana.


"Dia pasti tidak akan kembali" guman Nana dan langsung berlalu ke dapur untuk mengambil makanan yang ia masak tadi dan setelah itu dia keluar dari rumah.


"Lama sekali, Del sendiri di rumah" guman Ryhan yang sedari tadi memperhatikan jam tangan nya.


"Ma, Pa, Aku akan pulang terlebih dahulu, Aku memiliki urusan" ucap Ryhan dan langsung berlalu dari sana dengan sedikit berlari dan langsung mencari taxi hingga dia mendapatkan nya.


Qori sudah sampai di depan rumah Nana dan melihat wanita itu tengah di luar dan mungkin baru keluar. "Dia membuang makanan?" guman Qori saat melihat Nana yang berdiri di depan tong sampah dengan membawa piring. Qori langsung keluar dari mobil dan memegang tangan wanita itu.


"Kenapa kau ingin membuang nya?" tanya Qori dengan menatap lekat wanita itu. Nana mengehntikan niat nya untuk membuang makanan tadi dan menatap Qori.


"Qori?" ucap Nana yang heran saat melihat Qori di hadapan nya.


Qori langsung mengambil alih piring yang ada du tangan Nana itu dan mencium bau makanan itu yang masih bagus dan wangi. "Kenapa ingin membuang ini, Inikan masih bisa di makan" ucap Qori dan melahap makanan itu.


"Terima kasih" ucap Ryhan dan langsung membayar taxi itu dan langsung keluar dari taxi itu.


"Benar enak?" tanya Nana dengan menatap lekat wajah Qori.


"Em" jawab Qori mengangguk mengiyakan nya.


"Itu masakan pertama ku dan tidak ada yang ingin memakan nya dan hanya kau yang ingin memakan nya" ucap Nana dengan senyum nya menatap Qori. Ryhan bisa mendengar jelas ucapan wanita itu.


"Benarkah?" tanya Qori dengan mulut penuh nya kepada Nana.


"Duduk lah, Kau itu sedang makan" ucap Nana. Qori pun mendudukkan tubuh nya di atas kursi kayu yang ada di luar pekarangan rumah itu dan kembali melahap makanan itu meskipun tidak terlalu enak dan di sudah kenyang tapi dia tidak kungkin mengatakan nya kepada Nana.


"Itu sebenar nya aku memasak nya untuk Ryhan, Tapi dia pergi bersama kekasih nya dan mungkin mereka berkencan makanya aku ingin membuang nya tadi" ucap Nana dengan senyum nya menatap Qori yang makan makanan buatan nya dengan lahap.


"Berarti itu kekasih nya?" guman Qori saat mendengar ucapan Nana.


"Kau yang mencoba masakan pertama ku" ucap Nana dengan senyuman nya menatap Qori, Qori menghentikan makan nya dan menatap ke arah wanita yang sejak dulu ia sukai itu.


"Benar kah aku orang pertama yang memakan nya?" tanya Qori dengan menatap lekat wajah Nana. Nana langsung mengangguk mengiyakan nya dengan senyuman nya menatap Qori.


"Beruntung sekali aku menjadi orang pertama yang mencicipi makanan mu" ucap Qori dengan wajah senang nya meskipun dia tau jika Nana itu hanya tersenyum paksa menatap nya. Nana hanya tersenyum dan kembali memikirkan Ryhan, Sungguh hati nya sakit saat mengingat Ryhan yanh pergi bersama kekasih nya.


"Seharus nya aku yang memakan itu bukan Qori" guman Ryhan yang sedari tadi mendengar ucapan demi ucapan yang keluar dari mulut Nana dan juga Qori.


"Beruntung sekali bukan aku ke sini malam ini? aku bisa menikmati masakan pertama wanita yang aku cintai" ucap Qori dengan menatap lekat wajah Nana. Nana tidak menjawab nya dan hanya membalas ucapan lelaki itu dengan senyuman.


"Dasar Ryhan bodoh, Kenapa kau menerima ajakan mereka tadi, Kau kan tau jika istri mu masak" guman Ryhan yang merasa bodoh sudah menerima ajakan tadi dan meninggalkan istri nya yang memasak untuk nya.


Qori menoleh ke depan dan dia bisa melihat jelas Ryhan yang berdiri tidak jauh dari nya dan untung nya Nana menatap ke arah nya. "Kau tidak ingin memberiku minum?" tanya Qori kepada Nana supaya Nana berlalu dari sana dan tidak melihat Ryhan.


"Ah iya, Aku lupa" jawab Nana dan langsung berlalu masuk ke dalam rumah untuk mengambil minuman untuk Qori. Qori meletakkan piring yang sudah kosong tadi di atas kursi tadi dan langsung berlalu ke arah Ryhan.


"Kenapa kau kembali? bukannya kau sedang berkencan dengan kekasih mu?" tanya Qori yang baru saja sampai di dekat Ryhan.


"Itu bukan urusan mu" jawab Ryhan dengan wajah datar nya.


"Jelas saja urusan ku, Aku mencintai Nana sejak dulu dan kau seenak nya saja meninggalkan nya dan berkencan dengan wanita lain saat status mu masih menjadi suami Nana" ucap Qori dengan wajah datar nya menatap Ryhan sungguh dia membenci lelaki yang mempermainkan wanita.


"Aku tidak berkencan" jawab Ryhan yang tidak terima akan diri nya yang di katakan berkencan oleh Qori.


"Jika bukan berkencan apa tadi? kau berada di restoran C bersama dengan wanita dan dua orang tua? apa itu orang tua nya?" tanya Qori dengan menatap lekat wajah Ryhan dengan ekspresi kesal nya.