
"Pantas saja tidak ada sautan, Pasti tuan hampir terbangun saat nona ingin menyaut" ucap pelayan yang berteriak lagi yang mengerti akan Nana.
"Yasudah kembalilah bekerja, Jangan menganggu tuan dan nona lagi, Katakan ke seluruh pekerja agar tidak menganggu mereka" ucap pelayan lain dan langsung berlalu dari sana untuk melanjutkan pekerjaan mereka masing masing.
"Bagaimana aku istirahat jika dia tidur di pangkuan ku?" ucap Nana yang mencari cara untuk memindahkan kepala suami nya agar dia ikut beristirahat.
"Shit tidak bisa" umpat nya yang tidak bisa memindahkan kepala suami nya.
"Hem, Biarkan saja lebih baik aku mencari bagaimana cara nya mempromosi butik di sosial media" guman nya kembali yang memilih kembali mengambil ponsel nya dan mencari situs online terpercaya untuk mempromosikan barang barang nya.
"Hanya ada beberapa baju yang baru selesai di buatkan oleh ayah atau kak Rendi, Apakah ini tidak menarik?" guman nya kembali dengan melihat poto yang ada di dalam ponsel nya saat ini.
"Ah harus mencoba, Belum di coba belum tau hasil nya bagaimana, Yakin dan berusaha" ucap nya yang kembali mulai bersemangat dan mulai memposting baju baju tersebut di sosial media.
"Huaa" wanita itu kembali menguap dan menurunkan tangan nya dengan ponsel yng masih ada di tangan nya hingga akhir nya dia tertidur dengan tubuh yang masih saja bersandar di sandaran ranjang tersebut.
"Tuan memang menyayangi nona" ucap bodyguard yang saat ini tengah menyebarkan brosur yang di berikan Ryhan dan sudah di cetak nya cukup banyak tadi.
"Jelas saja, Nona adalah istri nya pantas saja dia menyayangi nya, Bodoh sekali kau ini" jawab bodyguard satu nya lagi dengan memberikan brosur kepada orang yang lewat di hadapan nya.
"Kau lihat tadi tuan nampak tersenyum berterima kasih kepada kita?" tanya bodyguard.
"Hem, Jelas jelas tuan tidak pernah tersenyum kepada siapapun dan tadi untuk pertama kali selama aku bekerja dengan keluarga nya melihat nya tersenyum seperti tadi" jawab bodyguard satu nya lagi yang hanya mereka berdua yang menyebarkan brosur.
"Iya aku juga, Tadi saat dia menggoda nona juga sangat terlihat kebahagiaan di wajah nya, Aku menyukai hubungan kedua nya yang nampak sangat baik baik saja dan nampak bahagia"
"Em, Apa lagi nanti jika anak mereka sudah lahir aku tidak membayangkan sebahagia apa tuan nanti nya"
"Aku sudah selesai, Ayo kembali, Tuan pasti menunggu"
"Ayo"
Kedua nya langsung berlalu dari sana kembali ke tempat awal yakni rumah Ryhan. Saat sampai kedua nya langsung turun dengan membawakan ribuan lembar brosur yang baru saja di cetak dan masuk ke dalam rumah. "Tuan di mana?" tanya bodyguard itu kepada pelayan.
"Tuan istirahat bersama nona di dalam" jawab pelayan tersebut. Bodyguard itu langsung menoleh ke arah jam dan terlihat jam baru menunjuk pukul empat sore.
"Mereka istirahat sejak tadi siang, Tuan nampak kelelahan dan nona tidak mau membangunkan nya, Mereka juga melewatkan makan siang" ucap pelayan saat bisa melihat kebingungan di wajah bodyguard yang ada di hadapan nya saat ini.
"Ah baiklah" jawab bodyguard itu dan meletakkan brosur tersebut di atas meja yang ada di ruang utama.
Jam tujuh malam.
"Em" Ryhan menggeliat dari tidur nya dan perlahan mata nya terbuka dan mata nya pertama kali menangkap kain baju istri nya pikir nya saat ini hingga akhir nya dia memutuskan mendongakkan kepala nya dan terlihat benar itu adalah kain baju istri nya yang saat ini tengah tidur duduk.
Ryhan langsung bangkit dari tidur nya. "Ah" lelaki itu memegang kepala nya yang sedikit sakit akibat baru bangun langsung duduk.
Nana yang mendengar rengekan tersebut langsung membuka mata nya dan melihat suami nya lah yang merengek. "Kau kenapa?" tanya Nana dengan mata merah dan tangan yang memegang tangan suami nya yang berada di kepala.
Ryhan langsung menggelengkan kepala nya kasar dengan mata yang terpejam dan setelah itu kembali menatap istri nya. "Kau kenapa tidur bersandar?" tanya Ryhan dengan memundurkan tubuh istri nya.
"Kenapa tidak pindahkan saja kepala ku atau bangun aku jika kau ingin tidur" ucap Ryhan dan langsung memeluk istri nya tersebut.
"Jangan biarkan tubuh mu lelah sedikitpun bukan karna hanya ada anak di rahim mu tapi aku tidak mau kau kenapa kenapa biarpun tidak hamil" ucap nya kembali dengan masih memeluk erat tubuh mungil tersebut.
"Hey aku tidak apa apa, Tubuhku juga tidak sakit" ucap Nana yang sedikit kebingungan akan suami nya tersebut.
"Bagaimana bisa tidak apa apa? Kau ini tidur duduk dan kau masih bilang jika tidak apa apa? Pandai sekali kau ini berbohong" balas Ryhan dengan sedikit kesal tapi bukan kesal melainkan hawatir.
"Benar aku tidak apa apa" jawab Nana dengan menelentangkan tangan nya menunjukkan tubuh nya yang baik baik saja.
"Tetap saja, Jika aku tidak bangun tadi sudah pasti kau akan tidur duduk hingga besok" balas Ryhan pula.
"Tidak apa apa yang penting kau istirahat" jawab nya dengan senyum yang mengembang memegang wajah suami nya tersebut.
Senyuman tulus yang terlukis di wajah istri nya membuat Ryhan membuang nafas panjang, Sedikit emosi akan istri nya yang tidak membangunkan nya dan tidur dengan bersandar sekejap hilang saat melihat senyum tulus tersebut. Ryhan belum membalas senyuman itu ataupun menjawab pertanyaan dari istri nya dan menatap ke jam dinding.
"Hah? Sudah jam tujuh malam?" ucap Ryhan yang sedikit kaget saat melihat jam yang sudah menunjuk pukul tujuh.
"Kau mau mandi terlebih dahulu?" tanya Nana kepada suami nya dan turun dari ranjang tersebut.
"Kita melewatkan makan siang, Apa kau tidak lapar?" tanya Ryhan kepada istri nya yang berdiri di hadapan nya.
Nana berjalan menjauh dan menggapai handuk yang ada di sana. "Tidak terlalu lapar, Mandilah kau" ucap Nana dengan menyodorkan handuk tersebut kepada istri nya.
"Kau saja yang mandi terlebih dahulu, Aku akan keluar untuk...."
"Jangan membantah, Kau duluan mandi, Jika tidak aku tidak akan makan malam" potong Nana dengan wajah datar nya.
"Shit berani nya kau mengancam ku" umpat Ryhan dengan kesal nya dan langsung berlalu dari sana masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.
Nana yang sudah melihat suami nya masuk ke dalam kamar mandi langsung keluar dari kamar dan terlihat beberapa bodyguard yang ada di dekat pintu langsung memberi hormat kepada nya. "Selamat malam nona" ucap bodyguard tersebut dengan sedikit menundukkan tubuh nya.
"Malam" jawab Nana dengan senyum nya dan kembali melangkahkan kaki nya menuju ke dapur tapi langkah kaki nya terhenti ke kotak yang ada di atas meja ruang utama tersebut.
"Kotak apa ini? Milik Ryhan?" tanya Nana kepada bodyguard.
.
.
.
.
.