Dear D

Dear D
Episode 202



"Perutku sakit sekali" ucap Nana kembali dengan memegang perut nya.


"Cepatkan laju mobil nya" teriak Ryhan dengan wajah emosi saat melihat wajah istri nya yang sudah memerah akibat kesakitan.


Hanya menunggu beberapa puluh menit akhir nya mobil berhenti tepat di depan rumah sakit. Ryhan langsung turun dari mobil dengan menggendong istri nya.


"Sakit sekali" ucap Nana yang saat ini sudah menangis akibat kesakitan bagian perut nya.


"Iya sabarlah sebentar lagi sakit nya akan hilang, Jangan menangis" jawab Ryhan dengan menghapus air mata wanita nya tersebut dan dokter membawa nya masuk ke dalam ruang gawat darurat.


Dokter mulai memeriksa Nana dan ternyata Nana hendak melahirkan namun saat ini bukan waktu nya melahir nya. "Ah tuhan sakit sekali" ucap Nana yang kembali memegang perut nya kesakitan dan ternyata sudah banyak darah keluar dari kewanitaan nya.


"Siapkan ruangan operasi" ucap dokter.


"Aku ingin melahir dengan normal" ucap Nana.


"Air ketuban sudah pecah dan habis mengakibatkan anda pendarahan dan jika pendaharan sudah tidak ada harapan untuk melahirkan secara normal jadi di lakukan dengan operasi" jelas dokter yang langsung keluar dengan troli Nana di dorong oleh perawat.


"Mau kalian bawa kemana istriku?" tanya Ryhan dengan wajah hawatir nya.


"Aku tidak mau operasi, Aku ingin melahir normal" ucap Nana dengan memegang lengan kekar Ryhan dengan air mata kembali menetes.


"Nona harus di operasi secepat mungkin tuan jika tidak kemungkinan besar anak anda tidak akan terselamatkan" ucap dokter kepada Ryhan.


"Hah?" Ryhan nampak kebingungan saat mendengar ucapan dokter tadi namun langsung mengerti.


"Lakukan yang terbaik untuk anak dan istriku" ucap Ryhan yang pasrah dari pada dia kehilangan salah satu dari orang yang di cintai nya meskipun menentang keinginan istri nya.


"Aku tidak mau, Aku ingin melahirkan secara normal" Nana memegang erat lengan suami nya berharap Ryhan membatalkan nya dan membiarkan dokter mengurus nya untuk melahirkan secara normal.


"Sayang melahirkan normal dan juga operasi sama saja, Aku temani kau di dalam ya, Jangan menangis lagi" jawab Ryhan dengan mengangguk agar roling tersebut kembali melaju masuk ke dalam ruangan operasi dengan dia yang ikut masuk.


"Rencana awal berhasil"


"R-Ryhan aku mau melahirkan dengan normal bukan operasi, Hiksss" Nana kembali menangis dengan menggenggam erat tangan suami nya yang berada di samping nya saat ini.


"Semua nya akan baik baik saja, Kau tidak ingin operasi karna kau takut tapi seharus nya kau tidak perlu takut, aku menemani mu, Tenanglah" jawab Ryhan dengan mencium pucuk kepala istri nya agat wanita itu tenang.


Ryhan terus saja menatap wajah wanita nya tersebut dengan telinga nya yang mendengar jelas bunyi orang memotong dan itu adalah dokter yang membelah sedikit bagian perut istri nya membuat mata lelaki itu terpejam ngilu dan mencium dalam dalam dahi wanita nya tersebut dengan air mata yang menetes. Tangisan hawatir nya takut istri nya kenapa kenapa, Tangisan takut akan anak nya yang juga kenapa kenapa saat ini ia keluarkan air mata nya.


Aooooo


Namun tidak dengan Nana yang mata nya terpejam perlahan hingga tangan yang menggenggam tangan suami nya dengan sangat erat tadi melemah menandakan wanita itu sudah tidak sadarkan diri. Wajah yang awal nya nampak hawatir dan tegang langsung tersenyum lebar dengan air mata yang semakin menetes namun air mata tersebut berubah menjadi air mata bahagia.


"Sayang kita sudah resmi menjadi papa dan mama" ucap Ryhan yang perlahan membuka mata yang berair akibat bahagia dan menatap istri nya.


Namun wanita nya tidak sadarkan diri saat ini. Wajah yang memucat dan mata yang terpejam membuat lelaki itu kembali hawatir. "Sayang, Kau kelelahan?" tanya Ryhan dengan mengusap dahi tersebut berharap hanya memejamkan mata saja namun Ryhan sama sekali tidak mendapatkan reaksi apapun dari istri nya.


"Hey bangunlah, Anak kita baik baik saja" ucap Ryhan kembali.


"Bersihkan bayi nya" ucap dokter dengan memberikan bayi lelaki itu kepada suster agar di bersihkan.


"Nona harus kembali di bawa ke ruang ICU tuan, Mohon anda untuk keluar" ucap dokter.


"Tapi istri ku dia belum melihat anakku" ucap Ryhan dengan mulut yang di tutupi masker dan mata yang menatap sedih.


"Tuan mohon kerja sama nya agar nona baik baik saja" ucap dokter kembali.


Ryhan membuang nafas panjang nya saat mendengarkan ucapan tersebut. "Anakku di mana?" tanya Ryhan.


"Ini tuan, Sudah di bersihkan" ucap suster dan memberikan bayi lelaki tersebut kepada ayah nya.


Ryhan menerima nya dengan senang hati dan menatap lekat wajah tampan yang saat ini tengah tertidur. Air mata bahagia kembali menetes di wajah itu dan di cium nya anak nya yang baru saja lahir itu sedangkan dokter membawa Nan untuk ke ruang ICU. Ryhan langsung mengazani anak nya. Dengan suara serak dan air mata yang terus saja menetes akan kebahagiaan namun dia masih hawatir dengan wanita nya yang tidak sadar.


"Nana?" ucap Hanah saat melihat Nana yang mata nya terpejam di atas ranjang tersebut namun suster tidak menghentikan niat untuk membawa Nana dan terus saja mendorong ranjang tersebut masuk ke ruang ICU.


"Papa mencintai mu sayang" ucap Ryhan yang masih saja tersenyum bahagia mendapatkan kebahagiaan terindah dalan hidup nya.


Ryhan melangkahkan kaki nya keluar dari ruangan tersebut dan saat di luar dia di sambut oleh banyak orang di luar, Ada Weny dan keluarga, Yura dan keluarga juga dan ayah, ibu dan kakak nya yang juga hadir.


Mata yang bakup dan hidung yang memerah sangat terlihat di wajah Ryhan menandakan lelaki itu baru saja menangis. Tidak ada yang berani meminta bayi yang baru datang ke dunia saat melihat raut wajah dari Ryhan. "R-Ryhan bagaimana keadaan Nana sayang?" tanya Andra yang sedikit ragu.


.


.


.


.


.