Dear D

Dear D
Episode 131



"Hah ini bukannya reaksi saat orang meminum obat perangsang?" guman Jony saat menyadari hal tersebut.


Hanya beberapa yang menatap ke arah Ryhan sedangkan yang lainnya makan makanan yang masih tersisa. "Ini panas sekali" ucap Ryhan dan membuka kancing baju atas nya.


"Eh" Nana menghentikan tangan suami nya yang hendak membuka baju itu dan hal tersebut membuat seluruh orang menatap nya.


Nana langsung menoleh ke depan dan langsung melebarkan senyum nya mencoba baik baik saja. "Apa yang ingin kau lakukan?" bisik Nana kepada istri nya.


"Tubuhku panas, AC nya tidak berfungsi kepada ku" jawab Ryhan dan kembali mencoba melepaskan baju nya.


Jony langsung berdiri dari duduk nya dan berjalan mendekat ke arah Nana dan juga Ryhan. Jony tersenyum menatap karyawan yang menatap nya dan setelah itu menundukkan sedikit tubuh nya. "Nona, Tuan Ryhan seperti membutuhkan anda, Anda bisa membawa nya pergi" bisik Jony.


Nana langsung menatap ke arah Jony, Wajah bingung sangat terlihat di wajah wanita itu saat mendengar ucapan Jony. "Tuan anda meminum minuman yang ada obat perangsang, Jadi anda hanya memerlukan nona saat ini" bisik Jony di telinga Ryhan.


"Hah?" Ryhan nampak bingung akan ucapan Jony itu.


"Semua nya seperti nya saya tidak bisa melanjutkan makan bersama kalian, Pak Ryhan nampak tidak enak badan jadi pak Jony akan menemani kalian semua" ucap Nana dengan menghilangkan pikiran kebingungan nya dan memilih membantu suami nya.


"Shit dia tau, Ayo" Ryhan langsung menarik tangan istri nya dan berlalu dari sana. Seluruh karyawan menatap kepergian kedua nya dengan tatapan bingung menatap keakraban kedua nya.


"Lanjutkan makan kalian, Pesanan kalian juga sudah sampai" ucap Jony yang mengalihkan perhatian seluruh karyawan.


"Masuklah" ucap Ryhan dengan nafas yang masih biasa dan membuakakn pintu mobil untuk istri nya. Nana tidak menjawab nya dan masuk ke dalam mobil dan setelah itu Ryhan menutup pintu mobil dan masuk ke bagian kemudi.


Ryhan langsung melajukan mobil dengan kecepatan tinggi menuju ke apartemen mereka tapi tidak bisa, Dia tidak hisa menahan keinginan nya dengan milik nya yang berdiri sejak tadi. Ryhan menghentikan mobil tepat di jalanan sepi hingga membuat Nana menatap ke arah nya.


"Apa yang terjadi dengan mu?" tanya Nana dan menyentuh dahi suami nya.


"Aku membutuhkan mu" ucap Ryhan.


"Hah?" Nana nampak bingung akan ucapan suami nya itu.


"Aku meminum minuman yang sudah di campuri obat perangsang dan saat ini yang bisa membantuku hanya kau" jawab Ryhan saat melihat istri nya yang nampak kebingungan.


"Aku mohon, Aku benar benar membutuhkan mu" rengek Ryhan.


"Jika aku tidak membawa mu pergi secepat mungkin, Mungkin aku sudah melakukan nya dengan wanita lain dan aku tidak menginginkan hal itu. Kau istri ku dan aku hanya milik mu, Aku mohon bantu aku, Aku benar benar membutuhkan mu saat ini, Aku tidak bisa menghilangkan reaksi obat ini sendiri" jelas Ryhan dengan menggenggam tangan istri nya.


"Baik, Tapi..."


"Terima kasih" potong Ryhan dan langsung ******* bibir istri nya dengan tangan yang tidak diam hingga dia melakukan hubungan suami istri di dalam mobil dengan tempat yang sepi tidak ada yang melihat kedua dan tidak ada yang bisa melihat.


"Pak Ryhan mau kemana tadi sama Nana?" tanya Ten yang nampak penasaran dan menatap ke arah Jony.


"Mereka memiliki urusan mendadak, Lanjutkan makan kalian" jawab Jony dan mempersilahkan semua nya kembali melanjutkan makan mereka.


"Ah" teriak pasangan suami istri itu yang sedang berada di dalam mobil dan mencapai puncak kenikmatan mereka. Nana nampak kelelahan tapi tidak dengan Ryhan yang masih sangat semangat.


Beberapa menit Ryhan membiarkan anak anak ny keluar akhir nya dia memilih kembali ke posisi semula. Dia memindahkan istri nya dari atas nya dan membenarkan baju dan juga rok yang di kenakan istri nya yang berantakan karna ulah nya dan setelah itu membereskan pakaian nya pula. Ryhan melepaskan jas yang di kenakan nya dan menyelimuti bagian paha istri nya.


Nana membuka mata nya akibat dia belum memang tertidur. Ryhan menatap istri nya yang menatap tajam ke arah nya. "Kenapa terbangun? Kau terganggu?" tanya Ryhan kepada istri nya yang menatap nya.


"Mbak makanan itu di bungkus saja" ucap Jony saat melihat makanan pesanan Nana datang.


"Baik tuan" jawab pelayan dan membawa kembali makanan ke belakang dan membungkus nya.


"Ah aku kenyang sekali" ucap karyawan dan menyandarkan tubuh nya merasa sangat kenyang setelah makan.


"Pak Ryhan dan Nana hanya sedikit menikmati makanan dan sudah pergi, Ada urusan apa memang nya mereka pak?" tanya karyawan lain kepada Jony.


"Iya, Mereka berdua memang nampak sangat dekat, Hati ku sedikit hancur saat melihat bos tampan dan baik idaman seluruh wanita dekat dengan wanita cantik seperti Nana, Aku jadi minder ingin mengajukan diri sebagai kekasih nya" jelas karyawan wanita.


"Em, Hatiku pun begitu, Nana juga cukup cantik" jawab karyawan lelaki pula.


"Hey ingat kau memiliki istri" ketus karyawan wanita itu.


"Jika tidak di campuri dengan candaan akan sangat membosankan di sini, Tapi untuk sekarang tidak berniat bergurau karna aku kekenyangan" balas karyawan lelaki itu dan melihat ponsel nya untuk melihat jam berapa sekarang.


"Ini sudah malam, Apa tidak ingin pulang?" tanya karyawan itu saat melihat jam yang sudah menunjuk pukul sepuluh malam.


"Iya ini sudah sangat larut" jawab karyawan lainnya.


"Kalian pulanglah terlebih dahulu, Aku akan membayar makanan ini" ucap Jony dan langsung berlalu dari sana menuju ke kasir.


Ten dan juga Fany nampak terdiam saat mendengar ucapan demi ucapan yang mengarah kepada Nana dan juga Ryhan. Yang di katakan seluruh karyawan ada benar nya kedua nya memang sangat terlihat dekat layak nya orang memiliki hubungan khusus. "Ah sudahlah nanti jika bertemu tanyakan saja kepada nya" guman Ten dan juga Fany bersamaan dan berdiri bersamaan pula.


"Aku memang belum tidur" jawab Nana dengan wajah sedikit kelelahan.


"Kenapa? Kau belum mengantuk?" tanya Ryhan dengan mengusap kepala istri nya.


"Mengantuk, Tapi aku lapar, Tadi kita belum sempat makan" jawab Nana dengan mengerucutkan bibir nya sedikit kesal akan suami nya yang membawa nya pergi di saat perut nya kelaparan tapi dia tidak marah akibat suami nya membutuhkan nya dari pada nanti suami nya mengambil wanita lain.


"Ah iya aku lupa jika kita belum makan" ucap Ryhan yang baru ingat akan hal tersebut.


"Setelah mendapatkan keinginan mu kau lupa dengan ku" ketus Nana dengan nada rendah dan membalikkan tubuh nya membelakangi suami nya.


.


.


.