Billionaire Bride

Billionaire Bride
CH-26 Tamu tak di undang di resepsi



Gedung itu disulap menjadi ruang resepsi yang indah. Dari memasuki area gedung, kanan kiri jalan yang akan dilewati tamu undangan sudah dihiasi warna warni bunga ucapan selamat dari berbagi kalangan, terutama rekan-rekan bisnisnya Damian.


Hanna terharu melihat namanya tertera di bunga-bunga itu, Damian dan Hanna. Hatinya seketika terbawa perasaan, ini bukan benar-benar pernikahannya, tapi dibuat begitu mewah. Apa drama ini sudah keterlaluan? Pernikahan membohongi semua orang?


Mobil berhenti tepat di depan gedung. Banyak orang yang menyambut mereka. Tidak ada yang Hanna kenal seorangpun, tampak orangtua palsu Hannapun sudah tiba. Mereka turun dari mobil langsung disambut tim pengiring pengantin.


Damian mengulurkan tangannya supaya Hanna menggandeng tangannya, merekapun memasuki gedung. Hanna tidak percaya, gedung itu ditata begitu indah. Selain banyak hiasan bunga, foto-foto merekapun menjadi banner di setiap sudut ruangan.


Damian dan Hanna berdiri dipanggung  pengantin yang indah itu, bersama ibu tiri Damian, Satria dan juga orangtua palsunya. Melihat semua ini membuat Hanna benar-benar terharu, matanya berkaca-kaca, seandainya, seandainya ini adalah pernikahan yang sesungguhnya tentu dia akan sangat bahagia.


Kepalanya menoleh pada suami palsunya. Menatap pria tampan yang ada disampingnya. Damian tampak begitu gagah dengan tuxedonya. Hidungnya sangat mancung terlihat dari samping, rahangnya yang kuat membuat dia terlihat sangat Manly. Dia pria yang sangat tampan dan juga kaya raya, tapi dia bukanlah suaminya. Ada sedih muncul dihatinya. Kenapa dia tidak bersanding dengan pengantin pria yang mencintainya saat berdiri disini diruang resepsi yang indah ini?


Pengunjung mulai banyak yang datang memberikan selamat pada mereka. Para juru foto begitu sibuk memfoto mereka dan memvideo. Damian selalu mencuri-curi pandang pada pengantin wanitanya yang sangat cantik hari ini. Ejeken jeleknya pada istri palsunya itu hilang seketika. Istrinya benar-benar sangat cantik dihari istimewa ini.


Damian menoleh pada Hanna yang juga menoleh padanya. Hanna langsung tersenyum. Deg! Jantung Damian seakan berhenti berdetak. Senyum di bibir merah pengantin wanitanya itu membuatnya menelan ludah. Kenapa bibir merah itu seperti buah stowberry yang ingin dimakannya? Lamunannya buyar saat ibu tirinya mencoleknya karena tamu menunggu bersalaman dengannya. Damian segera menolah kearah tamu dan bersalaman.


“Terimakasih,” ucapnya.


Hari semakin siang, lelah mulai menguasai sang pengantin. Tamu undangan masih saja banyak tak henti hentinya. Hanna sampai berfikir entah berapa banyak undangan yang diedarkan oleh ibu tirinya Damian itu, karena saking banyaknya yang datang.


Hingga tiba-tiba matanya tertuju pada seseorang yang baru datang masuk ke gedung resepsi, diantara para tamu-tamu undangan yang lain.


Sosok pria tampan gagah, berkulit putih, berperawakan tinggi seperti Damian, tampak hadir dengan seorang pria yang mungkin temannya. Pria yang sangat dikenalnya itu, kenapa sekarang Hanna melihat pria itu sekilas mirip Damian? Kenapa selalu mirip Damian? Melihat si Ojol Satria mirip Damian, masa melihat pria teman kecilnya itu juga sekarang jadi mirip Damian?


Ya..pria itu adalah Cristian. Pengantin pria yang dia tinggalkan dihari pernikahannya. Kenapa Cristian ada di gedung ini? Apakah dia berteman dengan Damian? Gawat! Wajah Hanna langsung pucat seketika.


Hanna semakin pucat, saat dilihatnya Cristian melihat foto-foto yang ada disetiap sudut gedung. Cristian tampak terkejut melihat foto itu. Kenapa foto itu mirip dengan Hanna? Tapi gadis dalam foto itu lebih cantik, dia seperti model professional di foto itu.


“Kau kenapa?” tanya temannya.


“Pengantin wanitanya mirip dengan seseorang,” jawab Cristian.


“Siapa?” tanya temannya lagi.


“Mirip pengantin wanitaku,Bobby,” jawab Cristian. Pria yang dipanggil Boby itu malah tertawa.


“Kau hanya merasa kehilangan saja. Jadi setiap melihat pengantin wanita pasti akan mirip pengantin wanitamu. Sudahlah lupakan dia, itu artinya dia tidak mencintaimu, makanya meninggalkanmu di hari pernikahan kalian,” kata Bobby.


“Kau benar, mungkin karena aku sangat kehilangan dia,” jawab Cristian. Kini matanya kearah wajah pengantin yang sedang bersalaman dengan tamu-tamu, tapi dia tidak melihat wajah itu karena terhalang tamu yang berbadan tinggi besar bersalaman dengan pasangan pengantin itu.


“Siapa pengantin ini? Kau tiba-tiba saja mengajakku kesini, baru juga aku berkunjung ke rumahmu sejak kita berpisah saat sudah lulus kuliah,” tanya Cristian pada Bobby.


“Namanya Damian, dia pengusaha muda yang sukses. Dia mewarisi perusahaan besar milik ayahnya yang sudah meninggal. Banyak perusahaan perusahaan satu grup dengannya, termasuk perusahaan tempatku bekerja,” jawab Bobby.


“Ya aku sempat mendengar namanya,” jawab Cristian, menganggukkan kepalanya.


“Siapa pengantin wanitanya?” tanya Cristian lagi.


“Aku tidak tahu pengantin wanitanya, yang aku dengar mereka sudah menikah di sebuah pulau. Baru sekarang resepsinya,” jawab Bobby. Cristian hanya mengangguk angguk saja. Dari awal masuk, karena banyaknya tamu yang hadir, Cristian tidak memperhatikan bunga bunga ucapan yang terpampang di sepanjang jalan kalau nama pengantin wanitanya Hanna, karena pengantinnya bukan yang dia kenal jadi dia tidak terlalu antusias, tugasnya hanya menemani Bobby ke resepsi.


Merekapun kembali mengantri bersalaman diantara tamu-tamu.


Mata Hanna sesekali melihat kearah Cristian yang semakin dekat akan bersalaman. Untung saja tamu tamu sangat rapat jadi dia terhalang oleh tamu-tamu itu. Cristian semakin dekat mengantri. Hanna berfikir untuk segera meninggalkan tempat itu jangan sampai Cristian mengenalinya. Karena Cristian semakin dekat, Hanna buru-buru menoleh pada Damian.


“Aku mau ke toilet dulu sebentar,” ucap Hanna pada Damian. Tanpa menunggu jawaban dari Damian, Hanna mengangkat gaun pengantinnya, tergesa-gesa meninggalkan tempat itu.


“Maaf,maaf, maaf,”ucapnya melewati orang orang yang sudah bersalaman dengannya tadi dengan terburu-buru.


“Kemana istrimu?” tanya Ny.Sofia.


“Ke toilet,” jawab Damian. Ny.Sofia tidak bicara apa-apa lagi, dia langsung bersalaman dengan tamunya. Satria tampak melihat kearah Hanna yang berlari diantara kerumunan tamu-tamu. Dia mengerutkan keningnya, itu bukan arah toilet.


Kini tiba giliran Cristian dan Bobby bersalaman dengan keluarga pengantin dan pengantin. Tapi sayang pengantin wanitanya tidak ada, tapi dia tidak mempermasalahkan karena dia tidak mengenal pasangan pengantin itu.


Hanna mencari-cari pintu belakang gedung itu. Setelah bertanya pada pramusaji makanan, barulah dia bisa keluar dari gedung itu. Dia terengah engah karena tadi setengah berlari untuk keluar dari dalam gedung.


Diapun berdiri bersandar ke tembok, mengatur nafasnya yang terengah engah. Keringat tampak keluar dari keningnya. Bukan capek lari tapi dia khwatair bertemu dengan Cristian. Bagaimana kalau Cristian mengenalinya? Apa yang terjadi nanti? Cristian akan memaksa kembali pulang pada orangtuanya. Orangtuanya pasti sangat marah, sudah membuat malu keluarga, tiba-tiba dia menikah dengan orang asing tanpa seijin orangtuanya. Apa yang akan terjadi nanti kalau setahun kemudian dia harus berpisah dari Damian dan pulang sebagai janda? Orangtuanya pasti marah besar kalau tahu semua ini bohongan. Aaaah kenapa semua jadi kacau begini? Hanna menggeleng gelengkan kepalanya.


Tiba-tiba ada suara pria yang membuyarkan lamunannya.


“Ini bukan toilet,” kata suara itu.


Hanna terkejut mendengarnya dan menoleh kearah suara. Satria sudah berdiri di dekatnya dan memantapnya. Melihat adik Damian itu semakin membuatnya terkejut dan gugup.


“Kau sedang apa?” tanya Satria, menatap Hanna penuh curiga.


“Aku mencari toilet dan malah kemari,” elak Hanna.


Satria masih menatapnya. Melipat kedua tangan di dadanya.


“Benar begitu?” selidiknya.


“Iya,” jawab Hanna.


“Bukan karena menghindar dari seseorang?” tebak Satria.


“Apa? Tidak, kau ini bicara apa? Disini tidak ada seorangpun yang aku kenal. Rumahku jauh di pulau sana,” jawab Hanna.


“Benar begitu?” tanya Satria, masih tidak percaya.


“Benar,” jawab Hanna, mengangguk pasti.


“Aku mau ke toilet,” seru Hanna, sambil mengangkat gaunnya, kembali masuk ke gedung itu.


Satria mengerutkan keningnya keheranan. Sepertinya ada yang Hanna sembunyikan. Akhirnya diapun kembali masuk ke gedung.


Hanna mencari cari toilet tapi tidak ada. Dimana ya toilet? Diapun  berputar menyusuri bagian belakang gedung itu, tampak banyak sekali barang barang disana, dus dus dan segala macam perlengkapan acara. Dilihatnya sebuah lorong yang lebih jauh.


“Sepertinya itu toiletnya,” ucapnya. Diapun melewati lorong itu menemukan sebuah pintu yang terbuka. Diapun masuk ke pintu itu dan ternyata itu hanya ruangan kosong , sepertinya bekas ruangan kantor yang sudah tidak terpakai. Hanya ada beberapa meja  dan kursi kayu yang terumpuk di sudut ruangan yang lumayan luas itu.  Di ruangan itupun ada jendela yang tidak terlalu besar, berteralis besi. Diapun menuju jendela itu. Ternyata jendela itu mengarah ke bagian belakang gedung, tampak ada beberapa mobil yang terparkir disebrang sana.


Dilihatnya lewat jendela itu, ada beberapa mobil yang keluar. Dia kembali menghela nafas panjang, teringat pada Cristian. Apakah Cristian sudah pulang? Sepertinya dia harus menunggu beberapa saat, fikirnya.


Lalu di ambilnya salah satu kursi kayu itu disimpan di dekat jendela, diapun duduk disana sambil melihat keluar. Dari celah celah jendela berhembus angin yang menyejukkan. Dia baru teringat  tadi malam setelah memeluk Damian, dia mengetahui kalau Damian membeli sebuah rumah di tepi pantai, semalaman dia memikirkan rumah itu untuk siapa? Benar-benar membuatnya penasaran, hingga membuatnya susah tidur memikirkan hal itu. Kembali angin bertiup lewat jendela, begitu sejuk. Lambat laun kantukpun menyerang, Hannapun tertidur di kursi itu, bersandar kepinggir jendela.


**********************


Lanjut besok ya…


Readers, akhirnya…dapat juga komen diatas 10 hehhe..sampai author muter otak nulis apaan ya biar banyak yang komen? Ternyata harus yang syur syur ya..hehhe..


Jangan lupa like, vote dan komen


Yang belum baca “My Scretary”season 2(Love Story in London), buruan baca! Penuh liku perjuangan dan pengorbanan cinta.