Billionaire Bride

Billionaire Bride
CH-133 Minta restu sang kakak



Saat sudah sampai rumah, Cristian mencari ibunya. Langkahnya terhenti saat menuju kamar ibunya, mendengar ada suara bercakap-cakap didalam, itu suara ibu dan ayahnya.


“Pak, apa tidak sebaiknya kita bicara saja yang sebenarnya pada Cristian? Dia harus tahu ayah kandungnya juga kakaknya,” terdengar suara ibunya dari dalam. Cristian semakin menajamkan pendengarannya.


“Aku tidak setuju. Lebih baik biarkan saja begini. Kalau dia tahu semuanya akan runyam. Pernikahan Cristian sebentar lagi, biarkan saja dia focus pada pernikahannya,” kata Pak Sony.


“Aku juga memikirkan Damian, aku tidak mau putra-putraku tersakiti,” ucap Bu Sony.


“Ya mau bagaimana lagi? Kalau Cristian tahu soal ini, fikirannya akan kacau, kalau dia merasa labil dan membatalkan pernikahan, kita akan malu dua kali Bu,” kata Pak Sony.


Bu Sonypun diam. Mereka terkejut saat sosok Cristian tiba-tiba muncul dipintu yang terbuka itu.


“Cristian!” panggil ibunya.


“Aku sudah tahu semuanya, tidak perlu ditutup-tutupi lagi,” kata Cristian, berdiri menatap kedua orangtuanya.


“Kau ini bicara apa?” tanya Bu Sony.


“Aku sudah tahu semuanya, aku tahu ayah bukan ayah kandungku, aku tahu kalau Damian adalah kakakku,” jawab Cristian.


Mendengar jawaban Cristian, Bu Sony langsung saja berkaca-kaca, Pak Sony tampak bingung.


“Sayang, ayah minta maaf tidak memberitahukan yang sebenarnya padamu,” kata Pak Sony.


Cristian tidak menjawab, dia hanya duduk di kursi yang ada di kamar itu, wajahnya terlihat sangat sedih. Ibunya yang tadi duduk dipingggir tempat tidur, menghampirinya, duduk disebelahnya, matanya terlihat semakin merah menahan tangis. Bu Sony dia bisa merasakan bagaimana hancurnya perasaan Cristian mengetahui kenyataan yang dihadapinya.


“Jadi aku bukan anak ayah?” tanya Cristian menatap ibunya. Pak Sony juga menghampirinya, duduk di sofa terpisah disebelahnya Cristian, dia juga terlihat sedih.


“Sayang meskpiun kau bukan anak kandung ayah, tapi ayah sangat menyayangimu,” kata Pak Sony.


Cristian menatap ayahnya yang selama ini dianggapnya ayah kandungnya, bahkan perusahaan yang dimilki Pak Sony sudah dipercayakan padanya meskipun dia bukan anak kandungnya.


“Terimakasih ayah sudah begitu baik padaku, aku minta maaf kalau selama ini aku mengecewakan ayah, termasuk membuat ayah malu dipernikahanku dengan Hanna,” kata Cristian.


“Tidak, sayang, jangan bicara begitu, ayah sudah menganggapmu seperti darah daging sendiri,” ucap Pak Sony.


“Apa yang harus aku lakukan sekarang?” tanya Cristian, menatap kedua orangtuanya, terutama ibunya.


“Apa yang harus aku lakukan dengan pernikahanku?” tanya Cristian.


“Sayang, kau tetap harus melanjutkan pernikahanmu, tidak ada masalah,” kata Pak Sony.


Cristian menoleh pada ibunya yang malah terisak.


“Damian pergi karena dia tahu aku adiknya kan?” tanya Cristian pada ibunya.


Ibunya mengangguk.


“Apa aku harus menemuinya?” tanya Cristian lagi. Bu Sony mengangguk kepalanya menatap Cristian.


“Walau bagiamanapun dia kakakmu, pengganti ayahmu, kau harus menemuinya,” jawab ibunya.


“Apa yang harus aku katakan padanya?” tanya Cristian.


Ditanya begitu ibunya diam.


“Apakah aku harus minta maaf karena akan menikah dengan Hanna?” tanya Cristian lagi, menatap ibunya dengan tatapan sedih.


“Aku tidak menyangka kalau rivalku adalah kakakku sendiri,” ucap Cristian.


Ibunya masih menatapnya.


“Temui kakakmu, minta restunya,” ucap ibunya dengan mata yang kembali berkaca-kaca.


Cristianpun diam, dia masih menimbang-nimbang apakah dia harus melakukannya? Apakah Damian akan merestuinya menikah dengan Hanna?


“Apakah Damian akan merestui pernikahanku dengan Hanna?” tanya Cristian pada ibunya.


“Dengan kepergiannya itu artinya dia merestuimu, tapi akan lebih baik kalau kau minta restunya karena dia kakakmu,” jawab ibunya.


“Baiklah, aku akan menemuinya,” jawab Cristian, ibunya mengangguk sambil mengusap rambut putranya itu.


Di dalam kamarnya, Cristian menelpon Satria, menanyakan keberadaannya Damian, dia akan menyusulnya jika sedang berada diluar negeri. Tapi jawaban Satria diluar dugaan, Damian tidak diketahui keberadaannya. Handphone-nya juga tidak bisa dihubungi.


Cristian melihat kalender yang ada di dinding, beberapa hari lagi pernikahannya. Apakah menemui Damian itu sesuatu yang baik? Bagaimana kalau Damian tiba-tiba datang dan malah membuat kacau pernikahannya? Apalagi kalau sampai membawa kabur Hanna. Apakah Damian akan melakukan itu? Tapi kalau mengingat dia adalah kakak tertua sebagai pengganti ayahnya, dia berkewajiban untuk bicara dan meminta restu pada kakaknya itu.


************


Hari ini tidak ada yang Damian lakukan, dia hanya duduk dikursi pinggir kolam renang itu. Diliriknya handphone-nya yang ada di sebelahnya itu. Sebenarnya dia ingin menelpon Hanna, video call dengannya, ingin tahu kabarnya, tapi mau bagaimana lagi? Dia tidak mungkin merusak pernikahannya Cristian dengan Hanna.


Sendiri disini, menyepi, tetap saja tidak bisa membuatnya melupakan Hanna.


Tiba-tiba didengarnya suara langkah mendekatinya. Dia heran, dia tidak sedang menunggu tamu siapapun. Saat dia menoleh melihat kerah suara, dia terkejut. Pria rivalnya itu sudah berdirii di dekatnya. Tatapan mereka bertemu tapi tidak ada yang bicara. Damian kembali menatap kearah pantai, begitu juga dengan sosok pria itu, Cristian.


Cristian berjalan menjauhi kolam itu, lebih dekat kearah pemandangan pantai memunggungi Damian.


“Kau tahu dar imana aku ada disini?” tanya Damian, menatap punggung adiknya itu.


“Dimana lagi kau akan tinggal? Mungkin orang lain tidak akan tahu kau berada dimana, karena kau sering bepergian keluar kota juga berbagai negara,” jawab Cristian.


Damian menyimpan gelas minum yang dipegangnya tadi ke atas meja, diapun berdiri, berjalan mendekati Cristian, berdiri disamping Cristian, tapi matanya sama seperti Cristian melihat kearah pantai.


“Apa Hanna memberitahumu?” tanya Damian, tanpa menoleh.


“Tidak, dia bahkan tidak tahu aku sudah tahu semuanya,” jawab Cristian, sambil menoleh kearah Damian yang juga sekarang menatapnya.


Dua pria yang berperawakan hampir sama itu saling pandang. Kalau mengingat masalah mereka yang memperebutkan searang gadis, rasanya hati mereka sama- sama terbakar api, tapi mengingat mereka adalah kakak beradik, rasa itu diredamnya sedalam-dalamnya.


“Aku mengenal Hanna sangat baik, jadi aku tahu kau akan tinggal disini, karena rumah seperti ini adalah rumah impiannya Hanna,” kata Cristian.


Damian tidak menjawab, dia memalingkan wajahnya kembali menoleh ke arah pantai. Hatinya cemburu Cristian seperti mengingatkannya kalau Cristian dekat dengan Hanna.


“Ada apa kau kesini?” tanya Damian, tanpa menoleh.


“Sebenarnya aku masih kesal padamu, tapi karena ternyata kau kakakku, jadi mau tidak mau aku harus meminta restu padamu untuk pernikahanku dengan Hanna,” jawab Cristian.


Mendengar perkataannya Cristian, rasa cemburu itu semakin menjalar dihatinya. Hatinya tidak rela gadis yang dicintainya akan menikah dengan pria lain, tapi apalagi yang akan dilakukannya? Bertengkar dengan Cristian? Ibunya pasti sedih melihat adik kakak yang bermusuhan.


“Aku merestuimu, pergilah!” ucap Damian, sama sekali tidak menoleh pada Cristian. Dia ingin Cristian pergi secepatnya dari pandangannya dari pada lama-lama ada disana takutnya dia malah kembali merasa cemburu dan berubah fikiran.


“Kau serius merestui pernikahanku dengan Hanna?” tanya Cristian.


“Ya. Semoga kalian bahagia,” jawab Damian malah tanpa menoleh, mulutnya bicara begitu tapi hatinya memberontak. Hatinya masih tidak sanggup untuk kehilangan Hanna.


“Aku sangat mencintainya,” kata Cristian.


Damian tidak menjawab, hatinya yang menjawab, aku juga mencintainya, sangat mencintainya, bukan kau saja.


“Apa kau sanggup datang dihari pernikahanku?” tanya Cristian.


“Aku sibuk,” jawab Damian. Dia sama sekali tidak ingin malihat Hanna bersanding dengan pria lain.


“Aku akan menikah kalau kau datang dihari pernikahanku,” ucap Cristian.


Damian menoleh pada Cristian, dia kesal dengan perkataannya Cristian


“Apa maksudmu? Kau memaksaku melihat gadis yang aku cintai bersanding dengan pria lain, begitu?” bentak Damian penuh amarah, membuat Cristian membalikkan badannya juga berhadapan dengannya. Damian mentapnya dengan garang.


“Kau fikir aku sanggup melakukannya? Kau fikir aku tidak berat meninggalkannya? Kalau kau bukan adikku, aku sudah merebutnya darimu, karena aku tahu Hanna juga mencintaiku!” teriak Damian, lepas control.


Cristian masih menatap kakaknya yang sedang marah itu. Melihat Cristian menatapnya, Damian barulah sadar kalau dia marah-marah, seharusnya dia bisa lebih bersabar.


“Pergilah! Aku tidak mau melihatmu lagi!” bentak Damian.


Crsitian menatap kakaknya itu, dia juga sedih melihat reaksi Damian seperti itu, dia juga bisa tahu memilih untuk meninggalan Hanna pastilah sangat sulit buat Damian.


Dengan tinggalnya Damian di rumah yang ada di Bali ini saja sudah menunjukkan kalau Damian tidak bisa melupakan Hanna, karena rumah ini adalah rumah gambaran rumah impian Hanna.


“Dia selalu menangis, setiap melihatnya wajahnya pucat, tidak ada lagi senyum dibibirnya. Setiap kali melihatnya matanya selalu sembab, bahkan dia sudah jarang bicara,” ucap Cristian.


Mendengarnya membuat Damian terdiam, apa maksud Cristin bicara begitu? Apa maksud Cristian membicarakan Hanna?


Damian merasa sedih medengarnya. Kekasih hatinya, belahan jiwanya, apakah Hanna menderita karena dia meninggalkannya?


“Aku tidak sanggup melihat dia seperti itu. Aku tidak bisa membuatnya bahagia, dia tidak bahagia bersamaku,” ucap Cristian, tanpa bicara apa-apa lagi, kakinya beranjak meninggalkan Damian yang masih terdiam.


Apa maksud Cristian mengatakan itu? Cristian tidak bisa membahagiakan Hanna? Maksudnya apa? Damian pun membalikkan badannya akan bicara dengan Cristian tapi ternyata pria itu sudah menghilang dari pandangannya.


Damian kembali duduk di kursi itu dengan lesu, memikirkan perkataannya Cristian itu. Dalam benaknya muncul Hanna yang menangis saat dia meninggalkan rumahnya  pergi bersama ibunya. Dia tidak bicara dengan Hanna karena dia tidak sanggup melihat gadis itu menangisinya, dia tidak sanggup.


Jadi, apa maksud Cristian memberitahunya kalau Hanna masih terus menangisinya?


*************


Readers, aku baru bikin ig, follow ig ku yuk?


Sepertinya hanya aku author yang tidak punya ig, maklum emak-emak, haha…


Pengikutnya baru beberapa orang saja itu juga yang follow pembaca hehe..


Yuk yang mau follow, ig @rr_maesa


Jangan lupa vote yang banyak.


Target akhir bulan tamat ya, aku tambahi extra lebaynya diakhir akhir.


Maunya mulai bulan ramadhan aku hiatus.


Novel barunya CEO dan SHE aku share di IG kalau mau rilis setelah hiatus.


********