Billionaire Bride

Billionaire Bride
CH-124 Isi paket



Bu Sony menghampiri suaminya yang sedang duduk di kursi dipinggir kolam renang yang berada diatap rumahnya.


“Pak, Cristian mana?” tanya Bu Sony.


“Mungkin di kamarnya,” jawab Pak Sony yang membaca tabloid ditangannya.


Bu Sony duduk dikursi sebelah suaminya.


“Pak, ada yang ingin aku bicarakan,” kata Bu Sony.


“Bicara saja,” kata Pak Sony tanpa menoleh.


Bu Sony terdiam beberapa saat, menimbang-nimbang lagi apakah dia bisa mengungkapkan keinginannya?


“Ini tentang Cristian,” kata ibunya Cristian juga Damian itu.


“Kenapa dengan dia?” tanya Pak Sony, masih sambil membaca.


“Aku ingin memberitahunya soal ayah kandungnya,” jawab Bu Sony, membuat Pak Sony terkejut dan menatap istrinya.


“Buat apa membahas itu?” tanya Pak Sony.


“Aku sudah bertemu dengan putraku,” jawab Bu Sony.


“Kau sudah bertemu dengannya?” tanya Pak Sony, semakin terkejut lagi.


“Iya,” jawab Bu Sony.


“Itu bagus, tapi tidak ada kaitannya dengan Cristian,” kata Pak Sony.


“Ada. Aku ingin mempertemukan Cristian dengan kakaknya,” jawab Bu Sony.


Pak Sony kembali membaca tabloidnya.


“Tidak bisakah tidak perlu membahas itu? Aku turut senang kau sudah bertemu dengan anakmu tapi apa perlu Cristian tahu ayah kandungnya juga?” ucap Pak Sony.


Bu Sonypun diam. Dia tahu suaminya sudah mengagap Cristian anak kandungnya karena mengurusnya sedari bayi tapi masalahnya dia juga ingin Cristian tahu kalau dia punya kakak kandung seayah dan seibu.


Pak Sony tidak bicara lagi, dia tidak mau Cristan tahu kalau dia bukan ayah kandungnya. Dia sudah sangat bahagia dan bangga memiliki Cristian. Bagaimana kalau Cristian tahu dia bukan ayah kandungnya, itu membuatnya sedih saja karena dia tidak mempunyai keturunan.


“Pak!” panggil Bu Sony. Pak Sony diam saja.


“Aku yakin Cristian akan mengerti dan tetap menyayangimu,” ucap Bu Sony.


“Kau kan bisa bilang pada kakaknya Cristian kalian seibu saja,” kata Pak Sony.


“Tapi kakaknya sudah tahu kalau aku berpisah dengan ayahnya saat aku hamil,” ucap Bu Sony.


Pak Sony menutup tabloidnya, lalu menatap istrinya.


“Aku keberatan kau mengatakan soal ayah kandungnya Cristian. Kita sudah terbiasa dengan kenyataan kalau Cristian adalah putraku, aku tidak mau ada yang berubah,” kata Pak Sony, lalu bangun dari duduknya dan meninggalkan Bu Sony.


Mendengar perkataan Pak Sony, membuat Bu Sony terdiam, dia merasa bingung, dia ingin mempertemukan Cristian dengan Damian sebagai kakak beradik yang seibu dan seayah, supaya tidak ada yang ditutup-tutupi lagi. Tapi dia juga mengerti keberatan suaminya, ini akan sulit bagi suaminya karena mengungkit kenyataan kalau suaminya tidak bisa memiliki keturunan, dia pasti takut Cristian bersikap canggung padanya kalau tahu dia bukan ayah kandungnya.


Setelah kepergian suaminya, Bu Sony menuju kamarnya Cristian yang ternyata terbuka sedikit pintunya.


“Sayang, kau didalam?” tanyanya.


“Iya Bu,” jawab Cristian, putranya itu sedang berbaring.


Cristian memikirkan kejadian di butik tadi, dia kesal Damian mendekati Hanna lagi.  Kalau Damian tidak mau kehilangan Hanna, apalagi dia? Dari kecil dia selalu menemani dan menjaga Hanna, dia lebih tidak rela kehilangan Hanna. Meskipun sekarang Hanna menyukai Damian, itu hanya masalah waktu, mungkin Hanna menyukai Damian karena dia tidak punya siapa-siapa di kota jadi Hanna bergantung pada Damian. Seiring waktu, Hanna akan kembali menyukainya, bergantung padanya seperti dulu.


 Bu Sony masuk ke kamarnya Cristian. Putranya itu langsung bangun saat ibunya masuk ke kamarnya.


Bu Sony duduk dipinggir tempat tidur, menatap Cristian.


“Kau sudah mencoba baju pengantin bersama Hanna?” tanya ibunya.


“Iya Bu, aku tidak sabar hari H itu tiba, semoga Hanna tidak kabur lagi, aku tidak mau kehilangan dia lagi,” ucap Cristian.


“Apa kau sudah menyelesaikan masalahmu dengan Hanna yang mengakibatkan Hanna kabur dihari pernikahan kalian?” tanya Bu Sony.


Cristian terdiam dan mengingat-ingat waktu itu Hanna hanya bilang alasan yang tidak masuk akal yaitu perasaan Hanna kepada dirinya hanya sebatas adik pada kakaknya.


“Iya, Hanna terkadang labil saja dengan perasaannya,” jawab Cristian.


“Mungkin dia takut dengan pernikahan, banyak pengantin yang seperti itu. Kau harus lebih baik pada Hanna supaya Hanna lebih nyaman padamu, dan pernikahan kalian berjalan dengan lancar,” kata Bu Sony.


“Iya Bu,” jawab Cristian.


Bu Sony menatap Cristian, dia bingung apakah ini waktu yang tepat dia memberitahukan soal Damian? Tapi suaminya tidak mau Cristian tahu kalau dia bukan ayah kandungnya. Bu Sony inginnya semua masalah beres, sangat aneh kalau mengatakan pada Cristian kalau dia punya kakak seibu padahal sebenarnya satu ayah dan ibu.


“Tidak, tidak apa-apa, kau istirahat saja,” ucap Bu Sony, dia urung mengatakan yang sebenarnya. Dia akan bicara lagi dengan suaminya membujuknya supaya mengijinkannya mengatakan yang sebenarnya pada Cristian. Atau mungkin dia mengatakannya nanti saja kalau Cristian sudah menikah? Yang penting Damian sudah ditemukan.


Karena tidak ada lagi yang akan dibicarakan, Bu Sony memilih keluar dari kamarnya Cristian.


**************


Sore harinya Bu Astrid pulang ke rumah dengan rasa gelisah yang amat sangat. Dia bingung apa yang harus dikatakannya pada Hanna, perihal Damian dan Cristian itu adik kakak.


Dilihatnya kamar Hanna tertutup. Mungkin Hanna sedang beristirahat, dia tidak ingin mengganggunya, fikir Bu Astrid. Diapun pergi ke kamarnya.


Di dalam kamar, Hanna penasaran membuka paket yang dikirm Damian. Dia fikir kotak paket itu tidak ada isinya, jadi hanya disimpan saja di kamarnya.


Diangkatnya kotak itu lalu di goyang goyangkan, ditebak-tebak isinya apa. Hannapun membuka kotak itu, tapi sebelumnya dia mengunci pintu kamar juga jendelanya. Apalagi hari memang sudah gelap.


Saat dibuka, ada bungkusan lagi di dalamnya, membuatnya semakin penasaran saja, memangnya Damian mengirim apa?


Dibukalah bungkusan itu, ternyata isinya baju tidur Tom dan Jerry. Baju tidur couple-annya dengan Damian yang selalu dibawanya.


Hanna mengeluarkan baju itu sambil tersenyum, senyum yang dipaksaka karena kemudian matanya berkaca-kaca. Melihat baju tidur itu membuatnya semakin merindukan Damian.


Hanna melihat isi kotak itu lagi, dia terkejut ternyata isi kotak itu ada hp miliknya. Diapun buru-buru mengambil hp itu, lalu dinyalakan, dia sangat senang itu artinya dia bisa menghubungi Damian. Hanna langsung mendial nomornya Damian, melakukan video call.


Damian yang sedang berada dikamarnya mendengar handphone-nya berdering. Dengan malas dia mengambil handphone-nya, dia terkejut saat mengetahui nomor Hanna yang menghubunginya. Diapun tersenyum senang. Cepat-cepat di angkatnya vc dari Hanna itu.


Kini dilayar handphone-nya ada gambar Hanna yang sedang berada dikamarnya.


Senyum langsung mengembang dibibirnya.


“Sayang!” panggil Damian. Dia sangat rindu pada wanita itu.


Hanna tersenyum menatap Damian.


“Kenapa kau tidak bilang kalau kau mengirim paket handphone?” tanya Hanna. Dia juga senang bisa melihat wajahnya Damian.


“Kau saja yang oon, masa aku mengirim paket ga ada isinya,” keluh Damian.


Hanna langsung tertawa.


“Kau mengatai aku bodoh lagi,” protes Hanna.


“Ya kata apa lagi yang cocok? Dimana-mana orang tahu kalau mengirim paket itu ada barangnya, masa dus doang?” keluh Damian lagi, membuat Hanna kembali tertawa.


“Kau sudah lihat isinya lagi?” tanya Damian.


“Baju tidur Tom & Jerry?” tanya Hanna. Damian mengangguk.


“Kau mau aku memakainya?” tanya Hanna.


Damian mengangguk.


“Kau juga pakai ya,” ucap Hanna.


“Baiklah,” kata Damian, sambil membawa hpnya ke kamar mandi lalu menyalakan air dikamar mandi.


Hanna keheranan kenapa dilayar jadinya gambar keramik keramik kamar mandi? Terus beralih ke kran air yang mengalir.


“Damian!Damian!” panggil Hanna.


“Ya!” jawab Damian ,kini wajahnya muncul dilayar.


“Apa yang kau lakukan? Kenapa kau membawa handphone-nya ke kamar mandi?’ tanya Hanna.


“Kau kan ingin aku memakai baju Tom & Jerry? Aku akan memakainya setelah mandi, aku belum mandi,” jawab Damian.


“Apa maksudmu? Kau akan mandi sambil video call denganku?” tanya Hanna, terkejut.


“Iya, aku mau mandi sambil mengobrol denganmu! Tunggu sebentar!” ucap Damian.


“Tidak! Tidak! Masa video call saat kau mandi? Nanti aku melihat sesuatu yang aneh,” keluh Hanna.


Tapi tidak ada jawaban dari Damian, gambar di layar hp itu berubah-ubah, ke keramik terus ke langit langit, dia juga melihat baju baju yang jatuh, membuat Hanna terkejut, karena tiba-tiba dia melihat dada Damian yang telanjang. Diapun menutup matanya lalu mengintip, ternyata layar berubah lagi, sepertinya Damian sedang mencari-cari lokasi menyimpan hpnya yang pas supaya tidak terkena air.


Akhirnya Damian menemukan tempat yang pas untuk menyimpan hpnya, dia bersiap-siap mandi sambil mengobrol dengan Hanna. Tapi saat melihat hpnya, sudah diputuskan oleh Hanna. Damianpun keheranan, kenapa Hanna memutuskan video callnya? Padahal dia tidak mengshoot tubuh telanjangnya, membuatnya bingung saja. Memangnya apa yang Hanna lihat? Fikir Damian.


Damian pun membalikkan badannya dan dia terkejut bukan main saat menatap cermin besar yang tadi ada dibelakangnya. Diapun menepuk jidatnya, pantasan Hanna kabur pasti dia melihat bayangannya tidak berpakaian di cermin yang ada dikamar mandi itu.


*************