Billionaire Bride

Billionaire Bride
CH-132 Kenyataan buat Cristian



Mobil Cristian memasuki gerbang rukan Damian. Dia menghentikan mobilnya di pos satpam. Dibukanya kaca jendela mobilnya, Satpam langsung menghampiri.


“Ibu yang tadi sudah bertamu ke siapa?” tanya Cristian.


“Ibu yang tadi? Mencari Pak Damian tapi Pak Damian tidak ada, jadi bicara dengan Pak Satria,” jawab Pak Satpam.


Cristian terdiam, ada apa ibunya menemui Damian?


“Baiklah, terimakasih,” ucap Cristian sambil menjalankan mobilnya masuk kehalaman rukan itu.


Setelah mematikan mobilnya, Cristian tidak langsung turun, dia masih heran kenapa ibunya mencari Damian? Katanya mau bertemu temannya dan membawa bekal makanan, tapi ternyata mencari Damian? Sangat aneh, batinnya.


Beberapa menit kemudian Cristian keluar dari mobilnya, menuju kantornya Satria.  Di depan pintu bertemu dengan Pak Indra yang langsung membawanya masuk ke ruangannya Satria.


“Masuklah, silahkan duduk,” kata Satria.


Cristian tampak menghentikan langkahnya melihat ada kantong yang diyakininya berisi rantang makanan yang dibawa ibunya itu ada di meja Satria. Dia menatap kantong itu yang diyakininya yang ada di ruang makannya tadi pagi.


“Bingkisan apa itu?” tanya Cristian, pura-pura tidak tahu.


“Oh ini dari klien,” jawab Satria berbohong. Dia ingin mengatakan dari Bu Sony tapi kalau Cristian bertanya-tanya nanti berkepanjangan.


“Kenapa tidak kau katakana saja itu dari ibuku?” tanya Cristian, sambil duduk dikursi disebrang Satria yang duduk dikursi kerjanya, kursi yang biasa diduduki Damian.


Satria terdiam mendengarnya.


“Kenapa ibuku datang kesini mencari Damian, sebenarnaya ada apa?” tanya Cristian.


Satria tidak menjawab.


Cristian menatap Satria yang juga menatapnya.


“Katakan padaku, ada apa ibuku mencari Damian? Apalagi ibuku membawakan makanan itu?” tanya Cristian.


“Kau salah faham ini…” Satria masih berusaha berdalih karena tadi Bu Sony bilang dia yang akan bicara dengan Cristian dan Pak Sony. Dia merasa salah jika harus mendahului memberitahukan soal Damian lebih dulu.


Cristian langsug bangun dan mengambil kantong itu lalu mengeluarkan isinya yang berisi rantang rantang susun.


“Ini rantang yang ibuku siapkan dirumah,” ucap Cristian, lau membuka tutup rantang itu.


“Dan ini juga yang ibu masak di rumah. Untuk apa ibuku membawakan ini semua padamu? Ini tadinya buat Damian kan? Tapi Damian tidak ada. Katakan apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Cristian, kembali menutup rantang itu dan menatap Satria.


Satria masih diam, dia masih menimbang-nimbang apa yang harus dikatakannya.


“Dari kemarin ibuku bersikap aneh, dia sangat murung, aku mengira ibuku sakit. Kemarin ibuku membawa makanan seperti ini juga katanya untuk arisan, sekarang membawakan ini juga tapi katanya buat temannya, tapi kenapa sekarang malah ada disini?” Cristian kembali duduk dan menatap Satria.


“Bisakah kau mengatakan jujur padaku? Tidak biasanya ibuku mencurigakan seperti ini, biasanya ibu selalu terbuka padaku,” kata Cristian.


Satria menghela nafas panjang sebentar, pria didepannya itu sama sekali tidak berkedip menatapnya.


“Baiklah, aku harus mengatakannya,” kata Satria. Cristian tidak menjawab, dia menanti jawaban dari Satria.


“Apa kau tahu kalau ibumu mempunyai anak yang lain?” tanya Satria.


“Apa maksudmu? Aku anak tunggal,” jawab Cristian, terkejut, hatinya langsung saja menjadi gelisah mendengar perkataannya Satria itu.


“Ibumu pernah menikah sebelum menikah dengan Pak Sony.” lanjut Satria.


Keringat dingin mulai menyerang Cristian, dia langsung saja menebak kalau anak yang lain itu adalah Damian.


“Jangan katakan kalau anak yang lain itu adalah Damian. Maksudmu Damian anak ibuku dari pernikahan sebelumnya?” tanya Cristian, wajahnya langsung pucat menatap Satria.


“Iya kau benar. Ibumu menikah dengan ayah kami, tapi ayah sudah lama meninggal. Kakakku Damian, adalah putra ibumu yang terpisah saat kakakku masih kecil. Damian adalah kakakmu seibu dan seayah. Saat Ibumu berpisah dengan ayahmu ibumu sedang mengandungmu,” ucap Satria.


Cristian menunduk dengan lesu.


“Apa maksudmu ini? Aku juga bukan anak ayahku?” tanya Cristian kini menatap Satria, wajah pucat itu kini berubah menjadi merah.


“Iya, sebenarnya ibumu ingin mengatakan hal itu cuma sepertinya ibumu bingung untuk mengatakannya,” jawab Satria.


“Ini alasannya Damian tiba-tiba keluar negeri?” tanya Cristian.


“Iya,” jawab Satria.


“Kakakku pergi karena dia tidak mau ribut denganmu, dia mengalah tidak mau merebut kakak ipar darimu. Karena kau adiknya seayah dan seibu, jadi kau juga kakakku berbeda ibu,” ucap Satria.


Tidak ada lagi kata yang bisa diucapkan Cristian, mulutnya terasa tersekat dia tidak bisa berkata-kata. Kenyataan ini sungguh diluar dugaannya.


Selama ini dia hanya tahu kalau Pak Sony itu ayahnya, dan dia tidak menyangka kalau Damian juga kakaknya, pria yang menjadi rivalnya mempertahankan Hanna ternyata kakak kandungnya.


Matanya mulai berkaca-kaca, rasa sedih menyelimuti hatinya. Inilah jawaban sebenarnya yang akhirnya dia tahu. dengan sikap Ibunya yang murung, Hanna yang murung, semua karena statusnya yang adik kakak dengan Damian.


“Kapan ibuku tahu lalau Dmaian putranya?”tanya Cristian.


“Beberapa hari ini,” jawab Satria.


“Ibu juga tahu soal Hanna?” tanya Cristian.


“Iya. Kakakku mengajak ibumu kemarin ke rumahnya Pak Louis, dia baru tahu kalau kalian adik kakak dirumahnya Hanna, saat kakakku akan melamar Hanna,” jawab Satria, mengangguk.


Cristian menghela nafas lagi, dia berusaha menenangkan dirinya. Dia baru tahu kalau Damian mengajak ibunya melamar Hanna.


“Tapi sekarang kakakku pergi meninggalkan kakak ipar, dia mengalah demi hubungan kalian, dia tidak mau menyakitimu,” lanjut Satria.


Cristian masih terdiam, dengan siku yang menupang diatas meja jemarinya meremas-remas rambutnya.


Satria hanya memperhatikannya, dia juga merasa sedih dengan yang dialami Cristian, ini juga pasti sangat berat buat Cristian.


“Kakakku sangat mencintai kakak ipar,” ucap Satria.


Cristian masih diam.


“Kakakku sudah terbiasa hidup bersamanya sebagai suami istri meskipun mereka belum menikah, dia meninggalkan kakak ipar demimu, apakah itu adil buatnya? Dia pergi padahal dia sangat mencintai kakak ipar, dia juga pergi meninggalkan ibunya padahal dia baru bertemu beberapa hari dengan ibumu,” lanjut Satria.


“Aku juga sangat mencintai Hanna, aku selalu bersamanya bertahun-tahun lamanya. Aku menyukainya sedari kecil, aku selalu menjaganya, aku selalu ada buatnya. Saat dia pergi dari hari pernikahan kami, hatiku sangat hancur,” kata Cristian.


“Aku mengerti perasaanmu, tapi sekarang kenyataannya Kakak ipar mencintai kakakku,” kata Satria lagi.


“Apa maksudmu aku harus melepaskan Hanna untuk Damian?” tanya Cristian, kini menatap Satria.


“Aku tidak tahu ini baik atau tidak, hanya saja, apa kau tega melihat kakak ipar tersiksa? Kau juga tidak akan bahagia dengan pernikahanmu kalau kakak ipar tidak mencintaimu,” kata Satria lagi.


Cristian tidak menjawab lagi. Kalau Damian merasa berat dengan semua ini, dia juga, karena dia juga sangat mencintai Hanna. Apakah dia harus melepas Hanna untuk Damian?


“Pernikahanku tinggal beberapa hari lagi, semua keluarga dan rekan bisnis yang dekat sudah tahu aku akan melanjutkan pernikahanku. Apakah aku harus gagal dengan pernikahanku untuk yang kedua kalinya dan dengan wanita yang sama?” tanya Cristian, kini menatap Satria.


Ditanya begitu Satriapun diam, dia juga bingung jadinya. Apalagi sekarang dia tahu kalau Cristian juga berarti  kakaknya yang seayah.


“Kalau ini sulit buat Damian, begitu juga dengan aku. Wanita yang selalu bersamaku tiba-tiba menjadi istri orang lain, hatiku sangat hancur. Aku terlanjur mencintainya, sangat mencintainya,” lajut Cristian.


Satria masih tidak berkata apa-apa, dia juga memahami perasaannya Cristian, apalagi sekarang Cristian akan menikah dengan Hanna beberapa hari lagi.


“Tidak ada hal lain yang kau sembunyikan lagi?” tanya Cristian.


“Tidak ada,” jawab Satria.


“Kalau begitu aku pulang, soal meeting hari ini, aku akan mengutus asistenku saja untuk menghadirinya,” kata Cristian. Satria hanya mengangguk.


Tanpa bicara banyak lagi, Cristian keluar meninggalkan kantornya Damian dengan hati yang sedih. Sangat jauh dari bayangannya kalau dia akan mengalami kenyataan seperti ini.


Ayahnya ternyata bukan ayah kandungnya, Rivalnya ternyata adalah kakak kandungnya. Apa dia harus bersitegang dengan Damian untuk mempertahankan Hanna? Apakah dia akan tetap menikah dengan Hanna atau melepasnya merelakannya bersama Damian seperti yang Damian lakukan sekarang?


Tidak berapa lama mobilnya melaju meninggalkan rukan itu, dengan hati yang tidak karuan yang dirasanya. Dia juga merasa berat dengan kenyataan ini.


Mobilnya Cristian melaju cepat menuju rumahnya. Dia tahu ibunya pasti sudah pulang, dia ingin menanyakan kepastian yang didengarnya ini. Dia ingin tahu apakah yang dikatakan Satria itu benar kalau Damian adalah kakak kandungnya dan ayahnya bukanlah ayah kandungnya?


Terus bagaimana kelanjutan hubungannya dengan Hanna? Kalau benar ayah kandungnya sudah meninggal, berarti Damian adalah pengganti ayahnya. Apakah dia harus mengundang Damian untuk hadir dipernikahannya?


**************


Jangan lupa like dan vote ya


Maaf ya aku up suka mepet mepet ke malam, soalnya nulisnya selang seling dengan pekerjaan, kalau malam udah agak santai atau nunggu anak-anak tidur baru nulis. Yang penting bisa up tiap hari ya.


************