Billionaire Bride

Billionaire Bride
CH-135 Hanna kabur lagi?



Malam harinya Hanna gelisah merenung didalam kamarnya. Perasaan gelisah seperti ini mengingatkannya lagi pada malam yang dulu sebelum akan menikah dengan Cristian. Mungkin karena besok adalah malam pernikahannya dengan Damian, dia merasa gugup, dia hanya bolak balik saja di dalam kamarnya.


Setelah pulang dari pantai itu, orangtuanya memberi kabar kalau Bu Sony dan Pak Sony sudah datang ke rumah untuk menyampaikan kalau yang akan menikahinya besok bukan Cristian tapi Damian, seijin dari Cristian yang mengiklaskan kakaknya untuk menikahi Hanna.


Langkahnya terhenti saat terdengar suara pintu kamarnya diketuk beberapa kali.


“Ya sebentar!” Jawab Hnana, lalu bergegas membuka pintunya. Ibunya sudah berdiri disana.


“Ada Cristian,” ucap ibunya.


“Cristian?” tanya Hanna, dia merasa heran saja, malam-malam begini Cristian datang. Dia jadi ingat Sherli yang waktu itu malam-malam datang sambil menangis. Apakah sekarang juga Cristian datang sambil menangis?


“Ada apa Cristian kemari? Bukankah aku menikah besok dengan Damian? Benar kan Bu?” tanya Hanna, dia jadi khawatir jangan-jangan yang menikahinya besok adalah Cristian.


“Tentu saja dengan Damian. Masa keluarga laki-laki begitu saja menggonta ganti calon pengantinnya?” jawab ibunya.


Hannapun tidak bicara lagi, lalu dia menemui Cristian di ruang tamu.


Dilihatnya pria yang berperawakan mirip Damian itu sudah duduk menunggunya. Begitu melihatnya pria itu tersenyum padanya.


“Ada apa kau menemuiku malam-malam begini?” tanya Hanna.


“Aku hanya ingin bicara sebentar saja,” jawab Cristian. Hanna duduk di sebrangnya Cristian.


“Bicaralah,” ucap Hanna.


Crsitian tampak berfikir sebentar lalu menatap Hanna.


“Aku hanya ingin mengatakan kalau aku senang kau terlihat bahagia sekarang,” ucap Cristian sambil tersenyum.


“Aku sangat berterimakasih, kau sudah banyak berkorban untukku,” kata Hanna membalas tatapannya Cristian.


“Aku hanya ingin kau bahagia. Percuma kau bersamaku jika kau tidak tersenyum lagi,” kata Cristian.


Hanna merasa terharu mendengar perkataannya Cristian. Pria itu selalu baik padanya.


“Kau sangat baik padaku,” ucap Hanna. Cristian kembali tersenyum.


“Ada yang ingin aku tanyakan,” ucap Cristian.


“Soal apa?” tanya Hanna.


“Katakan alasan kau pergi dihari pernikahan kita,” ucap Cristian.


“Kenapa kau bertanya begitu? Bukankah aku sudah menjelaskan kalau aku baru menyadari kalau aku menyayangimu sebagai adik pada kakaknya,” jawab Hanna.


“Aku hanya tidak mau kau tiba-tiba berubah fikrian lagi besok dan meninggalkan kakakku dipelaminan,” kata Cristian.


Hanna menatap Cristian, mungkin ini saatnya dia bicara soal Sherli.


“Jadi malam itu Sherli datang ke kamarku,” ucap Hanna, mulai menjelaskan.


“Sherli? Ada apa dengan Sherli?” tanya Cristian.


“Sherli menangisimu,” jawab Hanna.


“Menangisiku? Kenapa?” tanya Cristian tidak mengerti.


“Dia menangisimu karena kau akan menikah denganku. Ternyata selama ini diam-diam Sherli mencintaimu, Cristian,” jawab Hanna, membuat Cristian terkejut.


“Sherli mencintaiku? Kenapa aku tidak tahu?” tanya Cristian.


“Melihat dia menangisimu malam itu membuatku tersadar kalau aku tidak mencintaimu seperti kepada seorang kekasih. Aku tidak mencintaimu sedalam itu,” jawab Hanna.


Cristian tidak menjawab, dia merenung mendengarkan perkataannya Hanna.


“Jadi aku memutuskan untuk pergi,” lanjut Hanna.


“Jadi Sherli penyebabnya?” tanya Cristian, menatap Hanna.


“Bukan, bukan begitu! Sherli tidak memintaku meninggalkanmu, dia hanya mencurahkan isi hatinya saja, karena kan memang dia selalu curhat padaku. Malam itu dia baru mengatakannya karena dia merasa sedih kita akan menikah,” jawab Hanna.


Cristian kembali diam.


“Aku tidak menyangka Sherli mencintaiku, aku hanya menganggapnya teman, sahabat,” ucap Cristian.


“Itulah yang sebenarnya. Aku juga jadi merasa kasihan. Selama ini dia tahu kau selalu perhatian padaku tapi dia bisa bertahan disisimu, aku mungkin tidak akan bisa melakukannya,” kata Hanna.


Cristian kembali Diam.


“Maukah kau melakukan Sesuatu untukku untuk yang terakhir kalinya?” tanya Hanna.


“Ya katakanlah,” ucap Cristian.


“Maukah kau menjaga Sherli seperti kau menjagaku?” tanya Hanna, membuat Cristian terkejut.


“Dia sangat mencintaimu, bahkan kita berdua tidak menyadari kalau selama ini dia mencintaimu,” jawab Hanna.


Cristian menatap Hanna.


“Maukah kau membuka hatimu untuk Sherli? Aku juga ingin melihatmu bahagia,” ucap Hanna.


“Aku hanya mencintaimu,” kata Cristian.


“Kau harus mulai melupakan aku. Aku akan menikah dengan Damian, kakakmu. Aku tidak mau hubunganmu dengan Damian buruk gara-gara aku,” ucap Hanna.


Mereka berduapun terdiam. Cristian menatap lagi Hanna, gadis yang sangat dicintainya itu, demi kebahagiaannya dia merelakan Hanna menikah dengan Damian.


“Baiklah aku mengerti. Semoga kau dan kakakku hidup bahagia,” ucap Cristian.


Dia menatap Hanna sekali lagi, tersenyum pada gadisnya itu, mencoba mengiklaskan kalau gadis yang dicintainya itu akan menikah dengan kakaknya besok.


Hanna mengantarkan Cristian sampai teras. Dia melambaikan tangannya pada pria itu saat mobilnya sudah melaju menuju gerbang. Teman sekaligus sahabatnya yang selalu mengerti akan dirinya. Sherli akan sangat beruntung jika bisa membuat Cristian membalas cintanya.


************


Hari ini adalah hari pernikahannya Hanna dan Damian. Gedung itu sudah dihias begitu cantik, tamu dari keluarga mempelai priapun sudah datang, juga tamu-tamu undangan.


Damian didampingi ibu kandungnya dan Pak Sony. Ny.Sofia dan Satria juga hadir. Cristian hadir ditemani oleh Sherli.


Kasak-kusuk dari tamu-tamu dan kerabat yang kebingungan karena mempelai prianya ganti diabaikan mereka. Mereka hanya ingin kedua mempelai bahagia di hari ini.


Damian merasakan keringat dingin ditangannya. Dia sudah berusaha tenang tapi entah kenapa dia sangat gugup hari ini.


“Kau sangat gugup, sayang,” ucap ibunya, sambil memegang tangan Damian.


“Iya,” jawab Damian.


“Wajar, setiap pengantin pasti seperti itu,” ucap ibunya.


Terdenar dari MC WO mengumumkan acara akan dimulai, dan mulai memanggil mempelai wanita.


Pak Louis tampak duduk bersama dengan deretan keluarga dari mempelai wanita, sedangkan Bu Astrid sedang melihat mempelai wanita.  Terpancar raut kebahagiaan diwajahnya Pak Louis karena Hanna akan menikah dengan pria yang dicintainya, dia sebagai orangtua hanya ingin melihat putrinya bahagia dengan siapapun putrinya menikah.


Tapi setelah beberapa lama dipanggil MC, mempelai wanita tidak datang juga. Malah ibunya Hanna yang datang dengan tergesa-gesa menghampiri Pak Louis, membisikkan sesuatu ke telinganya.


“Apa?” tanya Pak Louis terkejut.


MC WO kembali berbicara di mic kalau acara akan dimulai dan kembali memanggil pengantin wanita.


Seorang panitia WO berlari mendekati MC dan berbisik.


“Apa? Pengantin wanita tidak ada?” tanya MC.


Karena terkejut, MC bicaranya didekat mic, tentu saja hal itu membuat semua yang hadir mendengarnya dan terkejut.


“Pengantin wanita tidak ada! Pengantin wanita tidak ada!” bisik-bisik itu semakin santer membuat suasana gaduh, semua orang bertanya-tanya apa yang terjadi dengan pengantin wanita?


“Coba cari keseluruh ruangan! Berpencar! Berpencar!” seru Pak Louis pada kerabat-kerabatnya, merekapun langsung berpencar mencari Hanna.


Pak Louis menoleh pada keluarga Pak Sony, saat matanya bertemu dengan matanya Pak Sony, dia langsung menghampirinya.


“Teman, aku tidak tahu apa yang terjadi dengan putriku! Aku minta maaf,” kata Pak Louis sambil memegang tangan Pak Sony.


“Coba cari ke toilet!” seru Damian, yang juga berdiri seperti yang lainnya.


“Di toilet tidak ada!” kata Pak Louis.


“Gudang! Gudang! Cari dia digudang!” seru Damian lagi , sambil tangannya menunjuk pada orang-orang yang berlarian mencari Hanna.


“Kenapa di gudang?” tanya Pak Louis, dan semua orang menatap Damian.


“Dia suka tidur dimana saja,” jawab Damian, membuat orang-orang terbelalak.


“Yang benar saja!” Pak Louis tidak percaya, tapi dia tidak bicara apa-apa lagi, dia hanya menyuruh orang mencarinya ke gudang.


Bu Sony langsung menoleh pada suaminya, lalu pada Damian, dan berhenti pada Cristian. Cristian menoleh pada Sherli.


“Apa kau bertemu Hanna lagi tadi malam?” tuduh Cristian.


“Tidak, aku tidak menemui Hanna!”jawab Sherli.


“Kau jujur saja, waktu malam sebelum hari pernikahanku itu kau menemui Hanna,” tuduh Cristian.


“Ya, aku memang menemui Hanna malam itu, tapi itu kulakukan karena aku sedih kau akan menikah dengan Hanna. Tapi sekarang, buat apa aku menemui Hanna, apakah aku harus bersedih karena Hanna akan menikah dengan Damian?” tanya Sherli, dia merasa tidak suka dengan tuduhannya Cristian.


“Terus kenapa Hanna pergi?” tanya Cristian.


“Aku juga tidak tahu!” jawab Sherli.


“Apakah Hanna diculik?” tanya Cristian.


“Entahlah!” jawab  Sherli lagi.


Tiba-tiba ada yang berteriak-teriak sambil berlari kencang memasuki gedung.


“Pengantin wanita kabuuur! Tadi aku melihatnya dia berlari di jembatan menuju jalan tol!” teriak orang yang datang itu. Tentu saja teriakannya itu membuat semua orang panik.


“Ayo kejar dia! Kejar!” teriak Pak Louis, dia sudah kebingungan bukan main, kenapa Hanna harus kabur lagi? Padahal kan dia akan menikah dengan Damian.


“Ayo kejar pengantinnya! Jangan sampai kabur lagi!” terdengar suara seseorang yang sepertinya kerabatnya Pak Louis.


Orang-orangpun berhamburan meninggalkan gedung menuju ke jembatan yang dikatakan informan tadi.


“Hanna! Hanna!” teriak mereka, saat melihat ada sosok dikejauhan memakai gaun pengantin berbaju putih yang berlari sambil mengangkat gaunnya. Orang-orang terus berlari menuju jembatan itu.


Pak Louis ikut berlari bersama istrinya, ini adalah kejadian memalukan kedua kalinya yang Hanna lakukan. Dia sudah tidak tahu lagi harus menyembunyikan wajahnya dimana atas kelakuan putrinya itu. Bagaimana kalau Hanna berhasil kabur lagi?


**************


Readers, mau dijadiin ga nih nikahnya? Vote yang banyaaaak….