Billionaire Bride

Billionaire Bride
Extra Part - 2. Pernikahan Cristian dan Sherli



Henry malah asik main pasir dengan ayahnya. Hanna sudah kepanasan dari tadi menunggui mereka.


“Sayang, aku beli minum dulu ya, aku haus, jangan kemana-mana, aku tidak lama, dan awas jangan ngobrol ngobrol lagi dengan gadis-gadis itu, aku tidak suka,” kata Hanna pada Damian.


“Iya,” jawab Damian. Dia dengan sabar menemani Henry, dia tidak mau menyia-nyiakan waktunya jauh-jauh dari putranya itu. Melihat Damian tidak menoleh pada Hanna, membuat Hanna memberengut ternyata suaminya kalau sedang Henry tidak mau diganggu. Diapun beranjak meniggalkan ayah dan anak itu.


Saat menuju warung disekitar pantai itu, Hanna melihat seseorang yang berdiri di dekat pohon kelapa menatap kearah pantai.


“Cristian!” panggilnya, membuat pria itu menoleh kearahnya.


Hanna segera menghampirinya.


“Kau sedang apa disini sendirian?” tanya Hanna.


“Aku menunggu ibuku yang sedang berbelanja,” jawab Cristian.


“Aku fikir kau sedang bersama Sherli,” kata Hanna.


“Tidak, dia dipingit, bukankah calon pengantin itu tidak boleh bertemu sebelum hari pernikahan?” jawab Cristian.


“Kau benar,” ucap Hanna sambil tersenyum.


Cristian menatap Hanna lekat-lekat dia juga tersenyum.


“Kau bersama Damian sekarang?” tanya Cristian.


“Iya, Damian bersama Henry bermain pasir, mereka sangat kompak,” jawab Hanna.


“Aku senang melihatmu bahagia,” kata Cristian.


“Iya, terimakasih, Aku sangat bahagia bersama suami dan anakku. Aku harap kau juga akan bahagia bersama Sherli,” ucap Hanna, balas menatap Cristian.


“Aku akan bahagia, Sherli gadis yang baik,” jawab Cristian.


“Dan yang pasti Sherli tidak akan meninggalkanmu di hari pernikahan kalian, besok,” kata Hanna, membuat Cristian tertawa.


“Sebenarnya ada rasa trauma dengan pernikahanku,” kata Cristian, yang kini kembali terlihat murung.


“Tidak, kau tidak boleh seperti itu. Percayalah, Sherli tidak akan meninggalkanmu, dia sangat mencintaimu, aku tahu itu!” ucap Hanna.


“Ya aku tidak meragukan itu,” kata Cristian.


Hanna dan Crsitian terdiam beberapa saat.


Tiba-tiba terdengar suara anak kecil yang tidak jelas memangil ibu pada Hanna.


Ternyata Damian datang sambil menggendong Henry. Anak itu mengulurkan tangannya ingin digendong ibunya, dan sepertinya sudah menangis.


“Uh sayang, kau kenapa?” tanya Hanna sambil menggendong Henry.


“Tidak tahu, tiba-tiba saja dia mencari ibunya,” jawab Damian.


“Ibu mau membeli minum, ternyata bertemu dengan om mu,” kata Hana pada Henry, menghapus airmata dipipi anak itu lalu menciumnya.


Cristian tersenyum melihat Hanna mengendong Henry lalu menoleh pada kakaknya.


“Kau sendiri?” tanya Damian.


“Aku mengantar ibu,” jawab Cristian.


“Ibu Dimana?” tanya Damian.


“Sedang berbelanja,” jawab Cristian.


“Untuk pernikahan besok semuanya sudah siap?” tanya Damian.


“Sudah,” jawab Cristian.


Damian menoleh pada Hanna yang pergi membeli minuman dengan Henry, lalu menatap Crsitian.


“Semoga kau bahagia dengan Sherli,” kata Damian.


“Terimakasih. Aku juga senang melihatmu bahagia dengan Hanna,” ucap Cristian.


“Iya, terimakasih kau selama ini sudah menjaga Hanna,” kata Damian.


Cristian hanya mengangguk. Meskipun mereka kakak adik, tetap saja karena pernah ada masalah terkadang rasa canggung itu tiba-tiba muncul.


Tiba-tiba terdengar suara yang memanggil Damian.


“Ibu!” jawab Damian, menoleh pada arah suara.


“Kau disini?” tanya Bu Sony.


“Iya Bu, dengan Hanna dan Henry,” jawab Damian, langsung memeluk ibunya.


“Kalau kau tidak ada acara lagi, bagaimana kalau kalian ikut ke rumah saja sekarang? Ibu akan memasak untuk kalian. Besok kalau kau mau kita berangkat ke acara dari rumah ibu saja,” kata Bu Sony, karena beberapa hari ini Damian tinggal dirumahnya Pak Louis.


Damian menoleh pada Hanna yang baru datang.


“Ibu!” panggil Hanna pada bu Sony.


“Sayang, kalian kerumah ibu saja sekarang, ibu juga kangen pada Henry,” kata Bu Sony.


“Baiklah, ayo,” ajak Damian, tangannya langsung memeluk Hanna. Sedangkan Bu Sony mengambil Henry dari gendongannya Hanna.


Cristian dan dan Damian membawakan belanjaannya Bu Sony, merekapun menuju halaman parkir tempat kendaraan mereka di parkir.


************


 


Hari ini adalah hari pernikahan Cristian dan Sherli. Cristian tidak menyangka kalau akhirnya dia akan menikah dengan Sherli, yang juga teman dan sahabatnya.


Semua kerabat dan tamu-tamu kedua mempelai sudah hadir dalam acara ini.


Seperti biasa Damian selalu memangku Henry. Dia terlihat begitu menyayangi putranya itu.


Terdengar suara MC memanggil pengantin wanita beberapa kali, tapi pengantin belum muncul juga.


Hanna menoleh pada Damian.


“Kenapa pengantin wanitanya tidak muncul juga?” tanya Hanna.


Cristian tampak gelisah. Kejadian di masa lalu yang ditingagal Hanna seketika terlintas kembali, kejadian yang kedua rencana pernikahannya gagal kerena harus melepas Hanna untuk kakaknya. Apakah pernikahannya sekarang akan terkendala kembali?


Bu Sony memegang tangan Cristian, mencoba menenangkannya. Dia memahami kegelisahannya Cristian.


“Tenanglah sayang, semua akan baik-baik saja,” kata Bu Sony pada Cristian.


Begitu juga Damian menoleh pada istrinya yang ikutan gelisah.


“Semua akan baik-baik saja, jangan khawatir,” kata Damian pada Hanna.


“Kau benar, Sherli sangat mencintai Cristian, dia tidak mungkin meninggalkannya,” sahut Hanna.


Benar saja, kekhawatiran itu tidak terbukti, tidak berapa lama pengantin wanitapun muncul dengan beberapa orang pengiringnya.


Hati Hanna merasa lega, apalagi Cristian, dia langsung tersenyum melihat kedatangan pengantin wanitanya. Sherlipun balas menatapnya dan tersenyum.


Jika dulu Cristian membayangkan  Hanna yang menggunakan gaun pengantin itu tapi sekarang Sherlilah yang ternyata menjadi pengantin wanita yang sesungguhnya.


Tiga tahun ini dia sudah memupus rasa cintanya pada Hanna dalam-dalam. Mengiklaskan semua yang telah dilakukannya untuk Hanna, dia mencoba untuk berjalan dengan takdirnya yang baru.


Ada haru dihati Hanna saat melihat prosesi pernikahannya Cristian dan Sherli. Pria yang disangkanya akan menjadi suaminya ternyata bukanlah jodohnya. Dia menemukan cintanya pada sosok pria yang duduk disampingnya, Damian.


“Kau kenapa?” tanya Damian, saat mendapati istrinya menatapnya.


“Aku tidak menyangka kalau akhirnya aku akan menikah denganmu, bukan dengan Cristian,” kata Hanna.


Damian tidak menjawab, dia hanya mendekatkan wajahnya dan mencium istrinya.


“Kita doakan saja Cristian bahagia dengan pernikahannya,” ucap Damian.


“Kau benar. Dan aku juga yakin Cristian akan bahagia dengan Sherli,” jawab Hanna.


Hanna kembali melihat kearah prosesi pernikahan. Matanya sempat bertemu dengan tatapannya Cristian, tidak terasa matanya berkaca-kaca, antara haru, sedih, bahagia, semua menjadi satu. Dia merasa lega melihat Cristian akhirnya mendapatkan jodohnya.


“Setidaknya Cristian lebih beruntung mendapatkan Sherli,” ucap Damian tiba-tiba, membuat Hanna menoleh.


“Kenapa?” tanya Hanna.


“Karena dia tidak perlu mengejar-ngejar pengantinnya, tidak seperti kau, sangat merepotkan,” jawab Damian.


Mendengarnya Hanna  malah tertawa, lalu mencium pipinya Damian.


“Aku minta maaf atas kejadiana itu, aku mencintaimu,” kata Hanna.


“Aku maafkan, karena sekarang kau sudah memberiku buah hati yang sangat lucu,” jawab Damian, sambil mengusap rambutnya Henry, lalu mencium pipinya Henry.


“Dia sangat menggemaskan,” ucapnya lagi. Henry kecil itu malah tertawa saat tangan ayahnya menggelitik pipinya.


Hanna hanya tersenyum melihat Damian dan Henry.


“Apa Henry perlu teman?” tanya Hanna.


“Teman? Teman siapa?” Damian balik bertanya sambil menoleh.


“Adik, maksudku adik,” kata Hanna, sambil tersenyum.


“Kau benar, Kita belum punya anak perempuan,” ucap Damian, sambil merengkuh kepalanya Hanna lalu mencium keningnya.


“Tapi kau sangat merepotkan saat hamil,” keluh Damian.


“Itu karena aku mengandung anak laki-laki, kalau anak perempuan, pasti aku akan bersikap sangat manis, supaya anaknya cantik,” kata Hanna.


“Semoga lebih cantik darimu,” ucap Damian, membuat sebuah cubitan mendarat dipipinya.


“Kalau aku tidak cantik, kau tidak akan menikahku, Damian!” gerutu Hanna.


Damian hanya tertawa mendengar gerutuan istrinya.


*************


Masa hamil perlu dibahas engga sih? Takutnya kalian bosen makanya cerita masa masa hamil author loncat saja.