
Dua Bulan Kemudian
Kini usia kandungan Laila, sudah masuk 4 bulan. Arkana, pun memutuskan untuk mengadakan acara syukuran 4 bulanan.
Semua keluarga, kini berkumpul di rumah Arkana. Suasana yang biasanya terlihat sepi, kini terasa sangat ramai.
Sayangnya, Tuan Seno dan nyonya Alina, tidak bisa datang dan ikut berkumpul bersama. Karena Tuan Seno, sedang kurang enak badan.
Arkana dan semua keluarga pun paham, mereka pun turut berdo'a, supaya Tuan Seno sehat kembali.
Laila yang sedang mengadakan acara empat bulanan, Adisha dan Eliza' lah yang terlihat sangat sibuk. Mereka begitu sibuk mempersiapkan semuanya, dari hal yang sepele, sampai yang penting.
Apalagi dengan Adisha, dia terlihat begitu bersemangat. Apa lagi saat melihat semuanya terlihat sudah siap, dia begitu bahagia.
Tuan Arley yang melihat semangat di wajah istrinya, langsung menghampirinya. Tuan Arley langsung memeluk Adisha dari belakang, lalu, dia mengelus lembut perut Adisha.
"Apa, belum ada tanda-tanda?" tanya Tuan Arley.
"Entahlah, Sayang. Aku pun tidak paham," jawab Adisha.
"Seingat' ku, selama tiga bulan menikah, kamu hanya datang bulan satu kali." ucap Tuan Arley.
Adisha nampak mengerutkan keningnya, dia pun mengingat-ingat, kapan terakhir dia datang bulan.
"Kamu benar, Sayang. Aku datang bulan, setelah dua minggu kita menikah." Adisha melepaskan tangan suaminya.
Adisha, langsung berbalik dan menatap wajah tampan Tuan Arley.
"Tapi, kamu jangan berharap lebih dulu. Aku takut, kalau aku tidak hamil, nanti kamu akan kecewa." Adisha langsung tertunduk.
Tuan Arley, dengan cepat merangkul tubuh istrinya. Dia membawa tubuh istrinya itu kedalam dekapannya.
"Jangan takut, bukankah Tuhan maha baik? Aku yakin, jika semuanya sudah di atur oleh yang maha kuasa." ucap Tuan Arley menenagkan.
"Hem, kamu benar, Mas." ucap Adisha.
"Ehm, umur memang tidak menjamin bagaimana cara seseorang memperlakukan pasangannya." Devano berucap sambil menggandeng Eliza.
Tuan Arley langsung terkekeh," kamu benar. Aku malah makin seperti anak kecil yang baru saja mengenal cinta."
"Tak apa, yang penting hanya berlaku seperti itu pada pasangan halal kita." ucap Devano.
" Bagaimana dengan istrimu, apakah sudah ada tanda-tanda?" tanya Tuan Arley.
"Belum, Om. Tapi, kami berencana jika besok kami akan ke Rumah Sakit. Kami akan melakukan program hamil, usiaku sudah tidak muda lagi, sudah mau 31. Aku ingin segera menimang baby," ucap Devano.
"Sepertinya, itu ide yang bagus." Tuan Arley, lalu menautkan tangannya, ke tangan Adisha." Bagaimana, kalau kita juga melakukan program hamil?" tanya Tuan Arley pada Adisha.
"Terserah, Mas. Aku sih, Yes." Adisha berucap dengan nakal.
"Ya ampun.. Istri' nya Mas, mulai nakal." ucap Tuan Arley.
"Yang penting, nakalnya cuma sama, Mas." ucap Adisha.
"Awas saja kalau berani genit sama lelaki lain, apa lagi si Andri, itu!" ucap Tuan Arley.
"Eh? Maksudnya?" tanya Adisha bingung.
"Sudahlah, jangan di bahas lagi!" ucap Tuan Arley.
"Maaf, Mas." Adisha berucap sambil memeluk lengan kanan suaminya.
Tuan Arley yang gemas pun langsung mencubit hidung bangir Adisha.
"Mas, Sayang, Kamu." Tuan Arley berucap sambil mencium pipi kanan Adisha.
Melihat kelakuan Tuan Arley dan Adisha, semua orang yang ada di sana pun langsung terkekeh.
Mereka, ikut bahagia karena pasangan beda usia tersebut, begitu bahagia dalam menjalani rumah tangganya.
Jika ada perdebatan kecil, itu adalah hal yang wajar. Namanya rumah tangga, pasti ada bumbu penyedapnya.
Setelah semua acara selsai, Adam membagikan amplop untuk para anak yatim yang mereka undang. Setelahnya, Adam mengajak semua orang yang hadir untuk makan bersama.
Semua orang terlihat bahagia, bergembira bersama dan berbagi dengan suka cita.
Acara empat bulanan' pun telah selesai, semua orang sudah pergi satu persatu meninggal' kan Arkana, Laila dan juga Adam yang tak berhenti tersenyum karena bahagia.
**
Pukul 9 pagi, Devano, Eliza, Tuan Arley dan juga Adisha. Mereka janjian untuk berkunjung ke Rumah Sakit, mereka berencana akan melakukan program hamil. Karena usia mereka yang dirasa tidak muda lagi, mereka merasa sudah tak sabar untuk menjadi orang tua.
Walau pada kenyataannya, Tuan Arley memang sudah mempunyai Arkana dari Nyonya Alinaa. Tapi, tetap saja, dia juga menginginkan keturunan dari istrinya Adisha.
Saat Devano dan Eliza tiba di Rumah Sakit, ternyata di sana sudah ada Tuan Arley dan Adisha yang sudah sampai terlebih dahulu.
''Sudah lama, Om." Devano langsung memeluk Tuan Arley.
"Baru sepuluh menit yang lalu," jawab Tuan Arley.
"Nyonya Adisha! " panggil seorang suster.
Adisha dan Tuan Arley pun langsung menghampiri suster tersebut, kemudian suster pun membukakan pintu ruangan Dokter Maira.
Tuan Arley dan Adisha, pun langsung duduk tepat di depan Dokter Maira.
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya Dokter Maira.
"Begini, Dok. Selama tiga bulan kami menikah, istri saya hanya datang bulan satu kali. Saya mengira, jika istri saya sedang hamil. Jadi, bolehkah jika istri saya melakukan serangkaian tes kehamilan?" tanya Tuan Arley.
"Boleh, kalau begitu, kita lakukan tes urine dulu. Nyonya akan di bantu oleh suster Rani," ucap Dokter Maira.
Suster Rani pun dengan cekatan mengajak Adisha ke kamar mandi, untuk melakukan tes urine. 10 menit kemudian, mereka pun sudah keluar dari kamar mandi tersebut.
Suster Rani pun, langsung menyerahkan hasil tespek' nya kepada Dokter Maira.
Dokter Maira l, dia pun langsung tersenyum saat menerima testpack dari suster Rani. Karena ternyata, hasilnya menunjukkan jika Adisha memang positif hamil.
"Selamat ya Tuan, Nyonya. Nyonya Adisha, positif hamil dan untuk menentukan usia kandungannya kita akan melakukan USG.
Mata Tuan Arley nampak berkaca-kaca, dengan cepat dia pun merengkuh tubuh istrinya dan membawanya ke dalam pelukannya.
"Kamu dengar, Sayang. Kamu hamil," ucap Tuan Arley.
Adisha pun sama, dia nampak terharu dan kemudian dia pun menganggukkan kepalanya." Iya, Sayang. Aku dengar, aku senang."
Dokter Maira pun langsung bangun, dia mengajak Adisha untuk melakukan USG dengan dibantu oleh suster Rani. Saat melihat layar komputer, Dokter Maira pun langsung tersenyum.
"Usia kandungan nya sudah sepuluh minggu, babby'nya sangat sehat. Perkembangannya pun sangat bagus," ucap Dokter Maira.
Tuan arley dan Adisha nampak bergeming, mereka benar-benar bahagia dan tidak tahu harus mengekspresikannya seperti apa.
+
+
+
Othor mau curhat ini, sebenarnya Othor lagi kurang bersemangat untuk Up. Karena tadi pagi, ada yang datang ke rumah. Katanya aku udah gibahin orang, ngejelek-jelekin orang. Padahal yah.. Kalau boleh jujur, Othor jarang banget keluar rumah.
Kerjaannya cuma jaga warung sambil bikin novel, yang terkadang bikin novel juga tak kunjung kelar karena gangguan dari dua anak Othor yang Cantik dan Tampan.
Othor baru sadar, ternyata hidup di dunia nyata juga terkadang seperti kisah dalam novel.
Semoga saja, orang yang memfitnah Othor di berikan kesadaran oleh sang pencipta. Karena di tuduh melakukan hal buruk yang tak pernah kita lakukan itu, sangat sakit.
Nama baik tercoreng, dengan hal yang tak kita lakukan. Semoga kalian selalu sehat, dan tak ada yang berniat jahat pada kalian semua.
Happy weekend ππππππππππππππππππππππππππππππππππππππBanyak-banyak untuk kalian.