Who Is Adam?

Who Is Adam?
Kado Pernikahan



Setelah dua hari menetap di penginapan sederhana tepi pantai, akhirnya Leo dan juga Cindy memutuskan untuk pulang. Tentunya dia meminta seorang supir untuk menjemputnya.


Sepanjang perjalanan menuju rumahnya, Leo terlihat mendekap erat tubuh Cindy. Dia seolah takut kembali kehilangan wanitanya.


Sesekali ciuman hangat dia labuhkan di bibir ranum milik istrinya, bahkan tanpa ragu Leo meremat dada istrinya.


Padahal ketakutan Leo seakan tak beralasan, karena Deanandra sudah diasingkan oleh Tuan Arley ke pelosok daerah yang ada di pulau papua, sebenarnya bisa saja Tuan Arley menjebloskannya kedalam penjara.


Namun, mengingat dia masih punya ibu yang harus dia biayai, Tuan Arley pun memutuskan untuk mempekerjakan dirinya di daerah terpencil.


Tentunya setelah dia mendapatkan pelajaran yang berharga dalam hidupnya, menginap selama dua malam satu hari di penangkaran buaya miliknya.


"Mas, ih! Ada pak Sopir," kata Cindy.


Leo seakan tak mendengarkan apa yang diucapkan oleh Cindy, dia terus saja mengecupi setiap inci wajah Cindy dan terkadang dada serta bokong istrinya pun tak luput dari rematan tangannya.


Leo sangat bersyukur karena dia bisa mendapatkan seorang istri yang baik, jika mengingat kenakalan yang selalu dia perbuat semasa lajangnya, rasanya dia tak percaya jika Tuhan memberikan hal baik ini padanya.


Sepertinya dia harus berterima kasih kepada Mom Maura, jodoh memang di tangan Tuhan. Akan tetapi, kalau Mom Maura tak memberikan arahan, Leo pasti tak akan bertemu dengan Cindy.


Sepertinya, Leo juga sudah kecanduan pada tubuh istrinya itu. Wanita yang dia nikahi dalam waktu perkenalan yang singkat.


Bahkan selama berpacaran Leo tak pernah menyentuh Cindy, dia benar-benar berusaha untuk menjaga kehormatan calon istrinya itu.


Leo memang sering berkencan dengan banyak wanita, bahkan Leo pun pernah melakukan one night stand.


Namun, rasanya tak senikmat saat bersama dengan Cindy. Baik dalam kebersamaannya, ataupun daam bermain diatas ranjang.


Milik Cindy terasa sangat nikmat dan sangat sempit, entah karena Cindy masih perawan atau karena mungkin Cindy adalah pasangan halalnya.


Leo tak mengerti, yang Leo tahu mulai hari ini dia ingin memperbaiki dirinya. Dia ingin menjalani kehidupannya dengan baik bersama dengan istri tercintanya.


Tiba di depan rumahnya, Leo dan Cindy pun langsung turun dari mobil. Kemudian, dia pun masuk ke dalam rumahnya, tentunya setelah mengucapkan salam terlebih dahulu.


Alangkah kagetnya Leo ketika dia tiba di ruang tamu, ternyata di sana ada Tuan Arley, Mahendra dan juga Mom Maura. Sedangkan di ruang keluarga terlihat ada ibu Naura dan juga Gracia.


Leo sempat bingung, kenapa bisa ada big bosnya di sana. Namun, dari pada menebak-nebak dia pun langsung menanyakan hal tersebut kepada Tuan Arley.


"Maaf, Mister. Ada apa ini?" tanya Leo sopan.


Leo dan Cindy pun menurut, mereka langsung duduk tepat di hadapan Tuan Arley dan juga Mahendra.


"Begini, kedatanganku kemari ingin memberikan kado untukmu," ucap Tuan Arley.


Tuan Arley terlihat melirik kearah Mahendra, Mahendra yang seakan mengerti dengan kode dari Tuan Arley pun langsung memberikan amplop berwarna coklat kepada Leo.


Dengan perlahan Leo pun membuka amplop coklat tersebut, ternyata isinya adalah 2 buah tiket honeymoon menuju negara Swedia.


Karena memang dari dulu Leo sangat menginginkan hal tersebut, dia pernah berbicara kepada Mahendra jika suatu saat nanti dia menikah, dia ingin sekali pergi membawa istrinya untuk berlibur ke negara Swedia.


Ternyata hal itu sampai ke telinga Tuan Arley dan Tuan Arley pun langsung mewujudkan keinginannya tersebut.


"I--ini buat saya, Mister?" tanya Leo terbata.


"Ya, itu sebagai kado yang pertama dariku. Kado yang kedua dariku adalah... mulai hari ini kamu saya berhentikan dari perusahaan saya," kata Tuan Arley.


Wajah Leo terlihat pucat pasi mendengar ucapan dari Tuan Arley, dia pun menjadi takut apakah dia melakukan kesalahan atau bagaimana.


Kenapa dia harus diberhentikan dari perusahaan besar tersebut?


"Ta--tapi, Mister. Apa salah saya? Kenapa saya harus diberhentikan?" tanya Leo dengan wajah sendunya.


Tuan Arley nampak terbahak, dia sampai memegangi perutnya karena terlalu banyak tertawa.


"Aku memberhentikanmu karena ini sudah waktunya kamu memimpin perusahaanmu sendiri, setelah kamu selesai dengan liburanmu, kelolalah perusahaanmu sendiri. Lalu, datanglah ke kantorku. Kita akan melakukan kerjasama yang baik," kata Tuan Arley.


Wajah Leo yang tadinya sendu kini berubah, terlihat ada binar bahagia di raut wajahnya. Begitu pun dengan Mom Maura, dia terlihat sangat bahagia sekali.


"Terima kasih, Mister," kata Leo.


"Terima kasih," Kata Mom Maura.


Melihat kebahagiaan di mata suaminya, Cindy pun ikut bahagia. Dia mengelus lembut punggung suaminya tersebut.


Sebenarnya Tuan Arley merasa sangat berat harus melepaskan Leo, karena Leo mempunyai bakat yang sangat luar biasa dalam hal pekerjaan.


Namun, Tuan Arley juga sangat sadar jika ibunya membutuhkan kinerja dari putranya tersebut. Kini Leo sudah menikah, sudah saatnya bertanggung jawab terhadap istri dan juga ibunya.