Who Is Adam?

Who Is Adam?
Restu



Jika Devano kini sedang bersedih, berbeda dengan Arkana yang kini sedang bahagia. Arkana saat ini sedang berada di rumah Laila, dia begitu asik memperhatikan putra nya yang sedang membuat desain apartemen mewah pesanan temen nya Edward yang berada di Australia.


Anak itu sekarang benar benar terkenal sampai ke luar negara ,setiap hari nya semakin banyak saja pesanan yang masuk melalui ponsel nya.


Beruntung Adam membawa laptop nya, jadi dia bisa langsung mengerjakan desain pesanan para pelanggan nya.


Adam terkadang terlihat kewalahan saat menerima pesanan, beruntung orang orang yang memesan mau bersabar menunggu antrean.


"Bagaimana menurut Ayah, apa ini sudah terlihat bagus? "


"Bukan hanya bagus, tapi juga sangat luar biasa."Jawab Arkana.


"Benarkah Yah? "


"Tentu sayang, bahkan Ayah saja tak sanggup membuat desain sebagus yang kamu buat hanya dalam waktu singkat."


"Berarti Ayah sangat payah,"Ledek Adam.


"Tapi kalau dalam mengelola perusahaan, Ayah jago nya."Bangga Arkana.


"Ya, aku percaya. Aku tak mungkin sepandai ini kalau tak menurun dari mu, "Ucap Adam.


"Adam, kamu kerjakan tugas kamu sendiri ya.. Ayah mau temuin ibu dulu,"Pamit Arkana.


"Siap Ayah, "Jawab Adam.


Arkana pun langsung mencari Laila, dan ternyata Laila sedang merapikan baju nya di dalam kamar nya. Arkana pun langsung menghampiri Laila dan memeluk nya dari belakang, Laila pun terlihat kaget dan langsung memukul tangan Arkana.


"Mas,,!! "Kesal Laila.


Arkana pun terkekeh, dia mulai mengelus pipi Laila dan mencium nya dengan mesra.


"Mas kangen, "Ucap nya.


"Aku juga, "Uca pi Laila malu malu.


Dengan perlahan Arkana memutar tubuh Laila, mereka pun kini sudah saling berhadapan. Arkana begitu rindu dengan wanita yang selalu mengisi relung kalbu nya, dia pun mulai mendekat kan wajah nya tapi dengan cepat Laila mendorong dada Arkana.


"Kenapa, "Tanya Arkana kecewa.


"Mas boleh cium aku sepuas nya, tapi nikahan aku dulu."


"Sesuai keinginan mu sayang, kita akan menikah. Tapi sebelum itu, kita harus meminta restu pada Papah ."


"Tapi Mas, bagaimana kalau Papah mu tetap tak setuju?"


"Jangan takut sayang ada Mas yang akan meyakinkan Papah, kamu percaya kan sama Mas? "


"Ya Mas, Laila percaya."


"Kalau kamu percaya sama Mas,jangan pernah tinggal kan Mas lagi. Mas bisa mati kalau kamu tinggalin lagi,"Pinta Arkana.


Laila pun memeluk Arkana dengan erat, "Aku tidak akan pernah ninggalin kamu lagi Mas, semua nya sudah cukup. Aku ingin bahagia bersama dengan mu dan juga Adam,"Ucap Laila.


Arkana pun tersenyum, dia pun membalas pelukan. Laila. Sesekali dia mengecup kening Laila, dan mengusap punggung Laila dengan lembut.


"Besok malam kita ke rumah Papah ya, kita akan menemui Papah. Kita akan meminta restu pada Papah, aku ingin kita memulai rumah tangga kita dengan benar."


"Tapi kalau Papah kamu tak setuju bagaimana?"


"Aku akan berusaha untuk meyakin kan nya, kamu percaya kan sama aku? "


Laila pun mengangguk ,"Iya Mas, aku percaya sama Mas."


"Jadi sekarang Mas udah boleh kan?"


"Boleh apa? "


"Mas mau cium kamu, boleh ya? "


"Ngga boleh, nanti aja kalau kita udah nikah. Mas mau minta apa pun boleh, "Ucap Laila.


"Tapi Mas mau sekarang, Mas kangen. "Rengek Arkana.


"Mas harus tahan sampai kita Sah, jangan sampai kesalahan di masa lalu terulang kembali."


"Mas, jangan goyang goyang! "


"Kenapa? Kamu takut ya kalau punya ku akan bangun?"Tanya Arkana.


Laila pun melepaskan pelukan nya,"Jangan suka ngomong sembarangan dan jangan bertindak sembarangan , kalau punya Mas bangun nanti bahaya. Karna aku bukan Laila yang dulu, Laila yang sekarang tak mudah untuk di rayu ."


Arkana pun nampak pasrah,"Baiklah sayang, kalau aku sudah mendapat kan restu, aku akan langsung menikahi mu .Karna aku sudah tak sabar untuk memakan mu, "Ucap Arkana seraya memeluk Laila kembali.


"Mas ngga boleh Nakal, kalau Mas nakal aku ngga mau nikah sama Mas."


"Iya sayang, Mas ngga akan nakal. Kalau gitu Mas mau pulang. Mas mau nyoba bicara sama Mama, siapa tahu Mama mau bantu."Pamit Arkana.


"Iya Mas, "Jawab Laila.


Arkana pun mengecup kening Laila, setelah itu dia pun keluar dari kamar Laila. Dia pun menghampiri putra nya yang sedang asik membalas email dari pelanggan nya.


"Adam, Ayah mau pulang dulu. Besok sore Ayah ke sini lagi."Pamit Arkana.


"Iya Yah, hati hati di jalan. "


Arkana pun mengecup kening Adam dan berlalu dari rumah Laila, Arkana pun segera menyalakan mesin mobil nya. Dia pun melajukan mobil nya menuju kediaman Dijaya, dia sudah tak sabar untuk berbicara dengan ibu nya.


"Assalamualaikum Ma, "Ucap Arkana.


"Waalaikum salam Arkan , "Jawab Alina.


Alina nampak sedang duduk sambil menonton tv di ruang keluarga, Arkana pun langsung menghampiri nya. Dia duduk tepat di samping ibu nya, dia memeluk ibu nya dan menyandarkan kepala nya di pundak ibu nya.


"Ma,, aku sudah menemukan Laila dan anak ku Adam.Adam sangat tampan, wajah dia juga begitu mirip dengan ku."


"Benarkah? "


"Ya Ma, aku ingin menikahi Laila secepatnya. Kasihan Adam Ma, dia perlu kasih sayang seorang Ayah."


"Tapi sayang, Mama tidak punya kuasa apa pun. Kamu bilang saja pada Papah mu, siapa tahu dia mau mengizinkan kamu untuk menikahi Laila."


Arkana pun nampak ragu, dia pun mengerat kan pelukan nya pada Ibu nya.


"Mama do'ain aku ya, aku akan bicara langsung sama Papah. Semoga saja Papah setuju, "Ucap Arkana.


"Papah setuju sayang, ''Ucap Tuan Seno yang tiba tiba sudah berada di dekat mereka.


Arkana langsung melepaskan pelukan nya, dia langsung bangun dan menghampiri Papah nya.


"Benar kah Pah? Papah setuju jika aku menikah dengan Laila? "Tanya Arkana.


"Ya aku setuju, secepat nya kamu harus melamar nya."


Arkana terlihat sangat senang, dia pun langsung memeluk Papah nya dengan sayang. Nyonya Alina pun terlihat sangat senang,dia tak menyangka jika suami nya akan menyetujui hubungan mereka.


Berbeda dengan Devano yang terlihat cemberut, dia menatap tak suka pada Arkana. Karna perasaan cinta nya terhadap Laila, masih menguasai hati nya.


Arkana meterai pelukan nya, "Terimakasih Pah,"Ucap Nya.


"Hei, kau harus jaga adik ku dengan baik.Kalau aku mendengar kau mengecewakan nya, aku akan membawa nya pergi jauh dari mu!!"Tegas Arkana.


"Boy, kau benar benar anak ku."Ucap Tuan Seno seraya memukul lengan anak nya itu.


"Maksud nya apa? "Tanya Arkana.


"Alina, apa kah sekarang sudah saat nya aku memberitahukan semua nya pada Arkana?"Tanya Tuan Seno.


Alina nampak menggeleng kan kepala nya, sedangkan Arkana seakan di buat lebih bingung lagi oleh ke dua orang tua nya.


+


+


+


Terimakasih karena sudah mampir, jangan lupa tinggal kan jejak dan dukungan nya ya..


TBC