Who Is Adam?

Who Is Adam?
Tak Ada Yang Kebetulan



Akhirnya waktu yang di tunggu pun telah tiba, Tuan Arley kini sudah menginjak kan kaki nya di Indonesia. Wajah nya nampak sumringah, dia pun segera masuk ke dalam mobil yang sudah di persiap kan oleh orang kepercayaan nya.


Mobil pun mulai melaju, hati Tuan Arley makin senang. Tak lama mobil yang dia tumpangi pun masuk ke dalam sebuah komplek perumahan mewah milik nya.


Ya, setiap tahun dia akan datang dan menginap di rumah peribadi milik nya yang ada di perumahan elit yang dia kendalikan.


Tuan Arley tiba pukul tiga pagi, saat masuk ke rumah nya pun, dia langsung masuk ke kamar nya dan langsung merebahkan tubuh nya.


Tak lupa sebelum masuk ke dalam kamar nya, Tuan Arley pun berpesan pada asisten rumah tangga nya. Jika dia, minta di bangun kan pukul lima.


"Aku ingin tidur sebentar lagi, jarang sekali aku punya waktu untuk beristirahat."Ucap Tuan Arley.


Mata nya pun mulai terpejam, Tuan Arley bener-bener seperti orang yang sedang balas dendam. Selama ini dia selalu di tuntut oleh pekerjaan, dan kali ini dia tidur dengan puas nya.


pukul lima pagi pun sang asisten membangunkan Tuam Arley, dia pun segera bangun dan melaksanakan kewajiban nya terhadap sang khalik.


Setelah itu, dia pun berjalan jalan mengitari halaman rumah nya yang di tanami berbagai macam bunga.


Terasa begitu segar dan menenang kan, tak lama dia pun masuk dan membuat kopi dan roti bakar.


Tuan Arley pun pergi ke taman belakang, dia pun menikmati kopi dan roti bakar yang dia buat di sana. Sesekali dia melirik jam yang melingkar di tangan nya, saat waktu sudah menunjuk kan pukul delapan pagi Tuan Arley pun langsung pergi ke kantor cabang yang ada di dalam perumahan elite itu.


Sedangkan Laila dan Arkana kini sedang berada di kantor pak Agus ,setelah mengantarkan Adam ke sekolah mereka langsung mengutarakan niat mereka pada pak Agus.


"Maaf Tuan, pagi-pagi sekali kami sudah mengganggu Tuan."Ucap Laila.


"Tidak apa apa Nyonya, memang nya ada apa?"Tanya pak Agus sopan.


"Begini Tuan, maksud saya ke sini ingin membeli rumah yang dekat gerbang utama. Saya juga berniat akan menjadikan rumah itu sebagai kantor Desain interior ,apa boleh? "Tanya Arkana.


"Kalau untuk urusan membeli rumah tentu saja boleh, tapi kalau untuk urusan menjadikan rumah tersebut sebagai kantor, saya rasa kalian harus meminta izin langsung pada pemilik perumahan ini. Karna saya hanya lah orang yang bertugas untuk mengurus perumahan ini saja, jelas Pak Agus.


"Hem, begitu ya? Jadi kapan saya bisa bertemu langsung dengan pemilik perumahan ini? "Tanya Arkana.


"Ah, kebetulan sekali orang nya memang sedang ada di sini. Nanti saya tanyakan langsung pada nya,"Ucap Pak Agus.


"Terimakasih banyak Tuan, kalau begitu kami permisi dulu."Ucap Laila.


"Silahkan, "Ucap Pak Agus.


Laila dan Arkana pun langsung meninggal kan perusahaan itu, mereka pun langsung bergegas pulang. Karna Arkana akan membantu Adam untuk menyelsaikan Desain pesanan yang sudah masuk, Arkana merasa mudah dalam membantu mengerjakan nya.


Karna memang tadi malam dia dan Adam sudah menggambar krangka nya, jadi Arkana pun kini bisa dengan mudah melakukan penyelaman tugas nya.


Selepas kepergian Laila dan Arkana, Pak Agus pun langsung ke luar dari ruangan nya. Kemudian dia pun masuk ke dalam ruangan pemilik perusahaan perumahan elite tersebut.


"Selamat pagi Master, "Sapa pak Agus.


"Pagi, ada apa pagi-pagi sudah menemui ku?"


"Begini Master, ada orang yang mau membeli rumah di dekat gerbang utama. Tapi dia akan menjadikan rumah tersebut sebagai kantor Desain, apa boleh?"


Pak Agus pun bertanya dengan sangat hati hati, karna Master nya pun memang bekerja di bidang itu. Dan di kantor pusat yang ada di ibu kota lah kantor nya berdiri kokoh.


"Siapa orang lancang itu?"


"Waaw,, seperti nya keberuntungan sedang berpihak pada ku."Ucap Master setelah membaca data dari Arkana dan Laila.


Pak Agus nampak mengernyit heran, keberuntungan macam apa yang Master nya maksud? Bukan kah usaha nya akan terancam jika Arkana membuat kantor Desain di perumahan milik nya?


Bukan nya tak percaya pada kemampuan Master nya,tapi dengan ada nya Adam sudah pasti akan mengancam kelangsungan usaha milik Master nya.


"Kamu tahu Gus, Arkana adalah anak ku ,Laila adalah menantu ku dan Adam adalah cucu ku."Ucap Nya yang tak lain adalah Tuan Arley.


"What?! Pantas saja saya melihat Tuan Arkana begitu mirip dengan anda, saya kira hanya kebetulan semata."Ucap Pak Agus.


"Mungkin ini jalan tuhan untuk mempertemukan aku dah anak ku, memang nya mereka tinggal di mana?"


"Di perumahan kita Master, Nyonya Laila memilih rumah satu lantai ukuran 70 di blok dua ,no rumah nya 89."Jawab Pak Agus sopan.


Tuan Arley pun langsung tersenyum senang,"Aku sudah tak sabar untuk menaklukkan hati mereka,aku tak akan pulang sebelum mendengar Arkana menyebut ku Daddy."Ucap Tuan Arley.


"Tapi Master, maaf kalau saya lancang. Bukan nya anda belum pernah menikah, lalu bagaimana anda bisa mempunyai anak?"Tanya pak Agus pelan.


"Arkana adalah buah keganasan ku di saat muda, kau pasti paham. Aku ke sini ingin meminta maaf pada nya dan juga pada ibu nya, semoga mereka mau menerima ku."Ucap nya.


Pak Agus nampak bingung mau berkata apa, tapi dia tetap memberikan semangat pada Master nya itu.


"Semangat Master, saya yakin tidak ada yang lebih kuat dari ikatan darah. Semoga kalian bisa akur dan sejalan, "Do'a pak Agus tulus.


"Terimakasih Gus, kembalilah bekerja. Aku akan pergi ke tempat anak ku, "Ucap Nya.


'Siap Master, "Jawab Pak Agus.


Pak Agus pun segera meninggalkan ruangan Tuan Arley, sedangkan Tuan Arley kini nampak membuka jas nya. Dia hanya menggunakan kemeja saja,dia memakai topi dan juga masker.


Sebenar nya dia ingin langsung melihat putra nya, tapi takut ada nya penolakan. Dia pun terpaksa bertingkah seperti itu, yang penting bisa melihat sedari jarak jauh dulu pikir nya.


Tuan Arley pun mulai berjalan kaki menuju Blok dua, dia pun mengitari blok dua dan mencari letak rumah anak nya Arkana.


Labuh tepat nya rumah yang di beli oleh Adam ya gengs, dia pun meneliti no rumah satu persatu. Hingga mata nya bertemu dengan no rumah 89,Tuan Arley pun langsung berhenti.


Dia menatap rumah mewah itu, di depan rumah nya terlihat di taman berbagai macam bunga. Ada juga beberapa pohon cabe dan tomat yang membuat nya terlihat berwarna.


Rasa nya dia sangat ingin langsung masuk saja, tapi niat nya dia urungkan kan. Dia hanya memantau rumah itu dari luar, untuk saat ini dia hanya berharap untuk bisa menatap wajah Arkana walaupun hanya dari jauh.


+


+


+


Dua bab ya beb, jangan lupa tinggal kan jejak Yes..


Dukungan kalian adalah semangat buat penulis amatiran seperti saya, see u tomorrow..


TBC