
Waktu yang di nanti kan pun kini telah tiba,selepas Maghrib Arkana pun kini sudah duduk di depan penghulu dan juga di depan ustadz Alif.
Ada Tuan Seno dan juga Devano yang duduk sebagai saksi, dan di belakang Arkana ada Adam yang duduk anteng di pangkuan Nyonya Alina.
Para tamu undangan juga sudah duduk anteng di bangku yang sudah di persiapkan,walau pun acara nya mendadak tapi taman belakang yang biasa di pakai sebagai tempat bersantai, kini di sulap menjadi tempat yang begitu indah.
Nyonya Alina sengaja mengusung tema garden party, agar terlihat lebih santai dan lebih segar dengan bunga bunga indah yang selalu ia rawat setiap hari nya.
Seorang pemandu acara pun naik ke atas pelaminan dan mulai mengucapkan basmalah tanda acara resmi di mulai, tak lama pemandu acara tersebut memanggil anak asuhan ustadz Alif untuk membacakan lantunan ayat suci Al Qur'an.
Semua orang yang hadir nampak hanyut dalam merdu nya suara seorang qoriah perempuan, dia pun nampak khusyuk dalam melapalkan setiap lantunan ayat suci Al Qur'an.
Rangkaian demi rangkaian acara pun telah di lakukan, kini tibalah menuju acara inti.
Acara ijab kabul pun di mulai, ustadz Alif pun nampak menjabat tangan Arkana. Ustadz Alif kini menjadi wali nikah dari Laila, karena memang Laila sudah tidak mempunyai orang tua.
Setelah ustadz Alif mengucap kan ijab, Arkana pun langsung membacakan kalimat kabul. Cukup satu kali tarikan napas para tamu yang hadir pun langsung berteriak SAH, Arkana pun langsung mengucap syukur.
Tak lama Laila pun di apit oleh Nyonya Alina dan Adam menuju pelaminan, dia pun langsung duduk di samping Arkana.
Padahal sedari tadi mereka duduk anteng di belakang Arkana, tapi ketika acara ijab kabul telah selsai Nyonya Alina dan Adam pun langsung menghampiri Laila yang duduk tak jauh dari panggung pelaminan.
Pak penghulu pun menyuruh Arkana dan Laila untuk bertukar cincin, setelah selsai Laila pun langsung mencium punggung tangan suami nya, dan setelah nya Arkana pun langsung mencium kening Laila.
Semua yang hadir nampak bertepuk tangan, mereka ikut berbahagia menyaksikan pernikahan Laila dan Arkana.
Serangkaian acara terus berlanjut, hingga satu persatu acara pun telah selsai. Dan kini tibalah acara resepsi pernikahan, Arkana dan Laila sudah seperti raja dan ratu, mereka berdua sudah berdiri di atas panggung pelaminan.
Para tamu pun mulai menghampiri mereka dan mengucap kan selamat, tamu yang hadir tidak banyak. Tapi cukup menjadi perwakilan dari keluarga, teman bisnis, kerabat, sanak saudara dan juga para tetangga.
Pukul sepuluh malam acara pun telah selsai, Adam di ajak Devano menuju kamar baru nya. Devano sengaja menyiap kan kamar yang spesial buat Adam, agar anak itu tak mengacau kan malam pengantin ke dua orang tua nya.
Lalu bagaimana dengan Arkana?
Tentu saja pria itu langsung mengajak istri nya ke dalam kamar nya, bahkan dengan tak sabar nya pria itu menuntun Laila menuju ranjang super besar milik nya .
"Mas,, "Panggil Laila.
"Apa sih Yang? "
Arkana terlihat gemas, saat melihat wajah istrinya.
"Aku--aku mau mandi dulu, "Jawab Laila gugup.
Laila memang selalu mencintai Arkana, tapi karna perpisahan yang begitu lama, membuat nya merasa sangat gugup berada satu ruangan dengan nya.
"Ck,, kamu tega sekali sih Yang. Kita sudah berpisah sangat lama, masa harus menunda nya lagi.."
Arkana terlihat melayangkan protesnya, dia merasa sudah tak sabar untuk yang satu itu.
"Tapi setidak nya izin kan aku untuk membersihkan make up ku dulu, dan mengganti pakaian pengantin ini dengan piyama tidur." Pinta Laila.
Laila merasa gerah dan lengket sebenarnya, tapi sepertinya Arkana tak akan sabar jika menunggunya lebih lama lagi.
"Baiklah sayang, aku izin kan. Tapi jangan lama lama, karna aku sudah tak sabar." Kata Arkana sambil mengerling nakal.
Laila pun langsung menganggukan kepalanya ,dengan perlahan dia pun duduk di depan meja rias dan melepas segala aksesoris yang melekat di kepala nya.
Setelah semua aksesoris nya sudah terangkat dari kepala nya,Laila pun mulai menghapus make up nya yang terlihat lumayan tebal.
Sedangkan Arkana mulai melepas semua baju yang melekat di tubuh nya, Arkana pun mengambil handuk dan melilitkan di pinggang nya.
"Kamu lama banget sih, Yang? " setengah protes Arkana menghampiri Laila.
"Sabar Mas, ini lagi bukain resleting belakang nya tapi susah." Jawab Laila apa adanya.
"Mas bantu, lagian kalau ngga bisa bilang. Jangan diem aja, aku kan udah ngga sabar." Kata Arkana dengan tangan yang langsung terulur.
Laila hanya memutar bola mata nya, dia seakan enggan untuk berdebat dengan lelaki yang kini sudah resmi menjadi suami nya itu.
Dengan perlahan Arkana pun membantu Laila melepas baju pengantin nya, dan kini hanya menyisakan celana pendek dan kemben saja.
Arkana pun sudah mulai nakal, dia mulai menciumi pundak istri nya.Tangan Arkana juga sudah mulai merambat kemana mana, Laila pun nampak gelisah di buat nya.
"Mas,, "Panggil Laila.
Padahal masih banyak waktu, pikirnya. Tapi, Arkana seolah membuktikan ucapannya. Tak sabar!
"Hmm,, "
Tangan dan bibir Arkana tetap saja tak mau berhenti, Laila pun segera membalikan badan nya.
"Tahan dulu, kita belum shalat Isya."
"Ck, shalat nya ngga bisa besok aja. Aku udah ngga sabar, di Qhodho aja gitu." Protes Arkana.
"Mana bisa Mas, kalau Mas sedang melakukan perjalanan jauh bisa! Lah ini kan Mas nya ada di rumah, lagian aku ngga akan ke mana mana. Aku udah jadi milik Mas, Mas boleh menggauli aku sepuas Mas.Tapi,,, sekarang kita shalat dulu." Jelas Laila.
"Iya iya, "Ucap Arkana seraya menggendong istri nya menuju kamar mandi.
Laila pun nampak tersenyum, karna Arkana masih bisa menahan hasrat nya. Sampai di kamar mandi Laila pun langsung mencuci muka, gosok gigi dan berwudhu.
Arkana pun melajukan hal yang sama, setelah itu mereka pun melakukan shalat Isya berjamaah. Dan tentu nya Laila mengajak Arkana melakukan shalat sunat dua rakaat ,karna walau bagaimana pun ini adalah malam pertama untuk mereka.
Walaupun dulu mereka pernah melakukan kesalahan, tetap saja untuk saat ini mereka ingin memulai kehidupan mereka dengan hal yang baik.
Malam ini Arkana terlihat sangat bahagia, Arkana pun bahkan memperlakukan Laila dengan penuh kelembutan. Arkana ingin jika malam ini menjadi malam yang tak akan terlupakan ,baik untuk nya atau pun untuk Laila.
Begitu pun dengan Laila, dia merasa sangat senang. Karna akhirnya dia bisa menikah dengan lelaki yang sangat dia cintai,dan yang terpenting saat ini Adam tak akan sedih lagi karna sudah ada Ayah nya.
Malam pertama ini, mereka habiskan dengan penuh peluh. Walaupun udara terasa dingin dengan adanya pendingin ruangan, tapi seakan tak terasa karna panas nya gairah cinta yang begitu membara di antara ke dua nya.
Arkana benar benar tak membiarkan Laila tidur hingga pagi menjelang, Laila dan Arkana pun langsung mandi dan shalat subuh. Setelah itu, barulah mereka tidur dengan pulas nya.
Waktu sudah menunjuk kan pukul sembilan ,tapi Laila dan Arkana belum juga menampakan batang hidung mereka.
Hal itu membuat Adam menjadi gelisah, karna selama ini memang Adam tak pernah berpisah lama dengan ibu nya itu.
Adam kini sedang bermain dengan laptop baru nya di temani Nenek nya Alina, mata nya terus tertuju pada layar laptop nya. Tapi pikiran nya tetap bertanya tanya, kemana Ayah dan Ibu nya.
Adam memang sengaja di titip kan pada Nyonya Alina, karna baik Devano atau pun Tuan Seno memang sedang sangat sibuk.
Tuan Seno dan Devano kini sudah berangkat, mereka sedang memantau project pembangunan perumahan yang sedang berlangsung.
Mereka sengaja memantau nya secara langsung agar tak terjadi kecurangan, atau korupsi yang bisa merugikan banyak pihak.
Nyonya Alina merasa sangat senang melihat kelincahan Adam dalam membuat sebuah desain, tapi saat melihat kegelisahan di mata Adam Nyonya Alina pun mulai bertanya.
"Kamu kenapa sayang?"
"Ah, aku tidak apa apa Nek."
"Tapi Nenek sudah tua, Nenek tidak bisa kamu bohongi."
"Aku,, aku menghawatirkan keadaan Ibu, kenapa sampai sekarang ibu belum kelihatan juga?"
Nyonya Alina pun tersenyum, dia mengusap puncak kepala cucu nya dengan lembut.
"Ibu nya Adam sedang tidur sayang, Ibu Laila kecapean karna harus membantu Ayah Arkana."Ujar Nyonya Alina beralasan.
"Begitu ya? Bukan kah Ayah Arkana orang yang kuat, kenapa minta bantuan Ibu? "
Nyonya Alina nampak kesusahan untuk menjelaskan pertanyaan dari anak jenius itu, dia berkali kali menggaruk pelipis nya yang tak gatal.
Tak mungkin bukan jika dia harus menjelaskan pada Adam bahwa ibu dan Ayah nya pasti kecapean karna habis malam pertama, Nyonya Alina pun berpikir jika dia harus mengalihkan pembicaraan.
"Emm, bukan kah kemarin kamu membeli alat lukis? Bagaimana kalau kita melukis saja,,,pasti akan sangat menyenangkan.."Ajak nyonya Alina.
Adam nampak kecewa karna tak mendapat kan jawaban yang dia ingin kan, tapi anak itu tetap patuh. Adam pun mengangguk kan kepalanya tanda setuju, Nyonya Alina pun terlihat senang.
"Ayo sayang, kita melukis nya di taman belakang saja.Nenek bantu bawa alat alat nya,"Ajak Nyonya Alina.
"Baiklah Nek,"Ucap Adam pasrah.
Adam pun segera membawa beberapa alat lukis nya di bantu Nyonya Alina, saat mau ke taman belakang,ternyata Laila dan Arkana sudah bangun.
Mereka nampak sedang mengisi perut , di bilang sarapan tapi sudah siang, di bilang makan siang tapi belum waktu nya.
Adam pun terlihat sangat senang, dia langsung menghampiri ibu dan Ayah nya. Adam langsung memeluk Laila dengan erat, seolah anak itu begitu takut di tinggal kan.
"Bu, Ayah,, kalian kemana saja? Adam rindu, Adam kira Adam di tinggal kan oleh kalian."
Arkana dan Laila pun nampak bertukar pandang ,Arkana bingung harus berkata apa.
"Maaf sayang, ibu kecapean jadi sehabis shalat subuh ibu tidur lagi."Ucap Laila.
"Ibu pasti sangat lelah karna menerima tamu sampai malam, mau Adam pijitin? "
"Tak usah sayang, kamu main saja. Nanti ibu nyusul,"Ucap Laila.
"Baiklah Bu, aku akan melukis di taman belakang bersama Nenek. Nanti Ayah sama nyusul ya, jangan lupa bawain Adam jus buah."
"Iya sayang, "Ucap Laila seraya mencium kening putra nya.
Adam pun langsung pergi bersama Nyonya Alina, sedangkan Laila dan Arkana nampak meneruskan acara makan mereka.
Setelah selsai, Laila pun langsung membuatkan jus buah buat Adam .Setelah itu Laila pun membawa nya ke taman belakang, dia juga membawa banyak camilan untuk Adam.
Arkana merasa senang saat melihat nya, dia pun langsung mengekori Laila Dan yang pasti dengan dua gelas cangkir kopi untuk nya dan untuk Nyonya Alina.
Akhir nya hari kebahagiaan untuk mereka telah tiba, tapi kita semua tak pernah tahu apa yang akan terjadi selanjut nya.
Semoga saja selalu kebaikan yang datang, dan kebahagiaan yang selalu menyelimuti keluarga mereka.
+
+
+
Terimakasih karena sudah mampir, jangan lupa like dan tinggal kan jejak kalian. Vote nya juga aku tunggu ya, hadiah nya juga boleh..
kalau ada typo tolong koment ya, nanti aku edit lagi. πππ
ππππππππππππππππbanyak banyak untuk Kaleyan semua..
TBC