
"Mas..." panggil Sisil.
Sisil terlihat begitu manja, dia memeluk Adam sambil memainkan jarinya di dada Adam yang masih terbalut kemeja mahalnya.
"Apa, Sayang? Mau apa, hem?" tanya Adam.
Dia merasa sangat penasaran, karena Sisil menurutnya terlihat bersikap sangat aneh. Dia terlihat tak seperti istrinya.
"Boleh ngga kalau malam ini kita menginap di hotel saja?" tanya Sisil.
"Hah?"
Adam benar-benar merasa kaget dengan apa yang diminta oleh istrinya, apa tadi katanya? Menginap di hotel? Untuk apa?
Meluhat Adam yang hanya terdiam, Sisil pun bertanya kembali. "Mas, boleh ngga?" tanya Sisil.
"Memangnya kenapa harus menginap di hotel, Sayang? Kita akan baru pulang dari hotel kemarin, lalu untuk apa ke hotel lagi?" tanya Adam bingung.
Mendengar jawaban dari Adam, Sisil langsung mencebik kesal.
"Di rumah Ayah ngga bebas, Mas." Ucap Sisil seraya tertunduk.
"Maksudnya ngga bebas gimana?" tanya Adam.
Sisil terlihat kesal, karena Adam seolah tak mengerti akan keinginan dirinya. Sebenarnya, Sisil mempunyai gairah se.x yang tinggi. Dia selalu ingin mengulang permainan panasnya dengan sang suami.
Sisil bahkan ingin mewujudkan fantasi liarnya tentang berbagai gaya bercinta yang ingin dia coba, bukan hanya stay di tempat tidur saja. Walau memang dia akui, Adam memang melakukan banyak gaya. Tapi dia ingin mencoba di tempat lain.
Sisil ingin mencoba bercinta di atas meja makan, ingin mencoba berbagai gaya di atas sofa dan di tempat lainnya yang menurutnya akan di rasa sangat nyaman saat bercinta dengan Adam.
Tentu saja hal itu tidak bisa ia wujudkan jika tinggal satu rumah dengan mertua dan juga adik iparnya bukan?
Sisi mendekatkan bibirnya ke cuping telinga Adam, lalu dia pun mulai berbisik.
Mata Adam langsung membulat sempurna dengan apa yang diminta oleh Sisil, jika biasanya para pria yang selalu ingin lebih akan hal itu, tapi Sisil yang nota bene adalah seorang perempuan malah yang memintanya terlebih dahulu.
Namun, Adam sangat suka. Karena ternyata Sisil berani memintanya secara langsung pada Adam, mungkin inilah sebabnya kenapa banyak perempuan yang selingkuh dari suaminya.
Merasa tak puas di ranjang, lalu mencari lelaki lain yang mampu memuaskan hasrat bercintanya. Mulai besok, sepertinya Adam harus berpikir, bagaimana cara agar staminanya tetap terjaga. Adam juga harus berpikir, gaya apa saja yang bisa dengan mudahnya memberikan Sisil rasa puas.
"Tapi, Sayang. Dua hari lagi kita akan ke Bali, kita lakuin di sana aja nanti. Aku janji akan memenuhi semua permintaan kamu," ucap Adam.
"Ngga mau, Mas. Maunya sekarang, aku udah ngga sabar mau nyoba itu sekarang." Sisil terlihat cemburut, lalu memalingkan wajahnya menatap jalanan yang terlihat mulai gelap.
"Kita ke apartemen aja kalau gitu, ngga enak kalau ke hotel." Ajak Adam.
Sisil langsung menatap Adam lalu mengangguk setuju, dia sangat senang karena akhirnya dia bisa berduaan saja dengan Adam. Bukan niat hati untuk menjauhkan Adam dari keluarganya. Hanya saja Sisil ingin menikmati masa-masanya pengantin baru.
Adam langsung meminta sang Sopir untuk mengantarkannya ke apartemennya saja, tak lupa dia juga menelpon Laila. Membrikan kabar, jika dia dan Sisil akan menginap di apartemen.
Laila dan Arkana setuju saja, mereka pun paham jika Adam dan Sisil adalah pengantin baru. Merek pasti ingin menikmati masa-masanya untuk berduaan saja.
Sampai di apartemen, Sisil langsung mengunci pintunya. Lalu dengan cepat Sisil mendorong Adam hingga duduk di atas sofa.
Bahkan tanpa Adam duga, Sisil langsung membuka ikat pinggangnya dan membuka resleting celananya. Hal itu membuat Adam makin merasa bingung dengan apa yang akan dilakukan oleh istrinya.
"Ma--mau apa kamu, Yang? Kenapa ka--"
Adam tak bisa melanjutkan kata-katanya, karena Sisil sudah mengulum milik Adam. Adam langsung mencengkram sofa yang dia duduki.
Rasanya sangat luar biasa, saat miliknya mendapatkan kehangatan dari bibir mungil Istrinya. Bibir Sisil terlihat penuh dengan miliknya yang langsung mengeras di dalam sana.
Sisisl mulai menggerakan kepalanya, membuat Adam kalang kabut. Dia merasa nikmat, geli dan kaget secara bersamaan. Dia benar-benar tak menyangka dengan apa yang dilakukan oleh Sisil.
"Kamu nakal banget, Yang." Ucap Adam dengan mata yang terpejam menikmati sensasi kenikmatan yang luar biasa, tentunya baru kali ini dia rasakan.
Di saat sedang syok menikmati ******* dari istrinya, tiba-tiba saja Sisil melepaskan miliknya. Hal itu membuat Adam kecewa.
Namun, tanpa Adam duga. Sisil langsung menurunkan dress yang dia pakai lalu membuka kain penutup bagian intinya. Hal itu membuat Adam melongo tak percaya, apa lagi saat Sisil Naik ke pangkuannya.
Miliknya langsung masuk dengan sempurna ke dalam kelembutan milik istrinya, Adam langsung memeluk Sisil dan membenamkan wajahnya di dada istrinya.
Menikmati senasi kenikmatan yang sangat luar biasa, apa lagi saat Sisil mulai menggerakan tubuhnya. Membuat Adam ingin meledak seketika, Antara senang dan juga bertanya-tanya dalam hatinya.
Apakah ini benar-benar istrinya yang sedang memimpin permainan? Sejak kapan istrinya yang pendiam dan polos menjadi liar seperti ini?
Banyak sekali pertanyaan yang ingin dia ucapkan, tapi dia memilih untuk menikmati setiap liukan tubuh istrinya yang dirasa sangat luar biasa nikmatnya.
Hampir setengah jam Sisil memacu tubuhnya di atas tubuh suaminya, hingga akhirnya dia mendapatkan pelepasannya. Sisil langsung memeluk tubuh Adam sambil menggigit bahu suaminya.
Adam langsung tertawa walaupun bahunya terasa sakit.
"Sudah?" tanya Adam.
Sisil hanya menganggukan kepalanya di dalam pelukan Adam, rasanya sangat malu jika mengingat kegilaannya.
Namun, Sisil suka. Bahkan dia menginginkannya lagi, Adam seolah paham. Adam langsung berdiri tanpa melepaskan miliknya yang masih berada di dalam kelembutan milik istrinya.
Sisil langsung memeluk leher Adam dengan kuat, dia takut jika dirinya akan jatuh secara tiba-tiba. Namun dengan cepat Adam menahan bokong istrinya lalu menaik turunkannya.
Hal itu membuat Sisil memekik, rasanya dia kembali bergulung dalam kenikmatan yang tiada tara. Sore ini menjadi moment yang begitu indah untuk Sisil, apa lagi Adam seakan begitu mengerti dengan apa yang diinginkan oleh Sisil.
Setelah mendapatkan pelepasannya yang kedua kali, Adam belum juga melepaskan miliknya. Dia membawa Sisil ke ruang makan, dan Menidurkan Sisil di sana.
Adam benar-benar menuruti keinginan Sisil, kembali dia memberikan gulungan kenikmatan pada sang istri. Tentunya selama bermain, Adam selalu mensugesti dirinya agar bisa memuaskan istri cantiknya.
Jangan sampai miliknya yang berukuran jumbo, menjadi tak berguna.
+
+
+
Selamat pagi semua, selamat beraktifitas. Semoga kalian sehat selalu, Happy weekend...