
Dari bangun tidur senyum Adam tak pernah luntur ,pagi ini dia sedang menunggu Devano yang sudah berjanji akan mengantarkan nya ke showroom mobil.
Anak jenius itu sudah sangat tak sabar karena ingin segera pergi untuk membeli sebuah mobil yang dia inginkan ,tentunya dia akan membeli mobil impian nya dengan uang nya sendiri .
Laila dan Arkana yang melihat antusias putranya hanya bisa tersenyum sambil menggeleng kan kepala nya, tapi walau bagaimana pun mereka sangat bangga karna di usia Adam yang terbilang masih kecil, Adam sudah mampu mencukupi semua kebutuhan hidup nya.
Bahkan Adam juga sudah mampu memberikan kebahagiaan materi pada ke dua orang tua nya, sungguh mengagumkan bukan..
Mereka bahkan tak bisa memungkiri ,jika anak yang terlahir dari perbuatan yang salah itu mampu membawa keberkahan di dalam hidup mereka.
"Boy, sarapan dulu. "Titah Arkana.
"Yes Ayah, "Jawab Adam.
"Kamu jangan takut kalau Om Devan tak akan datang, karna Om Devan adalah orang yang selalu tepat waktu."Ucap Laila menenangkan.
"Wah,, seperti nya kalian sedang membicarakan aku ya?"Ucap Devano yang tiba-tiba saja sudah berada di dekat mereka.
Adam langsung tersenyum senang, bahkan Adam langsung menyimpan sendok dan garpu yang sedang ia pegang.
Adam pun langsung bangun dan melompat ke pelukan Devano, dengan senang hati Devano pun langsung memeluk keponakan nya itu.
"Boy, seperti nya kamu sudah sangat tak sabar? "
"Tentu saja Om, aku ingin segera membeli mobil baru impian ku."Jawab Adam.
"Seperti yang kamu inginkan Boy, uang mu banyak. Bahkan Ayah mu saja seorang sultan, kamu tahu Boy? Ayah mu mempunyai banyak perusahaan, tapi dia meminta orang kepercayaan nya untuk mengelola nya."Ucap Devano.
Adam pun langsung melihat Ayah nya, "Benar kah Yah?"Arkana nampak menganggukan kepala nya, lalu Adam pun kembali bertanya."Lalu kenapa Ayah malah memilih membuka usaha baru? "
"Karna Ayah ingin berkumpul bersama kalian, bagi Ayah kalian adalah segala nya."Ucap Arkana.
"Oooohhh,, aku sayang Ayah. "Adam pun langsung turun dari tubuh Devano dan langsung memeluk Arkana.
"Ayah juga sayang kalian, "Jawab Arkana.
Arkana langsung menarik Laila ke dalam pelukan nya, kini Arkana pun memeluk Adam dan Laila dengan penuh kasih.
Arkana memang lah lelaki yang sangat pandai berbisnis, bahkan di saat usia nya baru menginjak dua puluh tahun dia sudah mempunyai kantor desain interior sendiri.
Arkana memang bukan lah lulusan universitas luar negri, tapi kemampuan nya dalam berbisnis tak perlu di ragukan lagi.
Di usia Arkana yang ke dua puluh empat bahkan Arkana sudah membangun empat perusahaan, dia perusahaan bertengger cantik di kota K, satu di kota B, dan satu lagi berada di Amerika.
Perusahaan milik kakek buyut nya yang sempat hancur karna serangan balik dari perusahaan XX yang kini telah berganti nama menjadi BAC Corp, tapi dengan kepintaran Arkana perusahaan itu pun langsung berdiri kembali.
Tapi Arkana memang tak pernah turun secara langsung, dia selalu melibat kan orang-orang kepercayaan nya.
"Sudah-sudah jangan pada ngomong mulu ,Aku sudah sangat lapar .Sebaiknya kita sarapan terlebih dahulu,"Ucap Devano.
"Baiklah, mari kita sarapan."Ucap Arkana seraya menurun kan Adam .
Kini mereka pun sedang melakukan sarapan bersama, sesekali Adam berceloteh tentang mobil yang dia inginkan. Adam bahkan sudah membrowsing beberapa mobil yang sedang hits dan juga sudah melihat-lihat harganya di internet.
Anak itu memang selalu bergerak cepat dengan apa yang dia inginkan, Jika dia mempunyai keinginan, Adam akan segera mewujudkan keinginannya tersebut dengan segala kemampuan yang dia punya.
Sarapan pun telah selesai, dengan sangat tak sabar nya Adam segera menarik tangan Devano agar segera berangkat ke showroom mobil .
Dan seperti yang Adam inginkan, dengan senang hati Devano pun mengantar keponakannya itu .Devano pun mulai melajukan mobilnya menuju showroom langganan nya s,ampai di sana Adam pun dengan lincah bergerak kesana kemari untuk melihat berbagai jenis mobil yang sedang laris.
Devano yang melihat tingkah ponakannya hanya bisa menggeleng kan kepalanya, di mata Devano, Adam terlihat sangat lucu dan menggemas kan.
Bahkan anak itu sampai melompat-lompat untuk melihat mobil yang terlihat sangat tinggi untuk nya,karna kasihan akhirnya Devano pun menghampiri Adam dan menggendong anak itu.
"Terimakasih Om, Om selalu mengerti."
"Tentu Boy, karna kita sehati."
Adam pun tertawa, tak lama pandangan Adam tertuju pada sebuah mobil yang sedang populer di kalangan atas.
Mobil itu bahkan merupakan keluaran terbatas, Adam pun langsung memandang Devano.
"Adam mau mobil yang itu, "Tunjuk Adam.
Seorang wanita cantik dan seksi pun langsung menghampiri mereka,wanita itu pun langsung membawa kunci mobil nya.
Dia pun memulai pekerjaan nya, dari mulai memperkenal kan fitur canggih dari mobil itu, sampai memperlihatkan kecanggihan mobil tersebut.
Adam pun merasa cocok dan langsung jatuh cinta pada mobil itu, akhir nya setelah mempertimbang kan nya dengan Devano.
Mobil dengan harga 14,2 milyar itu pun langsung di bayar cash oleh Adam, Ck,, anak sultan mah bisa aja..
"Mba, tolong nanti mobil nya di antarkan ke alamat yang sudah saya tulis kan ya,"Pinta Devano.
"Siap Tuan, dengan senang hati."Ucap Mba manager nya.
Devano pun langsung mengajak Adam untuk pergi dari sana, awal nya Devano ingin mengantar kan Adam ke rumah nya.
Tapi anak itu meminta nya untuk pergi ke sebuah pusat perbelanjaan, Adam bilang selama ini dia tak mempunyai mainan.
Adam pun jadi merasa ingin membeli sebuah mainan, karna selama ini Adam selalu membuat mainan apa pun yang dia ingin kan.
Devano pun menyanggupi, akhirnya mereka pun kini langsung pergi ke sebuah pusat perbelanjaan terbesar di ibu kota.
Sampai di sana Adam begitu senang, awal nya Adam ingin membeli mainan. Tapi saat melihat zona permainan anak, Adam pun langsung meminta Devano untuk mengantarkan nya ke sana.
Dan tanpa di duga, ternyata Eliza pun sedang berada di arena permainan anak tersebut. Eliza yang melihat Devano pun langsung menghampiri nya.
"Hai Kak, kakak sama siapa ke sini? "
"Eliza?! Kamu sedang apa di sini? "Kaget Devano.
Eliza pun langsung tersenyum hangat pada Devano,"Aku sedang mengajak keponakan ku bermain kak, Mommy nya sedang melahirkan."
Eliza pun menunjuk keponakan nya yang sedang asik bermain di sebuah Arena bertema istana pasir, anak perempuan itu terlihat sangat senang, dan sesekali melambai kan tangan nya ke arah Eliza.
"Ah, kalau aku sedang menemani keponakan ganteng ku ini."Ucap Devano seraya menggendong Adam.
"Hai ganteng, mau main sama Aunty?"
"Mau Aunty, nama. Aunty siapa?
"Nama Aunty Eliza sayang, nama kamu siapa? "Ucap Eliza seraya mengambil Adam dari gendongan Devano.
"Adam Putra Pratama, senang bisa bertemu Aunty."
Setelah Berkenalan dengan Adam, Eliza pun langsung mengajak Adam ke sebuah Arena permainan bola basket. Dengan senang hati Adam pun menuruti nya, dia bahkan langsung bermain dengan Eliza tanpa memperdulikan Devano.
Sesekali Eliza nampak menoleh ke arah Devano ,Eliza nampak kagum saat melihat Devano yang terlihat sangat tampan di matanya.
Devano terlihat sedang berdiri di samping patung besar sepasang kekasih bertemakan cinta, karena memang sebentar lagi menuju hari raya Valentine.
Tak lama Eliza melihat patung itu bergoyang dan hampir menimpa tubuh Devano, dengan cepat Eliza pun berlari dan mendorong tubuh Devano.
Devano pun langsung jatuh terpental jauh dari patung yang roboh tersebut, sedangkan Eliza yang kurang cepat dalam berlari harus merelakan kaki kanan nya yang tertimpa besi penyangga patung tersebut.
Eliza langsung menangis karna sakit di bagian kaki nya, sedangkan Devano nampak syok dan meneriaki nama Eliza.
"Eliza.... !!"
+
+
+
Hayo gimana kira-kira kabar nya Eliza setelah ini? Dan bagaimana ya sikap Devano nanti nya terhadap Eliza?
Kuy pantengin terus karya receh ku ini, jangan lupa tinggal kan jejak Yes..