Who Is Adam?

Who Is Adam?
Bisakah Kau Memanggil Ku Daddy?



Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam, di meja makan sudah terhidang berbagai macam menu makanan.


Adam terlihat sangat puas melihatnya, Adam pun terlihat menyunggingkan senyuman nya sambil menatap wajah ibunya.


Laila yang ditatap seperti itu pun jadi bertanya-tanya terhadap putra nya , menurutnya hari ini Adam terlihat sangat aneh.


Adam bahkan meminta Laila untuk memasak makanan yang begitu banyak, saat Laila bertanya , Adam hanya menjawab jika malam ini akan ada dua tamu yang akan makan malam bersama mereka.


"Wah,, tumben masaknya banyak banget?"Tanya Arkana.


Arkana Baru saja datang dan melihat ke ruang makan, dia begitu kaget saat melihat makanan begitu banyak. Laila pun tersenyum ,lalu dia menjawab.


'' Tanyakan saja pada anak mu yang tampan itu, dia memaksaku untuk memasak banyak makanan."Jawab Laila.


" Memangnya ada apa boy? Apakah ada tamu spesial yang akan datang ?"Tanya Arkana penasaran.


" Tentu ayah ,akan ada dua tamu spesial yang datang malam ini. Aku sengaja mengundang mereka ,untuk makan malam bersama kita."


"Waah,, Ayah jadi se penasaran siapakah orangnya?"


" Sebentar lagi mereka akan datang ,dan Ayah akan tahu sendiri siapa tamu yang aku undang."Jawab Adam.


Baru saja Arkana bertanya tapi bel sudah berbunyi, Adam pun langsung berlari menuju pintu utama.


Saat Adam membuka pintu ,Adam terlihat sangat kaget .Karena ternyata ,Tuan Arley dan Om Devano datang secara bersamaan.


" Wow, kebetulan sekali .Kenapa kalian bisa datang secara bersamaan?"


" Entahlah aku pun tak tahu,"Jawab Tuan Arley.


" Mungkin hanya kebetulan,"Jawab Om Devano.


"Ck, orang dewasa memang sulit untuk dipahami. Mari masuk ,Om, grandpa.."Ajak Adam.


Devano dan Tuan Arley pun langsung masuk mengikuti langkah Adam , Adam pun langsung mengajak mereka ke ruang makan.


Laila dan Arkana terlihat sangat kaget, saat melihat Devano dan Tuan Arley secara bersamaan datang ke rumah mereka.


Laila dan Arkana pun langsung melihat ke arah Adam, sedangkan Adam hanya terkekeh saat melihat kedua orang tuanya yang sedang menatapnya dengan tajam.


" Silahkan duduk Om, grandpa, jangan sungkan anggap saja rumah sendiri." Ucap Adam mempersilahkan.


Devano dan Tuan Arley pun langsung duduk, sedangkan arkana nampak sungkan .


Melihat reaksi Arkana, Tuan Arley pun nampak berdiri.


"Sepertinya kehadiran ku disini tidak diharapkan, Boy,, maaf grandpa pergi saja.."Ucap Tuan Arley.


Tuan Arley pun nampak menggeser kan kursi dan hendak melangkahkan kakinya ,tapi dengan cepat Arkana pun berkata.


" Duduklah,, kita makan bersama."


Tuan Arley pun nampak duduk kembali ,Adam pun langsung menatap Tuan Arley lalu mengerlingkan sebelah matanya.


Devano yang melihat tingkah konyol keponakannya pun ,langsung mengatup kan mulutnya menahan tawa. Sedangkan Laila ,hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.


Kini semua orang nampak duduk dengan tenang di meja makan, semuanya nampak makan dalam diam. Tak ada yang bersuara sedikit pun ,hanya terdengar bunyi dentingan sendok dan garpu saja yang saling beradu.


Tuan Arley sesekali mencuri pandang ,dia nampak memperhatikan wajah arkana yang terlihat sangat tampan di matanya.


Saat melihat Arkana, dia jadi ingat dirinya di saat muda. Tampan, gagah, dan terlihat berkarisma.


Arkana yang merasa sadar jika dirinya sedang di perhatikan pun langsung berdehem.


"Ehm, aku sudah selesai ."Ucap Arkana.


Setelah mengucapkan kata itu ,Arkana pun langsung pergi meninggalkan mereka yang masih ada di meja makan.


" Sepertinya Arkana belum bisa menerima kehadiran ku,"Ucap Nya sendu.


" Jangan putus asa grandpa, biasanya kalau Ayah lagi sedih atau bingung dia kan duduk di taman belakang. Temuin dia , ajak dia bicara dari hati ke hati."Ucap Adam.


'' Adam benar ,pergilah ke taman belakang. Bicaralah baik-baik bersamanya, ucapkan apa yang ingin kamu katakan,Tuan."Ucap Devano.


" Baiklah, aku akan menemuinya .Semoga saja dia mau berbicara denganku,"Ucap Tuan Arley.


Dengan langkah gontai Tuan Arley pun pergi ke taman belakang ,saat tiba di sana Tuan Arley melihat Arkana yang sedang duduk termenung sendirian .


Tuan Arley pun menghampiri Arkana dan berdiri tepat di sampingnya,dia menghela napas berat kemudian berkata dengan suara rendah nya.


" Apa tidak ada kesempatan untuk ku ?Aku hanya ingin berbicara sebentar saja denganmu, kalau kau tidak bisa berbicara denganku ,bolehkah aku mendapatkan satu pelukan darimu?"


Arkana nampak menoleh ke arah Tuan Arley, dia pun berdiri dan menatap wajah Tuan Arley dengan intens.


Tanpa banyak bicara ,Arkana langsung memeluk Tuan Arley dengan erat.


Hati Arkana terasa menghangat ,begitu pula dengan Tuan Arley . Arkana memang sangat merindukan sosok Ayah kandungnya ,hanya saja dia tak berani untuk mengungkapkannya.


Rasanya dia begitu malu ,jika mengingat kalau dia hanya anak yang terlahir dari hubungan haram.


Tuan Arley langsung menangis karena terharu, begitu pun dengan Arkana. Dia pun turut menangis di pelukan ayah kandung nya, Layrla ,Devano dan Adam yang melihatnya pun turut menangis.


Mereka begitu terharu ,melihat anak dan ayah yang sedang berpelukan dan melepas rindu yang selama ini tertahan kan.


" Bisakah kau memanggilku Daddy? "Tanya Tuan Arley.


Arkana pun langsung terkekeh pelan dan menepuk pelan punggung Ayah kandung nya,"Daddy,, "Panggil Arkana pelan.


"Oh My good,, i'm verry Happy. Tank you good, tank you my Boy.."Ucap Tuan Arley dengan bibir bergetar menahan tangis.


Arkana pun mengangguk dalam pelukan Ayah kandung nya, Tuan Arley pun nampak senang luar biasa.


Tuan Arley melerai pelukan mereka, "Terimakasih anak ku, terimakasih."


"Hemm.,"Jawab Arkana..


"Ayo sini, kita duduk. Ada yang ingin Daddy bicara kan,"Ucap Tuan Arley .


Arkana pun menurut, kini mereka sedang duduk berdua di bangku yang sama. Mereka terlihat begitu enggan untuk memulai pembicaraan di antara mereka.


"Bicara lah Dad, bukan kah aku ingin berbicara dengan ku? "


"Yes, Daddy ingin tahu banyak tentang apa yang di sukai anak Daddy. Daddy ingin tahu banyak tentang apa saja yang di lakukan oleh putra Daddy selama ini, Daddy ingin mengenal anak Daddy."Ucap Tuan Arley.


"Dad, kenapa kau begitu yakin jika aku adalah putra mu? Apa kau tak mau kita tes DNA? "


"Bodoh, karna aku adalah Daddy mu. Untuk apa tes DNA? Untuk menyatakan jika aku meragukan mu?"


Arkana nampak terharu, dia pun langsung memeluk Daddy nya. Dia tak menyangka jika diri nya akan sedekat ini dengan Ayah kandung nya, padahal awal nya dia begitu enggan untuk bertemu lagi dengan Ayah kandung nya itu.


Devano, Laila dan Adam sedari tadi hanya seperti penonton yang sedang menonton sebuah pertunjukan.


+


+


+


Like nya Atuh yang banyak, jangan lupa besok sisain vote nya buat si aku penulis yang masih amatiran ini ya..


Salam sayang selalu buat Kaleyan semua, semoga kalian sehat dan bahagia selalu.


💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓 Banyak banyak untuk kalean semua..