Who Is Adam?

Who Is Adam?
Apakah Itu Cinta?



Hari yang ditunggu pun kini tiba, hari ini adalah hari di mana pembukaan perusahaan Devano yang berada di kota P akan diresmikan .


Devano sudah memutuskan akan membawa semua anggota keluarganya menuju kota P pukul 10 nanti ,karna ini masih pukul delapan pagi ,Devano pun merasa masih ada waktu untuknya pergi berkunjung ke rumah Eliza.


Tapi Devano merasa bingung karna Eliza selalu terlihat enggan saat bertemu dengannya ,akhirnya Devano pun memutuskan untuk mengajak Adam untuk pergi ke rumah Eliza.


Adam terlihat sedang berusaha merakit robot mini saat Devano menghampirinya, Adam terlihat sangat serius dengan apa yang dia lakukan.


"Boy, "Panggil Devano.


Adam pun langsung menghentikan aktivitasnya, dia langsung memalingkan wajahnya ke arah Devano.Adam terlihat menelisik wajah Devano, kemudian dia pun berpendapat.


"Apa Om sedang galau hem?? "


Devano langsung terperangah mendengar pertanyaan dari bocah genius itu, Devano pun langsung mengusap rambut Adam sedikit kasar.


"Ck, dari mana kamu tahu? "


Devano pun bertanya dengan raut penasaran, sedangkan Adam malah terkikik geli melihat tingkah Om nya.


"Om terlihat sangat gelisah, Om seperti orang yang merasa takut sebelum mencoba. Om juga terlihat seperti orang yang baru menyadari, jika yang selalu ada di dekat Om ternyata sangat Om sukai.Jadi,saat sesuatu itu menjauh, Om baru sadar kalau sesuatu itu ingin selalu Om tarik ke sisi Om agar dekat dengan Om kembali."Jelas Adam panjang kali lebar.


"Ck, kamu itu adalah anak genius yang paling menyebalkan. Karena kamu selalu bisa menebak Apa isi pikiran Om,"Ucap Devano.


Adam terlihat menertawai tingkah Omnya tersebut, Sedangkan Devano nampak mencebik kesal.


" Jadi, apa Adam perlu bantu Om?"


Devano pun langsung tersenyum," Tentu Boy, Om sangat butuh bantuan kamu. Kamu mau kan bantu Om?"


" Tentu Om dengan senang hati Adam akan membantu Om, Apa yang perlu Adam lakukan Om?"


"Temani Om ke rumah tante Eliza, kalau Om datang sendiri tante Eliza pasti nggak mau ketemu sama Om. Tapi kalau Om datang dengan kamu, tante Eliza pasti mau ketemu sama Om. Bisa kan Boy?"


Adam pun langsung menyeringai ,kemudian dia menatap Devano dengan penuh arti.


" Tentu saja boleh Om, tapi ada syaratnya."


" Apa itu syaratnya? Katakan saja, Om pasti akan memenuhinya."


" Adam ingin membuat robot mini Om, dan Om harus membelikan bahan-bahannya. Setuju Om?"


"Issh, masih saja ingin memeras. Duit mu itu sudah banyak, masih saja malakin Om .Apa kamu tahu Boy, harga alat-alat untuk membuat robot mini itu harganya cukup mahal?"Keluh Devano.


"Ya sudah, kalau Om tidak mau Om pergi aja sendiri ke rumah tante Eliza."


"Ck, kamu selalu saja mengambil keuntungan dalam setiap kesempatan,"Keluh Devano.


Adam pun langsung tertawa, sedangkan Devano langsung menggendong Adam dan menghampiri Laila yang berada di taman belakang.


"De, kakak pinjam Adam sebentar. Kamu bersiap-siaplah dengan yang lainnya, nanti sebelum jam sepuluh kakak sudah datang lagi."


"Iya Kak, "Jawab Laila.


Devano pun langsung membawa Adam masuk kedalam mobilnya ,kemudian Devano pun melajukan mobilnya menuju kediaman Eliza.


Sampai dirumah Eliza ,Devano tak membuang waktu. Dia pun langsung menghampiri ibunya Eliza yang sedang asyik menyiram bunga di depan rumahnya.


" Selamat Pagi tante ,maaf mengganggu waktunya. Boleh nggak saya ketemu ama Eliza? "


" Eh ,ada nak Devano sama nak Adam ,boleh boleh tentu saja boleh. Eliza pasti senang karena kamu berkunjung, ayo tante antar."


Devano dan Adam pun nampak tersenyum, lalu mereka pun mengikuti langkah tante Berlin masuk ke dalam rumahnya.


Sampai di depan kamar Eliza Nyonya Berlin pun langsung mengetuk pintu kamar Eliza. Tak lama terdengarlah sahutan dari dalam kamar Eliza,Devano pun berdecak senang.


"Siapa? "


"Mama sayang,"Jawab tante Berlin.


Tante Berlin pun langsung masuk ke dalam kamar Eliza, Devano dan Adam pun mengekori dari belakang. Pada saat mereka masuk ,Eliza terlihat sedang duduk di belakang cermin, seorang perawat sedang membantunya menyisir rambutnya.


"Baru mandi ya? "


"Iya Ma, hawanya dingin banget jadi baru sempat mandi."Jawab Eliza.


"Za,," Sapa Devano yang kini sudah berada di samping nya.


Eliza pun menoleh ke arah Devano, Eliza nampak tersenyum canggung pada nya. Awalnya Eliza ingin mengusir halus Devano, tapi saat melihat Adam yang sedang tersenyum manis padanya Eliza pun mengurungkan niatnya.


"Kakak ngapain kasini? Bukannya hari ini hari yang penting ya buat kakak? Kenapa. malah kesini bukannya segera berangkat? "


Devano pun langsung menatap tante Berlin, tante Berlin yang mengerti arti tatapan Devano pun langsung menepuk lembut pundak putrinya.


" Sayang, Mama ke dapur dulu ya .Ada yang harus Mama pekerjakan disana,Suster bantu saya sebentar ya?"Suter pun mengangguk, lalu tante Berlin pun menatap Adam."Tampan, kamu mau disini atau mau ikut Oma bikin kue di dapur? "


Adam pun langsung tersenyum,"Adam mau ikut Oma, tapi sebentar dulu karna Adam mau bicara sama tante Cantik."


"Silahkan sayang,"Ucap Tante Berlin.


Adam pun langsung menghampiri Eliza, dia langsung mendekatkan bibirnya ke dekat telinga Eliza.


"Tante cantik, aku tahu Om Devano sangat menyebalkan. Tapi dia juga sangat baik, tolong dengarkan dulu ya apa yang ingin dia sampaikan. Kalau dia bikin tante cantik kesel, tante langsung panggil aku aja. Nanti aku kasih pelajaran,"Bisik Adam, Eliza pun langsung tersenyum.


"Iya sayang,"Ucap Eliza seraya mengecup pipi Adam.


Adam pun langsung melihat ke arah Devano sambil tersenyum meledek, "Gerak cepat Om, nanti keburu ada yang gaet ."


Devano hanya mendelik sebal, tak mungkin bukan jika dia harus membalas ucapan Adam.


Tante Berlin ,Adam dan suster perawat pun langsung pergi meninggalkan kamar Eliza. Kini di kamar itu tinggal Eliza saja bersama Devano.


"Za, mau duduk di sini aja apa mau aku bantu duduk di kasur? "


"Di sini saja kak,"Jawab Eliza.


"Za,, "Panggil Devano.


"Apa kak? "Tanya Eliza tanpa menoleh ke arah Devano.


Devano pun langsung berjongkok di depan Eliza, kemudian dia pun menggenggam tangannya Eliza dengan sangat erat.


" Akhir-akhir ini kamu terlihat menghindari aku, kenapa? Apa kamu marah sama aku ?Apa aku pernah berbuat salah sama kamu?"


Eliza berusaha menarik tangannya dari genggaman tangan Devano ,tapi Devano menggenggam tangan Eliza sangat erat sehingga Eliza kesusahan untuk melerai tangan mereka.


"Za,, "Panggil Devano putus asa.


Eliza pun nampak mendesah pasrah .kemudian dia pun memberanikan diri untuk menatap Devano.


"Eliza minta maaf sama kakak, karna selama ini Eliza terlalu terobsesi untuk mendapatkan kakak. Padahal Eliza tahu kalau Kakak tak pernah menyukai Eliza, Eliza minta maaf atas kelakuan Eliza selama ini yang membuat Kakak merasa tidak nyaman."Ucap Eliza tulus.


"Jangan bicara seperti itu, jangan bikin kakak merasa bersalah sama kamu."


" Selama ini Eliza sudah tidak tahu diri karena selalu berusaha untuk mendekati Kakak , tapi sekarang aku sadar kalau cinta itu tidak bisa dipaksakan. Orang bijak pernah berkata 'jika tingkat mencintai seseorang yang paling tinggi itu adalah rela melepaskan orang yang dicintainya untuk mencari kebahagiaan nya sendiri', jadi mulai saat ini Eliza akan berusaha untuk melupakan kakak."Jelas Eliza.


"Za,, ngga kaya gitu juga. "


" Sudahlah kak ,nggak usah merasa bersalah gitu sama aku .Aku tahu kalau kakak tidak pernah menyukai aku, lebih baik mulai sekarang kita menjalani kehidupan kita masing-masing. Aku sudah mengikhlaskan Kakak, dan kakak bisa mencari perempuan yang benar-benar kakak cintai."


Ucapan Eliza terasa begitu menyakitkan untuk Devano, padahal Devano selama ini selalu tidak peduli pada Eliza. Tapi disaat Eliza mengatakan hal itu ,ada rasa sakit yang menyeruak di hati Devano.


"Za, mau nggak memulai Semuanya dari awal?"


" Maksud kakak apa?"


" Aku akan berusaha untuk mencintai kamu, aku merasa sudah terbiasa dengan kehadiran kamu dan ketika kamu menghindar seperti ini rasanya seperti ada sesuatu yang hilang dalam diri aku."