
Tuan Seno nampak pulang dari kediaman Laila,dia ingin segera pulang dan meminta asisten kepercayaan nya untuk mencari tahu tentang keberadaan anak laki laki nya.
Karna begitu penasaran, dan segera ingin tahu sebenarnya siapa anak kandung nya?
Sepanjang perjalanan Tuan Seno nampak murung, dia tak menyangka jika kisah cinta nya bersama Nayla menghadirkan seorang putra laki laki yang tidak dia ketahui.
Sesampai nya di rumah, Tuan Seno langsung masuk ke dalam ruang kerja nya. Tak lupa dia pun berpesan pada istri nya Alina, jika ada Heru sang asisten kepercayaan nya datang langsung di suruh masuk ke dalam ruang kerja nya.
Alina pun menurut, karna memang seperti biasa nya, wanita itu selalu manut dan patuh pada lelaki yang sudah tiga puluh tahun menikah nya.
Tuan Seno kini nampak duduk sambil memangku dagu nya, dia begitu gundah. Rasa bersalah kini menyeruak dalam hati nya, wanita yang dia cintai telah dia hina dan dia caci karna sebuah kesalah pahaman.
"Kenapa aku begitu bodoh?! Seharus nya aku menyelidiki semua nya terlebih dahulu, kenapa aku malah langsung percaya tanpa mencari tahu kebenaran nya? "
Tuan Seno pun nampak mengacak rambut nya dengan kasar, dia menyandarkan tubuh nya di sandaran kursi sambil menatap langit langit.
Saat sedang asik dengan lamunan nya, terdengar lah suara ketukan pintu. Tuan Seno pun membenar kan letak duduk nya, setelah itu dia pun memepersilah kan orang itu untuk masuk, karna dia yakin jika itu adalah Heru.
"Masuk lah Her,"Teriak Tuan Seno.
Heru pun langsung masuk dan menghampiri Tuan nya sekaligus kakak sepupu nya, mereka begitu dekat dan akrab. Jika di kantor Heru akan bertingkah sangat sopan, tapi jika di luar kantor dia akan bersikap selayak nya sodara nya.
"Ada apa Abang memanggil ku?"
"Abang mau minta tolong sama kamu Her, tolong selidiki kasus kepergian Nayla. "
Saat mendengar nama Nayla di sebut, wajah Heru langsung berubah pias. Tuan Seno yang menyadari nya pun langsung menghampiri Heru, dia pun langsung bertanya pada adik sepupu nya itu.
"Kenapa wajah mu terlihat pucat saat aku menyebut nama Nayla? Apa kamu tahu apa yang sebenarnya nya terjadi? "
Heru pun langsung berlutut di kaki Tuan Seno,"Maaf kan saya Bang, saya salah telah menyembunyikan semua ini dari Abang .Tapi saya melakukan semua ini karna di bawah tekanan Nenek dan Kakek,Abang pasti tahu jika Ayah ku hanya anak angkat. Mereka mengancam kami, maka nya kami hanya bisa diam."Jelas Heru
"Jadi kau mengetahui nya?! "
Heru pun mengangguk, Tuan Seno nampak terlihat menahan amaran. Ke dua tangan nya sudah mengepal sempurna, tapi dia tak tega untuk menyakiti adik sepupu nya itu.
"Bangun lah, dan ceritakan semua yang kau tahu pada ku."Ucap Tuan Seno seraya duduk di sofa, Heru pun bangun dan langsung duduk di depan Tuan Seno.
"Begini Bang, kakek dan Nenek tak setuju jika Abang menikah dengan Nayla karna dia adalah orang miskin. Mereka pun memutuskan untuk membawa nya pergi jauh ke tempat terpencil dengan hanya di temani oleh seorang perawat karna saat itu ternyata Nayla sudah hamil enam minggu."
"Ya, dia pasti mengandung anak ku. Karna kami pernah melakukan nya saat aku membawa nya berlibur ke Pulau Derawan."Kenang Tuan Seno.
Heru pun nampak mengangguk paham, pasal nya saat berlibur ke Pulau Derawan dia pun turut serta .Tapi di sana dia merasa hanya sebagai ajudan saja, yang selalu mengikuti kemana pun Tuan Seno dan Nayla pergi.
Bahkan kalau Tuan Seno dan Nayla sudah masuk ke dalam kamar, mereka tak pernah nampak keluar. Mereka pasti akan menghabiskan waktu berdua tanpa mau di ganggu oleh siapa pun, termasuk urusan pekerjaan. Alhasil, Heru lah yang selalu mengerjakan semua urusan kantor kala itu.
"Lalu, apa kau tahu ke mana Nenek membawa putra ku?"Tanya Tuan Seno.
Tuan Seno nampak mengernyit heran,"Siapa? Cepat katakan siapa anak ku?! "
"Apa Abang ingat dua puluh tujuh tahun lalu Nenek dan kakek membawa seorang putra?Mereka berkata jika dia adalah anak orang miskin, dan mereka meminta Abang untuk mengadopsi nya."
"Maksud mu Devano? "
"Iya Bang, Devano adalah anak Abang. Mereka sengaja membawa nya dan meminta Abang untuk mengurus nya, agar dia merasakan kasih sayang Papah nya. Dan mereka sengaja tidak mengatakan jika Devano adalah anak kandung Abang dari Nayla, agar kak Alina mengurus nya dengan baik. "Jelas Heru.
"Pantas saja sifat anak itu begitu mirip dengan Nayla, Ya Allah,, kenapa aku tidak menyadari semua nya dari awal?!"Aku memang bodoh, benar benar bodoh."
"Sudah lah Bang, Abang tak perlu menyesali semua nya. Toh Nayla juga sudah meninggal, yang harus Abang lakukan adalah memperbaiki semua nya. Jangan sampai Arkana merasakan hal yang Abang rasakan, apa lagi di antara mereka sudah ada Adam."
"Kau benar, aku tak boleh salah dalam bertindak. Tapi, bagaimana cara ku memberi tahukan Devano kalau dia adalah anak kandung ku?! "
"Ajak lah dia bicara dari hati ke hati, aku yakin dia pasti paham."
"Ya, kau benar. Nanti kalau dia sudah tak sibuk mengurusi proyek kerja sama antara perusahaan aku dan perusahaan dia,aku akan bicara pada nya. Pantas saja dia sangat pandai, ternyata dia memang menuruni ku."Ucap Tuan Seno Jumawa.
"Dari dulu sampai sekarang selalu saja membanggakan kepintaran, tapi selalu bodoh dalam urusan percintaan. "Cibir Heru.
"Ya, kau benar. Dan seperti nya aku harus banyak belajar dari mantan playboy seperti mu."
"Abang sedang memuji atau menjatuhkan ku?!"Kesal Heru.
"Maaf, jangan suka tersinggung dengan ucapan ku. Bagaimana kalau sekarang kita langsung ke kantor saja? "
"Baiklah, memang banyak berkas yang menumpuk karna sedari pagi Abang sudah menghilang."Jawab Heru.
Tuan Seno hanya tersenyum, dia tak berniat untuk menjelaskan pada Heru. Dan mereka pun akhirnya pergi, karna masih banyak pekerjaan yang menunggu.
Alina yang melihat suami nya tak berani berkomentar apa apa, pasal nya dia memang lah perempuan penurut. Wanita itu memanglah hanya wanita penebus hutang, maka nya selama berumah tangga dengan Tuan Seno ,dia selalu mematuhi apa pun yang di katakan oleh Tuan Seno.
+
+
+
Terimakasih karna sudah mampir, minta dukungan nya selalu buat aku si penulis yang masih amatiran ini. Tinggal kan Like, koment, vote, rate, kritik dan saran yang membangun.
Jangan lupa tekan π untuk memfavoritkan.. πππππππππππππππππππππππππππππBanyak banyak untuk kalean semua..
TBC