Who Is Adam?

Who Is Adam?
Ikut Ke Kantor



Adam sudah bersiap untuk bekerja, dia pun sudah sarapan dan sudah terlihat tampan. Saat Adam hendak masuk ke dalam mobilnya, tiba-tiba saja Sisil datang dengan berpenampilan sangat rapi.


Dia bahkan terlihat sudah sangat cantik, namun penampilannya terlihat seperti anak SMA menurut Adam.


Sisil memakai kemeja putih pendek dipadupadankan dengan rok berwarna abu, dia juga memakai tas ransel kecil berwarna biru laut. Adam sempat terkekeh melihat penampilan istrinya.


"Kenapa?" tanya Sisil.


"Ngga apa-apa, aku hanya senang melihat istri cantikku ini." Adam mencuil dagu Sisil.


"Aku kan memang cantik, kalau ngga Mas pasti ngga mau nikah sama aku." Sisil langsung memeluk lengan kekar Adam.


"Kamu tuh aneh, Mas mau kerja. Kenapa kamu malah berpenampilan kaya gini, terus peluk-peluk juga?" tanya Adam.


"Aku mau ikut Mas kerja," jawab Sisil.


Dahi Adam nampak berkerut dalam, dari bangun tidur dia berkata malas. Bahkan sarapan saja tak mau beranjak dari tempat tidur, tapi giliran Adam mau kerja dia terlihat sangat segar dan ceria.


Bahkan Sisil berkata ingin ikut ke kantor bersama dirinya, heran sekali, pikirnya.


"Kenapa diem? Aku ngga boleh ikut?" tanya Sisil.


"Boleh, Sayang. Tentu saja, boleh apa sih yang ngga buat kamu." Adam langsung menggigit gemas hidung istrinya.


Sisi langsung tersenyum senang saat mendengar ucapan Adam, dengan cepat dia pun masuk kedalam mobil milik Adam.


Lalu Sisil menepuk bangku kosong di sampingnya, Adam hanya bisa menggelengkan kepalanya. sedangkan pak sopir langsung mengatupkan mulutnya menahan tawa melihat pasangan tersebut.


"Jalan, Pak," perintah Adam.


Pak sopir terlihat menganggukan kepalanya, lalu dia pun melajukan mobil tersebut menuju perusahaan BAC Corp.


Sepanjang perjalanan menuju kantor, Sisil bersikap sangat manja sekali. Dia memeluk Adam dari samping dengan kepalanya yang dua sandarkan di dada bidang suaminya.


Adam dengan setia memeluk dan mengelus lembut puncak kepala istrinya, dia sangat suka ketika Sisil bersikap manja padanya.


Dia merasa lebih berharga dan lebih dibutuhkan sebagai seorang lelaki.


"Kenapa kamu manja sekali, hem?" tanya Adam.


"Nggak tahu, Yang. Aku kayaknya lagi pengen dimanja aja," jawab Sisil.


"Terus, untuk apa kamu ikut ke kantor? Kenapa nggak tinggal di rumah aja?" tanya Adam lembut.


Sisil langsung mendongakan kepalanya, dia menatap Adam dengan tatapan penuh protes. Dia merasa tak suka kalau Adam menanyakan hal itu padanya, dengan seperti itu Adam terkesan tidak suka jika Sisil ikut ke kantor bersama dengannya.


"Memangnya kenapa kalau aku ikut ke kantor?" tanya Sisil jutek.


Adam langsung mencubit gemas pipi Sisil, lalu dia mengecup bibir istrinya sekilas.


"Karena istriku ini sangat doyan makan, nanti bagaimana kalau di kantor pengen makan?" tanya Adam.


Sisil nampak berpikir, lalu kembali dia menatap Adam dengan lekat.


"Nggak apa-apa, Yang. Kan ada Kak Leo, nanti aku minta dia buat beliin makanan yang aku suka," jawab Sisil.


Adam kembali terkekeh mendengar penuturan istrinya, semenjak hamil sikapnya jadi susah ditebak.


"Baiklah, terserah kamu saja. Lakukan apa pun yang kamu inginkan, tapi jangan sampai membuat Leo kelelahan. Karena dia mempunyai banyak urusan yang harus dikerjakan," ucap Adam mengingatkan.


"Siap, Pak Bos suamiku," jawab Sisil.


Adam langsung tertawa mendengar ucapan Sisil, pak sopir pun ikut tertawa namun tak bersuara, karena Adam bisa melihat bahu pak sopir terlihat berguncang.


Adam pun menjadi salah tingkah dibuatnya, karena tak biasanya istrinya itu bersikap seperti itu. Bahkan sedari tadi ditanya mau makan apa pun, Sisil bilang belum lapar.


Padahal, biasanya pagi-pagi saja Sisil sudah makan 2 kali. Terkadang dia minta dibuatkan susu dan juga minta dibeliin buah serta camilan.


Laila bahkan sengaja mempekerjakan seorang asisten rumah tangga yang khusus untuk memenuhi semua keinginan Sisil.


Bahkan dia sengaja mencari asisten yang usianya masih muda, agar Sisil bisa mengobrol dengannya.


Dengan seperti itu, Sisil tak akan merasa jenuh pikir Laila.


Saat waktu istirahat tiba Adam segera menghentikan pekerjaannya, dia ingin segera mengajak istrinya untuk makan siang.


Namun, sebelum Adam beranjak dari kursi kebesarannya. Sisil sudah terlebih dahulu bangun dan menghampiri Adam.


Tanpa Adam duga, Sisi langsung duduk diatas pangkuan Adam. Dia langsung mengalungkan tangannya dileher Adam dan menautkan bibirnya ke bibir suaminya dengan sangat mesra.


Adam langsung terbuai dibuatnya, dia langsung membalas setiap cecapan yang dilakukan oleh istrinya.


Bahkan tangan Adam langsung meremat bokong istrinya, yang kini terasa lebih padat dan berisi menurutnya.


"Kita makan siang dulu," ucap Adam setelah Sisil melepas pagutannya.


Sisil menggeleng, ada hal yang dia inginkan dan suaminya harus segera tahu.


"Kenapa? Belum lapar?" tanya Adam.


"Sangat, Mas. Aku sangat lapar, tapi maunya makan yang ini." Sisil langsung meremat milik Adam.


Hal itu membuat Adam kaget, dia bahkan sampai meringis. Antara merasa nikmat dan sakit secara bersamaan.


"Kamu nakal banget sih?" Adam langsung menggigit dagu Sisil.


Sisil tersenyum, dia membungkukkan kepalanya. Lalu, Sisil pun berbisik tepat di telinga Adam.


"Aku mau itu, Yang. Tapi akunya di atas, boleh ngga?" tanya Sisil.


Adam langsung melotot, dia menampilkan wajah protes kepada istrinya tersebut.


"Kamu lagi hamil, Yang. Jangan macam-macam, aku nggak mau terjadi apa-apa sama calon Baby kita," ucap Adam.


Sisi langsung cemberut, dia terlihat mengkerucutkan bibirnya dengan sempurna. Adam langsung menautkan bibirnya dengan bibir Sisil, namun karena Sisil terlihat masih marah, dia langsung mendorong dada suaminya.


"Mas jahat, padahal aku sudah tanya sama dokter cara bermain yang aman seperti apa," ucap Sisil.


Adam sampai melongo tak percaya dibuatnya, dia tak menyangka jika istrinya akan menanyakan langsung pada dokter.


"Kapan kamu bertanya kepada Dokter?" tanya Adam.


"kemarin, aku sengaja menelepon Dokter Mira karena aku penasaran. Apakah boleh melakukannya seperti itu, soalnya aku sangat menginginkannya," ucap Sisil.


Adam langsung menepuk jidatnya, istrinya itu seakan tak punya malu setelah mengandung anaknya.


+


+


Selamat pagi kesayangan, selamat beraktivitas. Semoga saja kalian sehat selalu dan diberikan rezeki yang melimpah.


Terima kasih untuk kalian yang selalu setia mengikuti novel Adam, terima kasih juga untuk yang udah ngasih Vote, like, bunga, koment dan juga hadiahnya.