
Tuan Seno kini tertunduk lesu di depan makan Ibu Nayla,tangan nya memeluk erat nisan wanita itu. Wanita yang pernah hadir dalam kehidupan nya, wanita yang sudah memeberikan seorang putra untuk nya.
Sesekali terdengar isak tangis dari bibir tua nya, dia merasa sangat menyesal karna langsung mengecap Ibu Nayla sebagai wanita berengsek yang tega meninggal kan nya kala hari pernikahan mereka hampir tiba.
Devano yang tepat berada di samping nya langsung merangkul pundak lelaki paruh baya itu, dia pun mengelus lembut punggung Papah nya.
Arkana ,Adam dan juga Laila berada tepat di sebrang Tuan Seno. Mereka semua pun sedang memanjatkan do'a, berharap Allah memberikan surga nya dan memberikan ampunan atas segala kesalahan Ibu Nayla semasa hidup nya.
"Nay, maaf kan Mas karna sempat menuduh mu yang tidak tidak. Mas kecewa kala itu, Mas bodoh, Mas harus nya ngga percaya gitu aja.."Ucap Tuan Seno.
"Bu, ini aku Devano. Putra Ibu, maaf baru bisa nemuin Ibu. Karna selama ini aku ngga pernah tahu kalau Ibu adalah ibu kandung ku, terimakasih karna sudah melahirkan aku ke dunia ini."Ucap Devano.
"Bu, aku Arkana. Aku ke sini mau meminta restu pada mu, nanti sore aku mau menikahi anak ibu. Maaf aku baru sempat kemari dan maaf karna aku baru bisa menikahi Laila sekarang ,Ibu yang tenang ya di sana. Insya Allah aku akan berusaha untuk menjadi suami yang baik buat Laila dan juga akan berusaha untuk menjadi Ayah yang baik untuk anak anak kami."Ucap Arkana.
"Bu, Laila datang lagi dengan Adam, kak Devano, calon suami Laila dan Juga Papah Seno. Laila mau menikah, Laila minta restu juga ya Bu. Semoga ibu tenang di alam sana, karna aku dan Adam sudah ada yang bertanggung jawab."Ucap Laila.
"Nenek, Adam senang banget. Sekarang Adam mempunyai banyak keluarga, tak seperti dulu yang selalu berdua saja sama ibu.Nenek semoga tenang di sana ya Nek, minggu depan Adam mau ikut lomba. Semoga Allah selalu melindungi Adam dan semua keluarga Adam, dan Allah memberikan kemenangan pada Adam."Ucap Adam.
Setelah mengucapkan isi hati masing masing, kini semua nya terlihat sedang larut dalam pemikiran mereka.
"Hampir dua jam mereka di sana, dan Tuan Seno pun memutuskan untuk mengajak pergi anak dan cucu nya. Tuan Seno dan Devano mengajak Adam ke perusahaan XY milik Tuan Seno, sedangkan Laila dan Arkana langsung pergi ke butik untuk membeli baju pernikahan mereka.
Arkana terlihat begitu semangat saat memilih baju pengantin nya, sedangkan Laila terlihat malu malu.
"Sayang, ayo lah.. Pilih lah sesuai dengan keinginan hati mu, jangan diam saja."
"Aku malu Mas, Mas saja yang pilih kan."
"Laila, ini adalah hari bahagia untuk kita. Aku mau kamu menggunakan baju pengantin yang sesuai dengan keinginan mu,"Rayu Arkana.
"Baiklah Mas, hari ini aku akan menguras isi dompet mu."Ucap Laila dengan mengedipkan sebelah mata nya.
"Nakal, "Ucap Arkana seraya mengecup sudut bibir Laila.
"Mas ih,, "
"Sudah Ayo, nanti habis ini kita ke toko perhiasan."
"Baiklah,, "Ucap Laila pasrah.
Laila pun memperhatikan deretan baju yang berjajar rapi, sang pemilik butik yang mengenal Arkana pun langsung menghampiri mereka.
"Maaf Tuan, Nona. Barangkali kalian mau melihat koleksi baju pasangan pengantin keluaran terbatas, bisa ikut saya."Ucap pemilik butik.
"Ah, Bu Atik. Boleh Bu,kebetulan aku mau kalau pernikahan kami terlihat begitu berkesan, "Ucap Arkana.
Bu Atik pun mengajak Arkana dan Laila masuk ke dalam sebuah ruangan khusus, di sana terdapat beberapa baju yang berada di dalam kaca.
Begitu indah dan desain nya juga sangat luar biasa, Laila menatap kagum pada setiap baju pengantin yang dia lihat.
"Bagaimana sayang? Mana yang kamu suka?"
"Semua nya bagus Mas, rasa nya aku ingin membeli semua nya. Tapi tak akan terpakai, "Sesal Laila.
"Kalau begitu, pilih lah satu yang menurut mu paling pantas dan bagus."
Mata Laila mulai melihat dan memperhatikan satu persatu baju pasangan pengantin yang ada di sana,di lihat dari segi mana pun ,baju baju itu sangat indah dan kalau bisa, tentu saja Laila ingin mencoba baju nya satu persatu.
Tapi karna waktu yang mereka miliki sangat terbatas, Laila pun harus segera memastikan baju mana yang harus dia pilih.
Akhirnya pilihan Laila jatuh pada gaun pengantin yang terlihat sederhana tapi nampak begitu elegan,pemilik butik itu pun langsung tersenyum.
"Pilihan yang sangat bagus Nona,silahkan ikut saya ke ruang ganti. Saya akan membantu anda untuk mencoba nya, "Ucap Bu Atik.
Laila pun menurut, dia mengikuti Bu Atik ke dalam ruang ganti. di sana Laila mencoba baju nya di bantu oleh Bu Atik, begitu pun dengan Arkana .
Arkana mencoba memakai baju pengantin nya di ruang ganti sebelah nya Laila,setelah baju nya dia pakai. Arkana pun mematut wajah nya di cermin, Arkana pun kemudian tersenyum.
"Perfect, aku suka. Aku kelihatan gagah sekali, semoga Laila suka."Ucap Arkana.
Setelah memastikan penampilan nya terlihat sangat tampan paripurna, Arkana pun keluar dari ruang ganti dan berdiri tepat di depan ruang ganti Laila.
Tak lama keluar lah Laila dari ruang ganti bersama Bu Atik, Laila terlihat sangat cantik. Gaun dengan model sederhana terlihat melekat indah di tubuh Laila, Laila terlihat sangat cantik dan tampil begitu elegan.
Arkana sampai tak berkedip di buat nya, dia menatap Laila dengan penuh rasa kagum. Hal itu membuat Laila salah tingkah, sedang kan Bu Atik terlihat senang.
Tentu saja karna Arkana begitu menyukai tampilan Laila yang berbalut baju pengantin rancangan nya, Bu Atik pun langsung memeluk pundak Arkana yang hanya diam mematung menatap Laila.
"Bagaiman Tuan Arkana, apa kah anda suka dengan baju nya? "
"Berarti deal yang ini ya? "
"Iya Bu, sekalian carikan beberapa gaun yang bagus untuk calon istri ku? "
"Siap Tuan, "Sahut Bu Atik.
Laila pun kembali di ajak ke ruang ganti, dia kembali membantu Laila untuk membuka baju pengantin nya. Bu Atik pun tak lupa memilihkan beberapa gaun indah untuk Laila,dan dia pun tak lupa memilih kan gaun seksi untuk malam pertama mereka.
Setelah semua nya selsai, Bu Atik pun kembali membawa Laila ke hadapan Arkana. Tak lupa dia juga sudah memasukan semua pesanan nya ke dalam beberapa paper bag.
"Ini Tuan, "Ucap Bu Atik seraya menyerahkan beberapa paper bag pada Arkana.
"Terimakasih Bu, punya saya juga sudah di rapih kan sama asisten Ibu."Ucap Arkana.
"Saya juga berterimakasih karna Tuan selalu memilih Butik kami ,Oiya Tuan, bayar nya mau cash atau debit? ."Ucap Bu Atik.
"Debit aja,"Ucap Arkana seraya menyerahkan kartu nya pada Bu Atik.
Bu Atik pun langsung menuju kasir untuk melakukan transaksi pembayaran, setelah selsai dia pun langsung memberikan kartu nya kembali pada Arkana.
Arkana pun mengajak Laila untuk pergi, karna urusan mereka di rasa sudah selsai. Arkana pun membawa Laila ke toko perhiasan, Arkana meminta Laila untuk memilih cincin kawin mereka.
Tapi Laila nampak bingung, karna semua nya terlihat indah. Akhirnya Laila pun meminta Arkana untuk memilih nya, Arkana pun memilih cincin berlian yang begitu Indah .
Laila pun nampak suka, tak lupa Arkana pun membelikan Laila satu set perhiasan sebagai mahar pernikahan mereka.
Setelah di rasa cukup, Arkana pun melajukan mobil nya menuju kediaman Dijaya, Laila sempat ragu untuk ikut ke rumah Dijaya saat ini.
Tapi Arkana meyakin kan, jika Laila memang sudah harus berada di sana untuk melakukan persiapan. Dan benar saja, saat mereka tiba Nyonya Alina langsung mengajak Laila ke sebuah ruangan yang sudah dia persiapkan khusus untuk calon menantu nya itu.
Di sana sudah ada dua orang dari salon yang akan membantu Laila melakukan perawatan, tentu nya Laila harus melakukan perawatan full body sebelum menyambut acara pernikahan dan acara malam pertama mereka.
"Maaf Mba, ini sudah masuk waktu dzuhur. Saya boleh shalat dulu kan ya? "Tanya Laila.
"Tentu Nona, kami akan setia menunggu."
Alina pun merasa senang, karna ternyata calon menantu nya adalah wanita yang tak hanya cantik wajah nya saja, tapi juga sangat cantik akhlak nya.
"Mari Laila, Mama antar ke mushola."Ucap Nyonya Alina.
Laila pun menurut, saat tiba di mushola ternyata sudah ada Arkana di sana. Akhirnya Laila, Arkana dan Nyonya Alina pun melakukan shalat dzuhur berjamaah, dengan Arkana sebagai imam shalat nya.
Laila sangat bahagia, karna ternyata calon suami nya merupakan lelaki yang taat beribadah. Laila sungguh berharap jika setelah menikah dengan Arkana, hidup mereka akan jauh lebih baik lagi.
Selesai shalat, Laila pun diantar kan kembali oleh Nyonya Alina ke ruang khusus perawatan. Laila di suruh duduk dan menikmati sensasi perawatan yang akan di berikan oleh dua orang ahli dari salon tersebut, sedangkan Nyonya Alina meninggalkan Laila di sana.
Karena memang masih banyak hal yang harus di urus oleh nyonya Alina, dia harus cepat mempersiapkan kebun belakang untuk acara ijab kabul sekaligus resepsi pernikahan untuk putra semata wayang nya itu.
Sementara Nyonya Alina begitu sibuk mempersiapkan acara pernikahan putra nya, Laila malah terlihat sedang salah tingkah.
Laila terlihat sangat gugup saat dua orang yang berada di dekat nya mulai melakukan perawatan, Laila pun di minta membuka baju nya dan memakai kain kemben karna harus luluran .
Setelah itu di lanjutkan dengan pijatan rileksasi, maskeran, manicure dan pedicure, serta serangkaian perawatan lain nya.
Siang ini Laila benar benar di manjakan oleh kedua orang yang ahli dalam bidang nya tersebut, bahkan Laila sempat tertidur saat di pijat.
Sedangkan Arkana kini sedang sibuk menghapal apa yang akan dia ucap kan nanti saat ijab kabul, dia takut lupa dan salah dalam pengucapan.
Berbeda dengan Adam, Tuan Seno dan Devano. Mereka kini sedang asik berbelanja, mereka juga tak mau kalah dalam penampilan.
Setelah selsai dengan urusan kantor, mereka bertiga langsung berbelanja di sebuah pusat perbelanjaan ternama di kota K. Bahkan Adam di belikan banyak mainan oleh Tuan Seno ,dan Tuan Seno maupun Devano tak menyangka kan dengan mainan yang di ingin kan oleh anak itu.
Karena biasa nya anak seusia Adam akan memilih mainan seperti Mobilan dan robotan,tapi Adam malah meminta laptop keluaran terbaru dengan harga yang wah untuk mainan nya dan tentu nya untuk pekerjaan nya.
Tuan Seno dan Devano sampai menggelengkan kepala, karna tingkah anak itu. Adam juga meminta beberapa alat lukis yang harganya tak murah, tapi Tuan Seno tetap menuruti keinginan anak itu.
Apa pun permintaan Adam, rasanya dia ingin menuruti semua keinginan cucunya itu. Karena itu adalah bentuk rasa penyesalan dirinya terhadap cucunya.
+
+
+
Terimakasih karena sudah mampir di karya penulis yang masih amatiran seperti saya ini,jangan lupa tinggal kan jejak Yes. Dukungan kalian adalah segala nya buat ku, 💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓se kebon untuk Kaleyan semua.
TBC