
Al terlihat begitu emosi, dia merasa kesal, marah dan juga benci bercampur aduk jadi satu. Andai saja membunuh itu tak dosa, Al sudah membunuh Bella saat itu juga.
Namun, dia harus bisa bermain cantik untuk membuktikan kebohongan yang Bella ucapkan di depan kedua orang tuanya.
Al langsung menyambar kunci motor sportnya, lalu melajukannya dengan sangat cepat. Tentu saja tujuan utamanya adalah pergi ke rumah Bella.
Dia ingin bertanya dengan Bella, apa yang sebenarnya sudah dia ucapkan kepada Ayah dan juga ibunya?
Tak hanya ingin bertanya, Al juga ingin memberikan pelajaran kepada wanita yang bernama Bella tersebut. Karena Al merasa tidak pernah meniduri Bella.
Al sudah bertekad akan membuat Bella menyesal karena tuduhan yang dia lontarkan padanya, Al juga kan membuat Bella menyesali setiap kata yang keluar dari mulut Bella.
Sampai di kediaman Bella, Al langsung turun dari motor sport yang dia tumpangi. Al dengan tak sabar langsung menggedor pintu rumah Bella.
Sepuluh menit dia berteriak memanggil nama Bella sambil menggedor pintu rumah Bella, nampaklah Bella yang keluar dengan menggunakan baju yang sangat seksi.
Dia seakan sengaja ingin menggoda Al, melihat akan hal itu bukannya membuat Al tergoda. Justru membuat Al semakin benci dengan mahluk yang bernama wanita.
"Al," sapa Bella dengan wajah sumringah. "Kamu pasti mau bertanggung jawab'kan atas Babby yang aku kandung? Kamu memang the best, Al." Alina mendekati Al dan hendak memeluknya.
Sayangnya, Al terlebih dahulu memundurkan langkahnya. Hal itu mebuat Alina berkerut kening, dia tak menyangka dengan respon yang Al berikan.
"Al," Bella menatap penuh protes ke arah Al, dia bukan hanya rindu dan berharap agar pria yang beru berusia enam belas tahun itu mau datang untuk menemuinya.
Tentunya, dia juga berharap agar Al mau menikahinya dan bersedia pula menjadi Ayah dari Babby yang dia kandung.
Awalnya, Bella merasa jika Al tak pantas untuk menjadi suaminya. Akan tetapi, jika mengingat sekaya apa Kakek dan juga Ayahnya, dia pun mempertimbangkan'nya kembali.
Apa lagi, saat dia memainkan milik Al. Untuk anak seusianya itu terlihat sangat besar, dan terlihat bisa memuaskan.
Ternyata turunan bule itu memang mempunyai ukuran jumbo, tak salah jika banyak orang yang selalu mencari suami bule, pikirnya.
"Katakan, apa yang elu katakan sama orang tua gue?" tanya Al lembut.
"Gu--gue ngga bilang apa-apa, hanya berkunjung." Dusta Bella.
Al terlihat menyeringai, dia pun langsung mendekati Bella dan langsung mengelus lembut pipi Bella.
"Benarkah? Kenapa tak menungguku pulang? Kan kita bisa ketemuan, kenapa kamu datang terlebih dahulu, hem?" serentetan pertanyaan Al lontarkan pada Bella.
"Gu--gue..." Bella terlihat bingung mau bekata apa, dia bahkan terlihat begitu cemas.
Al hanya bisa tersenyum saat melihat tingkah Bella yang terlihat salah tingkah dengan wajah tiba-tiba berubah bias
"Sudah, jangan bingung seperti itu, kita jalan-jalan saja. Mau kan?" Bella nampak mengangguk-anggukan kepalanya, "Good girl. Kita akan bersenang-senang, karena wanita hamil harus bahagia." Kata Al, Alina pun langsung tersenyum.
"Aku mau, kamu tunggu sebentar. Aku mau ngambil tas sama kunci pintu, sama ganti baju juga," ucap Bella riang
Bella benar-benar tak menyangka jika Al akan datang untuk mengajaknya jalan-jalan, dia kira Al akan memarahinya.
Bahkan Bella sudah bersiap, kalau-kalau Al marah. Dia akan segera menelpon kedua orang tua Al, dia akan bersikap seolah Bella merupakan wanita yang teraniaya.
Al duduk anteng di atas motor sport miliknya, dia sedang menunggu wanita rubah yang sudah membuatnya kehilangan kepercayaan dari kedua orang tuanya.
Al sangat sedih dan kecewa, karena Arkana tak langsung percaya padanya. Dia malah terlihat emosi dan terlihat kesusahan untuk mengontrol emosinya.
Bella terlihat memakai kaos pendek berwarna abu dan celana jeans berwarna hotam, Al terlihat meringis saat melihat perut Bella.
Dia pun jadi bertanya-tanya dalam hatinya, apakah Babby yang ada di dalam kandungannya tidak merasa sesak?
"Kenapa?" tanya Bella yang melihat raut wajah yang berbeda di wajah Al.
"Tidak apa-apa," jawab Al lembut.
Al terlihat mengambil helem berwarna pink dan langsung memakaikannya pada Bella, dia langsung tersenyum dengan sangat manis.
Dia merasa tak menyangka jika Al akan bersikap seromantis itu, menurutnya.
"Terima kasih," ucap Bella tulus.
"Hem," jawab Al.
Al langsung naik ke atas motor sport miliknya, lalu disusul oleh Bella yang duduk anteng dengan tangannya yang langsung melingkar sempurna di perut Al.
Untuk sesaat dia terdiam, lalu senyum seringai langsung tersungging di bibir tipis miliknya.
Al melajukan motornya dengan kecepatan sedang, tentu saja dia tidak ingin membahayakan keselamatan dirinya dan juga Bella. Karena masih ada hal yang harus dia cari tahu kebenaranny.
Setelah 1 jam melakukan perjalanan, tibalah mereka di sebuah apartemen mewah. Apartemen milik Al, yang dihadiahkan Tuan Arley saat dia berusia lima tahun.
Tuan Arley memang sengaja memberikan aset miliknya pada anak dan cucunya selama dia masih hidup, agar tak ada pertengkaran diantara mereka ketika dia tiada nanti, pikirnya.
"Katanya mau jalan-jalan, kenapa malah ke sini, Al?" tanya Alina, "Memangnya ini apartemen punya siapa?" tanya Alina penasaran.
"Punya ku, hadiah ulang tahun dari Grandpa." Jawab Al.
"Benarkah?" tanyanya dengan binar bahagia di wajahnya.
Baru ulang tahun saja hadiahnya semewah itu, pikirnya. Lalu, apa kabarnya dengan warisannya nanti. Bella langsung tersenyum saat membayangkan betapa kayanya Al dan betapa dia bisa menikmati banyaknya harta milik Al.
Bella memang berasal dari keluarga berada, hanya saja dia adalah anak yang salah pergaulan akibat tak adanya perhatian dari kedua orang tuanya.
"Hem, kita istirahat di dalam dulu. Hari sudah semakin sore, jalan-jalannya habis maghrib saja." Tegas Al.
"Ah, kamu benar. Aku setuju," kata Bella.
Al langsung melangkahkan kakinya menuju lantai di mana letak apartemennya berada, Bella dengan setia melangkah beriringan dengan Al.
Tangan Bella dengan setia memeluk tangan kanan Al, Bella memang berpacaran dengan anak di bawah umur. Namun, dia sangat suka karena Al mempunyai tubuh yang tinggi dan terlihat bagus.
Cukup dengan sering ngegym, bisa membuat masa ototnya menjadi bagus. Tentunya, Al akan terlihat lebih Ehm lagi di mata Bella.
Sebelum masuk ke dalam apartemen miliknya, Al mengambil pesanannya pada security yang bertugas di sana. Bella hanya bisa bertanya dalam hati, apa yang Al minta pada security tersebut.
"Masuklah," Al membuka pintu apartemen miliknya dengan ID card yang dia keluarkan dari dalam dompetnya.
Mata Bella langsung membulat sempurna, kala melihat kemewahan yang begitu memanjakan mata Bella.