
Bukannya mencium Laurent, Tuan Arley malah mendorong tubuh Laurent dengan sangat kasar. Laurent, pun langsung jatuh terduduk tak jauh dari kursi kebesaran Tuan Arley.
"Aww, tega sekali kamu, Ar!!! " kesal Laurent.
"Berhentilah bertingkah konyol!! Aku yakin ibu mu pasti bangkit dari kubur, jika kamu terus bersikap seperti ini pada ku !!" Tuan Arley sangat kesal, dia langsung pergi dari ruangannya sambil membanting pintu dengan kasar.
Laurent langsung bangun dan duduk di sofa, wajahnya terlihat memerah menahan amarah.
"Dasar sialan!! Kurang apa coba aku ini? Cantik, seksi, semuanya aku punya. Dasar buta!! Bisa-bisanya dia tidak bisa melihat kesempurnaan dari ku," ucap Laurent.
Setelah puas mengeluarkan semua unek-uneknya, Laurent pun bangun dan merapikan penampilannya. Kemudian, dia pun pergi dari ruangan Tuan Arley menuju ruangannya.
Sedangkan Tuan Arley, Kini lebih memilih pergi dari perusahaannya. Dia melajukan mobilnya menuju sekolah Adam, dia merasa rindu dengan cucunya dan dia rasa, hanya Adam lah yang bisa membuatnya bahagia saat ini.
Sampai di depan gerbang sekolah Adam, Tuan Arley, langsung memberhentikan mobilnya. Dia melihat Jika waktu sudah menunjukkan pukul 11.50, itu tandanya sebentar lagi Adam, akan keluar dari sekolahnya dan sesuai dugaan nya, tak lama Adam pun nampak berjalan ke arah pintu gerbang.
Tuan Arley, langsung keluar dari dalam mobilnya dan menghampiri Adam. Adam terlihat sangat kaget saat melihat Tuan Arley berada di sana, dengan binar bahagianya Adam langsung menghambur ke dalam pelukan Tuan Arley.
"Grandpa, I Miss you." ucap Adam.
"Miss you too," jawab Tuan Arley.
Adam melerai pelukannya dan menatap Tuan Arley dengan intens," Grandpa kemana saja? "
"Sibuk, Sayang."
"Kita harus segera pulang, pukul empat sore acara pertunangannya, Om Devan." ucap Adam mengingatkan.
"Grandpa, lupa." ucap Tuan Arley.
"Tak apa, yang penting sekarang sudah ingat."
"Baiklah, Boy. Kita pulang, kita harus bersiap. Oiya, Sayang. Acara pertunangannya di mana?"
"Di hotel XY, Grandpa." jawab Adam.
"Baiklah, Boy. Kita harus tampil sempurna, kita harus menyaingi penampilannya Om Devan."
"Siap, Grandpa."
Adam dan Tuan Arley pun langsung melajukan mobilnya menuju kediaman Tuan Arley, tak lupa Tuan Arley, juga menelpon Arkana guna memberitahukan keberadaan Adam.
Sampai di rumah, Tuan Arley langsung mengajak Adam untuk makan siang. Setelah itu, mereka pun melaksanakan shalat dzuhur berjamaah.
Wajah Tuan Arley, nampak berbinar. Dia sangat senang, karena bisa menikmati kebersamaannya bersama cucunya yang tampan.
Sambil menunggu pukul empat tiba, Tuan Arley pun meminta desainer ternama untuk datang ke rumahnya. Tuan Arley juga menyuruh desainer ternama itu untuk membawa koleksi baju yang terbagus untuk mereka pakai di acara nanti sore.
Dan benar saja, seorang desainer ternama, bersama tiga asistennya datang ke rumah Tuan Arley dengan koleksi baju termahal dan limitid edition.
Tuan Arley dan Adam, langsung memilih baju yang mereka suka. Setelah lama mencoba, akhirnya mereka sepakat menggunakan baju couple.
*
*
Selepas shalat Ashar, Tuan Arley dan Adam langsung pergi menuju hotel XY. Sampai di ballroom hotel, semua mata tertuju pada mereka.
Penampilan mereka, terlihat benar-benar sempurna. Saat berjalan, senyum di bibir Adam tak pernah luntur, sedangkan Tuan Arley, berjalan dengan wajah dinginnya.
Saat hendak menuju tempat di adakannya acara pertunangan Eliza dan Devano, Tuan Arley melihat Adisha berjalan dengan lelaki paruh baya.
Mereka berjalan menuju Resto yang ada di hotel tersebut, Tuan Arley mengernyit heran, pasalnya, Tuan Arley merasa kenal dengan lelaki tersebut.
"Kenapa dia ada di sini? Kenapa pula dia berjalan dengan lelaki itu? Apakah dia seorang sugar Babby? Kenapa mereka terlihat sangat dekat? "
Berbagai macam pertanyaan pun melintas di benaknya, dia jadi merasa penasaran dengan Adisha. Rasa penasaran pun langsung muncul, dia ingin segera mengetahui kenapa ada Adisha di sana.
Tuan Arley terlihat terburu-buru mengucapkan selamat pada Devano dan Eliza, tak lupa dia juga memberikan kado pada calon pengantin tersebut.
Tuan Seno juga sempat memuji penampilan Devano yang terlihat sangat tampan, dan memuji Eliza yang terlihat sangat cantik.
Walaupun Eliza masih memakai kursi roda, tapi hal itu tak mengurangi kecantikannya. Tuan Arley juga masih sempat menyapa keluarga Dijaya, walaupun hanya sebentar.
Sampai di Resto, Tuan Arley pun mengedarkan pandangannya, dia pun melihat Adisha yang terlihat sedang tertawa lepas bersama lelaki paruh baya tersebut.
"Ya ampun,,, bukan kah itu Haidar ?" gumam Tuan Arley.
Karena penasaran, Tuan Arley pun langsung menghampiri mereka.
"Selamat sore, Haidar." sapa Tuan Arley.
Haidar yang sedang asik mengobrol dengan Adisha pun langsung memalingkan wajahnya, dia pun langsung tersenyum saat melihat Tuan Arley lah yang menyapanya.
"Tuan," Haidar langsung bangun dan memeluk Tuan Arley.
Tuan Arley pun langsung membalas pelukan Haidar, rasanya dia tak percaya bisa bertemu lagi dengan Haidar.
"Tuan, ada di sini?"
"Ya, Haidar. Aku sudah memutuskan untuk menetap di Indonesia, aku ingin lebih dekat dengan anak dan cucuku. " ucap Tuan Arley.
Haidar nampak bingung mendengar kata anak dan cucu, " Duduk dulu, Tuan."
Haidar pun langsung duduk di susul Tuan Arley, sedangkan Adisha nampak terbengong sambil memperhatikan Tuan Arley dan Haidar.
"Tuan kan belum menikah, lalu anak dan cucu siapa yang anda maksud? "
"Aku mempunyai anak dan cucu dari kesalahan di masa laluku," jawab Tuan Arley.
"Maksud anda, calon istrinya Tuan Seno yang waktu itu?"
"Hem," jawab Tuan Arley.
"Ya ampun, Tuan." ucap Haidar.
"Jangan protes, sekarang mana anak dan istrimu? Kenapa kamu malah asik berdua dengan wanita muda itu? " Tuan Arley menunjuk Adisha dengan ekor matanya.
Adisha yang ikut di sebut pun langsung menatap Tuan Arley dan Haidar secara bergantian.
"Dia keponakan saya, Tuan." jawab Haidar.
"What?! "
"Yes, Mister. Saya keponakan Om Haidar, " jawab Adisha.
Tuan Arley, nampak menghela napas lega setelah mendengar jawaban dari Adisha. Tak lama senyumpun mengembang dari bibir ,Tuan Arley.
Haidar nampak memandang Adisha dan Tuan Arley secara bergantian," Kalian saling mengenal? "
"Tentu, dia anak buah ku." jawab Tuan Arley.
"Ya ampun,," ucap Haidar.
"Mister, kenapa ada di sini? Padahal harusnya tadi Mister, datang ke sini bersama Nona Laurent." ucap Indira seraya memonyong kan bibirnya.
Hal itu terlihat lucu di mata Tuan Arley, entah kenapa dia begitu suka saat melihat Adisha.
"Lalu? " tanya Tuan Arley.
"Dia marah-marah, terus nyuruh aku, Adrian sama Bu Hasni untuk menggantikannya." adu Adisha.
''Jangan suka marah-marah, nanti cantiknya hilang. Lagian, kalau Laurent bicara yang membuat hati kamu sakit, tidak usah di dengarkan." ucap Tuan Arley.
"Tapi dia nyebelin, lagak nya sudah kaya bos aja. Aku kesel," Adu Adisha lagi.
Haidar yang memperhatikan keponakan dan mantan Bosnya itu pun langsung bertanya.
"Sebenarnya, hubungan kalian seperti apa? "
"Atasan dan bawahan, Om." jawab Adisha.
"Tapi, jika aku perhatikan kalian. malah seperti sepasang kekasih.